Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 29. Atikah Menyelinap Masuk Mansion Utama


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu. Malam hari di Mansion Jonathan, tepat nya di ruang makan yang duduk di kursi makan itu hanya tiga orang itu pun yang dua adalah dua anak kecil, anak balita yang tidak lain adalah Valexa dan Deondria.


“Cepi ya Pa.. ndak ada Mama ... ndak ada Opa tan Oma... “ ucap Valexa dengan ekspresi wajah sedih karena sudah begitu rindu dengan Sang Mama apalagi kini tidak ada Oma dan Opa nya jadi mereka begitu merasakan kesepian.


“Iya, atu tuh tadi mau itut ke pilla.. tapi na ayus pedi yatihan di yumah Ante Pin.. biyal dadi anak yan ebat..” ucap Deondria sambil menatap Sang Papa yang masih mengunyah makanan.


“Kan ada Papa..” ucap Vadeo setelah selesai menelan makanannya. Kedua anak nya kini yang berganti tidak berucap sebab mereka berdua sedang mengunyah makanan dan di samping mereka berdiri pengasuh mereka yang siap melayani jika dibutuhkan. Akan tetapi mereka berdua tetap berusaha makan sendiri tidak disuapi.


“Iya ciiihhh tapi tetap aja cepi....” ucap Deondria setelah menelan makanan nya. Dan mereka bertiga terus menyelesaikan makan malam nya.


Sementara itu, di tempat lain masih di lokasi Mansion Jonathan akan tetapi di gedung lainnya. Di sebuah ruangan yang lebar yang digunakan untuk makan bersama para karyawan dan pelayan Mansion Jonathan. Tampak Atikah pun juga berada di dalam sana. Setelah dia selesai makan malam tampak dia berjalan meninggalkan ruang makan yang luas itu. Semua orang tidak begitu memedulikan apa yang dilakukan oleh Atikah, atau mereka menduga Atikah capek dan ingin segera pergi ke kamar nya untuk segera tidur dan pagi hari nya biar bisa bangun.


Atikah pun terus melangkah meninggalkan ruang makan itu, akan tetapi dia tidak menuju ke lantai tempat kamar nya berada, namun dia berjalan untuk keluar dari gedung itu.


“Hmmm mumpung para pelayan masih sibuk makan aku akan menyelinap masuk ke dalam Mansion Jonathan.” Gumam Atikah dalam hati.


Atikah pun terus melangkah menuju ke Mansion utama tadi sepulang dari tempat kost dia sudah mencari tahu dan mengamati amati jalan menuju ke Mansion utama. Dan melihat siapa saja pelayan yang keluar masuk ke dalam Mansion utama.

__ADS_1


“Semoga saja tidak dikunci pintu nya.” Begitu gumam Atikah dalam hati dan andai pun dikunci dia sudah punya alasannya agar bisa masuk ke dalam Mansion utama.


Tidak lama kemudian Atikah pun sudah sampai di depan pintu samping Mansion utama, dia memutar pelan handel pintu itu dan mendorong daun pintu itu dengan pelan pelan. Akan tetapi daun pintu itu masih tertutup dengan rapat.


“Hmmm ternyata dikunci. Memang sangat ketat penjagaan nya.” Gumam Atikah dalam hati dan mata nya mencari cari apa ada bel atau kunci yang ditaruh di dekat dekat pintu itu. Dia pun sangat berharap ada kunci yang ditaruh di dekat dekat pintu itu.


Akan tetapi saat Atikah masih melihat lihat dinding di sekitar pintu itu. Pintu sedikit terbuka dan ada sosok seorang laki laki dia adalah pelayan yang bertugas menjaga pintu.


“Siapa kamu?” tanya pelayan laki laki itu yang belum pernah melihat sosok Atikah.


“Saya Atikah karyawan baru, mau bertemu dengan Nyonya Jonathan.” Ucap Atikah mencari alasan.


“Mau komplain masalah penempatan posisi pekerjaan awalnya saya ditaruh sebagai sopir Nona Nona kecil tetapi tiba tiba dipindah posisi. Saya sudah komplain pada Ibu Kepala Pelayan tetapi kata Ibu kepala pelayan saya disuruh menghadap langsung pada Nyonya Jonathan.” Ucap Atikah dengan nada memelas.


“Tetapi Nyonya Jonathan tidak ada. Tunggu sampai beliau pulang.” Ucap pelayan laki laki itu.


“Tolonglah siapa wakil Nyonya Jonathan yang bisa saya temui. Ini sangat penting. Saya satu hari kerja saja sangat kelelahan dan jika tidak boleh komplain malam ini, akan saya laporkan pada kementerian tenaga kerja.” Ucap Atikah lagi.

__ADS_1


“Baiklah, tunggu sebentar.” Ucap pelayan laki laki itu yang ketakutan karena ancaman dari Atikah, dan selanjutnya membalikkan tubuhnya masuk ke dalam untuk melaporkan pada Tuan Vadeo.


Sementara itu Atikah yang melihat pintu tidak lagi terkunci dia pun langsung masuk menyelinap ke dalam Mansion utama itu. Situasi di dalam mansion tampak sepi. Sebab para pelayan yang berada di dalam mansion utama pun sedang sibuk makan malam di dalam ruang makan khusus untuk para pelayan di dalam mansion utama itu. Sedangkan pelayan laki laki penjaga pintu tadi masih berjalan dengan cepat menuju ke ruang makan di mana Tuan Vadeo berada.


“Selamat malam Tuan, maaf mengganggu makan malam Tuan.” Ucap pelayan laki laki itu saat sudah sampai di dalam ruang makan. Vadeo pun menoleh ke arah nya. Valexa dan Deondria pun juga menoleh ke arah nya dengan mata melotot.


“Tenapa ditindaltan pintu tanpa dirinci?” teriak Valexa dan Deondria dengan lantang secara bersamaan. Sang pelayan laki laki itu pun sangat kaget dan teringat dia meninggalkan pintu tidak dikunci.


“Ooo maaf Nona, saya hanya sebentar mau mengatakan kalau ada karyawan baru mau bertemu dengan Tuan katanya mau komplain. Kalau tidak katanya mau lapor pada menteri tenaga kerja.” Ucap pelayan laki laki itu dengan cepat cepat.


“Hah.. diya yagi tan..” gumam Valexa dan Deondria dengan nada kesal.


“Kamu katakan pada dia suruh menunggu di teras samping.” Ucap Vadeo dengan cepat. Sebab dia tahu jika kedua anaknya khawatir jika pintu tidak dikunci dan wanita yang menurut kedua anak nya jahat itu sudah masuk ke dalam mansion utama.


Sementara itu Atikah yang memang sudah menyelinap masuk pun pun telinga nya mendengar jika Vadeo menyuruh menunggu dirinya di teras samping.


“Hmmm aku harus cepat cepat keluar lagi dan menunggu di teras samping.” Gumam Atikah dalam hati dan dia pun segera melangkah untuk meninggalkan Mansion utama dan segera keluar dari pintu samping, dan berdiri lagi di depan pintu samping Mansion utama, bagai tadi saat ditinggalkan oleh pelayan laki laki.

__ADS_1


Atikah pun berhasil keluar dari pintu samping dengan selamat dan dia menutup lagi daun pintu itu dengan pelan pelan tanpa menimbulkan suara. Jantungnya pun berdebar debar lebih kencang, akibat dua hal yang pertama karena berdebar debar jika ada yang memergoki dia menyelinap masuk meskipun dia pun sudah menyiapkan jawaban dan yang kedua berdebar debar sebab akan berhadapan langsung dengan Vadeo, laki laki pujaan hati nya sejak dulu kala.


“Hmmm akhirnya aku bisa berhadapan langsung dengan nya.” Gumam Atikah dalam hati sambil memegang dada nya yang berdebar debar.


__ADS_2