Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 57. Atikah Membantah


__ADS_3

“Oooh ...” ucap Bang Bule Vincent pura pura iba. Akan tetapi dalam hati nya dia lega. Karena informasi dari kedua ponakan nya benar, barang terlarang dikamuflasekan menjadi coklat blok.


“Tolong ya Tuan...” ucap Atikah masih dengan nads suara dan ekspresi wajah mengiba.


“Ya...” jawab Bang Bule Vincent dan tampak Atikah senang, di dalam hati dia bersorak sorai.


“Kamu sekarang tinggalkan mobil ini dulu dan segera mengikuti teman kamu ke kantor kepala pelayan.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya sambil menarik tangan Atikah agar menjauh dari mobil. Bang Bule Vincent pun dengan segera membuka pintu mobil itu dan segera masuk ke dalam mobil.


“Tuan.” Teriak Atikah sambil masih berusaha membuka pintu mobil.


Namun sesaat kemudian..


“Kamu itu kok jadi orang ngeyel tidak nurut.” Suara bapak petugas keamaman lainnya lalu menarik tangan Atikah dan di bawa masuk ke dalam halaman Mansion Jonathan dan selanjutnya dibawa menuju ke ruang kepala pelayan.


Sedangkan Bang Bule Vincent yang sudah di dalam mobil tampak tersenyum senang saat melihat di jok kemudi ada bungkusan di dalam tas plastik hitam dan saat dibuka isi nya kemasan besar coklat blok.


“Hmmm ini mungkin yang dimaksud dengan Valexa dan Deondria.” Gumam Bang Bule dalam hati. Saat Bang Bule menyalakan mesin mobil itu tampak petugas keamanan yang tadi ikut memeriksa datang mendekat.


“Bang bagaimana?” tanya petugas keamanan itu.


“Barang yang aku curigai sudah aku dapatkan. Tapi kamu ikut masuk ke dalam mobil ini. Biar yang lain yang menjaga pos. Tas dan kunci mereka kita sita dulu.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya. Bapak petugas keamanan itu pun lalu segera masuk ke dalam mobil sambil membawa dua tas wanita. Kunci kamar dan kunci lemari Atikah pun diserahkan pada Bang Bule.


“Aku yakin orang itu memiliki hand phone lain lagi.” Gumam Bang Bule dalam hati.


Mobil lalu berjalan masuk ke dalam halaman Mansion Jonathan.


“Kamu nanti cek seluruh barang belanjaan kalau ada cokelat blok lainnya, serahkan ke aku. Aku khawatir kalau ada yang lain diselundupkan di antara barang barang belanjaan.” Ucap Bang Bule pada petugas keamanan.


Mobil terus melaju menuju ke gedung tempat gudang logistik. Dan setelahnya Bang Bule Vincent turun dari mobil sambil masih membawa barang sitaan. Bang Bule Vincent terus melangkah menuju ke ruang Ibu kepala pelayan. Saat sampai di depan pintu ruangan yang di tuju, Bang Bule Vincent mengetuk pintu dengan pelan pelan.


TOK TOK TOK TOK

__ADS_1


Sesaat pintu terbuka, ibu kepala pelayan membukakan pintu buat Bang Bule Vincent. Bang Bule Vincent pun segera melangkah masuk ke dalam ruangan itu dan berjalan menuju ke satu set kursi tamu yang mana Atikah sudah duduk di salah satu kursi nya.


“Apa ini barang milikmu?” tanya Bang Bule sambil menunjukkan barang yang masih di dalam bungkusan tas plastik hitam itu.


“Hmmm bukan milik saya tetapi itu titipan teman saya.” Jawab Atikah yang sudah mulai waspada.


“Telepon sekarang teman mu itu agar dia segera ke sini untuk mengambil barang nya ini.” Perintah Bang Bule Vincent sambil menyodorkan hand phone Atikah yang sudah diretas nya.


“Hmmm saya kirim chat saja ya Tuan, masalah nya di rumah dia berisik susah terdengar nanti.” Ucap Atikah sambil menerima hand phone nya. Bang Bule Vincent pun mengizinkan karena dia akan tetap bisa tahu isi pesan chat Atikah.


Sesaat kemudian Atikah tampak sibuk mengirim pesan chat pada Zulfa.


“Tuan, mana itu coklat nya.” Pinta Atikah setelah selesai mengirim pesan chat pada Zulfa.


“Tunggu sampai teman kamu datang.” Ucap Bang Bule yang masih membawa barang dalam bungkusan plastik hitam itu.


Bang Bule lalu duduk di salah satu kursi tamu yang tidak jauh dari Atikah. Bang Bule Vincent lalu mengambil hand phone dari saku celana cargo nya dia mengirim pesan chat di group chat tim nya. Dia menginformasikan jika orang dan barang yang dicurigai sudah ada di tangannya, dan meminta pimpinan kantor yang dulu sudah didatangi oleh si kembar untuk segera datang ke mansion Jonathan.


Waktu pun terus berlalu. Atikah kini mulai berdebar debar merasa ada bahaya pada dirinya. Atikah mulai duduk dengan gelisah keringat dingin sudah mulai keluar dari sekujur tubuh nya. Sedangkan pelayan bagian logistik tampak duduk di depan meja Ibu kepala pelayan, sedang melaporkan segala barang belanjaan hari ini. Dan sangat kebetulan hari ini tidak belanja coklat blok jadi tidak ada barang belanjaan nya yang ikut diperiksa.


Saat pintu dibuka tampak sosok seorang gadis dengan ekspresi wajah bingung, di belakang nya ada bapak petugas keamanan yang mengantar gadis itu.


“Zul...” ucap Atikah saat melihat sosok Zulfahri depan pintu.


“Itu coklat titipan mu Zul.” Ucap Atikah sambil bangkit berdiri dan menatap wajah Zulfa yang masih terlihat bingung.


Zulfa pun lalu dipersilahkan masuk oleh Ibu kepala pelayan dan Bang Bule.


“Apa ini barang kamu?” tanya Bang Bule pada Zulfa yang sudah berdiri di dekat kursi tamu itu.


“Hmmm.” Gumam Zulfa tampak bingung lalu dia menatap Atikah yang sudah kembali duduk di kursi nya.

__ADS_1


“Iya itu kan kamu yang titip coklat blok , kata mu untuk membuat kue pesanan.” Ucap Atikah sambil menatap tajam ke arah Zulfa. Semua orang yang berada di dalam ruangan itu menatap Atikah.


Dan sesaat kemudian ada suara langkah kaki menuju ke ruangan itu. Dan bersamaan dengan itu terdengar suara dering di hand phone Bang Bule. Bang Bule Vincent pun segera mengambil hand phone dari saku celana cargo nya.


“Okey Okey..” ucap Bang Bule saat setelah menggeser tombol hijau dan sudah mendengar suara orang yang menghubungi nya. Bang Bule Vincent lalu bangkit berdiri dan masih membawa barang yang dibungkus oleh tas plastik hitam itu. Semua orang yang berada di ruang an itu terdiam dan melihat gerak gerik Bang Bule Vincent.


Bang Bule Vincent lalu berjalan menuju ke pintu ruangan itu dan segera membuka pintu ruangan itu. Saat pintu di buka muncul sosok laki laki yang berpostur tubuh tinggi tegap. Dialah teman Bang Bule, bapak pimpinan kantor yang didatangi oleh si kembar, selaku pimpinan tim di misi yang sekarang sedang dijalankan.


“Mari masuk.” Ucap Bang Bule Vincent lalu mengenalkan Ibu kepala pelayan dan selanjutnya semua orang yang ada di dalam ruangan itu, termasuk Atikah dan Zulfa.


“Ini barang nya.” Ucap Bang Bule Vincent sambil menyerahkan barang itu pada pimpinan tim nya.


“Itu ...” ucap Atikah tidak berlanjut sambil melihat barang nya kini berada di tangan orang yang baru dikenalnya itu.


“Ini milik siapa?” tanya pimpinan tim misi sambil menatap Atikah. Atikah tidak menjawab dan hanya menoleh menatap Zulfa.


Pimpinan tim misi itu lalu membuka tas plastik hitam itu. Tampak satu bungkus coklat blok dengan merk coklat ternama.


Pimpinan tim itu mengamati bungkusan coklat itu. Benar benar rapi kemasan itu tampak tertutup rapi sungguh menyerupai kemasan aslinya masih tersegel rapat .


“Maaf saya adalah petugas resmi pencegahan dan pemberantasan pengedaran narkoba. Saudara saudara dan barang ini kami curigai.” Ucap pimpinan tim misi itu sambil menatap wajah Atikah dan Zulfa yang sudah mulai tampak pucat.


“Bapak salah tangkap. Lihat saja itu coklat batangan.” Ucap Atikah membantah tuduhan.


“Okey, tadi kan saya bilang baru dicurigai. Sekarang mari kita buktikan.” Ucap pimpinan tim misi itu. Bang Bule Vincent yang ada di sampingnya lalu mengambil pisau lipat multi fungsi dari saku cargo nya.


Pimpinan tim misi itu pun lalu membuka bungkus kemasan coklat blok itu. Saat sudah terbuka menguar aroma coklat yang sedap.


“Hmmm Aca dan Aya benar tidak ya..” gumam Bang Bule dalam hati mulai was was sebab yang dia lihat tampak benar benar cokelat dan aroma nya pun cokelat yang sedap.


“Kita potong, kita lihat isi di dalam nya.” Ucap pimpinan tim misi itu.

__ADS_1


Akan tetapi saat pimpinan tim misi akan memotong coklat blok itu. Pintu ruang Ibu Kepala Pelayan itu, terdengar suara gedoran gedoran. Bagai kaki kaki mungil yang menendang nendang daun pintu.


“Nona kecil.” ucap pelayan bagian logistik Dan langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu.


__ADS_2