Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 170.


__ADS_3

Setelah saling melepas rindu dan mencurahkan isi hatinya sambungan telepon pun berakhir. Dan tidak lama kemudian terdengar langkah kaki mungil berlari larian.


“Mama.. Mama... ayo bakar ikan.” Teriak Valexa dan Deondria bersamaan sambil terus memanggil manggil Sang Mama.


Alexandria dan Ixora yang mendengar suara Valexa dan Deondria pun segera melangkah menuju ke arah suara kedua bocah itu.


“Sayang kenapa kalian basah kuyup dan tidak memakai baju?” tanya Alexa saat melihat kedua anaknya basah kuyup dan hanya mengenakan celana dalem yang basah pula.


“Disuruh istirahat pasti malah berenang sama Papa ya?” tanya Alexa lagi. Kedua anak itu lalu menceritakan pada Sang Mama kalau baru saja selesai mencari ikan untuk Sang Mama. Alexandria terharu lalu memanggil kedua pengasuh Valexa dan Deondria agar membersihkan tubuh kedua anaknya itu. Alexandria pun segera melangkah menuju ke dapur untuk melihat. Ixora yang penasaran juga turut serta mengikuti langkah kaki Sang Kakak.


Alexa dengan cepat membuka pintu dapur itu. Saat pintu terbuka terlihat Vadeo dan Bang Bule Vincent sedang sibuk membersihkan ikan ikan yang mereka ambil dari sungai. Vadeo dan Bang Bule Vincent mau tak mau harus melakukan hal itu karena ibu pelayan sedang istirahat.


“Sudah dapat Ma ini ikannya lihat nichhh... “ ucap Vadeo saat melihat sang istri datang mendekat, bibir Vadeo pun tersenyum bangga.


Alexandria pun melihat ikan ikan yang tampak gemuk tebal dagingnya. Air liurnya pun kembali keluar. Bibir Alexandria tersenyum.


“Siapa yang bisa mendapatkan ikan ikan ini?” tanya Alexandria sambil tersenyum melihat ikan ikan yang masih dibersihkan oleh Vadeo dan Bang Bule Vincent.


“Siapa lagi coba...” ucap Vadeo dengan senyum mengembang di bibirnya. Bang Bule Vincent yang mendengar langsung menoleh dan menatap tajam wajah Vadeo dengan mata melotot. Vadeo yang melihat langsung menyikut tubuh Bang Bule Vincent yang berdiri di sampingnya. Sebagai kode agar diam saja tidak usah bicara.

__ADS_1


“Terima kasih Papa tetapi Papa akan dihukum Oma Jo untuk makan ikan asin yang Papa bawa itu sampai habis.” Ucap Alexandria dengan nada serius. Vadeo kini yang tiba tiba melotot sedangkan Bang Bule Vincent tampak menahan mulutnya agar tidak keluar tawanya. Sebab Ixora pun menatap tajam pada dirinya.


“Sayang kamu sudah cerita ke Mama ya?” ucap Vadeo dengan nada sedih membayangkan setiap hari harus makan ikan asin.


“Hmmm... ayo Pa ceoat bersihkah ikan ikannya.” Ucap Alexandria lalu dia melangkah menuju ke kulkas untuk mengambil bumbu dan saos.


“Setelah selesai bawa ke teras belakang. Aku dan Ixora siapkan api bakarnya.” Ucap Alexandria lalu melangkah keluar dari dapur sambil membawa peralatan dan bumbu yang sudah dihaluskan.


“Kamu jangan tertawa Bul, kalau aku menjalani hukuman itu kamu pun juga. Bahkan kamu yang harus lebih banyak makan ikan asin itu. Karena kamu adalah pencetus ide nya.” Ucap Vadeo pelan agar tidak didengar oleh Alexandria dan Ixora yang baru saja keluar dari dapur.


“Kamu suruh saja pelayan menyembunyikan ikan asin itu, atau dimasak suruh untuk makan seluruh para karyawan kan sudah habis sebelum Mama datang. Beres.” Ucap Bang Bule Vincent.


“Ya sudah terserah kamu.” Ucap Bang Bule Vincent lalu dia pergi meninggalkan Vadeo karena acara membersihkan ikan ikan itu sudah selesai Bang Bule Vincent ingin segera mandi. Sementara Vadeo masih berpikir pikir sambil membawa satu baskom besar berisi ikan ikan yang sudah dibersihkan dan siap untuk dibakar.


Saat Vadeo sudah melangkah keluar dari dapur tampak Valexa dan Deondria sudah tampil cantik dan harum rambutnya pun sudah setengah kering.


“Anak anak Papa sudah harum wangi.” Ucap Vadeo sambil terus melangkah menuju ke teras belakang. Valexa dan Deondria terus berlari mendekati Mama dan Aunty nya.


Mereka pun segera membumbui ikan ikan itu dan membakarnya. Beberapa saat kemudian aroma harum mulai tercium. Bibir Alexandria terus tersenyum berkali kali dia menelan air liurnya.

__ADS_1


“Ma ini satu ikan sudah matang penuh nih...” ucap Vadeo sambil mengambil satu ekor ikan besar yang sudah matang dan ditaruhnya di atas piring. Ixora pun segera menaruh saos madu yang sudah diberi air jeruk nipis itu. Melihat hal itu Vadeo pun menelan air liurnya yang juga sudah mulai keluar tetapi dia belum berani meminta padahal ikan itu tampak menggoda untuk dicubit dagingnya yang tampak tebal di dekat goresan pisau tempat agar bumbu masuk.


“Nanti Pa, tunggu yang satu ini juga masak.” Ucap Alexandria sambil membolak balikkan satu ikan yang juga besar yang dia pegang dengan alat pemanggang. Valexa dan Deondria tampak saling berangkulan dengan bibir mereka berdua tersenyum bahagia.


Vadeo tampak juga masih sibuk membolak balikkan ikan ikan yang lainnya. Dan sesaat kemudian ikan yang dipegang oleh Alexandria sudah matang dia lalu menaruh ikan itu pada piring lebar yang tadi sudah terisi satu ikan besar. Alexandria lalu bangkit berdiri sambil membawa satu piring lebar yang berisi dua ikan bakar saos madu.


“Ayo Kakak Kakak ikut..” ajak Alexandria pada Valexa dan Deondria. Mereka berempat lalu berjalan menuju ke kursi yang ada di teras itu. Setelah duduk dan menaruh piring ikan itu di atas meja. Alexandria menikmati ikan bakar itu. Wajahnya tampak sangat bahagia sinar matanya berbinar binar. Valexa dan Deondria ditawari oleh Sang Mama akan tetapi keduanya hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum bahagia.


“Mama duyu matan, atu tan Aya nanti ajah... (Mama dulu makan, aku dan Aya nanti aja..).” ucap Valexa sambil tersenyum menatap Sang Mama.


“Ini ikannya enak banget, daging tebal dan duri dikit hanya di tengah saja..” ucap Alexandria memuji ikan hasil tangkapan mereka. Dan tidak terasa Alexandria sudah menghabiskan dua ekor besar ikan bakar saos madu itu, dan kini tinggal dua duri tertinggal di atas piring lebar itu. Alexandria pun bangkit berdiri dan melangkah ke arah Vadeo yang masih sibuk sambil menaruh piring berisi dua buah duri tengah ikan ikan tadi.


“Sayang cepat sekali kamu makannya, apa dengan Aca dan Aya?” tanya Vadeo sambil menoleh ke arah Valexa dan Deondria yang masih duduk manis di teras.


“Mereka belum Pa.” Jawab Alexandria dengan jujur.


“Hah? Dua ikan besar tadi Mama sendiri yang menghabiskan?” tanya Vadeo tampak heran.


“Hmmm dulu, hamilnya Aca dan Aya aku capek capek mencari buah asam banyak banyak yang dimakan hanya dua butir kecil permen asam. Sekarang dua ikan besar habis.” Gumam Vadeo dalam hati.

__ADS_1


“Pa aku besok ikut menjemput Mama ke pantai ya?” ucap Alexandria tiba tiba.


__ADS_2