Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 241.


__ADS_3

“Semua bagus tinggal kamu pilih salah satu . Coba kalau kamu punya anak kembar tiga bisa kamu pakai semua.” Ucap Tuan William sambil menatap Bang Bule Vincent.


“Pa, kalau kak Ixora melahirkan kembar tiga dan kak Alexa kembar dua, saat besok mereka minta gendong semua gimana coba. Baru Aca dan Aya aja pegel badanku..” saut Dealova dan Twins girl yang mendengar langsung tertawa terkekeh... kekeh... Dan mereka berdua berlari menghambur mendekati Dealova dan minta gendong lagi mengajak untuk pergi ke ruang bayi lagi untuk melihat anak Aunty Ixora.


“Sebentar tunggu dulu, adik baru belum ada namanya..” ucap Dealova sambil bersedekap belum mau menggendong Valexa dan Deondria, sedang Boy juga turut mendekati Dealova.


“Arend bagus Bul..” ucap Nyonya William dan Nyonya Jonathan secara bersamaan.


“Iya Arend tampaknya cocok untuk nama dia semoga dia menjadi anak yang kuat dan hebat..” ucap Nyonya Jansen dengan bibir tersenyum dan sinar mata yang berbinar binar penuh harapan.


“Dan keren... Arend.. anak keren ha... ha... betul betul cocok itu Bang ...” ucap Dealova sambil tertawa renyah dan mengangguk anggukkan kepalanya tanda setuju..


“Baiklah Arend Willio van Jansen.” Ucap Bang Bule Vincent dengan mantap yang kini sudah duduk di tepi tempat tidur Ixora.


“Nama Opa William sudah aku sematkan pada nya Pa..” ucap Bang Bule Vincent selanjutnya sambil menatap Tuan William. Willio diambil dari nama William.


“Bagaimana kalau Arendo Willio van Jansen. Tampak lebih gagah...” ucap Tuan Jansen sang Opa memberi usul..


“Bagus itu, Arendo.. anak keren keponakan Vadeo...” gumam Vadeo sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


“Kalian itu ya.. aku kasih nama anakku bukan karena alasan akronim ya.. tapi makna harapan dan doa agar dia menjadi anak yang kuat. Kuat dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kuat dalam berbuat kebaikan, kuat dalam membasmi kejahatan ...” ucap Bang Bule Vincent sambil menatap wajah Dealova dan Vadeo.

__ADS_1


“Iya iya Bul.. sensitif amat kamu... Pasti kamu lapar ya.. sana pesan makanan dulu...” saut Vadeo


“Yuk kita lihat Arendo ... Aku juga sudah kangen pada Twins boy...” ucap Vadeo selanjutnya sambil mengajak Twins girl dan Boy. Valexa dan Deondria pun tetap minta digendong oleh Dealova, sedangkan Vadeo menggendong Boy, agar mereka cepat sampai di ruang bayi.


Akhirnya mereka semua sepakat nama anak pertama Bang Bule Vincent dan Ixora adalah Arendo Willio van Jansen.


Saat Vadeo dan Dealova yang sedang berjalan sambil menggendong ketiga bocil itu, tiba tiba ada sosok seorang laki laki yang berjalan tergopoh gopoh.. dan sesaat kemudian...


“Papa...” teriak Boy saat melihat sosok laki laki itu yang tidak lain adalah Justin yang sudah membaca di group chat keluarga besar tentang kelahiran ketiga ponakannya, dia pun langsung terbang untuk ikut menjenguk ketiga keponakannya dan untuk memberi selamat pada saudaranya. Justin pun semakin mempercepat langkah kakinya.


“Papa...” suara Boy yang sekarang tidak berteriak karena Justin sudah dekat. Boy pun mengulurkan kedua tangannya pada Justin dan Justin menerima uluran tangan Boy, Justin menggendong tubuh Boy dan menciumi wajah Boy. Justin kini sudah sangat mencintai Boy, anaknya yang tidak nakal itu sangat patuh itu.


“Ada di kamar istrinya, Oma dan Opa juga di sana. Kita mau lihat tiga jagoan baru di ruang bayi..” ucap Vadeo


“Iya Papa aku dan Twins mau lihat adik baru.. ayo Papa imut lihat adik baru dulu...” ucap Boy sambil menatap wajah Papanya dengan penuh kerinduan. Justin pun lalu menurut.


“Kak Deo ambil Aca di punggungku nih... “ ucap Dealova.. dan Vadeo pun mengambil tubuh Valexa dari punggung Dealova.


Mereka terus melangkah menuju ke ruang bayi. Tampak Boy kini tidak kaku lagi berada di dalam gendongan Justin. Kedua tangan mungilnya kini sudah berani memeluk tubuh Justin bahkan sesekali dia mencium pipi Justin, demikian pula dengan Justin yang juga membalas ciuman dari Boy. Vadeo dan Twins girl tampak ikut bahagia melihat keakraban Boy dan Justin.


Sesaat mereka sudah sampai di ruang bayi. Mereka bertiga langsung berdiri di depan tempat box bayi Raja dan Asasta, tampak dua bayi itu bibirnya tersenyum bagai menyambut kedatangan orang orang yang menjenguknya.

__ADS_1


“Pa, tuh.. Ado di sana...” teriak Valexa dan Deondria saat tahu Sang Papa sedang mencari cari box anak Bang Bule Vincent.


“Ado?” gumam Vadeo sambil menatap Twins girl.


“Iya Arendo dipanggil Ado aja, kalau dipanggil Arend, nanti kalau Aja dan Ata masih celat panggil nya Ayen.. “ ucap Valexa yang masih digendong Vadeo.


“Betul... betul.. Ado saja.. kalau Ayen.. mirip mirip nama kucingku si Oyen he.... he.... he.... “ ucap Dealova sambil tertawa..


Mereka bertiga lalu berjalan menuju ke tempat bayi Ixora berada. Tampak di box inkubator itu ada tulisan nama Ixora. Bayi mungil itu tampak masih terpejam matanya akan tetapi bibirnya juga tersenyum.


“Bayi nya Ixora lahir belum waktunya lahir ya?” tanya Justin saat melihat data data yang tertulis di box baby Arendo.


“Iya, tapi anak itu sehat kata Dokter yang menangani semua organnya sudah berfungsi normal.” Jawab Vadeo dan Justin masih saja menatap bayi mungil itu.


“Tapi Ado akan tetap di dalam inkubator beberapa waktu kata Kak Nindy demi kebaikan perkembangannya..” saut Dealova.


“Kak Ixora juga lama waktu melahirkan Ado, kasihan kesakitan lebih lama. Bang Bule untung setia mendampingi dan setia dicakar cakar Kak Ixora he.. he...” ucap Dealova sambil tertawa kecil di akhir kalimatnya.


“Aku juga dicakar cakar Alexa, tetapi bangga dan bahagia saat bisa mendampingi istri melahirkan. Rasa cinta dan sayang pada anak istri semakin dalam.. he... he...” ucap Vadeo sambil mencium pipi Valexa yang ada di dalam gendongan.


Sedangkan Justin tampak ekspresi wajahnya serius. Dia membayangkan saat Wika melahirkan Boy seorang diri tanpa didampingi dirinya. Justin pun mempererat pelukannya pada Boy, sebagai ungkapan permohonan maaf.

__ADS_1


__ADS_2