Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 82.


__ADS_3

“Kamu sembunyi di ruang rahasia.” Ucap Vadeo.


“Bro, macam kamu tidak kenal Mama Mertua saja, pasti dia akan mengecek semua menanyakan semua pada anak buah ku termasuk pasti menghubungi Ixora.” Suara BangBule Vincent


“Ya sudah kamu cepat pergi sekarang ke Jonathan Co, kamu parkir mobil di tempat darurat nanti aku hubungi karyawan agar membuka tempat itu. Dan kamu segera masuk ke ruang Justin dulu. Tuan Raymond tidak suka di ruang itu kata nya terlalu sepi.” Ucap Vadeo dan setelah Bang Bule Vincent menyetujui Vadeo segera memutus sambungan teleponnya.


Sementara itu Bang Bule Vincent yang tadi baru saja pulang mengantar Ixora yang masuk pagi dan dia belum mandi, kini harus segera pergi lagi dari pada Mama Mertua nya dan Mama Jo keburu sampai di rumah nya.


“Hmm nanti mandi di Jonathan Co saja. Kenaoa juga Mama Mama itu pagi pagi sudah menuju ke sini.” Gumam Bang Bule dalam hati sambil melangkah menuju ke tempat mobil nya yang terparkir. Tidak luoa dia sudah membawa lap top dan hand phone nya.


Vadeo setelah selesai menghubungi Bang Bule Vincent segera menaruh hand phone nya lagi ke dalam saku blazer nya. Dan dia segera melangkah menuju ke mobilnya.


Sesampai di tempat mobil nya yang terparkir. Bang Bule Vincent segera membuka pintu mobil nya itu dan dengan segera dia masuk dan menyalakan mesin mobilnya lalu tancap gas meninggalkan halaman rumahnya dan berharap mobil kedua Mama itu belum berada di lokasi dekat rumah nya.


Bang Bule melajukan mobil dengan kencang dia sedikit lega saat mobil sudah keluar dari ruas jalan lokasi rumahnya Bang Bule Vincent membelokkan mobil pada jalur yang tidak ramai lalu lintas nya agar tidak terjebak macet. Bang Bule terus melajukan mobilnya menuju ke Jonathan Co.


Sesaat dia teringat akan sesuatu.


“Hmmm harus aku matikan hand phone ku dulu.” Gumam Bang Bule, lalu tangan kiri nya mengambil hand phone dari saku celana cargo nya dan dengan cepat dia menon aktifkan hand phone nya. Setelah hand phone nya off Bang Bule Vincent dengan tenang melanjutkan perjalanan nya menuju ke gedung Jonathan Co.


Beberapa menit kemudian mobil Bang Bule Vincent sudah masuk ke lokasi Jonathan Co, dia menjalankan mobil masuk lewat pintu darurat dan memarkirkan mobilnya di tempat parkir mobil darurat yang tidak diketahui oleh siapa pun kecuali karyawan terpercaya yang bertugas membuka dan menutup pintu darurat itu.


Setelah mobil terparkir, Bang Bule segera keluar dari pintu mobil nya dan dia melangkah menuju ke pintu lift yang langsung membawanya ke lantai tempat ruangan Justin dahulu.

__ADS_1


Sementara itu Vadeo yang sudah berada di dalam ruang kerja nya. Tampak gelisah sebab menghubungi nomor hand phone Bang Bule sudah tidak bisa.


“Deo, ada masalah apa?” tanya Tuan Jonathan yang sejak tadi mengamati Vadeo.


“Pa, aku mau cek karyawan sebentar.” Jawab Vadeo lalu dia bangkit dari tempat duduk nya dan melangkah keluar dari ruang kerjanya.


Vadeo segera melangkah menuju ke ruang yang dahulu dipakai Justin. Setelah sampai di depan ruang yang dituju Vadeo segera menekan tombol pass word. Dia pun tadi juga sudah memberi tahu pada Bang Bule Vincent tentang pass word pintu ruang itu.


“Hmmm belum juga sampai di sini.” Gumam Vadeo saat sudah membuka pintu ruang itu.


Vadeo pun melangkahkan kaki nya memasuki ruangan itu dan menutup kembali ruangan itu. Dia ingin menunggu Bang Bule Vincent di ruang itu dari pada gelisah hati nya di ruang kerja nya. Selain itu dia pun juga ingin tahu siapa orang yang akan menerjemahkan manuskrip kuno itu.


Vadeo lalu duduk di kursi di dalam ruang kerja itu, dia menyalakan komputer yang ada di depan nya, sambil menunggu dia bisa bekerja lewat komputer itu.


Sedangkan Bang Bule Vincent yang baru saja masuk itu terlonjak kaget saat melihat ada sosok manusia di dalam ruangan itu, yang hanya terlihat sebagian pakaian yang dikenakan tidak terlihat wajahnya karena tertutup perangkat komputer. Bang Bule Vincent pun segera mengambil senjata api dari saku celana cargo nya.


“Siapa kamu!” tanya Bang Bule sambil mengarahkan senjata api itu.


“Sudah tahu tanya pula.” Jawab Vadeo dengan santai.


“Sial aku kira Justin melarikan diri dari penjara dan menyusup ke sini.” Ucap Bang Bule Vincent sambil menaruh lagi senjata api nya ke dalam saku celana cargo nya.


Bang Bule Vincent pun segera melangkah menuju sofa menaruh tas ranselnya dan lalu melangkah ke kamar mandi dan dia akan mandi dulu di sana. Vadeo yang sudah tidak sabat menunggu segera bangkit berdiri dan melangkah menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


“Bul, cepat!” teriak Vadeo sambil mengetuk ngetuk pintu kamar mandi itu.


“Bentar Bro, aku mandi dulu pagi pagi aku sudah berkeringat gara gara serangan Mama Mama. Ditambah kaget gara gara kamu ada di ruang ini.” Teriak suara Bang Bule Vincent dari dalam kamar mandi.


“Hmmm apa yang akan menerjemahkan manuskrip seorang wanita cantik.” Gumam Vadeo dalam hati.


“Cepat Bul, aku juga ingin tahu siapa penerjemah itu, apa dia bisa dipercaya.” Suara Vadrp lagi.


“Sabar Bro, belum juga jam sembilan.” Teriak suara Bule Vincent dari kamar mandi lagi. Vadeo pun lalu membalikkan tubuhnya dan kembali ke tempat duduknya.


Beberapa saat kemudian Bang Bule Vincent sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar dan wangi. Dia lalu melangkah menuju ke sofa dan mengambil lap top nya yang tadi ditaruh di sana.


Bang Bule tampak duduk sambil memangku lap top nya. Dan Vadeo pun tampak melangkahkan kaki lalu duduk di samping Bang Bule Vincent yang duduk di sofa panjang.


“Bul, sudah akan jam sembilan, hand phone mu sejak tadi off.” Ucap Vadeo yang sudah tidak sabar.


“Iya Bro, aku tahu pasti Mama Mama akan mencari aku, maka aku off. Aku akan menghubungi penerjemah itu lewat ini.” Ucap Bang Bule Vincent sambil jari jari tangannya sibuk pada tuts tuts lap top nya.


“Bul, apa dia bisa dipercaya?” tanya Vadeo dengan nada serius. Bang Bule Vincent hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Dan sesaat kemudian Bang Bule sudah mulai menghubungi orang yang akan menerjemahkan manuskrip kuno itu lewat panggilan video di lap top nya, dan tidak menunggu waktu lama panggilan video sudah terhubung. Vadeo dengan serius menatap layar lap top nya Bang Bule Vincent sebab dia sangat penasaran dengan orang yang akan menerjemahkan manuskrip kuno tentang pulau Alexandria.


“Hallo.” Suara dari dalam lap top Bang Bule Vincent dan tampak wajah laki laki tua yang mungkin usianya sudah delapan puluh tahun lebih.

__ADS_1


...


__ADS_2