Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 54. Rencana Baru Atikah


__ADS_3

Sesaat Valexa dan Deondria saling menganggukkan kepalanya.


“Om Yicado pindem hang pong na... (Om Richardo pinjem hand phone nya..).” Ucap Deondria yang duduk di belakang Richardo yang mana Richardo duduk di jok depan di samping kemudi. Sedangkan Pak Sopir senior sudah menjalankan mobil nya pelan pelan keluar dari Mansion Willam dan laju kecepatan mobil bertambah saat mobil sudah memasuki jalan raya.


Richardo yang melihat ada hal yang penting lalu segera mengambil hand phone dari saku celana cargo nya.


“Nona mau menghubungi siapa?” tanya Richardo yang sudah memegang hand phone nya sambil menoleh ke arah belakang menatap wajah Sang Nona Nona kecil nya yang tampak ekspresi wajah nya serius.


Sementara itu di tempat lain di rumah Bang Bule. Bang Bule Vincent merasa sedikit kecewa karena tiba tiba sambungan teleponnya terputus di saat ada informasi penting dari kedua keponakannya yang tercinta.


“Ada informasi penting dari kedua bocah itu. Tapi tiba tiba terputus sambungan teleponnya.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada kecewa sambil menatap anak buah nya yang sejak tadi juga turut mendengarkan pembicaraan Bang Bule Vincent dengan si Kembar lewat sambungan telepon.


“Siapa ya yang lari ke luar negeri. Coba kamu cek semua orang yang kita curigai.” Ucap Bang Bule selanjutnya pada anak buahnya. Lalu tampak salah satu anak buah Bang Bule Vincent sibuk dengan lap top yang ada di atas meja di depan mereka.


Sesaat hand phone Bang Bule yang ada di atas meja berdering kembali. Tampak di layar hand phone nya tertera nama kontak Richardo sedang melakukan panggilan video.


“Richardo ada apa?” gumam Bang Bule Vincent bertanya pada diri nya sendiri, lalu dia segera mengambil hand phone nya.


Dengan segera dia menggeser tombol hijau, dan di saat di layar hand phone nya tampak wajah imut kedua keponakannya hati Bang Bule Vincent menjadi kembali senang.


“Sayang...” ucap Bang Bule Vincent sambil tersenyum bibir nya.


“Siapa yang lari ke luar negeri Sayang?” tanya Bang Bule Vincent selanjutnya


“Oyang na becal tindi itam... (orang nya besar tinggi hitam).” Jawab Valexa dan Deondria secara bersamaan dengan nada serius. Tampak Bang Bule Vincent mengernyitkan dahi nya sebab di dalam daftar orang yang mereka curigai tidak ada orang dengan ciri ciri yang disebutkan oleh kedua bocah itu.

__ADS_1


“Kalian tidak salah Sayang?” tanya Bang Bule Vincent dengan ragu ragu. Khawatir jika kedua bocah itu ngambek karena merasa tidak dipercaya oleh diri nya.


“Benal Ante. (Benar Uncle).” Jawab mereka berdua sambil menganggukkan kepalanya.


“Ante toyong cedeya te Mancen Donatan ya.. (Uncle tolong segera ke Mansion Jonathan ya...).” ucap Valexa selanjutnya dengan nada serius.


“Iya Sayang..” ucap Bang Bule Vincent


“Tepat ya.. atu nanti mo tuul tatut na ndak bica teyepon yadi talo cudah di dayam moceom. (Cepat ya.. aku nanti mau tour takut nya tidak bisa telepon lagi kalau sudsh di dalam museum..).” Ucap Valexa lagi yang tampak sangat khawatir dengan keadaan yang akan terjadi di Mansion Jonathan.


“Siap Sayang aku akan segera on the way menuju ke mansion Jonathan.” Ucap Bang Bule Vincent sambil bangkit berdiri agar kedua keponakan nya itu yakin kalau dirinya akan segera menjalankan perintah mereka berdua. Dan sesaat kemudian sambungan telepon pun sudah terputus.


“Bagaimana hasil pelacakan kalian?” tanya Bang Bule Vincent sambil menatap anak buah nya yang sibuk dengan lap top nya.


“Masih di dalam negeri.” Jawab anak buah Bang Bule Vincent sambil tetap fokus pada layar lap topnya.


“Aku akan ke Mansion Jonathan khawatir jika mereka berdua mengecek aku lagi.” Ucap Bang Bule Vincent lalu melangkah pergi.


Sementara itu di lain tempat di pasar tradisional, Atikah yang sedang menunggui pelayan bagian logistik berbelanja, tampak sedang berpikir pikir.


“Hmm apa Zulfa aku suruh mengantar barang itu ke sini saja ya..” gumam Atikah dalam hati tampak ekspresi wajah nya serius berpikir pikir.


“Hmmm benar, bukan nya akan lebih aman di sini.” Gumam Atikah lagi sambil bibir nya tersenyum senang. Dia lalu mengambil hand phone dari dalam tas nya. Lalu dia segera mengusap usap layar hand phone nya untuk mengirim pesan chat pada Zulfa agar barangnya segera diantar ke pasar tradisional tempat di mana kini dia berada.


Atikah pun jari jari nya sibuk mengetik pesan chat.

__ADS_1


“Zul, kamu segera bawa barang ku itu sekarang, kamu bawa ke pasar besar, pasar tradisional itu.”


“Kamu langsung menuju ke tempat parkir mobil dan cari mobil box dengan nomor polisi B xxxx DO.”


TING


Dua pesan chat Atikah untuk Zulfa terkirim dan langsung centang dua. Centang dua nya pun segera berubah berwarna biru sebab Zulfa sajak tadi terus menunggu informasi dan perintah dari Atikah.


Tidah lama kemudian ada pesan chat masuk ke dalam hand phone Atikah. Pesan balasan dari Zulfa yang isinya akan segera datang menemui Atikah. Atikah pun tersenyum senang, lalu dia menaruh hand phone nya lagi ke dalam tas nya. Atikah menyandarkan punggungnya di sandaran jok mobil.


“Hah.. senang nyaman... sekarang tidak disuruh ikut angkat angkat, duduk santai sambil menunggu barang datang.” Ucap Atikah sambil tersenyum lebar dan masih menyandarkan punggungnya di sandaran jok dengan santai...


Akan tetapi tiba tiba ..


BRRUUUUUUUKKKKKK


Terdengar suara keras di belakang dan mobil box pun bergoyang goyang. Atikah yang baru saja merasakan kenyamanan tampak kaget langsung menegakkan badannya dan menoleh ke belakang. Saat melihat ke belakang, tampak sudah ada beberapa karung besar berada di atas mobil box. Kuli angkut pasar baru saja menaruh karung karung beras belanjaan.


“Jangan tidur Neng!” suara salah satu kuli pasar itu sambil tersenyum dan mengerlingkan matanya pada Atikah yang ekspresi wajah nya masih tampak kaget.


“Hah, sial baru santai santai sejenak saja ada gangguan.” Ucap Atikah dengan nada kesal. Lalu dia mulai menyandarkan lagi punggung nya di sandaran jok kemudi. Atikah mulai berpikir pikir mencari cara agar bisa masuk ke dalam dapur dan memasukkan barang barang itu ke dalam masakan.


“Hmmm sepertinya sasaran utama ke dalam dapur Mansion utama.” Gumam Atikah dalam hati.


“Sepertinya kalau pagi pagi itu banyak pelayan bagian dapur yang keluar masuk lewat pintu samping. Hmmm nanti aku curi saja seragam pelayan dapur agar mereka tidak mencurigai aku saat masuk ke dalam dapur.” Gumam Atikah dalam hati sambil tersenyum licik.

__ADS_1


Saat Atikah masih tersenyum membayangkan rencana dan strategi nya sukses. Terdengar ada notifikasi masuk ke dalam hand phone nya.


“Apa Zulfa sudah sampai ya...” gumam Atikah dalam hati sambil mengambil lagi hand phone nya.


__ADS_2