
Mamah Mimi yang tidak sabar segera memutus sambungan teleponnya. Dia segera meninggalkan ruang praktiknya meskipun masih ada beberapa orang yang datang minta diramal oleh dirinya.
Mamah Mimi berjalan dengan cepat menuju ke tempat mobilnya yang terparkir. Sama seperti biasanya Pak Sopir duduk di depan garasi pada sebuah jok mobil bekas sambil mendengarkan siaran radio.
“Ayo cepat antar aku!” perintah Mamah Mimi mengagetkan pak sopir.
“Mau ke mana Mah itu masih banyak klien menunggu.” Ucap Pak Sopir
“Sudah aku suruh pulang, aku ada acara penting di rumah gedung.” Ucap Mamah Mimi berjalan mendekati mobilnya. Pak Sopir pun mau tak mau menjalankan tugasnya.
Sementara itu di rumah mewah Mamah Mimi. Para pemuda pelamar yang baru datang sudah dimasukkan ke dalam kamar. Mereka yang berjumlah sepuluh orang itu dijadikan dua kelompok dan masuk ke dalam dua kamar besar. Beruntung ke empat pemuda tampan dan gagah utusan Bang Bule Vincent bergabung dalam satu kamar. Akan tetapi mereka sedikit tidak nyaman dalam berkomunikasi karena ada satu pemuda lain yang bukan temannya.
“Aku kok belum pernah melihat kalian ya..” ucap pemuda pelamar yang berada di dalam satu kamar dengan keempat utusan Bang Bule Vincent.
“Hmmm kami sejak kecil sekolah di luar kota dan masuk ke dalam asrama. Kami berempat teman dalam satu sekolah dan asrama sajak kecil.” Ucap pengawal Dealova sambil duduk di salah satu tempat tidur.
“Iya pulang ke rumah hanya sebentar saja, mungkin tidak ketemu kamu kalau saat kami pulang. Dan saat kami pulang kemarin ada lowongan pekerjaan jadi coba coba melamar.” Saut salah satu dari keempat pemuda tampan dan gagah utusan Bang Bule Vincent.
__ADS_1
“Ooo... makanya.. ” Gumam pemuda pelamar itu. Pandangan matanya tampak mengitari seluruh isi ruangan di dalam kamar mewah dan besar itu dengan tatapan mata penuh kekaguman karena baru pertama kali dia masuk ke dalam suatu kamar yang besar dan mewah. Kamar dengan ornamen mebel dan desain yang berkelas itu.
“Semoga saja kita betah bekerja di hotel ini. Aku kadang lewat cuma mikir tempat apa ini karena tidak ada papan tulisan, baru tahu sekarang kalau ternyata akan digunakan sebagai hotel. Tadi aku sempat lihat ada orang bule dan orang orang asing lainnya. Mungkin sudah mulai ada tamu.” Ucap pemuda pelamar itu lagi, yang tadi dia sempat melihat Richie, Tuan Njun Liong, Nyonya Siu Lie dan Pengawal Tuan Njun Liong. Keempat pemuda tampan dan gagah utusan Bang Bule Vincent hanya tersenyum datar.
Dan di luar kamar mereka itu, mobil yang mengantar Mamah Mimi sudah memasuki halaman rumah Mewah. Setelah mobil berhenti, dengan tidak sabar Mamah Mimi segera membuka pintu mobil dan turun dari dalam mobil. Mamah Mimi melangkah dengan cepat menuju ke rumah utama.
“Mah......” teriak laki laki suruhan Mamah Mimi yang bertugas merekrut pemuda kota.
“Kamu taruh di mana mereka?” tanya Mamah Mimi sambil menoleh ke arah suara laki laki suruhan nya yang memanggil.
“Di kamar besar Mah.” Jawab laki laki suruhan Mamah Mimi itu sambil terus berjalan mendekati Mamah Mimi. Sedangkan Mamah Mimi yang sudah tahu dengan kamar yang dimaksud langsung melangkah dengan cepat menuju kamar yang sudah disebutkan oleh laki laki suruhan nya itu.
“Ha... ha...bagus bagus... teruskan kalian beristirahat.” Ucap Mamah Mimi saat melihat pemuda pemuda di dalam kamar. Dia tampak tersenyum puas melihat kelima pemuda sesuai dengan kriterianya meskipun otot otot di tubuh para pemuda yang ada di dalam kamar itu belum terbentuk. Mamah Mimi lalu menutup pintu kamar itu dengan keras.
Mamah Mimi kini berjalan menuju ke kamar satunya, kamar yang ditempati oleh keempat anak buah Bang Bule Vincent dan satu orang pemuda pelamar kota tetangga. Laki laki suruhan Mamah Mimi masih terus mengikuti langkah kaki Mamah Mimi. Dan saat sampai di depan pintu Mamah Mimi melakukan hal yang sama dengan tadi, membuka pintu dengan cepat. Akan tetapi kali ini Mamah Mimi yang terlihat kaget. Mata Mamah Mimi melotot hampir copot dan air liur Mamah Mimi tiba tiba keluar, melihat pemandangan yang ada di dalam kamar besar itu.
Mamah Mimi begitu kagum dan terpesona dengan keempat pemuda tampan dan gagah utusan Bang Bule Vincent. Mereka berempat yang kini sudah melepas jaketnya dan memakai tshirt ketat dan celana jeans tampak tubuh kekar dan otot otot mereka yang sudah terbentuk akibat latihan fisik yang rutin dilakukan. Tiba tiba lutut Mamah Mimi bergetar karena tidak kuat menahan birahinya. Mamah Mimi lalu segera menutup kembali pintu itu.
__ADS_1
“Mah... apa mereka mengecewakan Mamah?” tanya laki laki suruhan Mamah Mimi dengan nada takut dan khawatir.
“Kalau tidak sesuai dengan keinginan Mamah Mimi biar saya suruh mereka pulang. Masih banyak yang lainnya Mah.” Ucap laki laki suruhan Mamah Mimi itu lagi.
“Bukan... bukannn ...” jawab Mamah Mimi dengan suara bergetar karena jantungnya masih berdebar debar, lututnya pun masih gemetaran.
“Jangan suruh mereka pulang.. Aku santet kamu kalau mereka kamu suruh pulang..” ucap Mamah Mimi sambil berjalan menuju ke tempat dispenser air mineral yang paling dekat dengan tempatnya kini berada.
“Siapkan mereka untuk ritual di malam bulan purnama.” Perintah Mamah Mimi setelah menegak satu gelas air mineral.
“Yang mana Mah?” tanya laki laki suruhan Mamah Mimi karena belum jelas pemuda pelamar yang mana yang diinginkan oleh Mamah Mimi untuk acara ritual di malam bulan purnama.
“Goblok kamu itu, kenapa belum juga tahu yang mana yang aku inginkan untuk ritual du malam bulan purnama! Ya mereka berempat itu yang sudah membuat jantungku berdebar debar.” Jawab Mamah Mimi dengan nada tinggi.
“Yang mana Mah, aku kan tidak tahu mana yang membuat jantung Mamah berdebar debar. Di kamar kamar itu ada lima pemuda.” Ucap laki laki suruhan Mamah Mimi yang juga belum mengerti mana pemuda yang dikehendaki oleh Mamah Mimi.
“Yang kamar terakhir, yang empat saja, yang satu yang wajahnya tampak masih bengong bengong itu biar nanti nanti saja.. “ ucap Mamah Mimi sambil menatap laki laki suruhan nya. Dan laki laki itu pun lalu berjalan menuju ke kamar yang disebutkan oleh Mamah Mimi untuk melihat orang orang yang dimaksud oleh Mamah Mimi. Sedangkan Mamah Mimi mengambil lagi satu gelas air mineral.
__ADS_1
“Aku juga harus menyiapkan stamina tubuhku sendiri dan aku harus melakukan perawatan khusus hi..... hi...... hi.......” gumam Mamah Mimi dalam hati sambil tersenyum bahagia lalu menegak habis satu gelas air mineral.