Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 226


__ADS_3

Saat Twins sampai di depan pintu, mereka berdua segera membuka pintu kamar itu dengan lebar dan di depan mereka tampak sosok Vadeo dan Alexandria. Tangan Vadeo memegang raket nyamuk milik Wika hadiah dari Dealova.


“Mama dan Papa juga ke cini... “ ucap Valexa dan Deondria sambil mendongak menatap Papa dan Mamanya.


“Iya kalian bertiga tergesa gesa sampai sampai lupa untuk membawakan senjata Aunty Wika juga hand phone milik anty Wika.” Jawab Vadeo sambil menunduk menatap Aca dan Aya lalu melihat ke arah kamar dan selanjutnya Vadeo pun melangkah ke dalam kamar.


Dan sesaat kemudian tampak pengasuh Boy menarik dua buah koper dan selanjutnya yang satu koper milik Boy yang juga dibelikan oleh Alexandria itu di serahkan pada Alexandria sedangkan satu koper milik sang pengasuh Boy masih dibawa oleh Sang pengasuh dan selanjutnya pengasuh Boy melangkah menuju ke kamar sebelah kamar pengantin.


“Koper Boy juga belum .” ucap Alexandria lalu menarik koper milik Boy dan dibawa masuk ke dalam kamar pengantin. Valexa dan Deondria pun kembali melangkah masuk mengikuti sang Mama.


Wika yang melihat Alexandria menarik koper milik anaknya itu buru buru bangkit berdiri dan berjalan ke arah Alexandria.


“Terima kasih Nyonya...” ucap Wika yang terburu buru mengambil alih koper milik Boy lalu Wika pun segera menarik koper milik anaknya itu. Sedangkan Vadeo terlihat sudah duduk di sofa di dekat Justin dan tampak berbicara serius pada Justin.


Alexandria pun sambil menggandeng tangan kedua anaknya, melangkah menuju ke sofa dan duduk di samping sang suami.


“Ingat Tin, kamu sudah punya anak dan istri yang sah. Harus kamu syukuri sampai Boy sebesar sekarang ini tidak sepeser uang pun kamu berikan untuk menafkahi anak dan isterimu. Kamu hanya bisa membuat saja...” ucap Vadeo sambil menatap wajah Justin dengan serius lalu tangan kanan nya yang masih memegang raket nyamak itu dia arahkan ke wajah Justin dengan raket nyamuk dalam posisi on. Justin pun secara reflek memundurkan wajahnya.


“Deo kamu jangan nyetrum wajahku.” Ucap Justin sambil masih memundurkan wajahnya menghindari raket nyamuk yang masih dipegang Vadeo dalam posisi on itu. Tampak Twins tertawa terkekeh kekeh sambil menutup mulut mereka dengan telapak mungilnya. Sedangkan Boy ekspresi wajahnya biasa biasa saja, mau ikut tertawa tapi takut jika Papa yang sudah begitu dia rindukan itu marah kepada dirinya.


“Terus mau nya apa yang disetrum? Burung kamu itu?” ucap Vadeo lalu beralih mengarahkan raket nyamuk itu pada tempat burung Justin bersembunyi karena sedang banyak orang di dalam kamar itu.

__ADS_1


“Jangan Deo, nanti Boy tidak bisa punya adik.” Ucap Justin yang kini kedua telapak tangannya menutup burungnya. Ucapan Justin itu membuat Wika yang sudah duduk di samping Boy tampak malu malu sambil mengusap usap puncak kepala Boy. Akan tetapi berbeda dengan Boy dia tampak tersenyum lebar dan tatapan mata berbinar binar menatap Sang Papa nya.


“Benarkah Papa, akan buatkan adik buat Boy? Boy juga ingin seperti Twins yang sudah punya adik di dalam perut Aunty Alexa.” Ucap Boy dengan penuh semangat.


“Iya Boy, Papa akan buatkan adik untuk kamu. Kamu harus ikut jaga Papa kalau ada yang mau menyetrum tubuh Papa.” Ucap Justin sambil menatap Boy.


“Tapi kalau burung Papa mu itu masih liar. Kamu harus bantu Uncle Deo untuk membuat burung itu gosong lagi Boy.” Ucap Vadeo sambil menatap Boy. Boy terlihat bingung menatap Papa dan Uncle Deo nya.


“Ante Justin hayus beljanji cetayang kalau akan cetia pada Enti Wika, cetia pada kelualga, cetia pada kelualga besal Jonathan.” Ucap Valexa sambil menatap Justin.


“Iya Twins Sayang Uncle Justin akan setia.” Ucap Justin sambil menatap Valexa.


“Ante Justin hayus melupakan Yiyis dan tidak ada pikilan untuk menghubungi Yiyis lagi.” Ucap Deondria dan ucapan Deondria membuat ekspresi wajah Justin mendadak berubah.


“Heiiiii Ante Justin lupa kan Yiyis!” teriak Valexa dan Deondria secara bersamaan karena mereka berdua tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Justin.


“Ante Yiyis sudah belbuat jahat mau membunuh Boy dan Enti Wika. Dia cetayang ada di penjala lagi.” Ucap Deondria selanjutnya dengan suara lantang. Justin dan Wika yang mendengar tampak kaget mereka berdua menatap Twins dan selanjutnya menatap Vadeo untuk meminta kejelasan.


“Justin, kamu harus bisa melupakan Riris meskipun kalian dulu saling mencintai akan tetapi Riris berpengaruh buruk pada kehidupan kamu. Kamu harus mulai hidup baru dengan keluarga kamu yang sudah sah.” Ucap Vadeo sambil menatap Justin.


“Kamu lihat ini. Riris sudah bekerja sama dengan orang ini. Mereka berdua pun sudah melakukan huhungan intim.” Ucap Vadeo sambil menunjukkan foto Mr Le pada Justin. Vadeo sempat memotret Mr Le saat diringkus. Foto Mr Le yang tanpa menggunakan baju, Vadeo menunjukkan pada Justin foto setengah badan Mr Le. Dan itu membuat hati Justin panas.

__ADS_1


“Sudah lupakan Riris, kamu syukuri dan jaga anak istri kamu yang sudah ada sekarang ini.” Ucap Alexandria sambil menatap Justin.


“Benar Tin, kami akan tetap memantau terus kelakuanmu. Kami akan berikan hadiah rumah buat kalian. Tapi kamu harus bisa menjaga anak istri kamu. Malu Tin, jika hanya bisa membuat saja.” Ucap Vadeo sambil menatap Justin dan lagi lagi mengarahkan raket nyamuk on pada burungnya Justin.


“Papa berjanjilah pada kami. Dan aku pun akan berjanji menjaga burung Papa.” Ucap Boy sambil mendongak menatap Justin.


Di saat Boy berhenti bicara dan Justin masih menatap Boy sambil masih menutupi burungnya. Tiba tiba terdengar suara dering hand phone milik Vadeo yang berada di saku kemejanya .


Vadeo pun segera mengambil hand phone miliknya itu.


“Opa Jo.” Gumam Vadeo saat melihat di layar hand phone miliknya tertera nama Papa Jo melakukan panggilan suara. Vadeo pun segera menggeser tombol hijau.


“Hallo Pa.” Ucap Vadeo.


“Deo bagaimana kabar kalian. Aku dengar berita ada upaya pembunuhan pada keluarga Jonathan.” Suara Tuan Jonathan tampak panik di balik hand phone milik Vadeo.


“Semua sudah bisa teratasi Pa. Pelaku sudah ditahan tinggal menunggu proses hukum saja.” Jawab Vadeo dengan nada serius.


“Aku mau bicara pada Justin.” Suara Tuan Jonathan selanjutnya dengan nada tegas. Dan Vadeo pun segera menyerahkan hand phone milik nya pada Justin.


“Papa Jo mau bicara pada kamu.” Ucap Vadeo dan Justin pun menerima hand phone milik Vadeo.

__ADS_1


“Segera kembalikan padaku setelah Papa sudah selesai bicara.” Ucap Vadeo yang tidak rela hand phone milik nya dipegang oleh Justin.


__ADS_2