Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 218.


__ADS_3

Valexa dan Deondria tampak saling pandang lalu kedua nya mengangkat kedua bahu mereka. Mobil terus meluncur meninggalkan lokasi depan kelas Twins menuju ke pintu gerbang. Mobil yang ditumpangi oleh Richardo dan pengawal lainnya pun meluncur di belakang mobil Vadeo.


Sementara itu Mr Le yang masih berada di dalam mobil yang berhenti terus mengawasi mobil mobil yang keluar dari pintu gerbang. Termasuk anak anak yang mulai berjalan keluar sambil digandeng oleh penjemput mereka menuju ke mobil penjemput mereka yang parkir di tepi jalan.


Sesaat mata Mr Le terbelalak saat melihat mobil mewah meluncur dari pintu gerbang sekolah elite itu apa lagi nomor polisi mobil itu adalah D 3 O. Dan lebih terbelalak lagi meskipun kaca mobil Vadeo gelap akan tetapi wajah mungil Boy sekilas terlihat oleh Mr Le.


“Itu dia.” Gumam Mr Le lalu segera menyalakan mesin mobilnya dan segera meluncur mengikuti mobil Vadeo yang berjalan dengan kecepatan sedang.


“Sial ada mobil pengawal yang melindungi dari belakang.” Gumam Mr Le yang tidak bisa mendekati mobil milik Vadeo sebab mobil pengawal berjalan dalam jarak dekat dengan mobil Vadeo.


“Okey aku ikuti saja dulu. Berarti sudah jelas itu anak berada di Mansion Jonathan dan dia sekolah di Quality School. Jika tidak bisa hari ini bisa lain waktu.” Gumam Mr Le yang masih mengikuti mobil Vadeo.


Akan tetapi tiba tiba Mr Le tersenyum lalu tangan kirinya melepas pegangan kemudi dan meraih hand phone yang berada di dash board mobil.


“Okey okey aku hubungi saja mereka agar meluncur dari arah depan, atau menunggu di lokasi Mansion Jonathan dan bisa mengeksekusi kepala bocah itu.” Ucap Mr Le sambil tersenyum lalu jempol nya mengusap usap layar hand phone milik nya untuk mencari kontak nama temannya.


“Kamu di mana? Aku sudah mengikuti target sasaran, ini meluncur sepertinya menuju ke Mansion Jonathan. Kamu segera menuju ke sana dan hadang mereka sebelum mobil sampai di Mansion Jonathan langsung eksekusi dari arah depan, sasaran duduk di depan di samping kemudi.” Ucap Mr Le dengan nada serius namun tampak tergesa gesa.


“Kamu pakai peluru yang bisa menerobos kaca mobil mewah.” Ucap Mr Le lagi lalu dia tampak menambah laju kemudinya karena sudah agak ketinggalan dari mobil yang dia ikuti.


Sementara itu Vadeo masih mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. Valexa dan Deondria tampak kembali saling pandang.


“Papa kita jangan pulang dulu...” Ucap Valexa dan Deondria secara bersamaan

__ADS_1


“Sayang aku antar kalian pulang ke Mansion dan setelahnya Papa dan Mama mau bekerja.” Jawab Vadeo sambil sekilas menoleh ke arah ke belakang pada kedua puterinya sebisa nya.


“Ada yan mengikuti kita dan akan menghadang kita di mancen... (ada yang mengikuti kita dan akan menghadang kita di Mansion).“ Ucap Deondria dengan nada tinggi.


“Boy dalam bahaya Pa..” Ucap Valexa selanjutnya, yang dengan terpaksa harus mengatakannya. Dan benar Boy terlihat ketakutan dia menoleh ke arah Vadeo tampak wajahnya ketakutan dan mulai ingin menangis.


“Di belakang kita kan Om Richardo Sayang..” Ucap Vadeo sambil melihat kaca spion untuk melihat situasi belakang.


“Di belakangnya Om Yicado.” Ucap Valexa dan Deondria secara bersamaan.


“Aku pindah belakang Aunty... “ ucap Boy yang terlihat sudah mewek. Alexandria yang tidak tega melihat Boy yang ketakutan itu pun kedua tangannya terulur untuk mengambil tubuh mungil Boy lalu dipindah di jok belakang kemudi kini Boy pun duduk berempat. Alexandria memangku tubuh Boy.


“Jangan takut Aunty menjaga kamu.” Ucap Alexandria sambil memeluk tubuh Boy.


“Benar Pa ada yang mengikuti.. .” Ucap Alexandria saat sudah mengecek aplikasinya. Boy terlihat semakin ketakutan dan memeluk erat Alexandria kepalanya di benamkan di dada Alexandria.


“Oyang na Yiyis.. (orang nya Riris).” Ucap Valexa dan Deondria secara bersamaan.


“Papa lancung caja ke Jonathan Co, cayi jalan yang catu ayah agal dia tidak bica menghadang dayi depan (papa langsung saja ke Jonathan Co cari jalan yang satu arah agar dia tidak bisa menghadang dari depan).” Ucap Deondria yang duduk di samping Alexandria tangan kanan nya memegang tangan Boy yang mulai terasa dingin lagi karena takut.


“Okey Sayang...” Vadeo pun menambah laju kecepatannya. Dan di saat ada tikungan dia segera mengambil jalur satu arah dan mengubah arahnya tidak jadi ke mansion Jonathan akan tetapi ke Jonathan Co.


“Siapa Yiyis?” tanya Boy sambil menoleh ke arah Twins.

__ADS_1


“Yiyis oyang jahat.. “ jawab Deondria sambil menoleh ke arah Boy.


“Jahat cekali... “ tambah Valexa


Sedangkan di mobil lain. Mobil yang dikemudikan oleh Mr Le. Tampak Mr Le begitu emosi.


“Sial dia merubah jalur.” Ucap Mr Le dengan nada kesal saat tahu mobil Vadeo mengubah jalur menuju ke jalan satu arah dan jalan yang tidak menuju ke Mansion Jonathan.


“Aku harus kan singkirkan mobil yang menghalangi aku itu dulu. Itu mobil pengawal kalau pengawal sudah tidak bisa mengikuti nya, aku akan lebih mudah mengikuti mobil itu dan akan aku eksekusi sendiri nanti di tempat sepi.” Ucap Mr Le lalu tangan kanannya melepas pegangan kemudi nya dan segera meraih benda yang berada di dalam saku jas nya. Mr Le pun menurunkan kaca jendela mobilnya.


Sementara itu mobil yang ditumpangi oleh Richardo terus mengikuti mobil Vadeo.


“Tuan Vadeo mengubah jalur, tidak jadi ke mansion Jonathan. “ gumam pengawal yang mengemudikan mobil.


“Iya, mungkin karena mobil di belakang kita yang sejak tadi mengikuti. Sekarang pun juga mengikuti terus.” Ucap Richardo yang duduk di samping pengemudi. Richardo pun melihat situasi belakang mobil lewat spion depan.


Akan tetapi tiba tiba pengawal yang mengemudi kan mobil itu melihat dari kaca spionnya,


“Sial, dia akan menembak kita.” Ucap pengawal yang mengemudikan mobil itu saat melihat tangan pengemudi mobil di belakangan nya keluar dan mengarah ke depan sambil mengacungkan senjata. Dia pun mulai menambah laju kecepatan nya. Dari kaca spion dia bisa melihat gerakan tangan orang di dalam mobil yang mengikutinya sudah melepaskan tembakan akan tetapi tidak mengenai. Sementara Richardo terlihat sedang sibuk menghubungi Vadeo.


“Dia melakukan tembakan tanpa suara.” Ucapnya dengan nada panik. Dia mencoba menjalankan mobil dengan zik zak untuk menghindari tembakan akan tetapi ini tidak bisa dilakukan terus sebab akan membahayakan jika ada mobil lain selain mobil yang mengikutinya itu.


Beberapa menit kemudian tampak mobil Richardo berjalan tidak dalam keseimbangan yang baik. Mobil tampak terseok seok.

__ADS_1


__ADS_2