
Sementara itu Vadeo setelah kembali ke dalam kamar nya, dia langsung meloncat ke atas tempat tidur dan mencumbui sang istri. Waktu yang dinanti nanti bisa tidur berdua di atas tempat tidur tanpa halangan dari kedua anak nya pun tiba.
Di awal awal Alexandria membalas cumbuan dari Sang suami tercinta, akan tetapi lama lama Alexandria tampak tidak lagi berkonsentrasi, pikirannya terbelah tertuju kepada kedua anaknya. Dan di saat hasrat Vadeo semakin panas dan bergelora tiba tiba.
“Pa, aku mau lihat twins sebentar.” Ucap Alexandria sambil menangkup wajah Vadeo dengan kedua telapak mulus nya.
“Sayang... Kenapa kamu dan twins sama saja selalu membuatku frustasi untuk masalah yang satu ini.” Ucap Vadeo lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur, sebab Alexandria sudah mendudukkan diri dan siap akan meninggalkan tempat tidur.
“Sabar Pa, aku lihat twins dulu , perasaan ku kok tidak nyaman.” Ucap Alexandria sambil membetulkan pakaian tidurnya karena beberapa kancing nya tadi sudah dibuka oleh jari jari Vadeo. Alexandria pun segera berjalan menuju ke kamar Valexa dan Deondria
Dengan pelan pelan Alexandria membuka sedikit gorden tebal penutup pintu kaca itu.
“Benar mereka belum tidur.” Gumam Alexandria karena melihat kedua anaknya sedang meminum satu gelas susu hangat yang diberikan oleh pengasuh mereka.
Alexandria pun lalu membuka kunci pintu kaca penghubung itu. Dengan pelan pelan dia memutar handel pintu dan dengan pelan pelan juga dua menarik daun pintu kaca tebal itu. Dan lalu dia menutup nya kembali daun pintu kaca tebal itu.
“Sayang kalian belum tidur?” tanya Alexandria sambil berjalan mendekati tempat tidur kedua anaknya yang terletak berdampingan.
“Iya Nyonya mereka membolak balik kan tubuh terus, menghadap kanan kiri, terlentang , tengkurap. Masih juga tidak tidur sudah saya pijit pijit juga tubuhnya.” Ucap satu pengasuh yang masih membantu memegangi gelas susu yang baru diminum oleh Valexa.
Alexandria yang sudah berada di dekat kedua anak nya itu pun lalu memegang dahi kedua nya secara bergantian.
“Normal suhu tubuh nya.” Ucap Alexandria.
__ADS_1
“Apa kalian tadi bermimpi buruk?” tanya Alexandria dan kedua anak itu menggeleng gelengkan kepala nya.
“Sayang apa kalian mau tidur sama Mama?” tanya Alexandria lagi yang kini sudah duduk di kursi di antara tempat tidur kedua anak itu . Tampak kedua nya menggeleng gelengkan kepala nya lagi.
“Terus kenapa tidak bisa tidur? Katakan pada Mama apa yang menyebabkan kalian tidak bisa tidur.” Ucap Alexandria sambil menoleh ke kiri dan ke kanan menatap kedua anaknya yang masih menyandarkan punggungnya di tubuh pengasuhnya masing masing. Alexandria yang juga sudah menemui pendamping psikologis kedua anaknya diberi pesan jika anak anak yang memiliki indera keenam akan mengalami masa masa kegelisahan jika menangkap sinyal yang membahayakan dan diharapkan orang tua bisa menjadi teman curhat nya, memberi ketenangan dan berusaha untuk mencarikan solusi pada masalah yang sedang dihadapinya.
“Ayo Sayang katakan pada Mama. Mama juga tidak bisa tidur kalau kalian tidak juga tidur.” Ucap Alexandria lalu bangkit berdiri dan mengambil tubuh Deondria dan selanjutnya dia menuju ke tempat tidur Valexa. Alexandria pun lalu membaringkan tubuhnya bersama Deondria dan Vakexa. Kedua pengasuh itu pun lalu melangkah dan menarik tempat tidur dorong yang ada di bawah tempat tidur Nona Nona kecil nya.
“Talo Mama tidak tidul adik na ga jadi Ma (kalau Mama tidak tidur adik nya tidak jadi Ma)?” tanya Deondria.
“He... he... iya.. kalau tidak tidur kita semua jadi sakit.” Jawab Alexandria sambil mengusap usap kepala kedua anaknya yang terbaring di sisi kanan kiri nya.
“Ayo katakan pada Mama apa yang menyebabkan kalian tidak bisa tidur?” tanya Alexandria lagi.
“Ma, pulo tita... ( Ma, pulau kita...).” bisik lirih Valexa dan Deondria.
“Atan ada yan mo ambik.. (Akan ada yang mo ambil..).” Ucap Valexa dengan nada sedih.
“Ada yan mo beyi duda (ada yang mo beli juga).” Ucap Deondria yang kini tampak mendudukkan tubuh nya di tempat tidur itu.
“Atu endak mau talo pulo itu dijuwal.. (aku enggak mau kalau pulau itu dijual).” Ucap Deondria dengan nada serius.
“Tidak akan dijual Sayang dan tidak akan ada yang bisa mengambil alih pulau itu. Papa sudah membeli dengan resmi.” Ucap Alexandria berusaha memberi ketenangan pada kedua anak nya.
__ADS_1
“Badai mana talo meyeta meneyang... (bagai mana kalau mereka menyerang).” Tanya Valexa dan Deondria dengan nada serius.
“Kita akan jaga pulau itu Sayang. Nanti Mama buatkan aplikasi untuk melindungi pulau itu.” Ucap Alexandria.
“Talo meneyang dayi atas cepeti duyu.. (kalau menyerang dari atas seperti dulu).” Ucap mereka berdua
“Seperti dulu?” tanya Alexandria dengan nada kaget dan heran. Akan tetapi belum juga kedua anak itu menjawab. Pintu kaca penghubung kamar terbuka dan muncul sosok Vadeo dengan baju tidur lengkapnya agar kedua pengasuh Valexa dan Deondria tidak melihat roti sobek di perutnya.
“Hmmm kalian belum juga tidur.” Ucap Vadeo sambil melangkah mendekati tempat tidur kedua anaknya. Tampak kedua pengasuh Valexa dan Deondria yang sudah terbaring di tempat tidurnya tubuhnya tertutup rapat oleh kain selimut dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.
“Kalau kalian tidak tidur bagaimana Paoa bisa buat adik.” Gumam Vadeo dalam hati karena dia sejak tadi menunggu Alexandria kembali ke kamarnya akan tetapi ditunggu tunggu tidak muncul juga. Akhir nya dia menyusul.
“Pa, mereka mengkhawatirkan pulau kita.” Ucap Alexandria saat Vadeo sudah berada di dekat mereka.
“Apa ada tamu kolega Papa yang tertarik dengan pulau kita?” tanya Alexandria selanjutnya sambil menatap Sang Suami tercinta.
“Semua orang yang datang dan melihatnya pasti tertarik. Dan hanya sebatas tertarik saja. Pulau itu tetap menjadi milik kita.” Ucap Vadeo lalu duduk di tepi tempat tidur Valexa.
“Papa dan Mama akan menjaga pulau kita itu Sayang. Itu pulau yang penuh kenangan manis buat Papa dan Mama, di pulau itu lah, kalian berdua hadir. Kalian yang sudah begitu dinanti nantikan oleh Papa, Mama, Opa dan Oma..” ucap Vadeo yang kini sudah mengusap usap kepala kedua anak nya.
“Tapi na Papa atan cibuk cetali .. (Tapi nya Papa akan sibuk sekali)” ucap Valexa sambil menatap Sang Papa.
“Nanti kita minta bantuan Uncle Vin.” Ucap Vadeo sambil tersenyum agar kedua anak nya tenang dan bisa segera tidur.
__ADS_1
“Atu tan Aca duda mau bantu Papa tan Mama.. (Aku dan Aca juga mau bantu Papa dan Mama).” Ucap Deondria sambil memeluk Sang Mama.
Vadeo pun lalu bercerita tentang kebahagiaan keluarga Jonathan dan keluarga William saat hadir nya Valexa dan Deondria, dan janji Vadeo yang akan selalu menjaga keluarga kecilnya dan juga pulau Alexandria yang penuh memori itu, dan akhirnya lama lama kedua bocah itu pun mulai tertidur dan tidak hanya Valexa dan Deondria yang tertidur pulas, Alexandria pun juga tertidur pulas. Begitu juga dua pengasuh Valexa dan Deondria terdengar suara dengkuran mereka berdua.