Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 113.


__ADS_3

“Kenapa gelap begini, apa rusak CCTV nya.” Gumam Vadeo yang tidak melihat tangkapan gambar apa apa di kamar kedua anaknya.


“Apa rusak Bro? Kenapa kamu tidak tahu kalau ada CCTV rusak du kamar anak anak lagi. Bahaya Bro!” ucap Bang Bule Vincent lalu terlihat tangannya menggeser lap top milik Vadeo dan akan mengecek programnya.


“Sepertinya baik baik saja.” Gumam Bang Bule Vincent yang tidak melihat ada kerusakan.


“Hmmm mungkin Valexa yang sudah sengaja membuat gelap agar tidak bisa dilihat.” Gumam Vadeo sambil memijit mijit pelipisnya. Vadeo lalu tampak mengambil hand phone nya dia akan menghubungi istrinya untuk melihat langsung kedua anaknya.


Sementara itu Alexandria yang baru saja masuk ke dalam kamar setelah ditelepon oleh Sang suami. Alexandria langsung menuju ke pintu kamar penghubung. Saat dia membuka kunci dan menarik daun pintu kaca. Terlihat Alexandria tidak bisa menarik daun pintu kaca itu. Semacam ada suatu kekuatan yang lebih menarik ke arah pintu lebih kuat.


“Hmmm apa mereka berdua.” Gumam Alexandria lalu dia menarik gorden tebal untuk melihatnya akan tetapi pintu kaca itu sudah dilapisi selimut tebal di baliknya.


Alexandria yang penasaran langsung keluar dari kamarnya akan menanyakan pada pengasuh kedua anaknya. Saat keluar dari kamarnya Alexandria melihat dua pengasuh anaknya sudah tiduran di karpet di bawah sofa. Alexandria merasa kasihan jika mereka tidur di tempat itu karena tidak boleh masuk ke dalam kamar.


“Nanny tidur di kamar bawah dengan ibu pelayan saja. Di sana ada ekstra bed.” Ucap Alexandria yang melihat wajah dua pengasuh anaknya sudah tampak mengantuk.


“Biar di sini saja Nyonya kalau Nona Nona kecil membutuhkan kami biar cepat.” Jawab salah satu dari pengasuh itu.


“O ya , kenapa pintu penghubung tidak bisa dibuka, dan ditutup kain selimut pintu kacanya dari dalam kamar anak anak?” tanya Alexandria sambil menatap dua pengasuh itu yang sudah sayu matanya karena mengantuk.


“Kami tidak tahu Nyonya. Mungkin itu pekerjaan Nona Nona kecil.” Jawab salah satu pengasuh itu.

__ADS_1


“Bagaimana mereka berdua bisa melalukan.” Gumam Alexandria dalam hati. Lalu dia berpikir mungkin sang pengasuh disuruh oleh Si Kembar dan takut mengatakan pada dirinya.


“Ya sudah. Aku mau lihat mereka.” Ucap Alexandria lalu segera berjalan menuju ke kamar ke dua anaknya. Saat sudah sampai di depan pintu kamar. Alexandria segera memutar handel pintu dan mendorong daun pintu itu. Akan tetapi pintu tetap tertutup rapat.


“Hmmm dikunci.” Gumam Alexandria lalu dia mengetuk ngetuk daun pintu itu.


TOK TOK TOK TOK


TOK TOK TOK


“Sayang buka pintu...” Suara Alexandria dengan keras.


“Sayang kalian kenapa? Apa kalian sudah tidur?” tanya Alexandria kemudian masih dengan suara keras. Akan tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar.


Dan sesaat hand phone yang dibawa Alexandria berdering dan tampak di layar ada nama kontak Vadeo sedang melakukan panggilan video. Alexandria segera menggeser tombol hijau. Vadeo pun menanyakan apa yang sedang di lakukan oleh kedua anaknya.


“Mungkin sudah tidur Pa, tidak mau diganggu.“ jawab Alexandria.


“Ya sudah Mama, istirahat saja, kasihan anak kita yang masih di dalam perut.” Ucap Vadeo lalu memutus sambungan panggilan video agar Sang Istri segera istirahat dan dia pun juga akan memantau situasi lokasi perbatasan lewat aplikasi dan laporan petugas juga anak buah Bang Bule Vincent. Sebab dari informasi aplikasi sudah ada alarm yang semakin mendekat ke perairan pulau Alexandria.


Sementara itu kapal anak buah Tuan Njun Liong semakin mendekati perairan pulau Alexandria. Laki laki yang berkulit hitam itu sudah selesai bercinta dengan wanita penghiburnya. Tampak wanita penghibur itu sudah tertidur tanpa menggunakan baju karena kecapekan melayani hasrat laki laki berkulit hitam itu yang super menggila.

__ADS_1


“Besok kita lanjut bercinta di pantai pulau yang kaya dan indah itu honey... “ ucap laki laki berkulit hitam itu sambil tersenyum memandang tubuh sexy wanita penghiburnya.


Laki laki berkulit hitam itu segera memakai bajunya lalu bangkit berdiri untuk melangkah meninggalkan kamar itu, karena pintu kamar sudah diketuk ketuk sejak tadi. Laki laki berkulit hitam itu segera membuka pintu.


“Tuan tidak lama lagi kapal akan masuk ke perairan pulau tujuan.” Ucap orang yang tadi mengetuk ngetuk pintu.


“Bagus, siapkan semua senjata dan petugasnya. Saat kapal menepi segera jalankan buldozer agar bisa selamat masuk ke dalam pulau itu.” Perintah laki laki berkulit hitam itu. Akan tetapi tiba tiba kapal berjalan bergoyang goyang dengan tidak tenang.


“Hah? Apa yang sedang terjadi kenapa kapal berjalan seperti ini!” teriak laki laki berkulit hitam itu. Dan tiba tiba terdengar suara yang sangat keras dari luar.


DUUUUUERRR


“Kilat badai Tuan!” teriak orang orang di dalam kapal itu karena kapal semakin terguncang guncang dengan hebat.


Orang orang yang berada di dalam kapal pun segera berlarian menuju ke bawah untuk berjaga jaga. Yang ada di dalam kamar pun juga segera keluar dari kamar. Laki laki berkulit hitam itu teringat akan wanita penghiburnya yang tadi masih tertidur pulas karena kecapekan melayani hasratnya. Laki laki berkulit hitam itu berlari menuju ke kamar untuk menyelamatkan wanita penghibur nya. Setelah sampai di dalam kamar dia segera membangunkan wanita penghibur menutupi tubuh polos wanita penghibur itu dengan kain sekenanya.


“Apa yang sedang terjadi? Aku kira kamu menggoyang goyang aku lagi. Ternyata hanya mimpi.” Ucap wanita penghibur itu dengan ekspresi bingung. Laki laki berkulit hitam itu segera menggendong tubuh wanita penghibur yang masih bingung dan ling lung.


“Semua turun ke bawah dan ambil sekoci!” teriak laki laki berkulit hitam itu, sambil terus berlari dan masih menggendong wanita penghibur nya. Dia tidak ingin wanita yang sudah memuaskan dan memberi kenikmatan padanya itu tidak terselamatkan sebab dia akan merasa kehilangan.


Sementara itu kapal semakin bergoyang goyang kencang. Angin dan badai semakin kencang, dan hujan pun mulai turun dengan derasnya. Suasana di kapal tampak kocar kacir. Orang orang berlarian dengan panik berebut sekoci.

__ADS_1


“Kenapa tiba tiba hujan badai dengan begitu dahsyat?” tanya laki laki berkulit hitam itu dengan suara berteriak pada temannya yang berkulit coklat terang yang juga sudah turun ke bawah.


“Entahlah tiba tiba ada awan hitam gelap, bergulung gulung datang dengan sangat cepat. Angin pun tiba tiba bertiup sangat kencang.” Ucap laki laki berkulit coklat terang itu dengan suara keras agar didengar oleh temannya sebab di sekitar nya suara hiruk pikuk jerit kepanikan dan juga suara halilintar yang menyambar nyambar.


__ADS_2