Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 171.


__ADS_3

“Ma, kondisi belum benar benar aman. Kita belum tahu orang orang yang berada di dalam kapal itu menyebar ke mana dengan perahu perahu karet mereka.” Ucap Vadeo yang mulai pusing lagi. Sang Mama sudah diberi tahu hal itu masih juga mau datang dan kini isterinya yang sedang hamil muda malah juga akan menjemput ke pantai.


“Pa andai ada yang terdampar atau datang ke pantai paling juga sudah minim kekuatan. Aku ingin sekali istirahat di villa pantai Pa...” ucap Alexandria yang kini menyuapi daging ikan bakar pada kedua mulut mungil Valexa dan Deondria yang sudah berada di dekatnya.


“Aku dan anak anak baru saja dari sana...” gumam Vadeo yang merasa capek membayangkan jika harus pergi ke pantai lagi untuk menemani isterinya. Ixora yang masih berada di dekat mereka tampak diam mendengar pembicaraan Kakak dan Kakak iparnya itu sambil makan ikan bakar dan juga membantu Kakaknya menyuapi kedua ponakannya.


Sesaat kemudian muncul Bang Bule Vincent dan Richardo. Richardo yang juga sudah sangat ingin turut merasakan ikan laut bakar saos madu pun segera mendekati Vadeo dan mengambil ikan yang berada di atas piring. Padahal itu ikan yang akan dimakan oleh Vadeo. Vadeo yang masih membujuk istrinya agar tidak usah ikut pergi menjemput Oma Oma tidak begitu memperhatikan ikannya sudah berada di tangan Richardo yang kini sedang dieksekusi oleh Richardo dan Bang Bule Vincent.


“Ada apa sih Bro, serius amat?” tanya Bang Bule Vincent yang kini berpindah tempat mendekati isterinya dan minta disuapi karena iri dengan kedua keponakannya.


“Alexa mau menjemput Oma Oma, padahal keadaan belum benar benar aman.” Ucap Vadeo sambil memandang Alexandria yang masih menyuapi Deondria dan Valexa karena Jxora kini sudah lebih banyak menyuapi Bang Bule Vincent, sebab mulut Bang Bule Vincent lebih cepat menelan.


“Kamu hubungi Oma Jo saja agar menunda dulu kedatangannya atau hubungi pak pilot agar tidak cepat cepat menjemput Oma Oma. Kita istirahat dulu.” Ucap Bang Bule Vincent setelah menelan daging ikan bakarnya. Dan setelah mengucapkan kalimat itu dia menoleh lagi ke arah isterinya dengan mulut menganga minta disuapi lagi.


“Andai Oma tetap tidak mau menunda ya terpaksa ... “ ucap Vadeo sambil menoleh ke arah Richardo akan tetapi mendadak kalimatnya terhenti sebab piring yang berisi ikan bakar miliknya sudah berada di atas tangan Richardo yang sibuk mengeksekusi dan terlihat mulut Richardo sibuk menikmati ikan bakar itu.


“Do kenapa kamu makan itu ikan bakar hasil kerja kerasku!” teriak Vadeo sambil merebut piring yang dibawa oleh Richardo akan tetapi Vadeo sangat kecewa karena tinggal sisa sisa yang benar benar tidak menggugah seleranya.


“Sekarang juga kamu bakarkan itu ikan yang masih mentah buat aku!” perintah Vadeo sambil menatap tajam Richardo dan menaruh lagi piring itu pada tangan Richardo. Vadeo pun segera bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan tempat bakar bakar itu.

__ADS_1


Melihat suaminya yang tampak emosi dan pusing dan pergi meninggalkan tempat itu. Alexandria pun bangkit berdiri.


“Sayang kalian kalau sudah kenyang, istirahat di kamar ya..” ucap Alexandria sambil menatap kedua anaknya. Valexa dan Deondria pun menganggukkan kepalanya dan mereka berdua pun juga ikut bangkit berdiri dan berjalan cepat di depan langkah kaki Sang Mama.


Alexandria segera menyusul Vadeo yang berjalan menuju ke kamar. Vadeo ingin mandi untuk membersihkan badan dan mendinginkan otaknya sambil menunggu ikan yang dibakar oleh Richardo matang.


Alexandria terus melangkah menaiki anak tangga dengan hati hati, sedangkan kedua anaknya tampak sudah berada di anak tangga teratas dan sudah membuka pintu kaca.


“Hmmm aku kenapa ingin sekali ke pantai ya..” gumam Alexandria sambil terus melangkah. Saat melewati kamar kedua anaknya, Alexandria membuka pintu kamar itu, tampak kedua anaknya sudah berada di dalam kamar dengan kedua pengasuh mereka. Alexandria pun menutup kembali pintu kamar kedua anaknya itu. Alexandria terus melangkah menuju ke kamarnya.


Sesampai di depan pintu kamar dengan segera Alexandria memutar handel pintu dan mendorong daun pintu itu. Saat pintu terbuka kamar tampak sepi tidak ada sosok suaminya dan tidak ada juga terdengar suaranya atau suara gerakan akibat aktivitas suaminya. Alexandria segera masuk ke dalam kamar dan menutup kembali pintu kamarnya.


Alexandria terus melangkah menuju ke bath up sambil terus tersenyum. Vadeo yang mendengar suara pintu dibuka pun menoleh ke arah sosok isterinya yang terus melangkah mendekati dirinya dengan bibir tersenyum.


“Ma...” ucap Vadeo antara senang, khawatir dan curiga. Senang karena dia akan enak enakan melepas rindu, khawatir jika dia berada di dalam kamar mandi terlalu lama ikan bakarnya raib lagi dan curiga Alexandria melakukan demi keinginannya untuk pergi ke pantai diizinkan.


Sedangkan Alexandria tampak mengambil hand phone dari saku celana cargonya, dia mengusap usap sebentar layarnya lalu ditaruh di tempat yang aman di tempat itu agar tidak terpencil air juga melepas jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangannya. Selanjutnya terus mendekati Suaminya yang masih berendam.


“Pa.. aku kangen banget..” ucap Alexandria yang ikut masuk ke dalam bath up masih dengan memakai bajunya.

__ADS_1


Alexandria mulai menciumi wajah suaminya, Vadeo yang sedang pusing dan juga sudah memendam rindu pun membalas ciuman Sang isteri bahkan dia lebih bergairah. Senjata triple T nya pun sudah mulai bereaksi ingin mendapatkan aksi yang lebih dari tangan halus istrinya.


Vadeo pun lalu melepas baju yang masih dikenakan Alexandria.


“Sayang pintu sudah dikunci belum?” tanya Vadeo dengan suara yang sudah parau dan kedua tangannya dengan terampil dan cekatan melepas semua pakaian yang dikenakan oleh Alexandria.


“Mereka akan pergi tidur..” suara Alexandria sambil terus menciumi wajah suaminya.


Mereka berdua pun terus saling sentuh dan saling cium hingga terjadi penyatuan di dalam bath up itu. Di saat Vadeo sedang menikmati permainan yang diberikan oleh Alexandria.


“Pa aku ingin beginian di pantai pasti lebih asyik Pa.. ada hembusan angin laut ... “ ucap Alexandria sambil bergoyang goyang...


“Iya Sayang... “ ucap Vadeo sambil merem melek. Alexandria tersenyum dan terus memberi goyangan goyangan enak pada suaminya yang masih merem melek.


Dan di saat mereka berdua sedang goyang goyang enak. Terdengar bunyi dering di hand phone milik Alexandria.


"Sayang kenapa tidak kamu matikan lebih dulu." ucap Vadeo yang merasa sedikit terganggu. Sedangkan hand phone milik dirinya tidak berada di dalam kamar mandi itu sudah dia taruh di atas nakas di kamar.


"Biarkan saja Pa, nanti kalau penting akan menghubungi lagi. Pasti itu mama William." ucap Alexandria masih bergoyang goyang enak.

__ADS_1


__ADS_2