
Bang Bule Vincent yang sudah menghubungi polisi di sekitar jalan X, segera melangkah keluar dari rumahnya. Dia sudah kembali ke rumah nya dan Ixora sudah mulai bekerja di rumah sakit. Kondisi Ixora sudah membaik tidak pusing pusing lagi.
Bang Bule Vincent pun segera masuk ke dalam mobilnya bersama satu anak buahnya. Mobil terus melaju meninggalkan halaman rumah Bang Bule Vincent menuju ke jalan X tempat, mobil Mr Le yang terhenti karena pekerjaan Twins.
“Richardo juga masih di jalan itu kan Bang.” Ucap Anak buah Bang Bule Vincent.
“Sepertinya tadi katanya sedang mengganti ban. Aku sudah hubungi juga kalau sudah selesai segera susul orang itu.” Ucap Bang Bule Vincent sambil terus melajukan mobil nya.
“Informasi dari Alexa orang itu seorang diri.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya sambil mempercepat laju kemudi mobilnya.
Sementara itu, Mr Le yang tahu mobilnya sudah tidak bisa bergerak lagi. Langsung menghubungi teman nya.
“Kamu sekarang susul aku di jalan X mobil mogok dan ban pecah.” Ucap Mr Le dengan nada kesal.
“Tuan bukannya tadi Tuan menyuruh kami menuju ke lokasi Jonathan Co dari arah yang berlawanan. Terlalu jauh Tuan jika ke jalan X. Tuan tinggal saja itu mobil pakai taxi on line sebelum polisi patroli datang.” Suara teman Mr Le di balik hand phone milik Mr Le.
“Ooo okey okey kamu benar.” Ucap Mr Le lalu memutus sambungan teleponnya. Mr Le pun segera memesan taxi on line dan dia pun dengan cepat pergi meninggalkan lokasi itu dengan taxi on line.
Di jalan yang sama akan tetapi beberapa kilo meter di belakang mobil Mr Le yang mogok. Mobil Richardo sudah selesai berganti ban. Mobil polisi pun datang mendekati mobil Richardo. Dua orang polisi turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke arah Richardo dan temannya yang sedang beres beres peralatan.
“Selamat siang Tuan. Bang Bule baru saja menelepon kami.” Ucap Pak Polisi sambil memberi hormat pada Richardo dan temannya.
“Selamat siang Pak. Ini saya sudah selesai pelaku yang menembak mobil saya mobil nya mogok di depan. Saya akan segera menuju ke sana.” Ucap Richardo sambil tergesa gesa berjalan menuju ke arah pintu depan mobil.
__ADS_1
“Maaf Pak, saya tergesa gesa.” Ucap teman Richardo dan segera melangkah lalu masuk ke dalam mobil. Dua polisi itu tampak kaget.
“Hah apa yang dimaksud Bang Bule Vincent, kita harus ke mobil penjahat itu bukan ke mobil anak buah Bang Bule Vincent. “ ucap Pak Polisi itu lalu dia pun berlari menuju ke mobilnya dan polisi satunya pun segera menyusul.
“Aku kira Bang Bule Vincent minta agar kita menolong anak buahnya.” Ucap Pak Polisi itu sambil membuka pintu mobil dan segera masuk kembali ke dalam mobilnya.
“Tadi Bang Bule Vincent mengatakan apa?” tanya polisi satunya yang juga sudah masuk ke dalam mobil.
“Di jalan ini ada mobil mogok agar kita segera menangkap.” Ucap Pak Polisi itu dan segera melajukan mobilnya.
“Kan Bang Bule Vincent sudah mengatakan menangkap mosok kita disuruh menangkap anak buah nya.” Gumamnya polisi satunya.
“Iya aku blank masalah nya ada dua mobil mogok di jalan ini .” Ucap Pak Polisi dan melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh untuk menyusul mobil Richardo.
Sedangkan mobil Richardo dan temannya sudah berhenti di belakang mobil Mr Le. Jantung Richardo berdebar debar sebab dia tidak melihat ada satu orang pun di luar atau di dalam mobil itu.
Dan sesaat kemudian mobil polisi pun berhenti di belakang mobil Richardo. Dua polisi itu pun segera keluar dari mobilnya dan mengikuti langkah Richardo dan temannya. Tampak Richardo melihat ke dalam mobil.
“Benar sudah lari.” Ucap Richardo sambil menoleh ke arah Pak Polisi.
“Maaf.” Ucap Pak Polisi yang merasa kerjanya terlambat dan terjadi kesalahan paham.
“Coba cek CCTV yang ada di dekat sini Pak.” Ucap Richardo sambil menatap Pak Polisi. Pak polisi pun segera menghubungi temannya untuk melihat rekaman CCTV di dekat mobil milik Mr Le itu. Sedangkan Richardo tampak sedang menghubungi Bang Bule Vincent, melaporkan kalau pelaku sudah kabur.
__ADS_1
“Hah, kenapa bisa kabur?” tanya Bang Bule Vincent dibalik hand phone milik Richardo dan Richardo pun hanya diam saja tidak enak mau bilang jika Pak Polisi salah paham.
“Ini Bang sedang di cek di rekaman CCTV ke mana orang itu pergi.” Ucap Richardo.
“Hah, Vadeo pasti akan marah marah ke aku. Apalagi Twins.” Ucap Bang Bule Vincent lalu dia memutus sambungan teleponnya dan segera melajukan mobilnya menyusul Richardo untuk melihat mobil Mr Le yang mogok siapa tahu ada informasi yang didapat di dalam mobil itu.
Sementara itu Mr Le yang masih berada di dalam taxi on line tampak senang karena sudah terbebas dari mobil mogoknya.
“Hmm tidak apa apa gagal saat ini, masih ada waktu lainnya.” Gumam Mr Le dalam hati. Mobil taxi on line pun terus melaju menuju ke apartemen tempat tinggal Mr Le.
Mr Le pun segera mengambil lagi hand phone di saku kemejanya. Dia akan menghubungi temannya lagi.
“Kalian terus saja ke Mansion Jonathan, tadi di mobil aku hanya lihat anak itu. Dan satu perempuan Nyonya Vadeo bukan target sasaran. Kalian awasi dari jauh. Karena petugas pintu gerbang Mansion Jonathan sepertinya sudah curiga pada aku.” Ucap Mr Le setelah sambungan teleponnya sudah diterima oleh teman nya. Sopir taxi on line yang mendengar tampak mengerutkan keningnya, akan tetapi dia tidak berani berbuat apa apa. Dia malah takut dan panik karena membawa penumpang penjahat.
“Okey, kita lanjut jalan.” Suara seorang laki laki di balik hand phone milik Mr Le.
“O ya kamu urus juga itu mobil yang mogok, sial mobil tidak benar kamu suruh aku pakai. Besok lagi kalau mau sewa mobil cek semua kondisi dengan benar.” Ucap Mr Le lagi dengan nada yang masih kesal lalu dia pun menutup sambungan telepon nya.
Mr Le yang tahu pak sopir taxi on line mendengar percakapan nya lalu mengambil senjata api dari saku jasnya.
“Awas kalau kamu memberi informasi pada polisi!” ancam Mr Le sambil menempelkan senjata api miliknya tepat di kepala pak sopir taxi on line itu.
“Tiiidak Tuuuan.” Ucap pak sopir taxi on line dengan suara gemetaran. Dan Mr Le pun memasukkan lagi senjata apinya di saku jas nya.
__ADS_1
Sesaat kemudian Mr Le tersenyum mengingat akan sesuatu yang membuatnya puas dan bahagia.
“Hmmm aku hubungi saja Nona Riris sekarang agar menemani di apartemen. Aku akan menghilangkan rasa kesal ku ini dengan bersenang senang dengan Nona Riris.” Gumam Mr Le dalam hati