
Vadeo tampak bangkit berdiri dari tempat duduknya dia lalu berjalan menuju ke pintu ruang kerja. Saat sampai di depan pintu ruang kerjanya, dia menoleh ke arah Bang Bule Vincent yang masih duduk.
“Kamu tetap di sini dan pantau terus hingga hari terang. Aku mau lihat anak anakku.” Ucap Vadeo lalu, dia membuka pintu ruang kerja nya itu.
“Bro, yang kamu lihat anak yang mana?” tanya Bang Bule Vincent dengan nada tinggi.
“Hah? Apa iya dia mau lihat anak yang masih di dalam perut sementara aku di sini disuruh memantau sampai hari terang.” Gumam Bang Bule Vincent lalu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju mini pantry yang ada di dalam ruang kerja Vadeo itu untuk membuat kopi.
“Ah aku bangunkan saja Richardo agar dia menemani aku atau bisa menggantikan aku kalau aku tertidur.” Ucap Bang Bule Vincent. Dan setelah dia selesai membuat kopi dia pun membangunkan Richardo agar menemani dirinya.
Sementara itu, Vadeo terus melangkah menuju ke lantai dua tempat kamarnya dan kamar anak anaknya berada. Tidak lama kemudian Vadeo sudah berada di depan pintu kamar Valexa dan Deondria.
Vadeo memutar handel pintu itu pelan pelan dan mendorong daun pintu itu, akan tetapi hasilnya nihil. Pintu tetap tertutup dengan rapat, tidak bergerak sedikit pun.
“Hmmm dikunci dari dalam.” Gumam Vadeo lalu dia menempelkan telinganya pada daun pintu mencoba kalau kalau bisa mendengarkan sesuatu suara di dalam kamar. Akan tetapi hasilnya nihil juga tidak terdengar suara apa pun di dalam kamar. Justru telinga Vadeo mendengar suara dengkuran dari arah ruang baca Alexandria.
“Hmmmm malah suara dengkuran Nanny yang berisik. Apa karena suara dengkuran itu, maka pengasuh mereka disuruh keluar.” Gumam Vadeo dalam hati. Vadeo lalu melangkah meninggalkan pintu kamar Valexa dan Deondria menuju ke pintu kamarnya. Sesaat suara dengkuran Nanny semakin jelas. Vadeo menoleh ke arah sofa dan karpet. Dua pengasuh Valexa dan Deondria tampak tidur di sana dengan nyenyak dengan tubuh mereka tertutup selimut dari ujung kaki hingga ujung kepala.
__ADS_1
Setelah sampai di depan pintu kamarnya Vadeo segera membuka pintu kamar itu. Dan setelahnya Vadeo menutup rapat tidak lupa mengunci nya. Vadeo melangkah masuk ke dalam kamar, sambil menatap tubuh Sang istri yang berbaring di tempat tidur yang super luas. Vadeo menatap perut Alexandria dan dia terus melangkah menuju ke tempat tidur itu.
Saat sudah sampai di dekat tubuh Sang istri yang berbaring itu, Vadeo lalu mencium lembut kening Alexandria dan setelahnya dia mencium perut datar Alexandria.
“Hmmm akhirnya aku bisa memberikan adik buat Aca dan Aya. Baik baik di dalam perut ya Sayang.. kakak kakak mu menantikanmu.” Ucap Vadeo sambil mengusap usap dengan lembut perut datar Alexandria. Dan menyebabkan Alexandria terbangun.
“Pa.. apa situasi sudah aman?” tanya Alexandria yang dia pun tidak bisa tidur nyenyak.
“Kapal yang dicurigai akan masuk ke pulau kita sudah tenggelam. Informasi dari anak buah Bang Bule Vincent yang berjaga di perbatasan, tiba tiba cuaca di sana snagat buruk.” Ucap Vadeo yang masih mengusap usap perut datar Alexandria sambil menatap wajah Alexandria yang tampak mengantuk berat.
Sesampai di depan pintu kaca penghubung kamar itu Vadeo membuka sedikit gorden tebal penutup kaca, dengan maksud dia akan mengintip kedua anaknya. Akan tetapi Vadeo tidak bisa melihat apa apa. Vadeo pun segera membuka dengan lebar gorden penutup itu. Tampak kain selimut tebal menutup seluruh kaca itu, hingga Vadeo tidak bisa melihat apa pun juga di dalam kamar anak anak nya.
“Hmmm masih balita saja bisa mengakali begini, bagaimana saat mereka berdua besok jika sudah menjadi gadis.” Gumam Vadeo yang tiba tiba kepalanya pusing memikirkan bagai mana saat kedua anaknya itu sudah menginjak remaja dan menjadi gadis nanti.
Dan di saat Vadeo memijat mijat pelipisnya. Tiba tiba kain selimut tebal penutup kaca itu terjatuh, akan tetapi Vadeo tetap tidak bisa melihat isi di dalam kamar Valexa dan Deondria dengan jelas sebab semua lampu di dalam kamar itu mati. Justru Vadeo melihat pantulan isi kamarnya sendiri karena efek lampu yang bersinar di dalam kamar dia dan Alexandria.
“Aca .. Aya.. apa kalian baik baik saja .. Apa kalian tidak tahu kalau Papa mengkhawatirkan kalian.” Ucap Vadeo sambil mengetuk ngetuk pintu kaca itu dengan pelan pelan. Dan tidak ada suara apa pun dari dalam kamar Valexa dan Deondria. Vadeo lalu membuka kunci kamar itu ternyata kunci sudah terbuka. Karena tadi Alexandria sudah membuka kunci itu dan tidak lagi mengunci nya sebab dia tidak bisa membuka pintu dan berharap kedua anaknya bisa masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Vadeo lalu menarik pelan pelan handel pintu itu, dan betapa senangnya Vadeo saat dia berhasil menarik daun pintu kaca itu.
“Aca .. Aya..” ucap Vadeo sambil melangkah masuk ke dalam kamar anaknya yang gelap gulita itu. Vadeo terus berjalan menuju ke saklar lampu. Dan saat sudah sampai di tempat saklar lampu. Vadeo meraba raba dinding kamar itu untuk mendapatkan saklar lampu. Dan setelah jari jarinya menemukan saklar lampu di dalam kegelapan, dengan segera Vadeo menekan saklar lampu itu dan...
BYAR....
Lampu menyala dan tampak terang suasana kamar Valexa dan Deondria. Pandangan mata Vadeo langsung tertuju ke arah dua tempat tidur Valexa dan Deondria.
“Aca.. Aya..” ucap Vadeo sambil melangkah menuju ke tempat tidur Valexa dan Deondria. Kedua bocah itu tampak terbaring di tempat tidurnya masing masing. Mata kedua bocah itu tampak terpejam akan tetapi nafas keduanya kini terdengar dengan jelas di telinga Vadeo, seperti nafas orang sedang habis berlari jauh.
Vadeo melihat wajah kedua anaknya, tampak anak anak rambut Aca dan Aya basah, wajah mereka pun tampak berkeringat.
“Sayang apa kalian baik baik?” ucap Vadeo sambil mengusap dahi Aca lalu berganti ke dahi Aya. Tampak Valexa dan Deondria masih mengatur nafasnya dan kedua mata mereka masih tertutup rapat.
"Sayang.. katakan sesuatu untuk Papa. Apa kalian baik baik saja?" tanya Vadeo lagi sambil mengusap dahi Vakexa dan Deondria secara bergantian.
"Aus Pa.. (Haus Pa..)" ucap lirih Valexa dan Deondria. Vadeo lalu bangkit berdiri dan melangkah ke tempat air mineral berada dia akan mengambilkan air minum untuk Valexa dan Deondria.
__ADS_1