Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 248.


__ADS_3

“Pa, apa Opa baik baik saja?” tanya Vadeo dengan suara bergetar sambil merangkul tubuh Tuan Jonathan yang masih bersandar pada tubuh kekarnya. Dia pun sebenarnya juga gemetar karena berdebar debar melihat cahaya yang keluar dari mata anak anaknya. Akan tetapi pengalamannya sering mendampingi Twins girl, yang sudah sering melihat fenomena fenomena luar biasa membuat dirinya lebih kuat dari Tuan Jonathan.


“Anak anakmu itu kenapa matanya bercahaya sampai ke langit jauh...” jawab Tuan Jonathan yang masih bersandar pada tubuh Vadeo yang masih berdiri tegak.


“Kamu besok tanya Pak Dokter kenapa itu terjadi.” Ucap Tuan Jonathan lagi.


Sementara itu Alexandria dan Nyonya Jonathan masih menggendong tubuh mungil Raja dan Asasta, mereka mendekap erat tubuh bayi bayi mungil itu dan entah mengapa hati Alexandria dan Nyonya Jonathan begitu nyaman dan damai dan detak jantung mereka berdua pun normal normal saja dan tubuh mereka pun berdiri tegap tidak bergetar atau lemas seperti yang dirasakan oleh Tuan Jonathan.


Dan sinar cahaya yang berwarna semu biru itu pun lama lama meredup dan hilang. Dua bayi mungil itu pun merentangkan kedua tangannya dan kaki menekuk, mata terpejam rapat hingga berkerut kerut kelopak mata mereka dan bibir mungil keduanya pun bergerak gerak.. Mereka berdua ngulet alias melakukan peregangan otot.


“Capek ya ...” gumam Alexandria yang gemas melihat anak anaknya ngulet di dalam gendongan.


“Kita tanya pada Ibu Ami saja Pa.. kemarin saat sembahyang di sini. Beliau bilang jika Twins boy memiliki aura seperti kakak kakaknya punya tugas menyelamatkan bumi..” ucap Nyonya Jonathan sambil menoleh menatap Sang suami yang masih terlihat lemas namun kini dia sudah tidak berdiri bersandar di tubuh Vadeo akan tetapi sudah duduk di kursi balkon bersama Vadeo. Sedangkan Vadeo tampak duduk di kursi dan ekspresi wajahnya tampak berpikir keras.


“Apa mungkin tugas dia lebih besar dari Aca dan Aya? Apa mereka harus menyelamatkan alam raya bumi semesta tata surya kita...” gumam Vadeo.


“Aku rasa begitu Pa... kalau melihat fenomena yang baru saja kita lihat. Cahaya dari mata mereka yang sampai jauh tak terhingga menembus gelapnya langit malam.” ucap Alexandria sambil menatap bayi yang digendongnya.


“Tapi tetap besok bawa ke rumah sakit. Cek up seluruh organ tubuh mereka berdua.” Ucap Tuan Jonathan sambil menatap wajah Vadeo lalu ke wajah Alexandria yang masih berdiri sambil menimang Raja yang kini sudah kembali tertidur.


“Dan kamu tanya lagi ke Ibu Ami, Ma.. pastikan jika Twins boy tidak dikuasai oleh roh jahat.” Ucap Tuan Jonathan selanjutnya sambil menatap sang istri Nyonya Jonathan yang sedang berdiri menimang nimang Asasta yang juga mulai tertidur.


Keesokan harinya. Vadeo dan Alexandria membawa Raja dan Asasta ke rumah sakit selain untuk kontrol perkembangan Raja dan Asasta. Mereka berdua pun harus menuruti saran Sang Opa Jo, agar tidak disalah nantinya.

__ADS_1


“Bagus perkembangan keduanya, Tuan dan Nyonya Vadeo. Minum asi nya kuat ya mereka berdua. Nyonya Vadeo jangan lupa konsumsi makanan sehat dan cukup ya..” ucap Ibu Dokter setelah memeriksa perkembangan Raja dan Asasta.


“Dok, kalau mata keluar cahaya itu apa penyebabnya ya?” tanya Vadeo dengan nada serius.


“Apa yang Tuan maksud Tuan merasa berkunang-kunang matanya begitu? Atau Nyonya Vadeo yang merasa mata berkunang kunang?” ucap Ibu Dokter yang belum paham akan pertanyaan Vadeo.


“Bukan Dok, bukan Saya atau pun Istri saya matanya berkunang kunang. Tetapi saya, istri saya dan orang tua saya melihat ada cahaya ke luar dari mata Raja dan Asasta. Bagaimana itu Dok dari tinjauan medis?” tanya Vadeo lagi dengan nada dan ekspresi wajah yang serius.


Sedangkan Ibu Dokter tampak bengong dan bingung mendengar pertanyaan Vadeo.


“Bagaimana mungkin mata bayi mengeluarkan cahaya.” Gumam Ibu Dokter


“Apa sinar cahaya yang Tuan lihat itu pantulan dari sinar lampu Tuan?” ucap Ibu Dokter selanjutnya malah balik bertanya.


“Saat itu kami di luar dan waktu itu sudah dini hari, tidak ada cahaya rembulan sinar lampu balkon juga hanya temaram lampu taman.” Ucap Alexandria selanjutnya.


“Kenapa dini hari Tuan dan Nyonya membawa bayi bayi ini di luar?” tanya Ibu Dokter semakin bingung dibuatnya.


“Mereka menangis minta ke luar Dok. “ ucap Vadeo


Ibu Dokter itu lalu melihat wajah Raja dan Asasta, ujung jari Ibu Dokter menarik sedikit kelopak mata bawah Raja dan Asasta secara bergantian. Bibir mungil bayi bayi itu malah tersenyum pada Ibu Dokter yang sudah berusia paruh baya itu.


“Sehat sehat saja..” ucap Ibu Dokter.

__ADS_1


“Saya rujuk ke dokter mata saja ya..” ucap Ibu Dokter itu selanjutnya.


“Semua laporan tentang perkembangan Raja dan Asasta sudah saya serahkan pada Dokter keluarga. Nanti Tuan dan Nyonya juga bisa konsultasi pada dia. Mungkin ini ada kaitannya dengan sel sel Mujizat yang dimiliki oleh kakak kakaknya.” Ucap Ibu Dokter itu selanjutnya yang juga merupakan istri dari Opa Dokter keluarga William.


Vadeo dan Alexandria pun lalu membawa Raja dan Asasta ke dokter mata anak. Dua pengasuh Valexa dan Deondria turut serta melangkah di belakang mereka namun Raja dan Asasta terus saja digendong oleh Vadeo dan Alexandria.


Sesaat hand phone di saku kemeja Vadeo berdering. Vadeo pun lalu menyerahkan bayi yang digendongnya itu pada salah satu pengasuhnya. Dan seterusnya dia mengambil hand phone miliknya dari saku kemeja.


“Opa Jo.” Gumam Vadeo lalu menggeser tombol hijau.


“Bagaimana?” suara Tuan Jonathan di balik hand phone milik Vadeo.


“Kata ibu Dokter, sehat sehat saja Pa. Ini mau ke dokter mata. “ ucap Vadeo


“Kamu urus sampai benar benar mendapat kepastian kalau cucu cucu ku sehat sehat. Aku sudah memberi kamu cuti mengurus perusahaan. Urusan cucu cucu ku harus kamu beres kan.” Suara Tuan Jonathan lagi...


....


curhatan othor


Hiks... hiks... othor galau tingkat dewa nih dengan regulasi baru pihak NT.. mau buat novel baru cerita Raja dan Asasta tapi aturannya sekarang sangat berat susah sekali dicapai mau lanjut di sini kuota kejar jumlah kata sudah habis ...


😭😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2