Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 75. Proyek Baru


__ADS_3

Vadeo masih duduk di sofa dengan pandangan mata yang terus mengikuti sosok Bang Bule Vincent sebab dia tidak sabar.


“Cepat Bul.” Suara Vadeo


“Sabar.” Ucap Bang Bule sambil mengambil lap top nya lalu dia melangkah kembali menuju ke sofa tempat duduk nya tadi di sofa yang panjang. Vadeo lalu bangkit berdiri dan duduk di samping Bang Bule Vincent agar lebih mudah untuk melihat data data di lap top Bang Bule Vincent.


“Eh Deo, by the way kamu dan kedua anak mu cerita apa ke Alexa kok dia tanya hadiah dari tim?” Tanya Bang Bule Vincent sambil membuka lap top nya tanpa menoleh ke arah Vadeo . Sedangkan pandangan mata Vadeo terus tertuju ke arah lap top Bang Bule Vincent.


“Itu aku ceritakan nanti, ada kaitannya dengan data data ini.” Jawab Vadeo yang terus saja menatap layar lap top Bang Bule Vincent


Bang Bule Vincent jari jari tangannya tampak sibuk di atas lap topnya dan beberapa saat dia lalu menunjukkan data data penjahat yang pernah masuk ke pulau Alexandria.


“Mereka tidak ada yang bisa berlari sampai di lokasi hunian ini Deo, apalagi sampai di bukit pohon asam yang terkenal angker itu.” Ucap Bang Bule Vincent dengan tangan dan mata masih fokus pada lap top nya.


“Mereka kebanyakan sudah tertangkap tidak jauh dari pantai.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya.


“Sebelum kamu beli kan tidak ada jalan ke arah sini apalagi ke bukit itu. Setelah dari pantai, padang ilalang yang tumbuh tinggi tinggi dan sangat luas, lalu semak semak belukar setelahnya pohon pohon perdu baru masuk hutan yang banyak pohon pohon besar nya.” Ucap Bang Bule Vincent lagi.


“Apa mereka ada yang pencuri benda benda antik atau benda berharga?” tanya Vadeo sambil menatap wajah Bang Bule Vincent lagi.


“Hmmm, kau lihat saja.. mereka tahanan politik yang mencoba lari dari penjara pulau terpencil, penyelundup barang yang akan dijual ke negara tetangga, pencuri.” Ucap Bang Bule Vincent sambil memperlihatkan data data penjahat.


“Barang apa?, pencuri apa?” tanya Vadeo kepo


“BBM, pencuri ikan dari nelayan nelayan negara tetangga. ” jawab Bang Bule Vincent.


“Owh...” gumam Vadeo karena tidak ada yang dia perkirakan penjahat barang barang antik mahal.

__ADS_1


“Tidak ada penjahat pencuri benda benda antik. Dan semua penjahat sudah ditangkap dan diproses di kota sesuai wilayah kejahatannya.” Ucap Bang Bule Vincent lagi sambil menutup layar lap topnya.


“Tidak ada yang mati dan menjelma menjadi ular besar ha... ha... ha...” ucap Bang Bule Vincent selanjutnya sambil tertawa menatap wajah Vadeo yang masih tampak bingung.


“Kamu jangan menertawakan aku Bul, aku benar benar khawatir.” Ucap Vadeo selanjutnya sambil menimpuk paha Bang Bule Vincent.


“Ceritakan pada ku Deo, aku yang merekomendasikan pulau ini agar kamu beli. Aku ikut bertanggung jawab dengan apa yang terjadi apalagi kamu adalah sahabat dan saudara ku.” Ucap Bang Bule Vincent sambil merangkul pundak Vadeo.


“Bul ular itu memberi hadiah cincin mewah untuk kado ulang tahun pernikahan ku dengan Alexandria. Valexa dan Deondria meminta aku merahasiakan dari siapa hadiah itu.” Ucap Vadeo sambil menatap Bang Bule Vincent.


“Deo kamu serius?” tanya Bang Bule Vincent yang kini dia ekspresi wajah nya tampak kaget mata Bang Bule Vincent pun tampak melotot karena saking kaget nya. Vadeo hanya menganggukkan kepala nya.


“Bagaimana mungkin ular tahu barang mewah dan tahu kamu merayakan ulang tahun pernikahan?” gumam Bang Bule Vincent selanjutnya


“Nah itu, biasanya dia hanya mencarikan buah buah permintaan twins. Aku pikir ya binatang biasa yang jinak pada anak anak karena anak anak masih suci belum banyak dosa macam kita. Tapi kini ngasih perhiasan terus dari mana coba perhiasan itu. Aku kira itu benda jatuh yang dibawa orang. Maka aku minta data ke kamu tentang orang yang datang ke pulau ini.” Ucap Vadeo sambil menatap Bang Bule Vincent lagi.


“Sial kamu Bul.” Saut Vadeo sambil menepuk paha Bang Bule Vincent dengan keras. Bang Bule Vincent pun tertawa terbahak bahak.


“Tidak mungkin juga itu barang milik pekerja infra struktur pulau Alexandria ini. Jika barang itu milik salah satu dari mereka pasti sudah mereka cari.” Ucap Vadeo


“Kata pak tukang kebun juga tidak ada yang berani ke bukit pohon asam yang terkenal angker itu.” Ucap Vadeo lagi.


“Gini aja Deo.... coba kita cari ahli sejarah.” Usul Bang Bule Vincent sambil menatap wajah Vadeo dan menepuk pelan paha Vadeo.


“Okey, kamu yang urus.” Ucap Vadeo


“Hmm proyek baru.” Gumam Bang Bule Vincent.

__ADS_1


Vadeo lalu bangkit berdiri dan melangkah keluar dari kamar Bang Bule Vincent. Bang Bule Vincent pun juga bangkit berdiri keluar dari kamar dan tampak menuju ke kamar Dealova dan berteriak teriak memanggil Ixora agar segera kembali ke kamar nya.


Vadeo yang mendengar tampak tersenyum. Dan sesaat Vadeo melihat Ibu Ami yang sedang berjalan jalan di taman sekitar guest house. Vadeo pun melangkah mendekati Ibu Ami.


“Selamat siang Ibu Ami... Selamat datang ke tempat kami.” sapa Vadeo dengan nada sopan saat berada di dekat Ibu Ami.


“Selamat siang Tuan Vadeo. Terima kasih, tempat ini sangat indah, asri, alami dan bersih tanpa polusi maka puteri puteri Tuan tumbuh sehat dan penuh keberkahan.” Ucap Ibu Ami sambil tersenyum bahagia.


“Bagai potongan surga yang jatuh ke bumi.” Ucap Ibu Ami lagi dengan mata berbinar binar.


“Terima kasih Bu.” Ucap Vadeo dengan santun


“Bu saya mau bertanya , benar kah tempat ini bersih dari roh roh jahat?” tanya Vadeo selanjutnya yang masih kepo dengan ular besar dan perluasan langka nya.


“Percayalah Tuan. Roh jahat itu memang ada di mana mana akan tetapi jika hati kita bersih kuasa Allah akan melindungi kita.” Jawab Ibu Ami


“Kita berdoa dan Ibu juga selalu bantu doa agar Allah selalu melindungi keluarga Tuan Vadeo.” Ucap Ibu Ami selanjutnya sambil menatap wajah Vadeo.


“Terima kasih Bu.” Ucap Vadeo dengan sopan sambil mengulurkan tangan menjabat tangan Ibu Ami lalu mencium punggung tangan Ibu Ami dengan tubuh sedikit membungkuk hormat.


Vadeo lalu pamit pada Ibu Ami karena akan melanjutkan aktivitasnya dan mempersilahkan Ibu Ami untuk menikmati hari hari nya di pulau Alexandria.


Vadeo terus melangkah dan dia juga menyapa pada tamu tamu yang dia jumpai di sekitar guest house itu, yang sedang berada di dalam kamar tidak dia ganggu, hanya pada Bang Bule Vincent lah yang dia ganggu.


Saat Vadeo masuk ke pagar rumahnya. Dia lihat Nyonya William dan kedua anaknya sedang bermain main di taman bunga di halaman depan. Vadeo lalu teringat akan sesuatu. Vadeo pun segera berlari mendekati kedua anaknya sambil berteriak.


“Aca... Aya...!” teriak Vadeo sambil berlari, petugas penjaga pintu gerbang yang kaget juga turut berlari di belakang Vadeo.

__ADS_1


....


__ADS_2