Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 151. Pukul Dua Belas Malam


__ADS_3

Sementara itu mobil yang membawa sesaji pun sudah memasuki halaman rumah praktek Mamah Mimi yang gelap. Aroma kemenyan pun menguar di setiap sudut sudut lokasi rumah itu.


Keempat laki laki yang membawa sesaji itu lalu turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah praktek Mamah Mimi dan berjalan menuju ke tempat kerangka yang disebut oleh Mama Mimi leluhurnya. Semua sesaji di taruh di depan kerangka itu.


“Kita jaga di luar saja.” Ucap salah satu dari mereka yang membawa sesaji itu sebab dia merasa takut berada du dalam rumah itu, apalagi di dekatnya ada kerangka leluhur Mamah Mimi. Ketiganya pun setuju sebab mereka juga merasakan hal yang sama. Ke empat orang itu lalu cepat cepat keluar dari rumah praktek Mamah Mimi dan berjalan menuju ke garasi mobil bergabung dengan Pak Sopir menunggu fajar tiba sambil mendengarkan siaran radio.


Waktu pun terus berlalu, dan detik detik acara ritual pun semakin dekat, di rumah mewah Mamah Mimi. Mamah Mimi sudah berada di dalam kamar mewahnya. Dia masih memakai pakaian lengkap, baju hitam hitam dan penutup kepala yang hitam hitam pula. Mamah Mimi tersenyum sambil melihat jam dindinh besar yang menempel di salah satu permukaaan dinding kamarnya. Dannnnn


TENG


Tepat jarum panjang dan jarum pendek berada di angka dua belas. Mamah Mimi segera melepas segala pakaiannya rambut panjang yang sudah berwarna hitam karena dicat terurai menutupi tubuhnya yang sudah tidak lagi kencang, mulai mengendur di bagian sana sini. Mamah Mimi lalu berjalan menuju ke kamar mandi, aroma bau kemenyan pun sangat menyengat. Tampak di dalam kamar itu suasana tidak terang karena tidak ada bolam lampu listrik yang menyala, akan tetapi hanya remang remang oleh sinar lilin lilin yang agak besar. Mamah Mimi lalu merapal mantra mantara agar mendapat kekuatan abadi dan bisa menjadi lagi bagai gadis belia. Setelah selesai merapal mantra mantera Mamah Mimi masuk ke dalam bath up yang sudah berisi air kembang mawar merah jambu yang full banyak di dalam bath up itu. Mamah Mimi berendam di dalam bath up itu.


Sesaat kemudian ke empat pemuda utusan Bang Bule Vincent masuk ke dalam kamar mewah Mamah Mimi itu karena sudah dijemput oleh dua pemuda penjaga pintu kamar mewah Mamah Mimi.

__ADS_1


“Kalian duduk saja di sofa itu nanti akan dipanggil oleh Mamah Mimi, dia mungkin sedang sesuci.” Ucap pemuda penjaga pintu itu, lalu keluar dari kamar mewah Mamah Mimi dan menutup pintu kamar itu.


Keempat pemuda utusan Bang Bule Vincent itu saling pandang lalu mereka berempat berjalan menuju ke sofa dan duduk di sana, menunggu waktu apa yang bakal terjadi.


Sementara itu masih di rumah mewah Mamah Mimi. Richie sudah dihubungi oleh laki laki suruhan Mamah Mimi agar segera keluar dari pintu belakang yang sudah diberi tahu olehnya. Richie pun segera menghubungi Tuan Njun Liong. Dan mereka berdua dengan bantuan laki laki suruhan Mamah Mimi bisa berhasil keluar dari rumah mewah Mamah Mimi lewat pintu darurat dan di depan pintu darurat sudah dijemput oleh mobil menuju ke hotel untuk bersenang senang dengan wanita wanita penghibur yang sudah dipesan.


Kembali ke kamar mewah Mamah Mimi. Setelah beberapa menit Mamah Mimi berendam, yang katanya sedang sesuci. Mamah Mimi lalu keluar dari bath up. Dia merasa kini sudah bagai gadis belia. Mamah Mimi pun lalu mengambil bath robe dan memakainya. Dia lalu berjalan menuju ke pintu kamar mandi.


Keempat pemuda utusan Bang Bule Vincent yang duduk di sofa itu tampak kaget saat melihat sosok Mamah Mimi yang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan tubuh yang basah dan hanya tertutup bath robe asal asalan. Bunga bunga tabur pun banyak menempel pada rambut dan tubuhnya. Apalagi mulutnya tersenyum menyeringai bagai akan menerkam mereka berempat.


“Hah... Masih juga tidak diam!” bentak Mamah Mimi sambil mulai melangkah mendekati keempat pemuda itu. Mamah Mimi memang akan memaksa jika ada calon korbannya yang tidak menurut.


Keempat pemuda itu lalu mulai melepas bajunya. Mamah Mimi tersenyum dan matanya berbinar binar saat melihat dada bidang keempat pemuda itu, lengan kekar dan perut kotak kotaknya membuat Mamah Mimi menelan ludah yang sudah mulai keluar, bagian bawah tubuhnya pun mulai berdenyut denyut.

__ADS_1


“Cepat lepas seluruh pakaian kalian dan segera masuk ikuti aku. Kalian pun harus melakukan sesuci!” perintah Mamah Mimi lalu dia masuk lagi ke dalam kamar mandi sambil memegang bagian tubuhnya yang berdenyut denyut karena sudah tidak sabar minta disentuh.


Keempat laki laki itu pun saling pandang. Lalu mereka berdiri dan melepas celana panjangnya. Keempatnya yang masih memakai ****** ***** itu berjalan menuju ke kamar mandi. Kamar mandi itu memang luas.


Saat masuk ke dalam kamar mandi tampak Mamah Mimi sudah melepas bath robe nya. Mamah Mimi tersenyum lebar melihat keempat pemuda tampan dan gagah yang siap disantap.


“Kalian bergilir satu per satu masuk ke dalam air kembang itu untuk sesuci. Nanti aku yang akan menyucikan kalian!” perintah Mamah pada keempat pemuda itu. Tampak keempat pemuda itu saling pandang menyuruh mereka semua tidak ingin menjadi yang pertama. Mamah Mimi yang tidak sabar lalu menarik tangan salah satu dari mereka.


Dan kebetulan yang paling dekat posisinya dengan Mamah Mimi adalah pengawal Dealova. Dan pengawal Dealova itu pun sudah masuk ke dalam bath up. Di balik cahaya lilin yang remang remang, wajah pengawal Dealova itu sudah tampak pucat dan menegang karena takut.


“Jangan takut aku akan menyucikan kamu.” Suara Mamah Mimi yang sudah parau karena gairahnya sudah memuncak. Mamah Mimi pun siap siap akan masuk ke dalam bath up itu yang katanya akan menyucikan korbannya.


Ketiga temannya tampak saling pandang antara takut dan penasaran akan apa yang bakal terjadi. Akan tetapi tiba tiba...

__ADS_1


“Hai kenapa kalian hanya diam saja!” teriak pengawal Dealova yang berada di dalam bath up karena dia ketakutan Mamah Mimi sudah siap masuk ke dalam bath up. Pengawal Dealova itu pun tampak duduk di bath up macam ingin berlari saja.


“Jangan teriak teriak nanti leluhur marah!” bentak Mamah Mimi sambil tangannya berusaha membenamkan lagi seluruh tubuh pengawal Dealova itu.


__ADS_2