
Sesaat kemudian mereka berempat sudah berada di tepi sungai Bang Bule Vincent dan Vadeo pun segera melepas baju dan celana panjangnya.
“Atu tidak ucah yepas badu... (Aku tidak usah lepas baju...).” suara Valexa dan Deondria sambil tersenyum menatap Sang Papa dan Sang Uncle nya yang sudah memamerkan tubuh kekarnya.
“Nanti basah baju kalian.” Suara Vadeo sambil tangannya akan melepas baju yang dikenakan oleh salah satu anaknya. Namun tangan mungil anaknya memegang erat baju yang dipakainya itu. Dan akhirnya Vadeo pun tidak jadi melepas baju anak anaknya..
Vadeo dan Bang Bule Vincent lalu menggendong Valexa dan Deondria. Kedua anak itu minta digendong di belakang. Vadeo dan Bang Bule Vincent pun melangkah menuju ke sungai lalu berenang di sungai itu dan kedua anak itu berada di atas punggung mereka berdua. Valexa dan Deondria tampak tertawa tawa bahagia.
“Mana ikannya Sayang kenapa yang ada ikan kecil kecil dan berwarna warni yang bagus. Sayang kalau dibakar, dan pasti tidak ada dagingnya. Hangus terbakar.” Teriak Vadeo yang tidak melihat ikan layak konsumsi.
“Terus beyenang ya Papa... (Terus berenang ya Papa...).” teriak Valexa yang berada di atas punggung Vadeo. Vadeo pun terus berenang begitu juga Bang Bule Vincent juga berenang tidak jauh dari Vadeo dan Deondria berada di atas punggung Bang Bule Vincent.
Mereka berdua terus berenang menyusuri sungai yang airnya jernih dan segar itu. Vadeo dan Bang Bule Vincent pun merasa senang karena berhari hari tegang syaraf dan otot ototnya karena serius mengamankan pulau Alexandria.
Dan sesaat tidak terlihat sosok Valexa dan Deondria di atas tubuh Vadeo dan Bang Bule Vincent. Vadeo yang merasakan tidak ada tubuh mungil anaknya menempel di atas punggungnya segera berhenti berenang, demikian juga Bang Bule Vincent.
“Di mana mereka?” tanya Vadeo dengan panik pada Bang Bule Vincent.
“Aku juga tidak tahu Bro, tiba tiba Aya tidak ada di punggungku.” Jawab Bang Bule Vincent dengan ekspresi bingung. Vadeo pun lalu tampang berenang sambil sesekali menyelam untuk mencari kedua anaknya. Demikian juga Bang Bule Vincent. Mereka berdua terus mencari kedua bocah itu hingga beberapa menit.
__ADS_1
Dan tiba tiba....
“Papa..... Ante... (Papa ... Ante...).” suara keras Valexa dan Deondria yang sudah muncul dan mengapung di atas permukaan air sungai. Akan tetapi keduanya tubuh mungilnya sudah tanpa memakai baju. Rambut mereka pun sudah basah kuyup tampak air masih menetes netes. Vadeo dan Bang Bule Vincent yang mendengar suara keras Valexa dan Deondria pun segera menghentikan pencariannya. Keduanya mengapung di atas permukaan air sungai sambil menoleh ke arah suara Valexa dan Deondria.
“Hah.. itu mereka berdua!” suara Vadeo dan Bang Bule Vincent secara bersamaan. Lalu keduanya pun segera berenang menuju ke arah dua bocah itu.
“Kalian membuat Papa dan Uncle panik.” Ucap Vadeo saat sudah berada di dekat Valexa dan Deondria yang masih mengapung di atas permukaan air sungai. Tangan tangan mungil mereka berdua tampak memegang baju baju mereka yang terlihat menggelembung dan bergerak gerak yang juga mengapung di atas permukaan air sungai.
“Cudah ayo puyang Pa.. (Sudah ayo pulang Pa..).” ucap Valexa dan Deondria secara bersamaan.
“Apa sudah dapat ikannya?” tanya Vadeo dan Bang Bule Vincent secara bersamaan sambil menatap baju baju Valexa dan Deondria yang tampak menggelembung bergerak gerak. Kedua bocah itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Valexa dan Deondria lalu kembali naik di atas punggung Vadeo dan Bang Bule Vincent sambil kedua tangan mereka memegang baju yang sudah berisi ikan ikan.
“Mual lagi ya Kak..?” tanya Ixora sambil membuka pintu kamar mandi. Dan tampak Alexa masih menunduk di atas wastafel.
Sesaat hand phone milik Alexandria yang berada di saku celana kulotnya berdering. Sementara Alexandria masih hoek hoek..
Ixora pun mengambil hand phone sang kakak yang ada di saku celana kulot Alexandria. Saat dilihat tertera nama kontak Mama Jo. Ixora pun segera menggeser tombol hijau.
__ADS_1
“Ix ada apa, Alexa sakit ya?” suara Nyonya Jonathan saat di layar hand phone miliknya yang muncul wajah Ixora yang mendengar suara hoek hoek Alexandria.
“Aha... Aku mau punya cucu lagi ya?” ucap Nyonya Jonathan selanjutnya dengan bibir senyum mengembang.
“Iya Ma.. ” Ucap Ixora dengan hati hati
“Kenapa kalian tidak mengabarkan pada kami berita bahagia ini. Aku dan Oma Kucing harus cepat cepat menyusul kalian.” Suara Nyonya Jonathan selanjutnya dengan penuh semangat.
“Kami belum mengabarkan karena situasi belum aman Ma. Menunggu waktu yang tepat.” Ucap Ixora sambil sesekali melihat Alexandria yang kini sudah memutar kran air untuk membersihkan wastafel.
“Aku sudah mendengar kabar kalau situasi sudah aman. Pengawal kita yang ikut dikirim itu kan sudah kembali dan sedang berlibur di pulau Alexandria. Terus aku ini tadi mau mengatakan pada Alexandria. Ini tadi di group emak emak pencinta permata sedang heboh, banyak yang tertipu sudah transfer uang tetapi barangnya ga ada malah katanya pemilik akun itu sudah ditangkap polisi dengan kondisi mengenaskan seluruh tubuhnya gatal gatal.” Suara Nyonya Jonathan lagi.
“Iya Ma, untung Mama tidak ikut ikutan transfer uang.” Ucap Ixora sambil tersenyum bibirnya. Ixora pun lalu menyerahkan hand phone milik Alexandria pada pemiliknya, sebab Alexandria tampak sudah selesai hoek hoeknya.
“Hallo Ma...” ucap Alexandria dengan lemah menyapa Mama Mertuanya.
“Al, bagaimana kabar kalian? Kamu ngidam apa kalau di situ tidak ada nanti Mama bawakan dari sini. Aku dan Oma Kucing segera menyusul kalian. Tolong siapkan kamar kamar kami ya...” Ucap Nyonya Jonathan dengan nada serius namun bibir tersenyum senang membayangkan akan memiliki cucu lagi.
“Ikan laut segar Ma. Mosok Kak Deo bawakan ikan asin hiks.. hiks.. kesel dech Ma. Alexa pengen ikan laut bakar saos madu, yang dibawa satu kotak ikan asin..” ucap Alexa yang matanya mulai memerah lagi dan sesekali dia terisak isak karena kecewa. Nyonya Jonathan yang mendengar tampak emosi.
__ADS_1
“Hah, Vadeo itu gimana sih istrinya ngidam minta ikan laut dibawakan ikan asin. Suruh saja ikan asin yang Vadeo bawa itu dimakan dia sampai habis!” suara Nyonya Jonathan tampak emosi karena mendengar laporan dari sang menantu.
“Nanti aku bawakan Sayang.. cucu yang di dalam perut mau ikan laut apa?” tanya Nyonya Jonathan selanjutnya. Alexandria pun menyampaikan kriteria ikan yang diinginkan dengan jelas agar tidak lagi salah bawa seperti yang dibawa oleh Vadeo.