Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 60. Tertangkapnya Jhon, Larinya Richie


__ADS_3

“Kamu tidak salah informasi?” tanya Jhon dengan ekspresi wajahnya yang masih terlihat sangat tegang. Dia lalu tampak serius mendengarkan lagi suara di balik hand phone Suara orang kepercayaan nya di Indonesia yang bertugas sebagai mata mata untuk mengawasi semua pergerakan para pengedar.


“Sial.” Umpat Jhon dengan nada kesal.


“Okey aku putus sambungan telepon. Aku akan segera mencari tempat yang aman untuk menghubungi Bos Richie.” Ucap Jhon lalu dia segera mengakhiri sambungan telepon dengan lawan bicaranya.


Jhon mengedarkan pandangan mata nya di sekitar ruang kedatangan penumpang itu. Jhon pun melihat ke luar ruangan kedatangan dan dia belum melihat orang yang akan menjemput diri nya.


“Hmmm tidak aman aku melakukan panggilan suara.” Gumam Jhon dalam hati. Jhon lalu berjalan menepi dan selanjutnya dia mengirim pesan chat pada Richie.


“Bos, aku sudah sampai Philipina dengan selamat, akan tetapi informasi yang baru saja aku terima semua orang kita di Indonesia sudah ditangkap.”


TING


Pesan terkirim dan langsung centang dua. Jhon masih menunggu pesan chat nya dibaca oleh Richie dan segera mendapat balasan. Akan tetapi tetap saja tidak ada balasan dari Jhon.


“Hmmm belum dibaca, mungkin Bos Richie masih berpesta.” Gumam Jhon dalam hati yang sudah paham kebiasaan Richie yang selalu merayakan keberhasilan dengan pesta pora cara nya.


Jhon lalu memasukkan hand phone nya ke dalam saku jas nya. Dia berjalan menuju ke pintu keluar. Karena sudah ada pesan masuk jika orang yang menjemput sudah datang.


Saat Jhon keluar dari pintu tiba tiba ada dua orang laki laki muda bertubuh tegap gagah dan berwajah tampan menarik tangan Jhon dengan cepat dan keras.


“Hah.. siapa kalian?” tanya Jhon sambil berusaha untuk memberikan perlawanan agar bisa terlepas tangannya dari genggaman erat kedua orang itu.


Belum juga Jhon mendapatkan jawaban dua orang laki laki memakai baju seragam polisi datang mendekat ke arah Jhon.


“Anda silahkan masuk ke dalam mobil kami.” Ucap salah satu orang laki laki yang memakai baju seragam polisi itu.

__ADS_1


“Hah.. apa salahku?” teriak Jhon dengan mata melotot. Dia sangat percaya diri sebab dia tidak membawa barang barang terlarang.


“Kami bekerja sama dengan kepolisian negara Indonesia. Anda sedang menjadi buronan di sana.” Jawab salah satu orang berpakaian seragam polisi itu.


“Sial, kenapa aku bisa terlacak dengan cepat. Pasti sudah ada yang buka mulut mereka yang sudah ditangkap.” Gumam Jhon dalam hati, dia pun hanya bisa pasrah.


Jhon pun kini tangannya sudah diborgol oleh salah satu polisi itu.


“Terimakasih Tuan.” Ucap kedua polisi itu kepada dua laki laki muda yang gagah dan tampan. Dua laki laki muda itu menganggukan kepala nya dengan sopan sambil tersenyum.


Dua polisi itu pun lalu melangkah sambil menggandeng lengan atas Jhon untuk di bawa ke dalam mobil nya.


“Aku hubungi Bang Bule dulu.” Ucap salah satu laki laki muda itu pada temannya.


“Bang, sudah beres. Terima kasih ya .., informasi yang sangat cepat sangat bermanfaat. Pengedaran barang terlarang bisa dicegah. Salam buat Aca dan Aya..” ucap laki laki muda nan tampan itu, yang tidak lain adalah Marcel teman kerja Bang Bule yang asli orang Philipina. Marcel sudah dihubungi oleh Bang Bule dan dikirimi sketsa wajah Jhon. Lalu Marcel pun segera bergerak.


“Hayyoo Ante Macel.. (Hallo Uncle Marcel..).” suara Valexa dan Deondria. Wajah cantik nan imut kedua bocah itu pun tampak di layar hand phone Marcel. Valexa dan Deondria memang sudah kenal dengan Marcel sebab Marcel sudah beberapa kali datang ke Indonesia.


“Hallo Sayang.” Ucap Marcel dengan nada ramah dan senyuman hangat.


“Ante tapan te Indonecia, atu tangen.. (Uncle kapan ke Indonesia , aku kangen...).” ucap Valexa dan Deondria dengan lantang dan nada ceria.


“Ante te cini dong nanti tan dibuatin maem an enak enak cama Oma Tucing... (Uncle ke sini dong nanti kan di buatin maem an enak enak sama Oma Kucing).” Ucap Deondria yang sudah tahu jika Marcel datang ke Indonesia akan disambut meriah oleh Nyonya William sebab Nyonya William pernah berhutang budi pada Marcel, saat Nyonya William diculik waktu mengantar Ixora ikut lomba penelitian di Philipina.


“Siapa Oma Tucing?” tanya Marcel sambil mengerutkan kening nya.


“Ha.... ha... Oma Wiyiem... ( Ha... ha... Oma William).” Jawab Valexa dan Deondria sambil tertawa bahagia. Dan mereka pun terus melanjutkan obrolannya lewat sambungan panggilan video. Hingga Marcel harus mencari tempat duduk di bandara.

__ADS_1


Sementara itu. Di bumi belahan lain, di benua Eropa. Waktu di sana pagi hari sekitaran jam delapan. Di sebuah kamar hotel mewah, Richie masih terbaring di tempat tidur yang sangat luas dan ditemani oleh dua orang wanita.


Richie membukakan matanya karena merasa ada jari jari lentik yang menggerayangi tubuh polos nya.


“Tuan saya mau pulang, Tuan belum mentransfer ke rekening saya.” Ucap salah satu teman tidur Richie sementara satu wanita lainnya masih tertidur dengan pulas.


“Akan saya beri bonus pagi ini jika Tuan segera mentransfer sekarang.” Ucap wanita teman tidur Richie itu lagi dengan jari jari lentiknya yang masih mengusap usap dada Richie.


“Okey tunggu.. kamu ambilkan hand phone ku.” Ucap Richie sambil mencium wanita teman tidur nya itu.


Wanita teman tidur Richie itu pun lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ke meja tempat di mana hand phone Richie terletak di sana. Dengan cepat dia meraih hand phone milik Richie dan selanjutnya dia membalikkan badan untuk menyerahkan hand phone kepada Richie yang juga sudah menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.


Saat Richie sudah mengusap usap layar hand phone nya untuk melihat saldo rekening dia tampak kaget sebab saldo rekening nya sudah kosong.


“Sial, apa yang sudah terjadi?” gumam Richie dalam hati, wajah nya pun mulai tampak menegang.


Richie pun segera membuka aplikasi chatting nya. Dan yang langsung dibuka pesan chat dari Jhon.


“Sial, kurang ajar, bodoh, bego, ..” umpat Richie habis habisan setelah membaca pesan teks dari Jhon.


“Hmmm, aku harus segera pergi dari sini dan aku tinggalkan hand phone ku yang sudah diretas ini. Aku yakin pasti aku sedang dicari.” Gumam Richie dalam hati lalu dia segera bangkit dan turun dari tempat tidur nya. Dengan segera Richie memakai baju nya dan tanpa mandi.


“Tuan mau ke mana?” tanya wanita teman tidur Richie sambil menatap Richie. Ekspresi wanita itu tampak bingung dan khawatir.


“Mana bayaran buat saya?” tanya nya lagi


“Kamu tunggu di sini dulu manis. Aku temui teman ku dulu. Aku tinggalkan hand phone ku di sini, agar kamu percaya jika aku tidak akan meninggalkan kalian. Aku hanya sebentar.” Ucap Richie dengan cepat cepat merapikan baju yang dipakainya. Richie lalu mengambil dompet dan kunci mobil nya. Richie pun berjalan cepat keluar dari kamar hotel itu.

__ADS_1


...


__ADS_2