Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 122.


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu. Di bandara internasional Changi Singapore, tampak Tuan Njun Liong berjalan di samping Nyonya Siu Lie dan Richie berjalan di belakang mereka di samping sang pengawal Tuan Njun Liong. Mereka berempat berjalan menuju ke pesawat dengan tujuan salah satu bandara internasional di Indonesia.


“Aku sudah posting tentang hadirnya permata langka yang tidak lama lagi. Mereka semua sangat antusias dan berebut untuk mendaftar. Rekening ku pun sudah gendut karena transferan mereka.” Ucap Nyonya Siu Lie sambil terus melangkah. Nyonya Siu Lie sudah percaya diri jika dia akan bisa menguasai sebagian harta karun yang sedang diburunya itu.


“Hmmm kamu yakin sekali Lie...” gumam Tuan Njun Liong yang didengar oleh Nyonya Siu Lie.


“Aku sudah biasa melakukan dengan cara seperti ini Liong, temanku itu sudah sangat ahli dengan ilmunya.” Ucap Nyonya Siu Lie sambil menoleh ke arah Tuan Njun Liong dan mereka terus menuju ke pesawat. Nyonya Siu Lie sudah lebih dulu masuk ke dalam pesawat dan Tuan Njun Liong berjalan di belakangnya.


“Hmmm Lie kamu tidak tahu, setelah pulau itu bisa kita kuasai aku akan membunuhmu dan semua kembali menjadi milikku seperti awal rencana ku.” Gumam Tuan Njun Liong dalam hati sambil tersenyum licik. Mereka terus melangkah mencari tempat duduknya di dalam pesawat. Richie dan sang pengawal Tuan Njun Liong pun juga sudah memasuki kabin pesawat dan berjalan untuk mencari tempat duduknya juga.


Setelah perjalanan kira kira dua jam lamanya. Pesawat yang ditumpangi oleh mereka sudah mendarat dengan sempurna di salah satu bandara Internasional yang berada di Indonesia. Tuan Njun Liong yang sudah tidak sabar langsung bangkit berdiri saat pesawat sudah berhenti. Dia terus berjalan keluar dari pesawat dan terus melangkah untuk mengikuti prosedur yang berlaku di bandara. Begitu juga Richie, dia yang sudah lama ingin menginjakkan kakinya lagi ke Indonesia kini sudah berhasil masuk ke negara Indonesia dengan identitas palsunya jadi aman saat di loket pemeriksaan. Richie tersenyum puas.


“Alexa kamu tunggu saja pembalasanku. Akhirnya aku mendapatkan jalan untuk masuk ke negara ini dan tidak lama lagi keinginanku akan terlaksana.” Gumam Richie sambil terus berjalan di belakang Tuan Njun Liong.

__ADS_1


Mereka berempat kemudian berjalan menuju ke tempat transit pesawat karena memang untuk menuju ke pulau tempat teman Nyonya Siu Lie harus memakai lagi pesawat domestik. Mereka terus menuju ke ruang tunggu.


“Apa perjalanan masih jauh Lie?” tanya Tuan Njun Liong yang sudah tidak sabar akan tetapi juga khawatir jika Nyonya Siu Lie akan berbuat jahat pada dirinya dengan merampok peta harta karun yang masih dia simpan di dalam pakaiannya.


“Lumayan masih harus terbang satu jam lebih dan setelahnya masih lewat jalur darat delapan jam.” Jawab Nyonya Siu Lie dengan santai dia duduk di kursi ruang tunggu sambil mengusap usap layar hand phone nya.


“Hah? Kenapa lama sekali?” ucap Tuan Njun Liong dengan nada tinggi dan semakin khawatir jika Nyonya Siu Lie akan berbuat jahat pada dirinya.


“Aku ini sedang menghubungi temanku itu apa sekarang ada pesawat menuju ke kota tempat dia tinggal. Terakhir kali aku ke sana masih seperti yang aku katakan tadi. Masih dilanjut dengan perjalanan lewat darat selama delapan jam.” Ucap Nyonya Siu Lie lalu dia berusaha untuk melakukan panggilan suara pada temannya itu karena pesan chat nya belum juga dibalas.


“Lie bagaimana apa kata temanmu itu?” tanya Tuan Njun Liong saat sudah duduk di kursi pesawat di samping Nyonya Siu Lie.


“Apa kamu tidak tahu jika kita tidak boleh mengaktifkan hand phone selama di dalam pesawat. Temanku belum membalas chat ku aku melakukan panggilan suara juga tidak diangkat. Mungkin sedang sibuk melayani pelanggannya. Dia para normal terkenal di tempatnya.” Jawab Nyonya Siu Lie tanpa menoleh ke arah Tuan Njun Liong, wajah Nyonya Siu Lie menatap ke luar jendela pesawat. Dia duduk di dekat jendela. Dia ingin melihat pulau harta karun dari atas, sebab dia yang pernah datang ke temannya itu pernah melihat pulau Alexandria dari atas pesawat saat pesawat sudah akan landing. Dulu dia tidak begitu tertarik dengan pulau itu karena terkenal angker dan tempat untuk bersembunyi para penjahat tidak tahu jika kini pulau itu menjadi indah dan menjadi rebutan pemburu harta karun.

__ADS_1


Setelah satu jam lebih perjalanan akhir nya pesawat bisa mendarat dengan aman. Tuan Njun Liong segera melepas sabuk pengaman saat pesawat sudah berhenti. Tampak Tuan Njun Liong menoleh ke arah Sang pengawal dan memberi kode agar waspada. Nyonya Siu Lie pun segera bangkit berdiri dan mengaktifkan hand phone nya. Dia segera mengusap usap layarnya hand phone nya saat ada notifikasi pesan chat masuk.


“Liong sekarang sudah ada pesawat kecil menuju ke kota itu. Ayo kita segera turun dan mencari tiket semoga masih ada kursi kosong kita tidak perlu menginap di sini. Pesawat hanya satu minggu sekali.” Ucap Nyonya Siu Lie dan Tuan Njun Liong pun tampak mengernyitkan dahinya.


“Kalau menunggu satu minggu lagi lebih baik kita lewat jalur darat Lie. Buat apa kita menginap selama satu minggu di sini.” Ucap Tuan Njun Liong sambil melangkah dengan cepat meninggalkan kursi pesawatnya menuju ke pintu untuk keluar. Mereka pun segera melangkah keluar dari pesawat. Dan beruntung mereka datang di waktu yang tepat ada jadwal penerbangan menuju ke kota tempat teman Nyonya Siu Lie. Dan mereka berempat masih mendapatkan tiket meskipun dengan tempat duduk di kursi paling belakang. Bagi Tuan Njun Liong hal itu tidak masalah dari pada harus lewat jalan darat selama delapan jam, dia khawatir jika dirampok di tengah jalan. Dan peta harta karun nya lenyap.


“Hmmm gara gara kapal tenggelam aku jadi ikut perjalanan Siu Lie yang tidak jelas ini.” Gumam Tuan Njun Liong saat berada di dalam pesawat kecil.


Dan akhirnya pesawat kecil itu pun sudah mendarat pada sebuah bandara kecil. Mereka segera keluar dari pesawat. Setelah melewati prosedur yang berlaku mereka segera berjalan menuju ke ruang kedatangan, dan tampak sudah ada orang yang menjemput mereka. Mereka pun segera masuk ke dalam mobil yang menjemput, setelah semua orang dan barang bawaan sudah masuk ke dalam mobil. Mobil pun terus berjalan menuju ke rumah teman Nyonya Siu Lie.


“Mamah Mimi sudah menunggu Nyonya Siu Lie .. “ ucap Pak Sopir sambil tersenyum dan terus melajukan mobilnya. Mamah Mimi adalah teman Nyonya Siu Lie yang akan mereka datangi itu.


“Aku juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Mamah Mimi, sudah agak lama aku tidak ke sini, pembangunan sekarang sudah bagus, sudah ada pesawat juga menuju ke kota ini jadi tidak capek lagi di perjalanan.” Ucap Nyonya Siu Lie yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan temannya yang katanya para normal itu. Demikian juga Tuan Njun Liong dan Richie yang sangat penasaran dengan teman Nyonya Siu Lie dan penasaran dengan kemampuannya yang sangat dibangga banggakan oleh Nyonya Siu Lie....

__ADS_1


...


__ADS_2