Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 217.


__ADS_3

Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi kini tujuannya adalah ke gedung sekolah Quality School.


Beberapa menit kemudian mobil sudah sampai di dekat lokasi gedung Quality School.


“Hmmm di sini lebih aman. Pasti dikira mobil penjemput anak sekolah. Tadi di sana petugas pintu gerbang sepertinya sudah mencurigai mobil ku. Besok aku harus pakai mobil lain.” Gumam orang yang berada di dalam mobil itu yang tidak lain adalah Mr Le. Dia menghentikan mobil di belakang sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan depan gedung sekolah itu. Dia sudah mendapatkan informasi tempat sekolah anak anak Vadeo dan dia memperkirakan jika Boy pun juga dipindah sekolah ke situ.


Dengan sabar Mr Le menunggu target sasaran keluar dari pintu gerbang sekolah elite itu.


“Hmmm jika benar anak itu berada di sekolah ini. Pasti pengawasan akan sangat ketat. Anak itu benar benar sudah masuk keluarga Jonathan.” Gumam Mr Le dalam hati.


“Okey hari ini aku observasi lebih dulu saja.” Gumam Mr Le lagi sambil menoleh ke arah pintu gerbang sekolah yang dijaga oleh dua orang satpam.


Sementara itu, di dalam sekolah. Twins sudah masuk ke dalam kelas nya. Sedang Alexa dan Vadeo bersama Boy baru saja keluar dari ruang kepala sekolah yang membawahi kelas kelas play group dan TK.


Alexa dan Vadeo sudah mendapatkan laporan hasil pembelajaran Twins dan sudah mendaftarkan Boy untuk masuk di kelas TK B alias kelas nol besar.


“Uncle, Aunty kenapa Twins tidak dijadikan saja satu kelas dengan aku.” Ucap Boy saat mereka sudah keluar dari ruang kepala sekolah. Boy tadi mendengar jika Twins bisa loncat kelas bisa langsung ke TK B atau bahkan bisa langsung masuk Sekolah Dasar.


“Coba nanti Uncle tanya ke Twins. Uncle dan Aunty belum memutuskan masih berpikir pikir.” Ucap Vadeo sambil menoleh ke arah Boy yang ber jalan di samping nya.

__ADS_1


“Aku sih inginnya biar dia sekolah sesuai tahapan nya Pa. Biar dia mendapatkan teman teman seusia nya.” Ucap Alexandria sambil melangkah di samping suami tercintanya.


“Tapi kalau dia bosan jadi malas berangkat ke sekolah.” Ucap Vadeo yang sering mendapat keluhan dari kedua anaknya jika bosan bersekolah dan akhirnya izin atau bolos.


“Tapi dia tetap beraktifitas yang manfaat. Jika dia sedang malas di kelas atau sudah selesai mengerjakan tugas lebih dulu mereka tidak mengganggu teman temannya.” Ucap Alexandria sambil terus melangkah.


“Dia tidak pernah ketinggalan pelajaran meskipun tidak masuk sekolah dan hubungan dengan teman teman dan guru masih baik.” Ucap Alexandria lagi


“Ya sudah nanti kita tanya pada Twins saja. Aku sih juga setuju pada pendapat kamu biar mereka berdua sekolah sesuai tahap. Buat apa coba cepat cepat? Biar cepat kerja? Dia juga sudah kerja he... he... “ ucap Vadeo sambil tertawa kecil mengingat jika Twins sudah kerja di misi Bang Bule Vincent dan tangan Vadeo pun lalu memeluk pinggang Alexa yang masih ramping dan tangan satu nya menggandeng tangan mungil Boy. Mereka bertiga melangkah menuju ke kelas Twins.


Saat sampai di depan kelas Twins. Pintu kelas masih tertutup. Richardo tampak menunggu di luar kelas.


“Coba lihat di dalam kelas lewat jendela Tuan.” Ucap Richardo sambil menoleh ke arah kelas. Vadeo dan Alexandria yang penasaran pun lalu berjalan menuju ke arah jendela kelas Twins.


“Hmmm benar kan Pa. Mereka berdua sudah selesai mengerjakan tugasnya sementara yang lain masih sibuk. Tetapi dua anak kita hanya duduk tenang.” Ucap Alexandria sambil tersenyum.. akan tetapi tiba tiba.


“Pa... Tapi sepertinya mereka berdua sedang berbicara serius yang tidak diketahui oleh orang lain.” Ucap Alexandria dengan nada khawatir saat melihat kedua puteri nya sedang saling pandang dan tidak menghiraukan dia dan Vadeo mengintip di balik jendela kaca, padahal beberapa temannya yang sedang sibuk mewarnai menoleh ke arah jendela.


Vadeo yang sedang mengangkat tubuh mungil Boy karena Boy juga ingin melihat isi di dalam kelas Twins, terburu buru untuk melihat kedua puteri nya.

__ADS_1


“Iya Ma, mereka sedang berbicara serius dalam hati. Apa mereka sudah tahu kalau boleh loncat kelas mungkin mereka sedang berdiskusi untuk memutuskan mau masuk ke kelas yang mana.” Ucap Vadeo sambil menggendong tubuh mungil Boy. Boy yang melihat ke dalam kelas Twins itu melambai lambai kan tangan mungilnya akan tetapi Twins tidak memperhatikan mereka berdua masih saling pandang dengan ekspresi wajah serius. Justru teman teman Twins yang menoleh ke arah jendela dan teman temannya yang perempuan melambai lambaikan tangan nya ke arah ke jendela membalas lambaian tangan mungil Boy.


“Anak anak kalau sudah selesai duduk tenang seperti Valexa dan Deondria ya.. Kalau belum selesai cepat selesai kan.” Suara ibu guru yang melihat siswa siswa perempuannya melambai lambaikan tangan ke arah jendela.


“Pa kita mengganggu kegiatan belajar mengajar.” Ucap Alexandria lalu menjauh dari jendela kelas sambil menarik lengan Vadeo.


“Boy kamu lihat teman teman Twins terpesona pada kamu.” Ucap Vadeo sambil tersenyum dan Boy pun juga tersenyum senang sebab baru kali ini banyak anak anak cewek melambai lambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum sebelumnya selalu saja teman temannya membuang muka pada dirinya.


Sementara di dalam kelas Twins masih tenang duduk dengan saling pandang dan ekspresi wajahnya tampak serius.


Beberapa menit kemudian kelas Twins pun sudah usai. Setelah pintu terbuka Twins segera keluar dari kelas. Mereka segera dijemput oleh Alexandria dan melangkah menuju ke mobil yang sudah menunggu Vadeo dan Boy sudah duduk di dalam mobil. Boy duduk di jok depan di samping Vadeo yang mengemudikan mobil.


“Boy kamu duduk di belakang caja.” Ucap Valexa saat dia sudah masuk ke dalam mobil.


“Iya Boy...” saut Deondria yang juga masuk ke dalam mobil duduk di jok belakang kemudi.


“Aku suka di depan Twins aku temani Uncle Vadeo.” Ucap Boy yang memang suka duduk di depan di samping Vadeo karena dia melihat banyak teman laki laki nya yang duduk di depan di samping Papa mereka yang sedang mengemudikan mobil terlihat sangat keren.


“Biar Sayang, Boy sangat ingin duduk di depan.” Ucap Alexandria sambil mengusap usap kepala kedua anaknya yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2