
Bang Bule segera membuka pintu mobil nya saat sudah sampai di garasi. Dengan segera dia menyalakan mesin mobil nya dan langsung melajukan mobil nya menuju ke Mansion William, mansion milik Mertua nya. Pilihan Bang Bule akhirnya jatuh pada satu set skin care yang akan diberikan pada Mama Mertua sebagai oleh oleh nya.
Setelah mobil Bang Bule sudah mampir membelikan oleh oleh buat Sang Mama Mertua pun. Bang Bule pun menambah laju kecepatan mobil nya. Bibir nya tersenyum membayangkan Sang Mama Mertua senang dan bahagia menerima oleh oleh dari nya.
Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman mansion Willam, tampak mobil keluarga Jonathan yang dipakai untuk mengantar Valexa dan Deondria masih terparkir manis di dekat pintu utama Mansion. Bang Bule Vincent tampak tenang dan terus melajukan pelan pelan menuju ke dekat mobil tersebut.
Sementara itu di dalam Mansion William, tepat nya di kamar Nyonya William. Terlihat Valexa dan Deondria sedang senang dan bahagia sebab dibelikan banyak pakaian bagus bagus oleh Nyonya William dan sang aunty Dealova. Mereka berdua pun berganti ganti baju lalu dipotret berkali kali oleh Dealova, dan mereka berdua bergaya bagai artis model Ibu kota.
“Enti enti cekayang pate yan ini ya... (aunty aunty sekarang pakai yang ini ya...).” ucap Deondria sambil mengambil satu buah gaun mungil cantik dari paper bag.
“Iya enti puya puya te peta. ( Iya aunty pura pura ke pesta).” Ucap Valexa yang membuka buka paper bag untuk mencari gaun yang sama dengan yang sudah diambil oleh Deondria.
“Kalau pakai gaun itu, pakai hiasan rambut yang ini. Ikat rambutnya dilepas dulu.” Ucap Nyonya William sambil menunjukkan sebuah bando rambut mungil yang cantik dan elegan. Kedua bocah itu pun tampak setuju. Entah mereka berdua tadi sudah dijanjikan apa atau sudah diberikan apa oleh Oma dan Aunty nya hingga mereka berdua begitu nurut dijadikan foto model.
Bang Bule yang sudah masuk di dalam Mansion utama pun segera melangkah menuju ke ruang keluarga untuk mendapati Richardo.
“Apa mereka masih di kamar Nyonya William?” tanya Bang Bule Vincent saat sudah berada di ruang keluarga dan melihat Richardo duduk seorang diri dengan tangan dan pandangan mata sibuk pada layar hand phone nya.
“Iya Bang. Sudah sejak tadi mereka tidak keluar keluar.” Jawab Richardo sambil menoleh ke arah Bang Bule yang masih berdiri dengan tangan membawa satu paper bag besar berisi satu set skin care buat Mama Mertua.
Bang Bule lalu segera melangkah menuju ke arah kamar Sang Mertua nya. Dan saat sudah sampai di depan pintu kamar itu. Bang Bule Vincent menempelkan telinga nya untuk mendengarkan apa yang sudah terjadi di dalam kamar, kok tumben Valexa dan Deondria betah berada di dalam kamar bersama Oma Kucing.
Saat Bang Bule menempelkan telinga nya.....
__ADS_1
“Ayo senyum yang natural.....” suara Dealova di dalam kamar Nyonya William.
“Tahan senyum dan kepala nya, Aya gandeng tangan Aca ya.... satu dua ....” suara Dealova lagi...
“Hmmm mereka berdua dijadikan model.” Gumam Bang Bule setelah mendengar sayup sayup suara Dealova. Bang Bule Vincent pun segera mengetuk ngetuk pintu.
TOK TOK TOK
Pintu masih tertutup rapat. Bang Bule Vincent mencoba mengetuk ngetuk pintu kamar itu lagi.
TOK TOK TOK
Pintu masih tertutup rapat. Bang Bule Vincent lalu mengambil hand phone dari saku celana cargonya. Dia segera mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi Sang Mama Mertua.
“Ma aku bawakan satu set skin care buat Mama.” Ucap Bang Bule saat sambungan teleponnya sudah terhubung.
“Ooooh kamu baik sekali, kamu taruh saja di meja di ruang keluarga. Sedang sibuk nih aku.” Suara Nyonya William di balik hand phone Bang Bule lalu Nyonya William memutus sambungan teleponnya dengan Bang Bule Vincent.
“Hah hanya seperti itu komentar nya.” Gumam Bang Bule Vincent lalu dia menghubungi lagi Mama Mertua nya namun tetap saja tidak diangkat oleh Nyonya William panggilan dari Bang Bule Vincent.
Bang Bule pun lalu mengetuk ngetuk pintu dengan lebih keras. Dealova selalu kameramen eh kamera women pun menjadi tidak nyaman sebab kedua model cilik nya berkali kali menoleh ke arah pintu yang diketuk ketuk dengan suara keras. Dealova akhirnya melangkah menuju ke pintu kamar sebab Sang Mama tidak mau melangkah untuk membukakan pintu. Sang Mama masih sibuk memilih milih baju selanjutnya yang harus dipakai oleh kedua cucu nya.
Dealova pun segera membuka pintu kamar itu.
__ADS_1
“Bang ada apa?” tanya Dealova saat melihat sosok Bang Bule di depan pintu kamar nya dengan ekspresi wajah panik cenderung stres.
“Aku ada perlu dengan Aca dan Aya.” Jawab Bang Bule Vincent sambil melonggokkan kepala ke dalam kamar untuk melihat Valexa dan Deondria.
Sesaat mata Bang Bule melihat di dalam kamar sudah didesain bak studio foto. Dan dia melihat dua bocah tampil dengan cantik dan girly dengan gaun mungil yang elegan.
“Aca ... Aya...” suara Bang Bule agak keras memanggil kedua bocah itu.
“Bental ya Ante atu macih dadi model.....( Sebentar ya Uncle aku masih jadi model).” Teriak Valexa dan Deondria tanpa beranjak dari tempatnya.
“Ayo Enti tepat.. poto yagi.... (ayo aunty cepat... foto lagi).” Teriak Valexa dan Deondria sambil menoleh menatap Dealova yang masih berdiri di depan pintu sambil memegang handel pintu. Tampak Nyonya William masih sibuk dengan baju baju dan asesoris untuk kedua cucu nya.
“Tapi ini sangat penting.” Suara Bang Bule Vincent agak keras. Akan tetapi pintu segera ditutup lagi oleh Dealova, karena Dealova pun tidak mau kehilangan kesempatan emas nya bisa menguasai kedua ponakan nya itu.
“Hmmm aku harus lapor pada Vadeo, agar dia yang turun tangan. Dia yang sudah tanda tangan kontrak kerja dia harus tanggung jawab.” Gumam Bang Bule Vincent lalu membalikkan tubuh nya sambil mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi Vadeo.
"Begini rasa nya kerja sama dengan anak anak." gumam Bang Bule lagi sambil menunggu sambungan teleponnya diterima oleh Vadeo.
Sedangkan di lain tempat di belahan benua Eropa. Richie tersenyum puas sebab sudah mendapat kabar berita jika barang kiriman nya sudah akan menuju ke alamat nya.
“Ha... ha... Akan aku suruh Amelia memasukkan barang khusus itu ke dalam minuman atau makanan di Mansion Jonathan. Biar tahu rasa Vadeo jika semua orang di dalam mansion itu kecanduan. Ha....ha.... ha.....” suara Richie sambil tertawa puas.
“Terlebih lagi jika kedua anak nya itu sejak kecil sudah mulai kecanduan ha... ha....ha....” ucap Richie lagi sambil masih tertawa terbahak bahak..
__ADS_1
....