Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 212.


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya, Alexandria berganti baju piyama santai lalu melangkah keluar dari kamar mandi. Vadeo yang ikut di kamar mandi minta satu sesi saja akan tetapi Alexandria tidak mau dengan alasan sedang ada pekerjaan penting.


Alexandria segera keluar dari kamar mandi dan menuju ke lemari untuk mengambil lap top nya. Alexandria pun segera membawa lap top nya menuju ke sofa dan langsung mengaktifkan lap topnya dia akan segera membuat aplikasi yang dibutuhkannya.


Vadeo yang juga sudah berganti baju mendekati istrinya dan ikut duduk di sofa panjang di samping isterinya.


“Mama akan kerja apa?” tanya Vadeo yang matanya itu menatap layar lap top milik Alexandria karena dia tidak melihat di layar menampilkan menu pekerjaan perusahaan akan tetapi menampilkan menu menu yang asing baginya.


“Saat di mall tadi Twins mendeteksi ada Riris yang membahayakan akan tetapi tidak malam ini. Aku khawatir esok hari dia mulai melakukan sesuatu yang mengancam kebahagiaan keluarga kita.” Ucap Alexa dengan jari jari yang terus aktif menekan nekan tombol tombol tuts keyboard lap top.


“Pasti dia tidak senang Justin sudah menikah dengan Wika. Dan aku pikir pasti ada juga orang yang masih ingin merebut kekayaan keluarga Jonathan. Berita harta karun itu pasti masih beredar di kalangan orang orang yang menginginkan harta secara instan.” Ucap Alexandria lagi.


“Apa Ada kemungkinan Riris melakukan kerja sama dengan orang orang itu.” Ucap Vadeo dengan nada serius.


“Ada kemungkinan seperti itu. Riris tidak bisa bekerja seorang diri kalau melihat rekam jejaknya.. dia kemarin melakukan kejahatan dengan Justin.” Ucap Alexa dengan nada serius juga. Jari jari nya masih sibuk menekan nekan tuts mencari cari data tentang Riris.


“Mama jangan lupa istirahat, jangan terlalu malam kasihan anak anak kita yang di dalam perut. Aku akan menghubungi Bang Bule Vincent agar dia bekerja juga untuk kasus ini.” Ucap Vadeo sambil mengelus elus perut datar Alexandria. Tangan kiri Alexa pun melepas tuts keyboard yang mengusap usap punggung tangan Vadeo yang masih menempel di perutnya.


Vadeo lalu mengecup puncak kepala Alexa.

__ADS_1


“Aku hubungi Bang Bule Vincent dulu.” Ucap Vadeo selanjutnya lalu bangkit berdiri untuk mengambil hand phone miliknya yang tadi dia taruh di atas nakas di dalam kamar. Dan setelah mengambil hand phone miliknya, Vadeo pun kembali melangkah menuju ke sofa untuk duduk di samping Sang isteri tercinta.


Sementara itu masih di Mansion Jonathan dan juga di Mansion utama. Bang Bule Vincent dan Ixora berada di kamar di lantai satu. Mereka berdua memutuskan untuk menginap sebab melihat kondisi Ixora yang masih pusing pusing. Dan entah mengapa Ixora malas pulang inginnya berada di Mansion Jonathan.


“Bang sepertinya isi dech ..” Ucap Ixora yang masih terbaring di tempat tidur. Ucapan Ixora yang pelan itu membuat Bang Bule Vincent yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap usap kepala Ixora langsung tersentak kaget.


“Apa kamu bilang Beb...?” tanya Bang Bule Vincent sambil menatap wajah Ixora yang tampak masih pucat.


“Ada janin di dalam perutku. Anak kita Bang.... Aku sudah terlambat haid.” Ucap Ixora sambil tersenyum menatap Bang Bule Vincent.


“Ah... akhirnya aku sukses bisa menyusul Vadeo....” Ucap Bang Bule Vincent dengan senang lalu menciumi wajah Ixora dan selanjutnya menciumi perut datar Ixora. Di saat pasangan suami istri itu masih merasakan kebahagiaannya. Tiba tiba hand phone milik Bang Bule Vincent yang berada di atas meja ber dering.


“Apa kamu sudah memberi kabar pada Mama Jansen tentang kabar bahagia ini.” Ucap Bang Bule Vincent sambil menegakkan punggungnya.


“Iya, tadi Mama video call aku melihat wajahku pucat dan di saat aku pusing pusing. Mungkin Mama sudah ada ikatan batin dengan cucu yang dinanti nantinya.” Ucap Ixora sambil tersenyum sebab keluarga Jansen memang sangat menanti nanti anak dari Bang Bule Vincent.


Bang Bule Vincent mengecup sekali lagi perut datar Ixora lalu dia bangkit berdiri berjalan menuju ke meja tempat hand phone miliknya yang masih berdering.


Dengan cepat Bang Bule Vincent meraih hand phone miliknya dan saat di lihat layar hand phone miliknya yang melakukan panggilan bukan Sang Mama atau Sang Papa Jansen yang berada di negeri Belanda. Akan tetapi Vadeo yang berada di lantai dua.

__ADS_1


“Deo, Beb yang menelepon.” Ucap Bang Bule Vincent agak keras agar sang isteri mendengar. Bang Bule Vincent pun segera menggeser tombol hijau.


“Apa Bro, kamu itu mengganggu saja aku baru saja bercanda dengan dengan anak isteriku.” Ucap Bang Bule Vincent sekaligus memberi tahu pada Vadeo kalau Ixora sedang hamil.


“Kamu omong apa Bul?” tanya Vadeo minta kejelasan.


“Ixora hamil Bro. Kasih selamat dong. Apa kamu ada ikatan batin dengan keponakan kamu hingga kamu menelepon ini.” Ucap Bang Bule Vincent dengan senyum lebar.


“Selamat ya Bul, aku sangat senang sekali besok anak kamu itu seumuran dengan anak anakku. Pasti akan ramai sekali.” Ucap Vadeo dengan nada senang.


“Tapi aku menghubungi kamu ini aku akan memberi tugas buat kamu lagi. Twins menangkap sinyal jika Riris membahayakan.” Ucap Vadeo selanjutnya yang kini nada suaranya sudah berubah menjadi serius dan penuh kekhawatiran.


“Hah, perempuan itu bikin masalah lagi.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada kesal.


“Okey aku cari data data Riris, tapi sepertinya setelah masuk penjara dia tidak memiliki hand phone.” Ucap Bang Bule Vincent tampak berpikir keras.


“Alexa membongkar nomor hand phone yang dulu digunakan oleh Riris untuk mencari kontak kontak yang sering dihubungi oleh Riris.” Ucap Vadeo dan tampak Bang Bule Vincent pun mengangguk anggukkan kepalanya.


“Okey Bro, aku akan segera bekerja nanti kalau aku kesulitan mencari data Riris aku akan minta tolong pada Twins.” Ucap Bang Bule Vincent yang sudah merasakan manfaat kelebihan yang dimiliki oleh Twins bisa membantu dalam pekerjaan nya.

__ADS_1


“Tapi tetap kamu jaga anak anakku Bul. Ingat mereka adalah anak anak yang harus dilindungi oleh orang yang lebih tua.” Ucap Vadeo lalu menutup sambungan teleponnya.


__ADS_2