Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 247.


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu selama sepuluh hari sepuluh malam di Mansion Jonathan diadakan doa dan juga pesta akan kehadiran baby Twins boy.


Raja dan Asasta selama sepuluh hari pun tampak sehat sehat dan tidak rewel. Tubuh mungil keduanya semakin terlihat berisi gerakannya pun semakin kuat. Pancaran wajah dan mata kedua bayi itu pun semakin cerah bersinar.


Akan tetapi di suatu tengah malam hari, di hari ke sebelas kedua bayi itu berada di Mansion Jonathan. Dua bayi itu menangis dengan kerasnya. Hingga Alexandria dan Vadeo bingung dibuatnya.


“Ma, apa mereka kurang minum asi nya?” ucap Vadeo sambil mengambil salah satu bayi itu dari dalam box bayi.


“Entahlah Pa, tadi sudah kenyang tampaknya.” Ucap Alexandria yang mengambil satu bayi lainnya. Alexandria pun sambil menggendong salah satu bayi itu melangkah menuju ke tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur lalu mencoba menyusui bayi yang ada di dalam gendongan itu.


“Sayang kamu kenapa?” tanya Alexandria karena bayi itu tidak mau juga menyusu, dan masih menangis dengan keras.


“Coba yang ini Ma..” ucap Vadeo yang juga duduk di tepi ranjang di samping istrinya. Vadeo pun mengulurkan bayi yang dia bawa pada pangkuan Alexandria lalu dia dengan cekatan mengambil bayi satu nya. Namun sama saja kedua bayi itu tetap tidak mau menyusu dan masih menangis dengan kerasnya. Hingga Nyonya dan Tuan Jonathan yang tidur di kamar lantai satu pun mendengar tangis kedua cucu laki laki mereka.


“Ma, Raja dan Asasta kenapa kok menangis kencang sekali malam malam begini. Selama ini mereka tidak terdengar suara tangisnya.” Ucap Tuan Jonathan yang sudah bangkit dari tidurnya karena suara tangis sang cucu.


“Ini aku mau lihat mereka.” Ucap Nyonya Jonathan yang sudah melangkah menuju ke pintu kamar. Tuan Jonathan pun juga terburu buru untuk mengikuti langkah kaki Sang istri.


Sesaat Tuan dan Nyonya Jonathan sudah sampai di depan pintu kamar Vadeo dan Alexandria.


“Al.. Deo.. buka pintunya!” suara keras Nyonya Jonathan yang sudah tidak sabar untuk melihat kedua cucunya yang masih menangis dengan keras. Sementara itu Alexandria dan Vadeo masih terlihat sibuk untuk menenangkan kedua anaknya. Mereka berdua menggendong satu satu sambil berjalan jalan di dalam kamar dan menepuk nepuk pantat Twins boy.

__ADS_1


Mendengar suara sang Mama, masih sambil menggendong Asasta, Vadeo melangkah menuju ke pintu kamar untuk membukakan pintu pada Sang Mama.


“Ma, Pa..” ucap Vadeo saat melihat sosok Tuan dan Nyonya Jonathan di depan pintu kamarnya.


“Kenapa mereka, sudah dikasih asi belum?” Tanya Nyonya Jonathan sambil meminta Asasta dari tangan Vadeo.


“Sudah Ma tapi tidak mau keduanya.” Jawab Vadeo yang ekspresi wajahnya tampak panik dan kusut.


“Sayang kalian kenapa apa? Jangan bikin Oma bingung ya...” ucap Nyonya Jonathan sambil menepuk nepuk pantat Asasta yang sudah digendongnya namun Asasta dan Raja yang digendong Alexandria masih saja menangis dengan kencang.


“Apa kalian ingin pesta lagi? Kita lanjut lagi sepuluh hari lagi ya....” ucap Tuan Jonathan yang berdiri di samping istrinya sambil mengusap usap kepala Asasta.


Oooowwweeeekkkk ooooweeeekkkkk oooweeeekkkkk


“Ooo apa masih kurang, dua puluh hari lagi kita adakan pesta dan doa.” Ucap Tuan Jonathan masih mengusap usap kepala Asasta..


Owwwekkkkk oooooweeeekkkkk


Oooowwweeeeekkk


Asasta menangis semakin keras kaki dan tangannya bergerak gerak gerak dengan aktif.

__ADS_1


“Apa masih kurang lagi, lima puluh hari lagi.. tapi boros itu sayang...” ucap Tuan Jonathan sambil mengernyitkan dahinya karena bingung tidak tahu maksud cucu cucunya.


Suasana tengah malam di kamar Vadeo dan Alexandria itu sangat heboh karena suara tangis Raja dan Asasta ditambah Tuan Jonathan yang memberi penawaran perpanjangan pesta.


Dan tidak lama kemudian suasana tambah heboh karena ada suara pintu kaca penghubung yang digedor gedor oleh Valexa dan Deondria. Sebab pintu kaca penghubung kamar itu terkunci.


“Pa cepat buka pintu itu.” Teriak Alexandria yang masih menggendong Raja dan terus berusaha memberikan asi dan mengusap usap tubuh Raja agar tenang namun masih saja menangis.


Vadeo pun segera melangkah menuju ke pintu kaca penghubung dan segera membuka pintu kaca itu.


“Mama, Oma.. Aja dan Ata mau keluar. Bawa mereka ke balkon!” teriak Valexa dan Deondria secara bersamaan. Valexa dan Deondria setelah mengucapkan kalimat itu segera kembali lagi masuk ke dalam kamarnya dan melanjutkan pergi tidur.


Alexandria dan Nyonya Jonathan pun segera menuruti kata Valexa dan Deondria untuk membawa Raja dan Asasta ke balkon dan benar suara tangis mereka berangsur diam.


“Hah? Ternyata mereka hanya ingin keluar malam malam begini tidak ingin pesta berlanjut.” Ucap Tuan Jonathan sambil ikut melangkah ke balkon.


“Benar Pa, anak anakku tidak akan membuat boros.” Ucap Vadeo yang juga ikut melangkah menuju ke balkon.


“Apa AC kamar kamu kurang dingin Deo, hingga kedua cucuku kepanasan dan ingin keluar.” Ucap Tuan Jonathan.


Sesaat mereka berdua sudah sampai balkon tampak Alexandria dan Nyonya Jonathan menggendong Raja dan Asasta yang sudah tidak lagi menangis. Kedua bayi itu tampak menghadap ke langit dan mata kedua bayi itu tampak terbuka lebar dan terus melihat ke arah langit.

__ADS_1


Sesaat kemudian Alexandria, Vadeo, Tuan dan Nyonya Jonathan tampak kaget saat ada cahaya yang keluar dari mata Raja dan Asasta, sinarnya hingga menembus pekatnya langit malam.


Hingga tubuh Tuan Jonathan pun lemas karena kaget dengan fenomena itu dan bersandar pada tubuh kekar Vadeo yang masih tegak berdiri.


__ADS_2