Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 240.


__ADS_3

“Bang.... siapa nama keponakanku yang bule?” tanya Dealova lagi saat sudah berada di dekat brankar Ixora yang terus didorong oleh Nindy dan ditarik oleh seorang perawat. Bang Bule Vincent pun melangkah dengan cepat sambil sesekali melihat wajah istrinya.


“Belum dapat nama yang fix tetapi anakku itu keburu buru keluar.” Jawab Bang Bule Vincent sambil terus melangkah.


“Memang belum dipikir pikir apa nama anaknya..” ucap Dealova lagi sambil terus melangkah berusaha menyejajarkan dengan langkah Bang Bule Vincent akan tetapi selalu gagal.


Dan tidak lama kemudian mereka sudah memasuki ruang rawat yang bersebelahan dengan ruang rawat tempat Alexandria.


“Aku rencana beri nama dia King Wilio van Jansen. Tapi Ixora dan Mama William tidak setuju dengan nama King..” ucap Bang Bule Vincent dengan nada kecewa.


“Kenapa ngga King Leo aja he... he....” Ucap Dealova sambil tertawa.


"Macam game saja." gumam Bang Bule Vincent


“Lha Kakaknya, anaknya Vadeo kan Raja, aku mau kasih nama anakku King.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya dengan nada serius.


“Vadeo malah kasih saran diberi nama Patih. Aku ga setuju masih pikir pikir nama yang cocok untuk anakku itu.” Ucap Bang Bule Vincent lagi sambil membantu perawat dan Nindy membaringkan tubuh Ixora agar nyaman.


“Kak Ixora mau kasih nama siapa?” tanya Dealova sambil mendekat pada Kakaknya.


“Elang, aku berharap dia menjadi anak yang kuat, hebat, cepat dan tepat dalam bertindak.” Ucap Ixora dengan nada serius.


“Ya sudah bagus itu Kak.” Ucap Dealova


“Bang Bule ga setuju katanya sudah banyak nama Elang di sini.” Ucap Ixora sambil menatap wajah Bang Bule Vincent yang tampak masih berpikir pikir.

__ADS_1


“Ya pakai saja bahasanya Bang Bule..” saut Dealova.


“Arend, Adelaar, Havik.. “ gumam Bang Bule Vincent.


Sementara itu di ruang rawat sebelah juga sedang sibuk membahas nama, akan tetapi nama panggilan buat Twins boy.


“Sayang kalau Asasta dipanggil Asa, kalau mereka masih celat nanti mereka panggil Aca donk jadi sama dengan kakaknya..” ucap Vadeo sambil menatap Valexa lalu Deondria dan Boy. Ketiga bocah itu duduk di tepi tempat tidur Alexandria. Dan kaki kaki mungil itu menggantung.


“Iya Pa, aku lupa kalau mereka akan celat dulu ha.... ha.... ha...” ucap Valexa dan Deondria sambil tertawa.


“Ya sudah Asasta dipanggil Ata saja...” ucap Alexandria yang masih tidur berbaring. Wika pun duduk di kursi di dekat Alexandria mengangguk anggukkan kepalanya tanda setuju.


“Pa, kita lihat Enti Ixora yukkk.. adik nya juga sudah lahir..” teriak Deondria yang langsung meloncat dari tempat tidur. Membuat Wika kaget dan sangat khawatir.


“Ayuuukkk...” ucap Valexa yang juga langsung meloncat. Saat Boy akan ikut ikut meloncat, tangan Wika segera memegang lengan Boy.


“Iya Ma, tapi Mama jangan khawatir aku pun sudah pintar meloncat loncat sudah dilatih Uncle Vin..” ucap Boy yang memang sudah ikut latihan bela diri di rumah Bang Bule Vincent meskipun kelas nya berbeda dengan kelas Twins girl.


“Wik, tolong jaga Alexa dulu ya...” ucap Vadeo sambil menatap Alexa dan Wika, sedang tangan mungil ketiga bocil itu sudah menggandeng tangan Vadeo mereka ingin segera melihat Aunty Ixora dan selanjutnya melihat adik baru mereka. Sedangkan Tuan dan Nyonya Jonathan sudah lebih dulu menemui Ixora dan melihat cucu cucu mereka di ruang bayi.


“Iya Kak Deo, nanti aku gantian ke sana.” Ucap Wika, dia kini sudah memanggil Vadeo dan Alexa dengan sebutan Kak.


Vadeo bersama ketiga bocil itu segera melangkah keluar dari ruang rawat Alexa untuk menuju ke ruang rawat sebelah tempat Ixora berada.


Twins girl segera mengetuk ngetuk pintu. Sedangkan yang berada di dalam ruang itu masih sibuk diskusi masalah nama untuk anak Bang Bule Vincent dan Ixora.

__ADS_1


Pintu pun akhir nya dibuka oleh Dealova. Ketiga bocil itu segera masuk dan berlari menuju ke tempat pembaringan Ixora. Ketiganya memberi selamat pada Ixora.


“Selamat ya Bul, akhirnya kamu menjadi Papa.” Ucap Vadeo yang juga sudah melangkah masuk lalu dia memeluk tubuh Bang Bule Vincent dengan sangat erat.


“Ikatan keluarga kita semakin erat Bro..” ucap Bang Bule Vincent dengan nada haru. Dia sungguh sungguh tidak menyangka persahabatan dengan Vadeo berjalan sungguh manis karena menjadi satu keluarga besar.


“Terus siapa nama anak kamu?” Tanya Vadeo yang belum tahu nama anak Bang Bule Vincent.


“Masih bingung nanti nunggu Opa Opa saja.” Ucap Bang Bule Vincent sambil mendekati istrinya.


“Kak Deo bagaimana rasanya menemani Kak Alexa melahirkan kembar. Aku melahirkan satu saja seperti itu rasanya.” Ucap Ixora saat Vadeo memberi selamat pada dirinya.


“Campur aduk Ix. Rasanya kalau melihat Alexa saat kesakitan melahirkan kapok tetapi kok enak buatnya ha... ha.... ha...” ucap Vadeo sambil tertawa menatap Bang Bule Vincent.


“Apa lagi aku Bro, anakku lama keluarnya, menunggu Oma dan Opa yang dari Belanda tiba..” Ucap Bang Bule Vincent sambil mencium puncak kepala Ixora.


“Oooh aku lupa belum menghubungi Marcel.” Ucap Bang Bule Vincent lalu mengambil hand phone miliknya untuk menghubungi Marcel Hanson.


“Pa... ayo kita lihat adik adik aku kok sudah kangen sama Aja dan Ata. Dan lihat adiknya Enti Ixora yang belum ada namanya...” ucap Valexa yang disetujui oleh Deondria dan Boy.


Saat Vadeo dan ketiga bocil itu akan melangkah keluar. Pintu terbuka dan muncul Tuan Nyonya William, Tuan Nyonya Jansen dan Tuan Nyonya Jonathan.


“Oma sudah lihat adik baru?” teriak Valexa dan Deondria pada Oma Oma yang lebih dulu masuk ke ruang rawat Ixora.


“Sudah mereka sangat ganteng ganteng. Bahagia nya hati Oma mu ini Sayang... dalam satu hari dapat tiga cucu laki laki..” ucap Nyonya William sambil menoel noel pipi Twins girl.

__ADS_1


“Ix, akhirnya siapa nama anakmu?” tanya Nyonya William selanjutnya. Dan semua orang pun menunggu jawaban Ixora.


“Arend, Adelaar, Havik pilih mana Ma, Pa?” ucap Bang Bule Vincent malah bertanya.


__ADS_2