
Vadeo segera membuka kunci kamar nya dan dia segera masuk ke dalam kamar nya. Saat dia sedang melangkah menuju ke sofa dan akan mengambil hand phone dari saku jas nya. Tiba tiba terdengar suara dering dari hand phone nya. Dia pun segera mengambil hand phone nya. Saat di lihat Sang istri yang melakukan panggilan video. Dengan segera Vadeo menggeser tombol hijau.
“Sayang kamu sudah bangun? Aku sangat kangen pada mu Sayang.” Ucap Vadeo sambil mendudukkan pantat nya di sofa.
“Pa, Aca dan Aya ikut audisi apa? Model apa? Iklan? Papa kok tidak bilang ke aku?” suara Alexandria dengan pertanyaan beruntun.
“Hmmmm maaf bukan audisi model.” Jawab Vadeo dengan pelan pelan.
“Terus artis apa? Mama bilang katanya Aca dan Aya ikut audisi artis.” Ucap Alexandria lagi dengan nada khawatir.
“Bukan artis, tapi masuk tim misi Bule Vincent.” Ucap Vadeo selanjutnya dengan pelan.
“Pa itu sangat bahaya buat mereka. Mereka masih balita Pa.. .” Ucap Alexandria dengan nada tinggi karena khawatir dengan keselamatan dan keamanan kedua anak nya yang mengikuti misi Bang Bule
“Sayang tapi mereka sangat hebat. Kemampuan mereka berdua sangat dibutuhkan di tim itu. Mereka sudah berjanji akan menjaga keselamatan dan keamanan anak anak kita. Mereka akan dipasang chip pada tubuhnya. Nah aku mau minta pendapat kamu tentang pemasangan chip itu.” Ucap Vadeo ....
“Jangan dulu, tunggu aku pulang.” Ucap Alexandria dengan cepat.
“Tapi Say...” ucap Vadeo dengan nada khawatir.
“Pokok nya tunggu sampai aku pulang Pa aku harus lihat secara langsung alat yang akan dipasang pada tubuh anak anak kita. Aku harus pastikan alat itu aman buat mereka berdua. Termasuk aman buat kesehatan mereka ke depan nya.” Ucap Alexandria dengan nada serius.
“Di mana mereka sekarang?” tanya Alexandria kemudian.
“Tidur di kamar nya.” Jawab Vadeo lalu melepas jas yang masih menempel di tubuh nya.
“Aku mau lihat mereka.” Ucap Alexandria dengan tidak sabar.
“Say kita main main dulu yuk bentar saja... aku perlu sesuatu agar jadi lebih rileks otakku. Sejak tadi aku stres menunggui Anak anak test.” Ucap Vadeo dengan wajah memelas.
__ADS_1
“Nanti Pa... aku pengen lihat anak anak dulu, kangen banget ...” ucap Alexandria sambil tersenyum menatap Vadeo di layar hand phone nya. Vadeo akhirnya mau tak mau bangkit berdiri dan melangkah menuju ke pintu kaca penghubung ke kamar anak anaknya.
Sementara itu di lantai bawah di Mansion utama Jonathan. Tepat nya di ruang keluarga. Bang Bule Vincent sedang dicecar banyak pertanyaan pertanyaan dari Nyonya William dan Nyonya Jonathan.
“Ma aku tidak berhak menjawab semua pertanyaan pertanyaan itu.” Ucap Bang Bule Vincent karena memang tidak bisa menjawab semua pertanyaan pertanyaan yang diajukan ke pada diri nya. Sebab pertanyaan menyangkut tentang audisi artis yang diikuti oleh si kembar.
“Biar nanti orang tua Aca dan Aya yang menjawab nya langsung kepada Mama Jo dan Mama William.” Ucap Bang Bule lagi sambil menatap wajah Nyonya William dan Nyonya Jonathan.
“Kamu Uncle nya yang sejak tadi turut serta, kamu juga punya hak menjawab dan berkewajiban menjawab pertanyaan ku.” Ucap Nyonya William sambil menatap tajam wajah Bang Bule yang duduk di depannya.
“Sudah ya Ma, aku mau menjemput Ixora.” Ucap Bang Bule Vincent sambil melihat jam di pergelangan tangan nya.
“Sudah terlambat, Ixora sudah dijemput Dealova sekarang di Mansion William.” Saut Nyonya William dengan suara ketus.
“Ya saya mau jemput Ixora di sana.” Ucap Bang Bule sambil bangkit berdiri
***
Hari pun terus berganti. Bang Bule Vincent mendapat informasi jika barang yang dideteksi sesampai di Singapura sudah tidak lagi bisa terlacak.
“Bagaimana cara kerja kalian di situ?” tanya Bang Bule dengan nada tinggi di depan hand phone nya yang sedang terhubung pada rekan kerja nya yang berada di Singapura
“Maaf Tuan, mungkin di sini barang itu dilindungi dengan alat yang lebih canggih dari alat detektor yang kami miliki.” Suara di balik hand phone Bang Bule Vincent dengan nada penuh penyesalan.
“Hmmm ya sudah. Kamu up grade alat kamu itu.” Ucap Bang Bule selanjutnya, dan sambungan teleponnya dengan rekan kerjanya itu segera diakhiri nya.
Bang Bule lalu menghubungi salah satu tim kerja di Indonesia. Dia menginformasikan jika barang kehilangan jejak sesampai di Singapore.
“Apa ada kemungkinan barang itu dalam perjalanan ke negara kita atau malah sudah sampai di negara kita.” suara orang yang dihubungi oleh Bang Bule dengan hand phone nya itu.
__ADS_1
“Bagaimana laporan dari tim pelacak kita di pelabuhan dan bandara?” tanya Bang Bule dengan serius
“Belum ada informasi apa apa, kita menunggu informasi dari Singapore.” Suara dari balik hand phone Bang Bule.
“Sial.” Gumam Bang Bule lalu memutus sambungan telepon nya.
“Hmmm hanya ada satu harapan pada bocah bocah itu.” Gumam Bang Bule yang kini harapannya pada kemampuan kedua keponakannya itu.
Bang Bule segera mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi Richardo yang bertugas mengawal kedua ponakan nya itu. Dia akan menanyakan keberadaan Valexa dan Deondria saat ini.
“Hmmm gara gara Alexandria tidak mengizinkan chip itu dipasang di tubuh Aca dan Aya. Aku tidak bisa melacak langsung keberadaan mereka berdua.” Gumam Bang Bule Vincent sambil masih menghubungi Richardo dan menunggu panggilan nya diterima oleh Richardo.
Sesaat kemudian sambungan teleponnya sudah terhubung dengan Richardo.
“Di mana Valexa dan Deondria sekarang ini?” tanya Bang Bule dengan tidak sabar. Dia ingin segera bertanya pada kedua keponakan itu tentang barang terlarang masuk ke Indonesia.
“Sedang bermain di Mansion William.” Suara Richardo di balik hand phone Bang Bule.
“Apa bisa aku berbicara sebentar dengan mereka?” tanya Bang Bule selanjutnya.
“Mereka berdua berada di dalam kamar Nyonya William bersama Nyonya William dan Nona Dealova. Aku tidak boleh masuk Bang.” Jawab Richardo dengan pelan pelan.
“Okey aku akan segera meluncur untuk mendatangi mereka berdua. Tunggu aku.” Ucap Bang Bule selanjutnya lalu dia segera memutus sambungan teleponnya dengan Richardo. Bang Bule Vincent lalu menaruh lagi hand phone nya di saku celana cargonya.
“Hmmm harus membeli sesuatu buat Mama Mertua agar sedikit melunak jinak saat aku datang nanti.” Gumam Bang Bule Vincent dalam hati sambil melangkah keluar dari rumah nya untuk menuju ke mobil nya yang terparkir.
“Belikan apa ya...” gumam Bang Bule Vincent yang ekspresi wajah nya tampak bingung dan masih terus melangkah menuju ke mobil nya.
....
__ADS_1