Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 64. Melepas Rindu


__ADS_3

“Selamat malam Bung.” Ucap Bang Bule Vincent sambil membuka pintu mobil nya dan segera masuk ke dalam mobil.


“Apa sudah mendapatkan informasi ke mana Richie pergi?” tanya pimpinan tim misi di balik hand phone Bang Bule Vincent.


“Belum hand phone milik orang tua nya off semua mungkin sedang melepas rindu.” Ucap Bang Bule Vincent sambil mendudukkan pantatnya di jok kemudi dan memasang sabuk pengaman.


“Okey, baiklah biarlah mereka melepas rindu dulu, bukanya mereka juga sudah melakukan pekerjaan dengan baik. Kita tunggu saja informasi dari mereka dan kita lihat perkembangan pengedaran barang terlarang di negeri kita. Jika masih masif kita lakukan rencana selanjutnya.” Ucap pimpinan tim misi itu


“Sip Bung.” Ucap Bang Bule sambil menyalakan mesin mobil nya. Dan sambungan telepon dengan pimpinan tim misi pun berakhir. Bang Bule pun segera melajukan mobil nya untuk menuju ke rumah sakit guna menjemput isteri tercinta. Dia pun tidak mau kalah dengan Vadeo ingin melepas rindu dengan isteri tercinta nya. Meskipun setiap hari bertemu akan tetapi karena kesibukan pekerjaan mereka berdua, sehingga membuat sulit bisa menghabiskan waktu untuk berduaan terutama untuk bergoyang enak enak di malam hari.


Waktu pun terus berlalu


Sementara itu di kamar Vadeo. Vadeo dan Alexandria belum tertidur. Vadeo masih membelai belai rambut kepala Alexandria yang begitu dia rindu, sesekali dia ciumi rambut indah dan harum milik Alexandria itu. Suasana tampak tenang, kedua anaknya sudah tidak lagi bersuara tampak mata Valexa dan Deondria pun terpejam. Tangan Alexandria menepuk nepuk pantat Deondria yang masih tidur tengkurap di atas tubuh nya. Sedang satu tangannya menepuk nepuk pantat Valexa yang terus memeluk tubuh nya dari samping.


“Apa mereka sudah tidur Sayang?” tanya Vadeo dengan suara berbisik pada Alexandria agar kedua anaknya yang sudah tampak tertidur tidak terganggu.


Akan tetapi tiba tiba....


“Ciapa Pa. (Siapa Pa)?” tanya Valexa dan Deondria dengan suara lantang sambil mendongakkan kepala melihat wajah Sang Papa. Mata kedua nya tampak masih lebar jernih berkilau kilau.


“Hah kenapa kalian belum tidur juga? kan sudah ditepuk tepuk pantat nya oleh Mama.” Ucap Vadeo dengan kaget dan kecewa, karena sudah mengira kedua anak nya tidur dan dia akan segera mengajak Alexandria untuk melepaskan hasrat nya. Ternyata kedua anak nya belum tidur.

__ADS_1


“Udah mau tidul.. tapi na dengan cuaya Papa dadi banun yadi... ( sudah mau tidur .. tapi nya dengar suara Papa jadi bangun lagi).” Ucap Deondria yang kembali merebahkan kepalanya di dada Sang Mama. Alexandria pun hanya tersenyum sambil masih menepuk nepuk pantat kedua anak nya.


“Iya Papa dandu aja.. (Iya Papa nganggu saja).” Ucap Valexa yang juga kembali menyembunyikan kepala nya di ketek Sang Mama.


“Maaf, sekarang bobok lagi.” Ucap Vadeo sambil melihat kedua anak nya yang kembali pada posisi nyaman di tubuh Alexandria.


“Papa ucap ucap tepaya ku dong... (Papa usap usap kepala ku dong...).” pinta Deondria yang tanpa mengubah posisi tidur nya.


“Atu duda Pa... (Aku juga Pa..).” pinta Valexa juga dan sama dia pun tidak mengubah posisi nyaman nya memeluk tubuh Sang Mama. Vadeo pun melaksanakan permintaan kedua anak nya itu kini tangannya mengusap usap kepala Deondria dan Valexa, agar kedua nya segera terlelap.


Dan beberapa menit kemudian


Vadeo pun tersenyum senang lalu dia bangkit dari tidurnya. Dan Vadeo yang posisi nya sudah duduk di atas tempat tidur itu pun kini pelan pelan mengambil tubuh mungil Deondria yang masih tidur dengan posisi tengkurap.


“Nyenyaklah ya Sayang...” ucap lirih Vadeo yang sudah berhasil mengambil tubuh Deondria. Lalu tubuh mungil itu dengan pelan pelan di baring kan di atas tempat tidur.


Alexandria pun pelan pelan mengambil tangan dan kaki Valexa yang berada di atas tubuh nya. Sesaat Alexandria sudah terbebas dari tangan dan kaki mungil Valexa dengan aman. Sebab Valexa tidak terganggu dan masih tidur dengan nyenyak. Vadeo yang melihat tersenyum senang dan penuh harap bisa melepaskan hasrat tanpa gangguan dari kedua anak nya.


Alexandria pun lalu mendudukkan diri dan memosisikan kedua anaknya tidur berdampingan dengan nyaman dan aman.


Alexandria tersenyum sambil membelai rambut kepala kedua nya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


“Ayo Sayang... keburu mereka terbangun.” Ucap Vadeo sambil melihat tubuh kedua anak nya yang tampak tidur dengan nyenyak.


“Sabar Pa, tunggu sebentar. Mereka nyenyak benaran atau jangan jangan nanti terbangun.” Ucap Alexandria yang khawatir jika tiba tiba kedua anak nya terbangun di saat yang tidak tepat.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya terbukti jika Deondria dan Valexa sudah benar benar tidur dengan nyenyak. Vadeo pun dengan pelan pelan menggendong tubuh Sang Istri untuk dibawa menuju ke kamar mandi tempat yang aman untuk melepaskan hasrat nya.


Alexandria mengalungkan tangannya pada leher Vadeo sambil menciumi wajah Sang Suami yang sangat dia rindukan itu.


“Kamu juga sudah tidak sabar kan?” tanya Vadeo sambil tersenyum dan suara yang sudah mulai parau. Alexandria hanya tersenyum dan masih menciumi wajah Vadeo dengan semakin gemas. Nafas Vadeo pun semakin memburu senjata triple T nya kini sudah mulai bereaksi.


Dengan pelan pelan Vadeo membuka pintu kamar mandi agar tidak menimbulkan suara. Vadeo pun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar mandi dan tidak lupa dia menutup dan mengunci pintu kamar mandi.


Vadeo masih terus melangkahkan kaki nya terus masuk ke dalam, sejak kedua anaknya sudah bisa berjalan sendiri, Vadeo merenovasi kamar mandi nya agar lebih aman untuk tempat memadu kasih dengan sang isteri.


Dan Kini Vadeo membuka lagi pintu yang ada di dalam kamar mandi sesaat mereka sampai di suatu ruangan yang tanpa atap dan ada satu buah bath up yang terbuat dari batuan alam yang sangat indah. Kamar mandi terdalam itu di design benar benar bernuansa alam. Vadeo pun lalu menurunkan Alexandria ke dalam bath up itu. Dia ciumi wajah Alexandria dan Alexandria pun membalas ciuman Vadeo. Ciuman mereka pun semakin memanas dan memburu. Kedua nya pun tidak lama kemudian sudah melepaskan pakaiannya yang telah basah karena air di dalam bath up. Pasangan suami istri itu pun melepaskan hasrat dan kerinduannya dengan penuh gairah dan cinta membara.


“Sayang ... “ ucap Vadeo sambil memacu dan menikmati suatu rasa yang sudah dua minggu ditunggu tunggu.


Dan di saat Vadeo dan Alexandria masih merem melek. Tiba tiba terdengar suara gedoran gedoran pintu kamar mandi.


“Papa... Mama.... buta pintu na... (Papa ... Mama... buka pintu nya).” Teriak Valexa dan Deondria dengan suara yang sangat keras.

__ADS_1


__ADS_2