
“Twins. Aunty mau ke ruang persalinan, Aunty Ixora mungkin sudah melahirkan. Kalian ikut atau mau ke kamar Mama?” tanya Dealova pada Twins girls sambil memasukkan lagi hand phone ke dalam tas kecilnya.
“Belum melahirkan..” gumam Valexa dan Deondria.
“Aku mau ke kamar Mama saja...” ucap Valexa dan Deondria secara bersamaan.
“Ya sudah, kalian bersama Aunty Wika dan Boy ya...” ucap Dealova sambil mengusap usap puncak kepala Valexa dan Deondria, kedua bocah itu pun menganggukkan kepalanya. Lalu keduanya menoleh ke arah dinding kaca.
“Bye .. bye.. Aja dan Asa.... sampai berjumpa nanti.. “ teriak Valexa dan Deondria secara bersamaan sambil melambai lambaikan tangannya pada dua box bayi yang berisi Raja dan Asasta. Boy pun ikut ikut melambai lambaikan tangannya dan mengucapkan Bye bye..
“Hah? Aca, Aya, Aja, Asa..... ha.... ha... ha... ha.... “ ucap Dealova sambil tertawa lalu mengacak acak puncak kepala kedua ponakannya itu. Twins girl pun ikut tertawa terkekeh kekeh.
“Kak Wika titip mereka ya.. hati hati ya... bumil bawa tiga bocil ..” ucap Dealova sambil mengusap usap perut buncit Wika dan Wika pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Dan mereka pun akhirnya berpisah jalan.
Dealova melangkah dengan cepat menuju ke ruang persalinan sebelum ditelepon kembali oleh Sang Mama.
Beberapa menit kemudian Dealova sudah berada di dekat ruang persalinan tampak Tuan William berjalan mondar mandir sedangkan Nyonya Willam tampak berdiri dengan ekspresi wajah panik, dan tegang dengan tangan sibuk mengusap usap layar hand phone.
“Ma...” teriak Dealova.
“Hah, untung kamu segera datang..”
“Sudah lahir anak Kak Ixora?” tanya Dealova sambil terus mendekat ke arah Sang Mama.
“Belum.” Jawab Nyonya William
__ADS_1
“Kamu ke depan sana. Nyonya dan Tuan Jansen sudah menuju ke sini. Mereka kan belum pernah ke rumah sakit ini kasihan nanti kalau kesasar.” Ucap Nyonya William selanjutnya.
“Ih.. Mama kirain kak Ixora sudah melahirkan.” Gumam Dealova yang sedikit kecewa.
Saat Dealova akan melangkah, terdengar suara teriak Bang Bule Vincent.
“Aduuuuhhh Beb, sakit....” teriak keras Bang Bule Vincent hingga suaranya terdengar sampai di luar ruangan.
“Kok, yang kesakitan malah laki nya.” Ucap Dealova menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah pintu ruang persalinan.
“Sudah, cepat kamu ke depan malah ngurus laki orang.” Teriak Nyonya William dengan tidak sabar.
“Iya iya Ma...” ucap Dealova lalu melangkah pergi.
“Ma, kok lama ya.. “ ucap Tuan William.
“Sabar Pa, ini kan anak pertama Ixora. Dan belum waktunya juga sebenarnya, tapi tadi di periksa sudah pembukaan tujuh maka langsung dibawa ke ruang persalinan.” Ucap Nyonya William yang masih tampak panik.
Saat Tuan dan Nyonya William masih panik pintu ruang persalinan terbuka dan muncul sosok Bang Bule Vincent dengan rambut yang acak acakan.
“Bul, bagai mana apa sudah lahir?” tanya Tuan dan Nyonya William secara bersamaan.
“Belum Ma, ini hand phone berdering mungkin Mama atau Papa Jansen.” Ucap Bang Bule Vincent sambil meraih hand phone miliknya yang ber dering dari saku celana cargonya.
Saat melihat layar hand phone miliknya Bang Bule Vincent mengernyitkan dahinya sebab di layar hand phone miliknya tertera nama Marcel Hanson teman lama nya melakukan panggilan video bukan orang tua yang ditunggu tunggu.
__ADS_1
“Ada apa Marcel menghubungi aku.” Gumam Bang Bule Vincent lalu menggeser tombol hijau.
“Bang kamu kenapa?” suara seorang laki laki muda di balik hand phone milik Bang Bule Vincent. Mungkin kaget melihat rambut Bang Bule Vincent yang acak acakan dan wajah panik Bang Bule Vincent.
“Apa Cel, aku kira orang tuaku yang menghubungi aku ternyata kamu.” Ucap Bang Bule Vincent tampak ekspresi wajahnya tidak tenang.
“Bang siapa yang sakit?” suara laki laki itu lagi di balik hand phone milik Bang Bule Vincent.
“Istriku mau melahirkan. Cepat katakan itu istriku sudah memanggil manggil aku lagi.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya sebab memang terdengar sayup sayup suara Ixora sedang memanggil manggil Bang Bule.
“Okey.. okey.. nanti saja Bang Bule Vincent menghubungi aku kalau anak Bang Bule Vincent sudah lahir.” Suara seorang laki laki muda di balik hand phone milik Bang Bule Vincent. Dan sambungan video call pun terputus Bang Bule Vincent segera berlari masuk ke dalam ruang persalinan kembali.
“Hah, aku kira sudah lahir cucu ke lima ku.” Ucap Nyonya William yang tampak kecewa sebab cucu ke lima nya belum juga lahir.
“Ma, sudah lama Ixora masuk ke dalam tetapi kok belum juga lahir.” Ucap Tuan William yang tampak gelisah dengan sangat.
“Sabar Pa, semoga Ixora dan baby sehat...” ucap Nyonya William.
Mereka berdua terus berjalan mondar mandir untuk mengurangi rasa stresnya. Mereka sangat mengkhawatirkan kesehatan Ixora dan baby nya sebab belum cukup usia di dalam kandungannya. Meskipun dokter mengatakan semua organ baby sudah lengkap dan berfungsi sempurna.
Sesaat kemudian tampak dua orang bule laki dan perempuan berusia setengah baya berjalan tergopoh gopoh bersama Dealova.
“Bagaimana Ixora ?” tanya Tuan dan Nyonya Jansen yang sangat menyayangi Ixora. Menantu yang diidam idamkannya.
“Belum melahirkan. Kita doakan semoga segera lahir dan selamat Ixora dan baby.” Ucap Nyonya William sambil memeluk besan perempuannya yang dulu pernah diusirnya sebab Nyonya William dulu tidak merestui Bang Bule Vincent menjadi kekasih Ixora.
__ADS_1