
Ixora pun membujuk sang kakak agar mengisi perutnya dengan makanan yang sudah ada di meja makan terlebih dahulu sambil menunggu pekerjaan Vadeo selesai.
Sementara itu Vadeo dengan cepat membuka pintu dapur untuk mencari ikan tawar dan membakarnya untuk istri tercinta.
“Bro bagaimana ikan laut yang kita bawa ha.... ha.... ha....” suara Bang Bule Vincent yang juga sudah turut serta masuk di dalam dapur.
“Gara gara ide brilian kamu itu. Alexandria kecewa dan hampir menangis. Aku tidak ingin besok anak anakku itu membenci aku gara gara oleh oleh ikan asin.” Ucap Vadeo sambil mencari cari Ibu pelayan yang tidak ada di dapur.
Dan di saat Vadeo akan keluar dari dapur tampak sosok ibu pelayan berada di depan pintu dia baru saja selesai menyiapkan alat alat bakar karena dia masih mengira ada masalah salah angkut.
“Bu, di mana ikan air tawar dan apa sudah siap alat bakarnya?” tanya Vadeo sambil menatap ibu pelayan yang melangkah masuk. Ibu pelayan itu tiba tiba menghentikan langkahnya dan ekspresi wajahnya tampak bingung.
“Tuan mencari ikan apa?” tanya Ibu pelayan sambil menatap Vadeo.
“Apa suara aku kurang jelas Bu. Ikan air tawar untuk dibakar buat istriku Alexandria yang sedang ngidam.” Ucap Vadeo dengan lengkap dan Bang Bule Vincent yang mendengar tertawa terkekeh kekeh.
“Haduh yang di dapur sudah habis saya masak buat Nona Eveline dan teman temannya tadi sudah dibawa ke guest house oleh Pak Kebun saat istirahat siang.” Jawab Ibu pelayan yang masih dengan ekspresi bingung. Bang Bule Vincent pun menghentikan tawanya sebab dia merasakan akan mendapatkan tugas berat dari Vadeo.
“Bukannya Nyonya Alexa menginginkan ikan laut, Tuan ? Tadi sudah saya tawarkan ikan air tawar tidak mau maka ikan saya masak buat yang lain.” Ucap Ibu pelayan lagi.
“Bul, sekarang kita kolam belakang kamu ambil ikan yang durinya tidak banyak yang dagingnya tebal!” ajak dan perintah Vadeo pada Bang Bule Vincent. Mereka berdua pun segera melangkah keluar dari dapur untuk menuju ke kolam ikan yang berada di dalam area kebun sayur organik di belakang rumah.
__ADS_1
“Tuan.. lha mana ikan laut yang dibawa?” teriak Ibu pelayan masih tampak bingung akan tetapi dua orang Tuannya itu sudah berlalu.
Vadeo dan Bang Bule Vincent terus melangkah menuju ke kolam ikan air tawar. Tampak Vadeo di sepanjang perjalanan mengomeli Bang Bule Vincent.
“Sebagai hukumannya kamu tidak aku izinkan melakukan enak enak di sungai itu. Aku cabut izin dariku dulu itu.” Ucap Vadeo yang terus berjalan menuju ke kolam.
“Bro jangan sekejam itulah. Aku pun ingin punya anak anak macam Twins itu Bro. Tolonglah Bro izinkan aku buat anak di sungai itu. Mana aku tahu kalau Alexa ingin ikan laut bakar. Kamu kan Cuma bilang ikan laut.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada sedih penuh penyesalan sebab dia sudah membayangkan jika kondisi aman akan segera melakukan enak enakan di sungai dengan Ixora.
“Kamu enak enakan aja dengan Ixora di kolam ikan ini.” Ucap Vadeo yang kini sudah berdiri di tepi kolam ikan. Dia tampak bingung untuk memilih ikan mana yang dimaksud dengan Alexandria. Sedangkan Bang Bule Vincent tampak garuk garuk kepala membayangkan jika enak enakan dengan Ixora di dalam kolam ikan itu. Dan jelas Ixora akan menolak dengan mentah mentah.
“Bul kamu tahu tidak ikan yang tidak banyak durinya dan dagingnya tebal?” tanya Vadeo pada Bang Bule Vincent sambil menatap ikan ikan yang berenang di dalam air kolam.
“Sudah istirahat Bul, dan tidak lagi kembali ke sini hari ini Cuma setengah hari.” Ucap Vadeo.
Dan sesaat kemudian mereka berdua mendengar suara teriakan.
“Papa......” suara Valexa dan Deondria yang berlari lari menuju ke arah Vadeo dan Bang Bule Vincent.
“Aca.. Aya kalian tidak istirahat?” teriak Vadeo sambil menatap kedua anaknya yang berlarian menuju ke arah nya.
“Papa, ayo tita cayi itan di cungai untuk Mama.. (Papa, ayo kita cari ikan di sungai untuk Mama..).” Teriak Valexa dan Deondria, mereka berdua pun terus berlarian menuju ke sungai.
__ADS_1
“Ayo Bro ikuti mereka, pasti mereka akan dapat ikan yang diinginkan Alexa.” Ucap Bang Bule Vincent sambil melangkah mengikuti kedua keponakannya.
“Tapi hukuman masih berlaku Bul.” Ucap Vadeo yang juga mau tak mau ikut melangkah menyusul Valexa dan Deondria.
Sesaat tiba tiba, hand phone yang ada di saku baju Vadeo berdering. Sambil melangkah Vadeo mengambil hand phone miliknya. Dia mengira Alexandria menghubungi dirinya, akan tetapi saat dilihat layar hand phone miliknya.
“Mama..” gumam Vadeo saat melihat di layar hand phone miliknya tertera nama kontak Mama Jo melakukan panggilan video. Vadeo pun segera menggeser tombol hijau dan sambil terus berjalan menuju ke sungai mengikuti anak anaknya.
“Deo, informasi dari Papa kondisi sudah aman. Segera jemput aku ya, aku tahu di pulau Alexandria banyak permata langka.” Suara Oma Jo di balik hand phone milik Vadeo.
“Dari mana Papa tahu kondisi sudah aman?” ucap Vadeo malah bertanya
“Papa kan sudah menghubungi pengawal yang kamu ambil itu,. Oma Kucing juga sudah tanya ke pengawal Dealova yang kamu ambil. Katanya sudah pulang ke pulau Alexandria. Dan mereka akan berlibur di sana dulu.” Suara Nyonya Jonathan lagi.
“Tapi kondisi belum aman seratus persen Ma, kita belum tahu orang orang di dalam kapal itu apa masih berada di sekitar pulau.” Ucap Vadeo terus terang dengan kondisi yang ada.
“Heleh mereka pasti sudah hanyut dimakan ikan hiu.” Ucap Nyonya Jonathan
“Pokoknya aku dan Oma Kucing akan segera menyusul kalian sebelum kalian pulang ke Mansion Jonathan. “ ucap Nyonya Jonathan lagi lalu memutus sambungan teleponnya.
“Hah, masalah ikan belum selesai ditambah Oma Oma mau datang.” Gumam Vadeo sambil memasukkan lagi hand phone ke dalam saku baju nya. Vadeo terus berjalan menuju ke sungai, Valexa dan Deondria tampak terus berlarian dan di belakangnya Bang Bule Vincent yang berada tidak jauh dari si Kembar. Suara burung burung pun mulai bersaut sautan berkicau riang bagai menyambut kedatangan Si Kembar.
__ADS_1