Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 246.


__ADS_3

Beberapa menit kemudian keluarga kecil Vadeo pun sudah datang. Alexandria dan Twins girl langsung melangkah menuju ke lantai dua untuk menemui baby Twins boy yang sudah mereka rindukan. Sedangkan Vadeo langsung melangkah menuju ke ruang tamu untuk menemui teman temannya.


“Aku masuk ke dalam, sudah ada Vadeo. Ingat akan nasihat dan saran ku tadi. Kalian semua harus puasa.” Ucap Tuan Jonathan lalu dua bangkit dari tempat duduknya saat Vadeo sudah mendekat dan menyalami teman temannya.


“Selamat ya Deo sudah lengkap kamu punya Twins girl dan Twins boy.” Ucap mereka berempat sambil bergilir menjabat tangan Vadeo dengan erat dan juga memeluk tubuh Vadeo.


“Terima kasih.” Ucap Vadeo


“O ya aku mengundang kalian ke sini selain untuk membicarakan rencana pemugaran bangunan itu, juga untuk acara makan malam nanti. Syukuran atas kelahiran Twins boy.” Ucap Vadeo selanjutnya lalu mendudukkan pantatnya di salah satu sofa.


“Dengan senang hati Deo.” Ucap mereka berempat secara bersamaan.


“Okey mari kita ke ruang kerjaku. Tidak lama lagi teman teman Mama akan datang untuk acara sembahyang.” Ucap Vadeo kemudian lalu bangkit berdiri. Keempat teman dia pun ikut bangkit berdiri dan melangkah mengikuti langkah kaki Vadeo.


Tidak lama kemudian mereka berlima sudah masuk ke ruang kerja Vadeo.


“Deo, Tuan Jonathan menyarankan kami harus puasa dulu benarkah?” ucap salah satu dari keempat teman Vadeo sambil mendudukkan pantatnya di sofa yang berada di dalam ruang kerja Vadeo.


“Aku rasa ada benarnya, agar hati kalian bersih dari niat niat jahat dan mendapat perlindungan dari Sang Pencipta Alam Semesta.” Ucap Vadeo sambil mendudukkan pantatnya di kursi kerjanya.


“Ingat jangan sekali kali kalian berkhianat pada aku. Aku percayakan proyek ini pada kalian karena kita sudah berteman lama.” Ucap Vadeo selanjutnya, karena keempat temannya itu memang satu almamater dengan kampus tempat dia kuliah di luar negeri cuma beda fakultas saja.

__ADS_1


“Siap Bro.” Ucap keempat teman Vadeo secara bersamaan.


“Okey, sekarang aku paparkan tentang bangunan bawah tanah itu juga tentang bukit itu.” Ucap Vadeo lalu dia membuka layar lap top nya. Dia menampilkan tentang foto foto dan video bangunan bawah tanah dan juga bukit pohon asam. Keempat teman Vadeo itu memperhatikan dengan seksama foto foto dan video yang tersaji.


Beberapa menit kemudian....


“Seperti itu, bisa untuk gambaran kalian sebelum kalian datang langsung ke sana.” Ucap Vadeo lalu menutup layar lap topnya.


“Yang aku inginkan tidak mengubah topografi bukit itu, tidak mengubah bangunan asli bawah tanah itu juga. Dan harus kalian ingat tidak merusak lingkungan alam.” Ucap Vadeo sambil menatap tajam wajah ke empat temannya secara bergantian.


“Aku juga harus bertanya dulu pada Twins girl, apa kalian sudah diizinkan untuk observasi langsung ke sana.” Ucap Vadeo selanjutnya.


“Ada yang menunggu di bukit itu dan hanya Twins girl yang bisa berkomunikasi pada dirinya. Aku katakan terus terang pada kalian agar kalian tidak kaget.” Ucap Vadeo dengan nada serius, ketiga teman Vadeo tampak kaget.


“Benar kan yang aku bilang bukit itu sangat angker.” Ucap teman Vadeo yang dulu pernah bekerja di pulau Alexandria.


“Tenang saja kalian tidak usah takut kalau niat kalian baik benar benar bekerja sama dengan aku. Aku akan bayar berapa pun kalian minta. Dan aku juga akan berikan bonus.” Ucap Vadeo dengan mantap.


“Deo, kamu masih punya satu adik ipar yang masih gadis, apa bisa kamu menjadikan dia sebagai kekasih ku.” Ucap salah satu teman Vadeo yang pernah bekerja di pulau Alexandria.


“Wah untuk masalah itu aku tidak bisa janji..” ucap Vadeo sambil bangkit berdiri lalu menuju mini pantry yang ada di dalam ruang kerja itu lalu mengambil beberapa kaleng soft drink dari kulkas.

__ADS_1


“Sambil menunggu makan malam, sekarang katakan padaku rencana rencana kalian setelah melihat foto dan video juga kemauanku...” ucap Vadeo selanjutnya sambil memberikan soft drink pada teman temannya.


Keempat teman Vadeo itu pun lalu mengatakan rencana rencana yang akan mereka buat untuk proyek pemugaran bangunan bawah tanah. Meskipun rencana fix nya setelah mereka semua melihat langsung lokasi.


Mereka berbincang bincang masalah serius namun dengan santai. Hingga tidak terasa jam makan malam pun.


Sesaat pintu ruang kerja Vadeo pun terdengar suara ketukan bertubi tubi.


“Pasti kita sudah disuruh gabung dengan mereka.” Ucap Vadeo dan sebelum Vadeo bangkit berdiri pintu ruang itu sudah terbuka dan muncul tiga sosok bocah yang langsung berlari menuju ke tempat duduk Vadeo.


“Ooo Aca, Aya, Boy.. sini kenalkan ini mereka Om Om yang akan membantu memugar bangunan bawah tanah di bukit pohon asam.” Ucap Vadeo sambil melambaikan tangan pada ke tiga bocah itu agar mendekat dan memberi salam pada ke empat temannya.


“Apa Om Om sudah berani ke bukit pohon asam?” tanya Twins girl saat sudah mendekat pada ke empat teman Sang Papa.


“Sepertinya akan ada satu yang pingsan di sana.” Ucap Deondria sambil tersenyum dan menatap ke empat teman Sang Papa Vadeo.


“Ha? Siapa?” tanya ke lima laki laki dewasa itu.


“Kita lihat saja nanti...” ucap Valexa dan Deondria secara bersamaan.


“Ayo Pa, sudah ditunggu...” ucap Valexa sambil menatap Vadeo.

__ADS_1


__ADS_2