
Beberapa waktu kemudian setelah melewati proses yang berada di dalam ruang persalinan. Dan menunggu dengan gelisah yang berada di luar ruang persalinan..
“Opa... Oma.. adikku sudah lahir satu...” teriak Valexa dan Deondria sambil meloncat loncat. Sementara Tuan Jonathan sedang berjalan mondar mandir dan Nyonya Jonathan duduk sambil melantunkan doa doa. Mendengar teriakan Twins girl Opa dan Oma itu langsung menghentikan kegiatannya.
Dan benar sesaat kemudian terdengar suara tangis bayi yang sangat keras.
“Ooooeeeekkkk..... oooooeeekkkkk.... oooooeeeekkkkkkk...”
“Itu Raja sudah bersuara.. Asasta belum keluar.” Ucap Valexa.
Tuan dan Nyonya Jonathan lalu melangkah menuju ke pintu ruang persalinan itu. Mereka berdua mengintip lewat kaca yang ada di daun pintu itu akan tetapi tidak bisa melihat sosok Alexandria atau Vadeo apalagi cucu mereka yang baru lahir. Tuan dan Nyonya Jonathan hanya bisa melihat lorong ruang persalinan itu.
“Opa, Oma tunggu sebentar... “ teriak Valexa dan Deondria.
“Sayang apa mereka baik baik saja..” ucap Tuan dan Nyonya Jonathan tampak masih gelisah. Sebab diberi tahu oleh Dokter jika bayi kedua selisih waktu keluarnya lama, akan segera dibawa ke ruang operasi.
Tampak Valexa dan Deondria menganggukkan kepalanya dengan ragu ragu. Dan itu membuat Nyonya Jonathan semakin gelisah.
“Mama kesakitan...” gumam Valexa dan Deondria secara bersamaan. Lalu tampak kedua bocah itu diam sambil tangan mungil mereka bersedekap. Mata keduanya pun terpejam.
Tuan dan Nyonya Jonathan kembali menuju ke pintu ruang persalinan untuk mengintip ke dalam ruang itu. Jika nanti Alexa dibawa ke ruang operasi pasti akan terlihat brankar berjalan di lorong ruang persalinan yang bisa mereka lihat.
Terdengar suara Vadeo berteriak teriak sangat keras dari dalam ruang persalinan.
“Ayo Ma... sebentar lagi Asasta keluar..” teriak Vadeo memberi semangat.
“Aduuuuhhh sakit.....” teriak Vadeo lagi.
__ADS_1
Tuan dan Nyonya Jonathan masih mengintip pada kaca di daun pintu.
“Kok, Vadeo yang malah kesakitan.” Gumam Tuan Jonathan.
“Pasti Alexa mencengkeram tubuh Vadeo itu..” ucap Nyonya Jonathan yang masih mengintip dan sambil melanjutkan melantunkan doa di dalam hati.
Dan tidak lama kemudian.
“Horeeee.....” teriak Valexa dan Deondria secara bersamaan sambil kembali loncat loncat bahagia. Tuan dan Nyonya Jonathan menoleh ke arah Twins girl tampak kedua bocah itu masih meloncat loncat sambil bertepuk tangan bahagia. Dan sesaat kemudian...
“Oooeeeeekkkk... ooooeeeekkkkk.... ooooooeeeeeeekkkk. .” suara tangis bayi dari dalam tidak kalah kerasnya dari bayi pertama.
“Alhamdulillah.... “ ucap Nyonya Jonathan sambil tersenyum. Lalu Tuan dan Nyonya Jonathan melangkah menuju ke tempat Valexa dan Deondria, mereka menggendong dan menciumi Twins girl untuk menumpahkan rasa syukur dan bahagianya.
Sementara itu di dalam ruang persalinan. Vadeo mencium wajah Sang istri sambil berkali kali mengucapkan terima kasih. Sementara di bawah sana Ibu Dokter sedang menjahit tempat jalan bayi.
“Terima kasih Dok.” Ucap Vadeo dan Alexa secara bersamaan. Dan sesaat kemudian dua orang perawat datang sambil membawa dua bayi yang baru lahir yang sudah dibersihkan.
“Ini Tuan dan Nyonya Vadeo, Twins boy... “ ucap dua perawat itu. Vadeo pun menerima satu bayi lalu melantunkan doa di telinga bayi itu dan selanjutnya di taruh di dekat Alexa, lalu menerima satu bayi berikutnya dan setelah melantunkan doa di telinganya dia pun menaruh di dekat Alexa.
“Kalian berikan gelang sesuai perintahku kan?” tanya Vadeo pada dua perawat itu sambil melihat gelang di tangan anak anak nya.
“Iya Tuan, yang pertama saya beri tulisan nama Raja putera Nyonya Alexandria dan yang kedua Asasta putera Nyonya Alexandria. “ ucap salah satu dari dua perawat itu.
Alexandria tampak memberikan asi pertamanya pada salah satu anaknya sambil mengamati anaknya. Melihat lihat jika ada tanda lahir yang bisa membedakan satu dengan lainnya. Sedangkan Vadeo tetap tidak bisa membedakan mereka seperti saat bayi nya Twins girl.
Setelah keduanya mendapat asi pertama. Twins boy diambil lagi oleh dua perawat untuk dibawa ke ruang bayi. Sedangkan Alexandria dibawa ke ruang perawatan. Berkali kali Vadeo menciumi Alexandria.
__ADS_1
Saat mereka keluar dari ruang persalinan. Tuan dan Nyonya Jonathan yang menggendong Twins girls langsung menyambut mereka.
“Mana Twins boy?” tanya Tuan dan Nyonya Jonathan.
“Di ruang bayi mereka sehat, paling besok pagi sudah boleh ikut di ruang perawatan.” Jawab Vadeo yang berjalan di samping brankar Alexandria.
Dan bersamaan itu tampak dari arah depan ada sebuah brankar yang didorong dan ditarik oleh tim medis menuju ke ruang persalinan. Tampak sosok Bang Bule Vincent berjalan di samping brankar itu dan di belakang mereka Tuan dan Nyonya William berjalan dengan cepat mengikuti brankar yang terus ditarik dan didorong itu.
“Apa Ixora juga akan melahirkan?” tanya Vadeo sambil menatap ke arah depan.
“Sepertinya, tadi katanya Ixora mules mules..” jawab Nyonya Jonathan.
“Hahhh anak bule itu tidak mau kalah sama kakak kakaknya, ingin cepat cepat melihat dunia.” Gumam Vadeo dan terus berjalan di samping brankar sang isteri.
Dan tidak lama kemudian, mereka pun berpapasan akan tetapi brankar Ixora terus berjalan menuju ke ruang persalinan, Bang Bule Vincent pun tampak panik melangkah dengan cepat mengikuti brankar yang membawa sang istri.
“Bagaimana kamu Al?” tanya Tuan dan Nyonya William sambil melihat Alexandria di atas brankar yang berjalan pelan pelan tidak seperti brankar yang membawa Ixora, yang berjalan dengan cepat.
“Baik Ma, Pa. Twins boy juga sehat.” Jawab Alexandria.
“Syukur alhamdulillah, ya sudah, kami menemani Ixora dan Bule dulu...” ucap Nyonya William.
“Semoga lancar...” ucap Tuan dan Nyonya Jonathan juga Vadeo dan Alexandria.
Beberapa saat kemudian tampak ada seorang gadis cantik berlari lari menuju ke arah mereka.
...
__ADS_1