Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Dugaan tidak beralasan


__ADS_3

Setelah menemukan bengkel terdekat, Sam membelokkan motornya.


Ayu dan Mita sendiri masih terlihat sibuk di dalam mini market untuk membelikan pesanan minuman yang sengaja Sam minta.


"Olinya bocor. Kira-kira berapa biayanya?" Tanya Sam seraya memperhatikan ke mini market yang kebetulan berada di depan bengkel tersebut.


"Ini sih parah Mas. Harus di ganti tempat olinya." Sam mengeluarkan uang darurat yang selalu di letakkan pada saku jaketnya.


"Ini cukup?" Sam memberikan sepuluh lembar uang seratusan.


"Mas bercanda? Ini terlalu banyak Mas."


"Tidak apa." Sam sedikit panik ketika menyadari Ayu sudah keluar dari mini market." Saya ingin motor ini segera di perbaiki. Jika nanti pemiliknya bertanya berapa biayanya. Tolong berikan nota yang tidak sesuai." Si montir mengerutkan keningnya seraya tersenyum.


"Lebih murah begitu Mas."


"Hm contohnya 85 ribu."


Ini yang di namakan menolong tanpa pamrih.


"Mereka datang. Tolong aturlah semuanya sesuai permintaan." Ujar Sam berbisik.


"Siap Mas."


Sam duduk di salah satu kursi di ikuti kedatangan Ayu yang langsung menyodorkan air mineral pesanan Sam.


"Ini Mas. Saya belikan roti sekalian." Ujar Ayu tersenyum.


"Terimakasih."


"Saya yang berterima kasih." Ayu memilih duduk bersama Mita sehingga ketiganya duduk saling berhadapan.


Mita memperlihatkan dompetnya yang hanya berisi uang 100 ribu. Ayu yang melihat itu, menghela nafas panjang. Dia takut jika dananya tidak cukup untuk membayar biaya perbaikan motornya.


"Kalau nanti kurang. Aku akan menghubungi Mas Dika." Ujar Ayu berbisik.


"Dia akan marah padamu."


"Biarkan saja." Baru saja Ayu berhenti bicara. Sebuah mobil yang sangat di kenal terparkir di depan bengkel.


Seketika wajah Ayu berubah panik namun mencoba di sembunyikan saat melihat Dika keluar dari mobil tersebut.


"Sial!" Umpat Ayu pelan. Dia memilih berdiri lalu berjalan menghampiri Dika.


Sam menoleh, mengikuti kemana Ayu melangkahkan kakinya. Sorot matanya menatap lekat ke arah Dika dan Ayu yang tengah berbincang.


Apa dia Suaminya?

__ADS_1


"Bagus sekali. Kau tidak ingin ku antar agar bisa bertemu dengan lelaki itu." Menunjuk ke arah Sam. Cepat-cepat Ayu menurunkan tangan Dika karena merasa sungkan pada Sam.


"Jangan bicara macam-macam Mas. Sebaiknya kamu pulang saja daripada membuat onar di sini."


"Kau membela lelaki miskin itu!" Ayu menarik nafas panjang lalu berusaha menyeret Dika untuk menjauh. Tapi perbuatannya malah membuat Dika berjalan menghampiri Sam." Haha aku tidak menyangka selera mu tidak berbobot." Dika menatap lekat Sam yang seakan tidak merespon ucapannya.


Dika sengaja mengikuti Ayu secara diam-diam. Dia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Ayu berdebat dengan Bimo si juru parkir.


Seharusnya dia turun dan menolong. Tapi Dika terlalu di butakan oleh rasa penasaran tentang siapa orang yang akan di temui Ayu.


Saat Dika melihat Sam melontarkan pembelaan. Terbesit rasa cemburu yang langsung bergejolak. Meski Dika menganggap jika Sam pegawai Cafe. Namun paras tampan dan pesonanya tentu memicu perasaan takut jika Ayu benar-benar memiliki hubungan seperti tebakan yang bersarang di otaknya.


"Apa dia berkerja di Cafe itu? Katakan, kau ingin bertemu dengannya atau dengannya." Menunjuk ke arah Mita dan Sam secara bergantian.


"Kau bicara apa?"


"Aku bertanya fakta yang sebenarnya."


"Fakta apa? Aku berniat menemui Mita dan sesuatu tidak terduga terjadi."


Untuk apa aku cemburu pada lelaki yang tidak sepadan denganku! Aku direktur! Sementara dia hanya pegawai Cafe kecil itu!!!


"Sebaiknya kamu pulang saja. Kita bicarakan ini di rumah. Aku akan pulang setelah motor ini selesai di betulkan." Menunjuk ke arah motor.


"Aku tidak pernah tahu soal lelaki ini." Kembali menunjuk Sam. Dika sedang menyamakan keburukan yang kerapkali di lakukan. Sudah lama dia sering berhubungan dengan sembarangan wanita hanya untuk menepis rasa kecewanya pada penampilan Ayu.


"Apa kau tahu kalau dia sudah bersuami?" Sam yang masih tidak merespon semakin membuat Dika kebakaran jenggot.


"Aku titip motorku Mit." Ayu meraih lengan Dika dengan kedua tangannya. Bukan hanya merasa sungkan dengan Sam, tapi Dika membuat dirinya menjadi sorotan sekitar." Ayo pulang Mas." Ajakan Ayu malah di balas Dika dengan perlakuan yang kasar. Dia menarik cepat lengannya hingga membuat Ayu hampir terjungkal. Cepat-cepat Sam berdiri untuk menahan tubuh Ayu agar tidak terjatuh.


Sikap yang di perlihatkan Sam semakin mengukuhkan dugaan Dika jika Ayu memiliki hubungan khusus. Emosinya semakin meluap-luap.


Tanpa aba-aba Dika melayangkan pukulan yang di tujukan pada Sam. Beruntung, sebab Sam mampu menghindari pukulan tersebut.


"Tidak Mas!!!" Teriak Ayu berdiri di hadapan Dika untuk menghalau tubuhnya agar tidak menyerang Sam.


"Berarti benar dugaanku!!"


"Dugaan apa?"


"Kau berselingkuh?" Ayu menghela nafas panjang, sementara Sam malah tersenyum simpul.


"Kau sedang menyamakan keburukan mu. Astaga." Gumam Ayu pelan." Kau yang berselingkuh lalu sekarang kau menuduhku? Lihatlah faktanya!" Menunjuk ke Mita." Jika aku berselingkuh. Untuk apa aku bersama Mita? Bukankah kau tahu jika dia sahabat ku dari kecil?" Dika mendengus, dia berusaha meredam emosinya yang tidak beralasan." Jangan libatkan orang lain. Mas Sam hanya sedang membantuku untuk membawa motor ini ke bengkel!" Mita berjalan menghampiri lalu mengusap-usap punggung Ayu lembut.


"Iya Mas. Aku tadi janjian sama Ayu untuk pergi ke lapak buah." Sahut Mita menjelaskan.


"Dari mana Mas tahu aku di sini?"

__ADS_1


"Em itu. Aku tadi mengikuti mu." Jawab Dika pelan. Emosinya mulai meredah sebab dia yakin jika Ayu masih setia padanya.


"Oh mengikuti." Ayu tersenyum getir." Lalu Mas hanya jadi penonton dan datang lalu marah-marah tidak jelas?" Dika menelan salivanya kasar. Ucapan Ayu di rasa benar. Dia memang berniat mengikuti saja tapi harus tersulut cemburu hanya karena merasa tersaingi dengan paras tampan Sam." Kenapa tidak pergi ke tempat wanita-wanita itu dan malah mengurusi urusanku?" Ayu kembali memperlihatkan senyum lalu membalikkan tubuhnya namun tangan Dika kembali mencegah.


"Kemana?"


"Meminta maaf atas sikap buruk mu." Ayu menyingkirkan tangan Dika lalu berjalan ke arah Sam." Maaf Mas atas kericuhannya. Saya harap ini tidak akan berpengaruh pada perkerjaan saya nantinya." Dika hanya mampu pasrah dan duduk lemah di salah satu kursi. Apalagi saat mendengar fakta jika Ayu akan berkerja di tempat yang sama.


Jadi. Dia akan berkerja di Cafe itu? Ah! Apa aku harus mengurungkan niat untuk memberikan pelajaran untuk Ayu?


"Tidak apa. Semua orang pernah salah faham." Jawab Sam sopan meski hatinya merasa tidak rela melihat betapa buruknya Dika memperlakukan Ayu." Em sebaiknya kamu pulang saja. Untuk urusan motor, biar orang bengkel yang mengantarkan." Cepat-cepat Mita menghampiri keduanya.


"Malah mahal nanti Mas."


"Iya Mas. Biar saya menunggu saja."


"Akan ku bayar!" Sahut Dika kasar. Dia berjalan ke arah montir untuk memberikan kartu nama." Hubungi nomer ini jika selesai." Pintanya seraya melirik geram ke arah Sam.


Seharusnya aku bisa menolak tapi.. Ayu menatap Sam dengan perasaan bersalah. Dia akan membuat onar kalau aku tidak pulang.


"Kita pulang." Dengan gerakan kasar, Dika meraih pergelangan tangan Ayu lalu mengiringnya ke mobil.


Braaaakkkkk!!!


Sengaja, Dika membanting pintu mobil seraya terus menatap lekat ke arah Sam yang seakan tengah mengejeknya.


"Astaga. Dika semakin parah saja." Eluh Mita menatap kepergian Ayu.


Aku bisa lebih parah dari itu. Sayang sekali dia bukan milikku.


"Apa mereka sedang ada problem rumah tangga?"


"Iya Mas. Itu kenapa Ayu mencari perkerjaan untuk mengganti ponsel Suaminya yang rusak." Sam terkekeh kecil. Sejak awal mendengar alasan aneh itu, dia merasa konyol.


"Dia hanya terlalu sombong untuk mengakui rasa cintanya." Sam duduk, di ikuti oleh Mita.


"Cinta Dika maksudnya?"


"Hm ya. Dia masih sangat mencintai temanmu."


"Mustahil Mas. Kata Ayu, Dika akan menceraikan nya jika dia tidak bisa merubah bentuk tubuhnya seperti dulu."


"Itu hanya strategi. Aku yakin dia tidak sungguh-sungguh mengucapkannya." Mita menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak mempercayai ucapan Sam, mengingat bagaimana cerita yang di dengar dari Ayu tadi pagi.


Ketika aku menemukan sosok wanita idaman. Kenapa dia sudah bersama orang lain. Ah Tuhan.. Apa aku sudahi saja penyamaran ini dan menikah dengan salah satu dari para wanita munafik itu?


Rasa percaya diri Sam seakan luntur ketika dia menyadari masih ada cinta di mata Dika. Meski ketertarikan mulai terbangun, namun sekalipun Sam tidak berniat menghancurkan hubungan pernikahan yang masih bisa di perbaiki.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2