Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Gosip buatan Bu Erna


__ADS_3

"Oh jadi perusahaan tempat mu berkerja sudah bangkrut." Pak Ridwan cukup merasa senang pada pertemuannya dengan Ayu. Namun dia harus kecewa saat mendengar Ayu sudah bersuami. Seharusnya aku menyuruh John cepat menyelesaikan study nya agar mereka bisa ku jodohkan. Sekarang, semua sudah terlambat.


Untuk segi materi, keluarga Ayu termasuk golongan menengah ke bawah. Tapi dari segi sikap, kedua orang tua Ayu orang yang cukup di segani. Sehingga banyak para orang tua menganggap Ayu sebagai calon menantu yang baik.


"Sudah Pak."


"Memangnya Suami mu berkerja di mana?"


"Saya tidak tahu. Saya hanya tidak suka menganggur. Bosan juga di rumah terus tanpa adanya anak."


"Oh begitu." Pak Ridwan manggut-manggut seraya tersenyum." Sebenarnya saya ingin mengangkat kamu sebagai orang kepercayaan untuk mengantikan posisi Farel. Tapi, saya takut kalau ada yang iri karena kamu masih pegawai baru."


Samuel dan Farel memiliki perkerjaan berbeda meski keduanya sama-sama di percaya. Farel bertugas mengawasi perkerjaan pegawai juga membuat promosi. Sementara Samuel, selain menjadi barista dia juga menjaga keamanan Cafe dan mengurus stok bahan makanan.


"Maaf Pak Ahmad. Bukannya saya menolak. Tapi saya tidak ingin terbebani dengan tugas tersebut."


"Benar juga. Tapi, apa Suami mu tidak keberatan dengan jam kerja panjang di sini."


"Suami saya sibuk Pak." Jawab Ayu berbohong.


"Oh ya sudah. Kerja yang baik. Bapak mau pulang." Pak Ridwan berdiri di ikuti oleh Ayu.


"Terimakasih Pak." Jawab Ayu seraya berjalan beriringan keluar ruangan.


"Sama-sama. Maaf untuk kelakuan Farel ya. Kalau ada apa-apa bilang saja sama Sam. Dia penanggung jawab keamanan di sini."


"Baik Pak."


Pak Ridwan menepuk pundak Ayu sejenak kemudian melangkah ke depan.


Bagaimana ini. Mas Dika pasti marah karena aku tidak pulang semalam.


Ayu berlari kecil keluar untuk mencari keberadaan Mita. Dia berniat meminjam charger agar ponselnya bisa aktif.


"Baru saja ku tinggal satu hari. Kau sudah membuat berita heboh." Tentu saja Mita merasa penasaran dengan cerita versi Ayu.


"Aku pinjam charger." Ucap Ayu berusaha acuh. Dia tidak ingin ada seorangpun tahu atas kecelakaan yang terjadi semalam.


"Bagaimana rasanya ketika bibirmu menempel ke dagu Mas Sam." Salivanya Ayu tertelan kasar. Dia tersenyum aneh dengan wajah memerah.


"Aku tidak mengingat itu."


"Sayang sekali videonya di hapus. Seharusnya kamu melihat itu."


"Bi bicara apa sih? Pak Ahmad melarang kita membicarakan itu." Jawab Ayu setengah berbisik. Dia melirik ke arah Sam yang ternyata juga menatapnya. Segera saja dia berpaling dengan hati berdebar apalagi setelah kegilaan yang terjadi semalam.


"Oh iya. Nanti kau harus menceritakan itu."


"Mana charger mu."


"Sebentar ku ambilkan."


"Hm." Ayu meraih nampan lalu membereskan piring serta gelas kotor yang seharusnya menjadi perkerjaan Mita. Aku takut hamil. Bagaimana jika itu terjadi.


"Lihat jalan." Tegur Sam meraih nampan yang hampir tersenggol meja.


"Aku tidak sengaja. Sini Mas." Ayu mendongak dengan tangan kanan terulur dan berharap Samuel memberikan nampan nya langsung.

__ADS_1


"Meski ada yang mengetahui kejadian kemarin. Aku berjanji akan menikahimu." Ayu membuang nafas kasar seraya melirik malas.


"Aku menganggap itu tidak pernah terjadi." Sam tersenyum simpul lalu memberikan nampan pada Mita yang baru saja datang.


"Tolong bawa ke dapur." Ayu berusaha merebut tapi tidak bisa.


"Baik Mas. Ini charger nya" Setelah memberikan charger, Mita beranjak masuk. Ketika Ayu akan mengikuti, tangan kekar Sam menahannya pergi.


"Apa ini Mas. Lepaskan."


"Kamu bisa berkata itu karena kamu tidak sadar melakukannya. Sementara aku begitu menikmati percintaan kita semalam."


"Syuuuuuuuuuttttt.. Mas lupa janjinya. Jangan bahas itu di sini." Jawab Ayu berbisik.


"Aku berharap kamu memiliki ingatan yang sama dengan ku."


"Untuk apa mengingat hal buruk." Ayu menyadari jika Mita tengah fokus pada lengannya yang masih di pegang Sam." Lepaskan." Imbuhnya menarik lengannya.


"Hal buruk yang indah. Dosa termanis yang pernah ku lakukan. Kamu harus tahu."


"Tahu apa?"


"Aku mencintaimu." Samuel mengusap puncak kepala Ayu lalu kembali ke perkerjaannya.


Cinta!! Hahaha konyol! Cinta busuk maksudnya!! Apa dia tidak paham jika aku sedang muak dengan apa yang di namakan cinta!!


"Sejauh apa hubungan mu dengan Mas Samuel?" Mita menarik sedikit kasar tubuh Ayu dan mengiringinya ke sebuah tempat yang terdapat di pojok.


"Apaan sih Mit." Ayu melepaskan cengkraman tangan Ayu.


"Itu hal yang mustahil. Aku sedang banyak permasalahan."


"Syukurlah. Sebelum semuanya terjadi. Aku mohon Ay, cari laki-laki lain saja."


"Aku masih berstatus Istri Dika."


"Aku hanya mengingatkan. Aku tidak ingin kamu tertarik pada Mas Samuel yang hanya memiliki paras tampan. Hutang orang tuanya puluhan juta. Kau akan kesusahan nanti."


Ayu menghela nafas panjang. Dia merasa bosan mendengar pembahasan soal hutang Samuel.


"Memangnya kau Tuhan. Sudahlah. Jangan membahas hal tidak penting itu." Kalau sampai aku hamil anaknya. Kenapa takdir membawaku pada posisi sesulit ini?


Ayu beranjak meninggalkan Mita dan berniat akan kembali berkerja. Tapi kedatangan seseorang membuat langkahnya terhenti bahkan kesulitan bernafas.


Mas Dika dan Bu...


Dengan gerakan kasar, Dika meraih pergelangan tangan Ayu lalu menyeretnya keluar. Bu Erna mengekor sambil memperlihatkan wajah masam.


"Kemana saja kamu semalam?"


Mata Ayu melebar ketika dia melihat kedatangan Bu Broto dan dua tetangganya.


"Aku menginap di rumah Mita Mas." Jawab Ayu dengan wajah panik.


"Kamu tidak menghormati ku sebagai kepala keluarga?!"


Kesialan kembali Ayu dapatkan sebab dirinya tidak mengingat panggilan telepon yang di tujukan pada Dika semalam.

__ADS_1


Kenapa dia tidak protes ketika aku membentaknya?


"Ponselku mati. Maaf."


"Ibu Broto lihat sendiri kan bagaimana perubahan Ayu yang sekarang menjadi pembangkang." Tunjuk Bu Erna kasar. Ayu memperhatikan sekitar yang kini terfokus padanya.


"Kita bicarakan ini di rumah Mas." Cengkraman tangan yang belum juga terlepas, membuat Ayu kesulitan untuk pergi dan menghindar. Dia merasa sungkan jika harus membuat keonaran di tempat kerjanya untuk ketiga kali.


"Mereka menuduhku macam-macam. Kau harus jelaskan pada mereka kalau memang dirimu lah yang tidak sempurna menjadi seorang Istri."


Demi menjaga nama baik dirinya dan Ibunya. Dengan tega, Dika melimpahkan kesalahannya pada Ayu yang sebenarnya adalah korban.


"Apa yang perlu di jelaskan pada mereka." Menunjuk sopan ke arah Bu Broto." Ini masalah kita. Tidak perlu orang lain tahu."


Ayu ingin berpisah dengan cara terhormat meski dirinya memang sudah tidak mengharapkan pernikahannya akan kembali baik.


Dia tidak ingin mengumbar aib rumah tangganya secara terang-terangan. Ayu melakukan itu karena berusaha menutupi keburukan Dika yang sesungguhnya.


"Aku juga tidak ingin. Tapi mereka menuduhku berselingkuh tanpa sebab padahal kau yang memicu ini semua terjadi."


Sungguh buruk niat Dika. Dia sengaja berseteru di depan Cafe agar Samuel bisa hadir dan di jadikan bahan kambing hitam.


"Kamu memang berselingkuh. Tuhan yang memberitahu pada mereka, bukan aku." Jawab Ayu pelan.


"Itu karena kau tidak layak menjadi Istri! Seorang Istri yang sempurna itu yang mampu memiliki anak dan patuh pada Suami!"


Bu Broto dan dua tetangga lain menghela nafas panjang. Mereka merasa kasihan pada Ayu yang seakan tengah di sudutkan.


Ayu sendiri tersenyum getir mendengar tuduhan tidak masuk akal Bu Erna yang tidak pernah tahu menahu akan sikap egois Dika, anaknya.


"Bagaimana saya bisa hamil jika Mas Dika tidak pernah menyentuh saya sejak keguguran itu."


"Itu kerena kau membuatku jenuh dan bosan."


"Ya sudah bercerai saja." Sahut Mita berdiri di samping Ayu untuk membela.


Pembelaan itu membuat wajah Dika berubah panik. Dia tidak ingin perpisahan terjadi namun tidak pandai menjaga suatu hubungan yang seharusnya di jaga.


"Aku masih berusaha mempertahankan dia."


"Kalau mempertahankan ya jangan berselingkuh Mas Dika." Ucap Bu Broto menimpali.


"Saya tidak selingkuh Bu!" Jawab Dika mengelak. Tangannya melepaskan pergelangan Ayu karena merasa panik." Kemarin itu ada pertemuan di lobby apartemen itu. Jadi saya ke sana untuk keperluan perkerjaan." Imbuhnya menyakinkan.


"Sebenarnya hal seperti ini tidak penting Mas Dika, Bu Erna. Saya hanya merasa kasihan pada Ayu saja. Saya tidak bermaksud menimbulkan kericuhan seperti ini."


"Tapi Bu Broto menjelek-jelekkan nama anak saya."


Ayu kembali menghela nafas panjang seraya memperhatikan situasi yang ada di hadapannya.


Kedua orang tuaku di kenal baik. Tapi kenapa aku harus di hadapkan pada posisi seperti ini. Aku menginginkan sebuah rumah tangga yang hangat. Bukan rumah tangga yang saling menyudutkan satu sama lain.


Ketika Ayu melihat kehadiran Samuel, segera saja dia meraih lengan Samuel lalu menarik tubuhnya sehingga keduanya berdiri sejajar.


Ini harus di akhiri..


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2