Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Obsesi berujung memalukan


__ADS_3

Minta likenya untuk uang parkir ya😁😁


Happy reading ❤️


Tok.. Tok.. Tok...


Sontak kegiatan panas antara Dika dan Tiara terhenti ketika pintu kamar di ketuk.


"Tuan.. Tuan.." Teriak Bibik dari luar pintu.


"Ada apa sih. Apa dia tidak tahu aku sedang, ah... Nia, tidak perlu di perdulikan." Dika terus saja menggerakkan miliknya dengan nafas terengah-engah.


Tiara tersenyum seraya menikmati hantaman kuat milik Dika yang selalu mampu memuaskannya. Namun di balik senyuman itu, terpancar keganjilan sebab ternyata Bibik tidak sendiri di balik pintu tersebut. Melainkan bersama Pak RT dan beberapa warga.


Tiara sengaja menyuruh orang suruhannya untuk melaporkan kedatangannya setelah dia mengetahui kebimbangan hati Dika. Dia tidak lagi memikirkan kehormatan keluarga karena obsesi Tania yang memang cenderung berlebihan.


"Lebih cepat sayang... Ahh, aku akan sampai."


"Ya Niah... Kamu cantik se..."


Braaaakkkkk!!!


Mata Dika terbelalak saat pintu kokoh kamarnya dirobohkan oleh beberapa warga. Cepat-cepat dia mencabut miliknya lalu mengenakan celana pendek sembarangan.


Duh Gusti.. Nyonya Ayu memang terlalu baik untuk Tuan Dika.


"Ada apa ini!!!" Teriak Dika geram. Wajahnya merah padam seraya menunjuk ke arah warga. Tentu saja dia setengah mati merasa malu pada pengkhianatan yang sudah lama berusaha di tutupi.


Ada sekitar enam orang wanita yang pernah berhubungan dengannya walaupun tidak seekstrim ketika bersama Tiara.


Dika hanya sekedar bermain-main untuk melampiaskan rasa kecewanya akibat penampilan Ayu yang menurutnya membosankan.


"Ya Tuhan Pak Dika. Ternyata informasi itu benar. Ingat sama Bu Ayu Pak." Jawab Pak RT geleng-geleng kepala. Dia tidak menyangka Dika bisa melakukan hal menjijikan di rumah.


"Wah sudah tidak benar ini!! Bisa sial kompleks kita Pak!" Sahut warga lainnya menatap jijik ke arah Dika.


"Tidak sopan sekali!! Kenapa kalian menerobos masuk!!" Teriak Dika berjalan menghampiri.


Sontak ucapan kasar Dika memicu perasaan kesal warga. Hampir saja dia di keroyok jika tidak di cegah oleh ketua RT.


"Tenang Bapak-bapak, tenang!! Jangan main hakim sendiri! Kita musyawarahkan bersama!" Teriak Pak RT menjadi penengah.


"Seharusnya dia minta maaf! Bukan malah marah-marah seperti itu!!" Jawab lainnya menunjuk Dika.


"Ya. Pak Dika itu sudah melakukan perbuatan menjijikkan! Ini bisa pidanakan." Mata Dika seketika melebar, tentu dia tidak ingin berakhir tragis dan mendekam di penjara.


Memalukan sekali!! Semua sudah terlanjur! Kalau aku tidak terima, bisa-bisa mereka mengeroyokku!


"Bagaimana Pak Dika? Jangan linglung begitu. Apa Pak Dika tidak merasa kasihan dengan Bu Ayu." Dika menarik nafas panjang untuk mengendalikan perasaan malu juga kesal yang bercampur aduk.


"Hubungan kami memang sudah tidak baik! Itu kenapa saya berselingkuh! Saya ingin mendapatkan keturunan." Sungguh seperti seekor kancil yang pintar mencari alasan. Dika masih tidak ingin di salahkan dan kembali menjadikan Ayu sebagai kambing hitam.


Tuan Dika tega sekali. Padahal dia yang menyingkirkan janin di perut Nyonya..Tapi sekarang dia berkata seperti itu seakan dia menginginkan seorang anak.


Bibik menyaksikan sendiri ketika Dika sengaja mencampurkan obat penggugur kandungan pada susu hangat yang di sajikan setiap pagi.

__ADS_1


"Apapun alasannya. Ini sudah melanggar etika Pak. Seharusnya Bapak bercerai lalu menikah lagi. Ini kompleks yang di tempati manusia, bukan hutan belantara."


Sialan. Apa dia menyamakan ku dengan hewan!!


Dika terdiam, ingin memberontak namun keselamatannya terancam.


"Panggil orang tuanya! Kita harus bicarakan ini malam ini juga." Sahut lainnya.


"Terus Bu Ayu mana?"


"Kabur dari rumah!" Jawab Dika asal. Dia masih tidak ingin di sebut buruk oleh warga sekitar.


"Saya tidak percaya Bu Ayu melakukan itu."


"Kenyataannya seperti itu." Jawabnya seraya melirik malas.


"Baik. Sebaiknya pacar Pak Dika segera memakai baju. Kami tunggu di bawah."


"Hm." Para warga pun turun, meninggalkan Bibik yang tertunduk." Kenapa di biarkan masuk Bik!!" Ucapnya kasar.


"Saya sudah memanggil Tuan tapi tidak ada jawaban. Sehingga warga tidak sabar. Maaf Tuan."


"Agh!! Memalukan sekali!!" Bibik mengangguk sejenak kemudian pergi. Dika berjalan masuk lalu meraih dress Tania lalu melemparkannya kasar." Pakai itu! Aku tadi menyuruh mu pulang tapi kau tidak mau! Kau lihat akhirnya seperti apa? Mama akan marah padaku!" Umpat Dika untuk kesekian kalinya.


"Aku lebih baik malu daripada tidak bisa segera mendapatkan mu." Tania meraih mengenakan dress-nya sembarangan lalu berdiri." Kita akan segera menikah sayang. Setelah itu, kau hanya milikku dan aku hanya milikmu." Nada bicara Tania terdengar lembut namun penuh penekanan sebab dirinya ingin menjadikan Dika hanya miliknya.


Aku merasa ada yang salah dari wanita ini?


🌹🌹🌹


Ayu sendiri masih betah berada di luar. Dia memutuskan untuk berdiam di taman seraya memandangi orang yang berlalu lalang. Samuel duduk di sampingnya tanpa mengucapkan satu katapun walaupun sudah setengah jam berlalu.


"Sangat berantakan. Keadaanku lebih buruk dari kamu sebab dulu dia adalah duniaku."


"Dunia? Apa maksudnya Mas?" Ayu memutar tubuhnya menghadap Samuel begitupun sebaliknya.


"Kehidupan ku berporos padanya. Aku mencintainya sepenuh hati tapi dia tidak."


"Hampir mirip."


"Kamu lebih kuat. Aku berusaha mengakhiri hidupku saat itu. Perasaan ku rasanya hancur, aku tidak bisa berfikir jernih ketika dia tidak di sampingku."


Ayu menghembuskan nafas berat sebab sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama. Sejak pertengkaran hebat yang terjadi malam itu, hatinya terasa mengambang. Namun yang menjadi perbedaan. Ayu pintar mengendalikan perasaannya sementara Samuel tidak.


"Kedua orang tuaku sudah tidak ada. Aku tinggal sendiri di kota ini hanya demi dia. Aku sempat akan pindah ke kota di mana Bibik ku tinggal. Tapi karena aku sudah menikah, sehingga aku mengurungkan niat itu."


"Berarti rumah yang kalian tempati.."


"Miliknya. Keluarga ku tidak cukup kaya untuk membeli sebuah rumah. Itu kenapa aku tidak berhak tinggal di sana."


"Kamu akan mendapatkan pembagian harta warisan." Ayu terkekeh meski perasaannya sangat tidak baik." Bukankah aku benar?" Imbuh Samuel ikut tersenyum.


"Aku tidak mengharapkan itu Mas."


"Itu lumayan."

__ADS_1


"Jujur saja Mas. Aku malas menerima harta darinya. Aku sudah muak dengan orangnya dan itu berarti aku tidak menginginkan hartanya."


"Itu bagus."


"Lalu bagaimana cara Mas Sam melupakan dia?"


"Itu sulit jika kamu tidak mencoba membuka hati untuk yang lain."


"Jadi, Mas Sam membuka hati untuk orang lain dulu."


"Tidak juga hehehe. Tipeku sangat langkah." Ayu mengerutkan keningnya mengingat pembicaraan Samuel di warung nasi goreng.


Apa perkataannya tadi hanya bercanda..


"Mas Sam berusaha mencari?"


"Iya."


"Em begitu." Ayu menegakkan posisi duduknya dengan wajah kecewa. Jawaban dari Samuel menambah rasa kesal di hatinya.


"Pencarian berakhir beberapa hari lalu. Aku menemukan mu." Ayu menoleh pelan dan membalas tatapan Samuel yang begitu dalam." Kita saling membutuhkan. Kamu membutuhkan kenyamanan dan aku membutuhkan kesetiaan." Ayu kembali menatap lurus ke depan.


"Butuh waktu lama Mas."


"Tidak apa. Kita menikah dulu lalu saling mengenal."


"Cih malas! Kalau tidak cocok lalu berantakan lagi." Jawab Ayu ketus.


"Aku akan mengalah asal kamu setia."


"Pernikahan itu bukan mainan Mas."


"Aku tidak sedang bermain."


"Lantas pembicaraan ini?"


"Benih sudah terlanjur ku tanam. Itu adalah jalan satu-satunya Babe. Benih itu akan menjadi jan..."


"Tidak. Itu tidak mungkin terjadi. Kita hanya melakukannya satu kali dan itu pun di luar kesadaran. Tuhan tidak akan membiarkan benih itu tumbuh." Tentu saja Ayu menolak serta merta bayangan yang di bicarakan Samuel.


"Jangan ingkar janji Babe. Kamu sudah memberiku tantangan tadi. Lalu kenapa kamu menolak itikad baikku sekarang."


"Maksudku saling mengenal, lalu jatuh cinta, baru menikah."


"Not. Menikah, saling mengenal lalu jatuh cinta. Itu yang benar." Ayu melirik malas lalu mengangkat bokongnya dari kursi kayu tersebut.


"Aku bahkan belum bercerai Mas." Ayu mulai melangkah di ikuti oleh Samuel.


"Sudah ku proses. Aku hanya membutuhkan tanda tangan mu saja." Ayu menoleh lalu terkekeh.


"Hahaha konyol. Mustahil itu terjadi."


"Terus saja meledek. Kamu akan melihat fakta itu besok."


Mimik wajah Ayu berubah. Dia menjadi sangat penasaran dengan sosok yang berjalan di sampingnya.

__ADS_1


Berantakan tapi dia sangat tampan. Aku melihat tidak ada beban di matanya padahal orang-orang mengatakan kalau Mas Samuel lelaki yang penuh hutang..


🌹🌹🌹


__ADS_2