Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Berdusta demi nama baik


__ADS_3

Kediaman Bu Erna


Seorang wanita paruh baya masuk ke pekarangan rumah Bu Erna lalu mengetuk pintu. Beberapa saat menunggu, Bu Erna baru terlihat keluar dengan memasang senyuman. Di ketahui jika wanita yang tengah bertamu merupakan tetangga yang tinggal di sebelah kanan rumahnya.


"Eh Bu Broto. Mari masuk." Tawar Bu Erna ramah.


"Di sini saja Bu, saya hanya sebentar kok." Sambil duduk pada salah satu kursi kayu yang terletak di teras.


"Mau minum apa?"


"Tidak perlu Bu terimakasih. Em itu.. Bagaimana ya, saya jadi tidak enak tapi saya juga kasihan sama Ayunda." Wajah Bu Erna yang tadinya berseri-seri, berubah menjadi panik seakan dia tahu tentang permasalahan yang akan di bicarakan Bu Broto.


Dasar Dika! Padahal sudah ku peringatkan untuk berhati-hati!!


"Ada apa ya Bu?" Tanya Bu Erna lirih.


"Meskipun dulu keluarga Ayu hanya mengontrak di sini tapi mereka sangat baik." Imbuh Bu Broto berusaha menimbang pembicaraannya.


"Jangan berputar-putar Bu. Katakan saja, saya penasaran."


"Serius Bu Erna tidak tahu?"


"Tidak Bu. Memangnya kenapa?"


"Saya tadi kebetulan lewat perusahaan tempat Dika berkerja dan melihatnya masuk mobil bersama wanita lain." Wajah Bu Erna berubah pucat meski mencoba di sembunyikan.


"Mungkin sekertaris nya Bu. Dika kan sudah di angkat menjadi Direktur pemasaran."


"Awalnya memang begitu Bu. Tapi mereka masuk ke dalam apartemen sambil bermesraan. Saya hanya membicarakan ini sama Bu Erna saja. Saya minta agar Bu Erna menegur Dika agar tidak berbuat hal semacam itu. Kasihan Ayu Bu, dia sudah tidak memiliki orang tua."


Bu Erna membuang nafas kasar seakan tidak bisa menerima jika anaknya di salahkan. Sementara apa yang di bicarakan Bu Broto benar adanya. Meski kedua orang tua Ayu hanyalah pendatang di kampung tersebut. Tapi keduanya di kenal baik oleh masyarakat.


Bu Erna sendiri baru saja tinggal di kampung tersebut setelah beberapa kali berpindah-pindah kota untuk mengikuti perkerjaan Dika yang kala itu masih tidak menetap.


Hingga perusahaan mengangkat jabatannya. Dika membeli sebuah rumah untuk Ibu dan saudara-saudaranya sementara dia tinggal terpisah bersama Ayu di komplek yang terletak tidak jauh dari sana.


"Maaf ya Bu. Bukannya saya membela anak saya. Tapi itu semua salah Ayu sendiri." Bu Broto langsung memasang wajah tidak percaya.


"Salah Ayu bagaimana Bu?"


"Tujuan orang menikah kan memiliki anak tapi sampai sekarang Ayu belum juga bisa hamil lagi." Bu Broto menghela nafas panjang. Dia masih tidak membenarkan perbuatan Dika meskipun Bu Erna melontarkan alasan tersebut.

__ADS_1


"Mana bisa Ayu di salahkan atas itu Bu. Keturunan itu rahasia Tuhan. Bukannya saya mau ikut campur. Tapi, saya kasihan pada Ayu."


"Bukan itu saja Bu Broto. Sejak Ayu tinggal terpisah dengan saya, kelakuannya berubah drastis. Dia melawan dan suka berkata kasar pada Dika. Jadi mungkin anak saya mencari kesenangan lain." Bu Broto bergegas berdiri. Dia baru mempercayai tentang gosip yang mengatakan jika Bu Erna sedikit gila dalam mendidik anak.


"Apapun alasannya, Dika tetap saja perlu di tegur Bu. Meskipun Ayu bukan dari keluarga kaya, tapi dia itu anak baik. Kalau tahu begini dulu saya jodohkan saja sama anak saya!!" Dengan gamblang Bu Broto malah melontarkan kekecewaannya pada Dika yang sudah merebut simpatik Ayu dari anak laki-lakinya.


"Kok Ibu yang sewot! Ini masalah keluarga saya."


"Sebagai tetangga dan orang yang perduli pada Ayu, saya hanya mengingatkan saja. Sisanya terserah Ibu Erna sendiri. Tapi kalau Ibu tidak juga menegur Dika, saya rasa gosip itu benar. Permisi!" Bu Broto pergi dengan langkah tergesa-gesa. Dia merasa kecewa atas sikap Bu Erna pada niat baiknya.


"Memalukan sekali! Bagaimana mungkin Dika tidak hati-hati." Bu Erna melangkah masuk lalu berusaha menghubungi nomer Dika yang tidak aktif." Kemana anak ini! Sebaiknya aku ke rumah mereka saja!!" Umpatnya meletakkan ponsel dan masuk ke dalam rumah untuk berganti baju.


.


.


Setibanya di kediaman Dika. Kedatangan Bu Erna di sambut Bibik yang juga tengah menunggu kedatangan majikannya. Tidak adanya kabar tentu membuat si pembantu kebingungan apalagi waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


"Kerja? Saya bertanya Ayunda kemana?" Ucap Bu Erna kasar membuat Bibik tertunduk takut.


"Nyonya juga kerja. Dia berpamitan seperti itu tadi pagi."


"Kerja apa sampai malam belum pulang!!" Eluh Bu Erna merogoh tasnya dan mengambil ponsel. Dia menghubungi nomer Dika yang ternyata sudah aktif.


📞📞📞


"Di mana kamu?!!


"Ada perkerjaan di luar kota Ma.


"Jangan bohong kamu ya! Bu Broto tadi melihat kamu masuk sebuah apartemen bersama wanita. Kamu bagaimana sih Dik! Bukankah Mama sudah bilang untuk hati-hati.


Dika tidak menjawab. Dia cukup takut dengan kemarahan Bu Erna yang terdengar begitu kesal padanya.


"Terus. Apa kamu tahu Ayu kemana? Dia belum pulang sampai sekarang. Kerja di mana dia?


"Itu dia.


Sungguh buruk sebab Dika menjadikan alasan keterlambatan kepulangan Ayu sebagai senjata ampuhnya untuk terhindar dari kesalahan.


"Sejak berkerja, dia jarang di rumah dan selalu pulang tengah malam.

__ADS_1


"Itu juga salah kamu sendiri. Seharusnya suruh dia berdiam diri di rumah dan lupakan soal uang ponsel! Gajimu kan banyak.


Sifat keduanya hampir sama. Ibu dan anak sama-sama tidak ingin di salahkan sehingga keduanya sering berseteru sejak dulu.


"Aku mengajarkan tanggung jawab Ma. Tapi dia malah menikmati kebebasannya. Dia sedang dekat dengan seseorang di tempat kerja.


"Maksudmu, Ayu punya pacar?


"Bukan pacar. Tapi calon pacar. Itu kenapa aku berbuat ini. Aku malas pulang. Harga diriku juga tidak mau di injak-injak sehingga aku ingin menunjukkan pada Ayu jika aku bisa lebih darinya.


"Walah Dik. Mendingan kamu ceraikan saja wanita itu. Sudah tidak bisa punya anak, malah selingkuh.


Bibik yang mendengar hanya tertunduk meski ingin rasanya dia mengatakan kebenaran yang sesungguhnya.


"Tidak Ma. Aku masih mencintainya.


"Daripada jadi omongan tetangga.


"Bilang saja bukan salahku sebab Ayu yang berselingkuh lebih dulu.


"Apa bedanya. Mama itu malu!


"Anak Mama kan aku bukan dia.


"Dasar! Ya sudah Mama pulang saja!


"Ya Ma. Besok aku ke rumah.


"Hm.


📞📞📞


Bu Erna memasukkan kembali ponselnya lalu beralih menatap Bibik yang masih berdiri di hadapannya.


"Apa biasanya Ayu pulang tengah malam?"


"Tidak Nyah. Kemarin pulang jam delapan tapi hari ini saya tidak tahu Nyonya kemana."


"Bohong kamu yah! Kalau Ayu pulang! Bilang kalau saya ke sini."


"Baik Nyah."

__ADS_1


Bu Erna melenggang pergi dengan wajah masam sambil terus memikirkan bagaimana caranya dia bisa memutarbalikkan fakta agar Ayu di salahkan atas ketidaksetiaan Dika.


🌹🌹🌹


__ADS_2