
Setelah menemui Ibunya, Dika kembali ke perusahaan sebab Tania mengabarkan akan ada rapat mendadak. Seharusnya dia berniat pulang ke rumah untuk menemui Ayu, namun ketika Tania berkata jika rapat itu penting. Dika membelokkan mobilnya ke arah perusahaan.
Cklek...
Alangkah terkejutnya Dika ketika Tania sudah berada di dalam dan menyerbunya dengan pelukan. Dengan gerakan cepat, Tania memutar kunci ruangan lalu meletakkan kunci di belahan dadanya yang ranum.
"Hei apa ini?" Protes Dika berusaha terlepas dari tubuh Tania yang semakin merapat.
"Kamu mau pulang sayang. Tidak. Bagaimana dengan aku? Apa kau tega meninggalkan aku di sini sendirian." Jawab Tania dengan suara lembut nan manja.
"Jangan begini Tan."
"Lalu bagaimana Dika sayang. Sejak semalam aku memikirkan suara dessahan mu terus menerus. Aku ingin mendengar itu langsung, bukan dari via video call." Dika menddesah lembut. Dia merasa menyesal tentang kesalahan yang terjadi semalam.
Kemolekan foto tubuh Tania, membuat miliknya meronta di udara dingin AC yang menerpa. Ingin sekali dia melampiaskannya pada Ayu, namun Dika benar-benar tidak sedang berselera melihat tubuh berisi milik Ayu.
Hingga perbuatan menjijikan itu terjadi. Dika terbawa arus naffsu lalu menuntaskan hasratnya bersama Tania. Dia bahkan sempat membayangkan perbuatan menjijikkan itu sampai benih miliknya menyembur hanya dengan mendengar suara dessahan Tania melalui video call.
"Ini kantor." Tolak Dika cukup merasa kepanasan mengingat tiga bulan lamanya dia tidak meminta jatah pada Ayu.
"Kamu itu Bos di sini." Terus saja Tania merapatkan tubuhnya. Tangannya mulai terangkat untuk melepaskan kancing kemeja Dika.
"Hentikan Tania. Aku bukan pemilik perusahaan ini. Kalau kantor pusat tahu, jabatan ini bisa lengser." Ah Tuhan. Tubuh Tania seksi sekali.
"Pintunya sudah ku kunci. Tidak akan ada yang masuk. Ayo Dika, dessahkan namaku seperti kemarin." Bibir ranum itu mulai menjelajahi dada bidang Dika yang terbuka sedikit sehingga membuat pemiliknya memejamkan mata dengan nafas berat." Ah Dika, bukankah kamu ingin memasuki ku semalam. Ayo lakukan sekarang, aku sudah tidak tahan." Hasrat Dika semakin terkoyak ketika dengan sengaja Tania menddesah lembut di telinganya.
"Ya Tania. Aku suka permainan mu." Tentu saja Dika langsung merespon. Tangan kekarnya mulai membelai tubuh ramping di hadapannya dengan kedua bibir yang sudah terpaut.
Yes! Aku akan membuat Dika menceraikan Istrinya!!
__ADS_1
"Ah Dika masukkan cepat." Segera saja Dika mengangkat rok ketat itu dan membelai sesuatu yang berada di balik kain segitiga. Tania semakin menddesah hebat. Dia sengaja melakukan itu agar Dika mau melakukan persetubuhan dengannya.
"Aku tidak mau jika tidak ada pengaman." Tangan Dika terus saja bergerak dan mengusap kasar benda basah tersebut.
"Aku punya." Ah sok alim! Untung aku membawanya. Setelah kau terjerat denganku. Kau tidak akan membutuhkan benda itu agar aku bisa mengandung anakmu!
Tania meraih tasnya dan sesekali menddesah ketika kedua benda kenyal miliknya di hisap kuat. Sebuah alat pengaman di keluarkan dari sana. Segera saja Dika mengenakan pengaman tersebut untuk membuat permainan semakin memanas.
Keduanya bergumul selayaknya sepasang pasutri. Apalagi beberapa kali Tania mengeluarkan dessahan dan erangan yang mampu merontokkan kewarasan Dika.
Jangan pernah bermain api jika tidak ingin terbakar. Seharusnya Dika memahami pepatah tersebut. Meskipun saat ini dia hanya sedang bermain-main, namun perbuatanya sekarang akan menuai buah suatu hari nanti.
Kekuasaan dan kesempurnaan membuat mata hati Dika menjadi buta. Dia menganggap dapat melakukan apapun dengan jabatannya sekarang tanpa mengetahui fakta kalau Tania tidak hanya menginginkan harta, melainkan cintanya juga.
"Aku bahagia sekali Dika." Ujar Tania membetulkan blouse dan rok ketatnya.
"Ini pertama dan terakhir." Terbesit sesal ketika pelepasan berhasil Dika dapatkan. Dia tidak pernah berniat sejauh ini memiliki hubungan.
"Aku sudah bilang padamu sejak awal. Kita hanya sekedar berpacaran, tidak lebih. Itu kenapa kita harus menjaga batasan-batasan yang ada. Aku sudah beristri Tania."
Hati Tania seakan terbakar. Sejak Dika mengatakan ketertarikannya, Tania sudah menjadikan Dika sebagai tujuan hidupnya.
Tania bahkan tidak perduli jika Dika lelaki beristri. Menurutnya, jodoh juga pernah salah.
Aku bisa melupakan mantan pacarku karena kamu Dika. Mana mungkin aku bisa melepaskanmu begitu saja.
"Asal aku tidak hamil." Jawab Tania seakan tidak keberatan padahal hatinya tengah bergemuruh hebat.
"Kita pakai pengaman tadi. Tidak mungkin kalau hamil. Aku juga membenci wanita yang mengandung. Perut mereka, bentuk tubuh mereka sangat menjijikkan!" Tania tertawa kecil lalu duduk di sofa seraya makan cemilan.
__ADS_1
"Berarti Istri mu sudah pernah mengandung? Katamu tubuhnya tidak lagi bagus."
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Lebih baik kita mengadopsi anak daripada tubuh Istriku harus rusak."
Fakta besar yang tidak di ketahui Ayu selama ini. Dika terobsesi dengan wanita bertubuh kurus dan ideal. Dia melakukan segala cara agar Ayu tidak hamil hingga dengan teganya Dika membuat kehamilan Ayu gugur kala itu.
"Wow. Kita sejalan. Aku juga tidak ingin memiliki anak. Aku tidak mau tubuhku ini rusak." Jawab Tania menimpali. Dia berpura-pura menyamakan keinginan agar Dika tertarik padanya.
"Itu berlaku untuk Istriku bukan kau!" Kembali! Hati Tania seakan teriris seiring dengan obsesi pada hatinya yang semakin menguat.
Sialan!!! Kau tidak tahu betapa gilanya aku jika sudah menyukai sesuatu Dika! Kau harus ku miliki!!
"Begitu."
"Ya begitu. Aku masih mencintainya. Setelah tubuhnya kembali ideal, aku akan kembali padanya. Jangan terlalu banyak berharap Tania. Kau hanya orang baru."
"Aku sadar kalau aku hanya orang baru." Tapi kau juga harus sadar kalau perasaan ini bukan sekedar permainan.
Tanpa Dika sadari, dia sudah terjebak pada hubungan yang akan menyulitkan. Faktanya, Tania adalah seorang wanita yang selalu berlebihan dalam mencintai.
Selayaknya seorang psikopat cinta. Tania kerapkali menjadi penguntit dan mengikuti kemanapun lelaki yang di cintainya pergi.
Tania akan menjadi bayang-bayang bahkan tidak segan-segan melakukan sesuatu yang ekstrim jika di butuhkan.
Dika tidak tahu, ada seorang lelaki yang kini hidupnya sudah terbebas dari teror yang di buat Tania. Lelaki itu bernama Leo. Dia adalah mantan pacar Tania yang sudah merasakan sendiri bagaimana gilanya Tania ketika penolakan di lontarkan.
"Jika sadar. Jangan banyak bicara! Aku akan memenuhi segala kebutuhanmu. Kalau nanti aku memintamu pergi! Maka pergilah!"
Setelah mengucapkan kata-kata yang di anggap hinaan oleh Tania. Dika melenggang keluar ruangannya tanpa perduli pada tatapan Tania yang berubah tajam.
__ADS_1
"Kau harus mengandung anakku Dika. Setelah aku hamil. Kau tidak bisa meninggalkan ku lagi." Gumam Tania tersenyum jahat. Dirinya juga tidak memahami jika Dika memiliki kegilaan yang hampir sama seperti obsesinya.
🌹🌹🌹