Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Amarah yang kian memanas


__ADS_3

Tiga hari kemudian...


Keadaan Ayu terlihat sudah pulih paska sakit. Dia kembali melakukan aktifitas meski tidak bebas. Samuel senantiasa membatasi kegiatan yang Ayu lakukan. Samuel tidak ingin Ayu kembali sakit sehingga dia berusaha menjaga meski harus melewati pertengkaran manis.


Ayu benar-benar sudah kembali mendapatkan jati dirinya. Kenyamanan yang di suguhkan Samuel membuatnya tidak segan-segan menunjukkan sifat asli yang beberapa tahun lalu tertahan.


"Bik kok tidak bisa ya." Ucap Ayu seraya menombol blender yang tidak bisa beroperasi.


"Kemarin masih bisa kok Nyah." Bik Ratih mencoba memeriksa." Iya kok tidak bisa ya." Imbuhnya bergumam.


"Bee, tolong lihatlah." Pinta Ayu pada Samuel yang tengah duduk dan sibuk dengan laptopnya.


"Mungkin waktunya membeli yang baru." Segera saja Samuel menutup laptop untuk memenuhi panggilan Ayu. Dia mengotak-atik mesin blender tersebut namun tidak mengerti dengan kerusakannya." Kalau perusahaan yang rusak, aku bisa memperbaiki nya. Tapi ini.. Hehe, kita beli saja yang baru." Samuel mencabut stopkontak lalu meletakkannya.


"Ini masih bagus Bee. Bagaimana kalau kita bawa ke tukang servis saja." Jawab Ayu menatap blender yang body nya masih sangat bagus.


"Aku terhina mendengar itu."


"Apa salahnya berhemat."


"Tidak salah Babe. Kamu selalu benar. Em tapi, sudah lama kita tidak ke plaza. Bagaimana kalau kita berjalan-jalan untuk membeli blender baru." Ayu menghela nafas panjang menatap potongan bumbu yang ada di dalam gelas blender.


"Padahal mau memasak Bee. Selalu saja tidak jadi." Eluhnya lemah.


"Itu tandanya Tuhan menyuruhmu beristirahat saja." Bik Ratih tersenyum lalu membereskan blender.


"Ya karena masakan ku seperti racun."


"Bukan. Jangan salah faham. Aku hanya tidak ingin kamu sakit lagi."


"Aku sehat."


"Hanya takut Babe. Sedia payung sebelum hujan."


"Terlalu banyak alasan. Ya sudah ayo tapi pulangnya beli telur gulung ya." Samuel tersenyum karena sudah hafal dengan keinginan Ayu.


Setiap kali dia pergi ke perusahaan sendiri, Ayu menantikan dirinya membawa oleh-oleh. Jika tidak membawa, bibirnya akan mengerucut beberapa senti.


"Kita beli kalau penjual nya masih ada." Samuel merangkul pundak Ayu dan menggiringnya keluar dapur.


"Harus ada karena aku yang meminta. Katanya mau menuruti apapun permintaan ku."


"Siap Babe." Tubuhnya sedikit berisi tapi dia sudah tidak pernah mengeluh bahkan jarang membahas soal penampilan. Aku senang, akhirnya dia bisa mendapatkan kenyamanan nya.


Karena seringnya makan cemilan. Tubuh Ayu sedikit berisi namun kulit putihnya semakin terlihat berkilau. Samuel rutin memesan perawatan setiap minggunya. Tujuannya bukan semata-mata ingin merawat tubuh, melainkan kenyamanan dari pijatan relaksasi akan membuat beban fikiran Ayu menghilang.


Singkat waktu. Setibanya di plaza, keduanya langsung masuk ke sebuah toko alat elektronik yang terletak di lantai 3. Ayu yang tidak mengerti apa-apa memberikan hak penuh pada Samuel untuk memilih.


"Apa barangnya bisa di kirimkan ke alamat saya?" Tanya Samuel sambil mengetikkan pin.


"Bisa Tuan."


"Kenapa tidak di bawa saja Bee." Protes Ayu cepat.


"Kita berjalan-jalan sebentar. Mumpung ada di sini. Em.. Apa ada biaya tambahan?"


"Tidak Tuan. Kebetulan ada promo jadi untuk pengantarannya free. Silahkan isi alamat lengkapnya."

__ADS_1


Setelah menulis alamat lengkap keduanya berjalan keluar toko dengan tangan saling bergandengan. Beberapa kali Samuel menawarkan masuk ke toko baju, tapi Ayu berdalih sudah memiliki banyak baju di rumah.


"Kalau daster aku mau Bee." Ujarnya pelan.


"Oh daster. Bukankah sama dengan dress juga gaun?"


"Tidak Bee. Berbeda. Daster lebih nyaman."


"Ya sudah kita beli saja. Tapi aku tidak tahu toko daster ada di mana."


"Aku melihatnya di lantai 2." Jawab Ayu cepat. Dia memang berniat mengajak Samuel membeli beberapa daster karena hanya ada 2 potong di rumah.


"Sudah kamu lihat berarti memang ada niat untuk pergi ke sana?"


"Iya." Ayu menggenggam erat kedua tangan Samuel seraya tersenyum." Aku malu untuk memintanya. Baju di rumah sudah banyak. Em dan lagi, aku takut kamu tidak menyukai modelnya." Imbuhnya pelan.


"Asal kamu nyaman. Aku pasti suka."


"Itu adalah baju ternyaman Bee."


"Oke kita beli sebanyak yang kamu mau."


Ayu mengenal daster pertama kali ketika dirinya hamil. Menurutnya itu sangat nyaman dan longgar di bandingkan dengan dress atau gaun yang terlalu banyak model.


Beberapa potong daster berpindah ke meja kasir. Ayu memilih sesuai merk yang di ketahui.


"970 Kak." Samuel menghela nafas panjang mendengar nominal yang menurutnya kecil. Satu potong dress pemberian Samuel berharga jutaan sementara harga 8 potong daster tidak sampai mencapai satu juta.


"Tidak ingin menambah lagi?"


"Sudah cukup Bee." Ayu menyodorkan kartu ATM miliknya. Sudah beberapa kali dia melakukan transaksi sendiri atas perintah Samuel.


"Sama-sama." Setelah mengambil belanjaan, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Namun lagi-lagi langkah Ayu tertahan ketika menyadari seseorang tengah menatapnya dari jauh.


Kenapa harus bertemu lagi? Lalu kenapa dia menatapku seperti itu? Batin Ayu berkecamuk. Tatapan Dika terasa lain seakan dia di bawa untuk mengingat kembali pada pertemuan pertama mereka.


Kala itu Ayu merasakan tatapan begitu dalam, sangat dalam. Sampai-sampai dia terbuai dan memutuskan menyerahkan hidupnya pada lelaki yang ternyata hanya menyuguhkan kesakitan.


Aku membenci caranya menatap! Itu menyakitkan!!


"Aku minta maaf." Kesadaran Ayu kembali ketika suara Dika menyapa. Ayu mendongak, memperhatikan wajah garang Samuel." Aku menyesal. Sekarang hidupku berantakan, aku harus terjebak dengan wanita gila itu." Imbuh Dika lirih.


"Sudah ku katakan kalau kita tidak punya urusan lagi. Kemarin adalah kata-kata makian yang terakhir kali. Mari kita jalani hidup masing-masing tanpa menganggu satu sama lain." Dika menddesah lembut. Merasa sedikit frustasi mendengar jawaban Ayu.


"Aku merasa sangat bersalah dan menyesal."


"Tidak ada gunanya Mas."


"Memang tidak berguna." Jawab Dika cepat.


"Untuk apa di bicarakan?"


"Hanya sekedar membicarakan."


Sudah beberapa hari Dika enggan mengenal sosok lain. Bukan hanya karena ancaman Tania, tapi hati yang masih terpaut membuatnya memikirkan kesalahannya sepanjang hari.


Seharusnya dia bisa hidup tenang kalau saja perselingkuhan tidak di lakukan. Jabatan bagus, Istri yang tidak hanya cantik tapi berbudi pekerti baik.

__ADS_1


"Kau berhak bahagia." Walaupun aku masih berharap kita bisa kembali bersama.


Dika melangkah mendekati Samuel, dia memperhatikan sosok itu sejenak. Melebihi kata sempurna sebab Dika mulai menyadari betapa jauhnya perbedaan mereka. Dari tinggi badan, juga kedudukan.


"Aku ingin belajar ikhlas." Imbuhnya mengulurkan tangannya ke arah Samuel.


"Apa kau sedang memainkan drama?" Samuel enggan membalas jabatan karena merasakan ada sesuatu yang ganjil.


Kalau aku hadir di kehidupan mereka. Mungkin saja Ayu bisa jatuh cinta padaku lagi..


"Apa gunanya melakukan itu. Dia sudah nyaman bersama mu." Menunjuk ke arah Ayu.


"Jika kau merasa begitu, enyah dari kehidupan kami." Jawab Samuel menekan kata-katanya.


"Apa salahnya berhubungan baik."


"Tidak Mas maaf." Sahut Ayu cepat." Hubungan yang rusak tidak akan bisa di perbaiki. Kalau kamu memang benar-benar meminta maaf, aku maafkan tapi. Aku tidak mau melihat mu lagi." Seketika hati Dika merasa tersakiti sebab dugaan Samuel memang benar adanya. Dia tidak sepenuhnya ingin menjalin hubungan baik saja, tapi berusaha merebut kembali simpatik Ayu.


"Tidak ada salahnya manusia khilaf."


"Memang tidak ada yang salah, semua ada maksud dan tujuan. Seperti perbuatan mu yang akhirnya bisa membawaku bertemu dengannya." Ayu menggenggam jemari Samuel dengan dua tangannya.


"Menjauh. Nikmati penyesalan mu." Samuel tersenyum simpul lalu menggiring Ayu berjalan melewati Dika.


Ingin rasanya dia berteriak tapi perbuatannya akan membuat Ayu semakin membencinya.


Aku tidak boleh menyerah. Untuk saat ini aku memang tidak bisa bebas bergerak karena wanita sinting itu. Kalau nanti kita bercerai, aku akan merebut mu darinya.


Sementara di rumah, Tania berteriak kesetanan setelah mendapatkan info dari orang suruhannya. Sebuah foto yang memperlihatkan Dika mengintai Ayu berhasil di kirim.


Sontak hal itu membuat Tania bernaffsu ingin menyakiti Ayu mengingat janin di perutnya membutuhkan figur seorang Ayah. Dia tidak ingin Ayu membuat Dika berpaling darinya. Apalagi sampai menceraikannya.


Aku harus segera mengeksekusi nya. Kalau Ayu masih ada di sekitar, Dika akan meninggalkan ku dan anak ini! Dika hanya milikku.


Hal seperti ini kerapkali terjadi. Leo yang tidak lain mantan kekasih Tania. Tidak dapat menjalin hubungan baru karena Tania selalu bisa menyingkirkan semua penghalang tanpa jejak.


Jiwa psikopat pada otaknya. Membuatnya mampu berakting, merencanakan ide gila, bahkan melakukan pembunuhan tanpa jejak. Itu kenapa Tania bisa terbebas dari tuduhan. Sebab rencananya selalu saja berjalan sesuai keinginannya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Ini adalah konflik terakhir ๐Ÿ™‚


Setelah ini akan ada novel baru dengan para pemain baru๐Ÿคญ


Bagi teman-teman yang menyukai alur cerita yang ku buat. Silahkan follow akun ku agar tidak ketinggalan novel terbaruku..


Tapi serius aku tidak memaksa๐Ÿ˜


Aku mencari pembaca yang bisa menikmati hasil karyaku.


Kalau sudah follow otomatis kalian akan tahu kapan novel baru akan terbit๐Ÿ˜


Insa Allah novel baru itu tidak kalah seru ๐Ÿ‘€


Tunggu info selanjutnya..


Jangan lupa follow ya..

__ADS_1


Terimakasih dukungannya ๐Ÿ™๐Ÿค—


__ADS_2