
00:00
Ayu bergegas bangun setelah memastikan Samuel benar-benar terlelap akibat obat tidur yang di campurkan pada minumannya.
Sorot matanya terlihat berkaca-kaca, seakan tidak rela ingin melangkah pergi namun keadaan memaksa.
Ayu tidak ingin berada satu atap dengan Istri kedua Samuel yang tiba-tiba hadir ketika Daniel berulang tahun.
Namanya Eriska. Tubuh sempurna yang pernah Ayu lihat. Parasnya sangat cantik dengan kulit putih mengkilap.
Riska datang dengan seorang anak laki-laki bernama Keano, dia berdalih bahwa Keano adalah anak dari Samuel sehingga kini dia menuntut tanggung jawab.
Dengan mengendap-endap Ayu berjalan mendekati box bayi lalu menggendong Daniel. Dia membuka lemari dan mengambil tas besar berisi baju yang sudah di siapkan.
Sebelum melangkah keluar kamar, Ayu menghampiri Samuel dan mengecupi sekitar wajahnya dengan derai air mata.
Maaf Bee. Aku merasa dia lebih pantas bersamamu...
Tentu saja dada Ayu seketika sesak. Dia tidak ingin kegagalan pernikahan kembali terjadi namun Ayu tidak sanggup jika harus berbagi.
Walau keduanya memang sudah bercerai, tapi beberapa kali Riska menunjukkan jika dia lebih layak bersama Samuel lewat bahasa tubuhnya. Apa itu hanya perasaan Ayu? Tidak, sebab Riska berniat merebut simpatik Samuel lagi.
Ayu berjalan keluar lalu menutup pintu kamar yang sampai sekarang tidak dapat di buka selain dirinya dan Samuel.
"Ibu Ayu." Sontak mata Ayu membulat ketika Kean sudah berdiri memergokinya.
"Kean. Astaga.." Eluh Ayu tersenyum teduh. Mengusap puncak kepala Kean meski itu bukanlah anak kandungnya.
"Ibu mau kemana." Setelah hampir enam bulan Kean tinggal di Indonesia, dia sudah lancar berbahasa Indonesia meski belum fasih." Apa Adik Daniel akan pergi." Imbuhnya polos.
"Em.. Ibu mau pulang kampung. Ada saudara yang sakit." Jawabnya beralasan.
"Apa Kean boleh ikut?"
"Tidak Kean. Ada Mama Riska di sini."
"Kean tidak mau dengan Mama Riska. Dia sudah berubah dan tidak seperti dulu." Ayu menghela nafas panjang. Dia ingin segera pergi sebelum Samuel sadar.
"Dia Mama mu."
__ADS_1
"Kean tidak mau berpisah dengan Adik Daniel."
"Hanya beberapa hari Kean." Bujuk Ayu lagi.
"Kean. Kenapa kamu berkeliaran malam-malam." Ayu menatap ke arah sumber suara. Terlihat Riska sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Sorot matanya terlihat sinis menatap Ayu walaupun dia selalu bersikap lemah lembut ketika berada di hadapan Samuel.
"Kean haus." Jawab Kean pelan. Tertunduk patuh dengan raut wajah ketakutan.
"Kamu mau pergi malam ini?" Tanyanya tersenyum simpul.
"Salah satu dari kita harus pergi. Bukankah kamu ingin tetap tinggal?" Ayu tidak ingin Kean mendengar perdebatan mereka.
"Karena Kean berhak mendapatkannya! Dia juga memiliki hak yang sama dengan anakmu!" Menunjuk kasar ke arah Daniel.
"Kalian sudah bercerai Kak. Apa pantas tinggal satu rumah?"
"Aku yakin Samuel masih mencintai ku. Kau hanya pelampiasan."
"Ya oke." Pandangan Ayu beralih pada Kean." Ibu pamit ya Kean. Sebaiknya kamu kembali ke kamar." Sorot mata Kean terlihat berkaca-kaca. Sangat aneh sebab beberapa kali Kean berkata lebih nyaman bersama Ayu daripada Ibu kandungnya sendiri.
"Jangan pergi Ibu Ayu. Kean janji tidak akan mengganggu Adik Daniel lagi."
"Ibu harus pergi Kean." Ayu duduk berjongkok dan memeluk Kean sejenak.
"Kean sama siapa nanti."
"Ada Mama." Segera saja Riska menarik kasar tubuh Kean dan mendekapnya dengan melingkarkan lengannya.
"Cepat pergi! Jangan banyak drama." Ujar Riska ketus.
"Ya Kak." Aku berdiri lalu melangkah pergi bersama Bik Ratih. Dia sempat melambai ke arah Kean sejenak sebelum masuk ke dalam bagasi melewati pintu samping." Bagaimana dengan Pak Kirman Bik?" Tanya Ayu mengenakan helm miliknya. Dia ingin pergi dengan motor matiknya.
"Beres Nyah."
"Panggil saya Ayu Bik. Setelah ini saya bukan majikan Bibik."
"Tidak apa Nyah.. Sabar ya." Duh Gusti.. Aku kasihan sama Nyonya..
__ADS_1
"Maaf ya Bik merepotkan. Saya tidak bisa membawa Daniel sendirian." Ujarnya mulai naik ke motornya.
"Tidak apa. Setelah ini Bibik juga mau keluar. Bibik bantu merawat Daniel daripada nanti mencari orang baru."
"Saya tidak bisa memberi gaji besar."
"Tidak apa-apa. Anak Bibik juga sekarang sudah kerja jadi dia bisa bantu-bantu untuk membayar uang sekolah Adik nya."
"Terimakasih Bik."
"Sama-sama." Bik Ratih naik ke boncengan. Motor Ayu melaju pergi tanpa gangguan apapun sebab kedua penjaga rumah sudah di berikan obat tidur.
Aku hanya berbekal keyakinan Bee. Kalau kita masih berjodoh. Kita akan di pertemuan lagi. Selesaikan masa lalu mu dulu. Maaf, aku tidak bisa bertahan lagi. Ini menyakitkan.. Aku doakan yang terbaik...
Beberapa kali Ayu mencoba meminta cerai, namun Samuel enggan melakukannya. Dia sudah tidak memiliki rasa dengan Riska dan hanya mencintai Ayu.
Tapi rupanya itu tidak cukup. Ayu juga merasakan cinta yang luar biasa sehingga kesakitan yang di timbulkan juga luar biasa. Dia tidak sanggup melihat wanita lain berkeliaran di Istana mereka.
Sengaja, Ayu tidak banyak berdebat atau mengusir Riska dengan cara ekstrim sebab dia tidak ingin psikolog Keano terganggu.
Sementara Samuel sudah berusaha mengusir Riska keluar dari rumahnya. Namun Ayu menghentikannya dan Kean di jadikan alasan satu-satunya. Dia sangat menyanyangi Kean seperti kasih sayangnya pada Daniel.
Sungguh lapang hati Ayu. Dia ingin melepas semuanya hanya dengan modal keyakinan jika suatu saat dirinya kembali di pertemukan.
πΉπΉπΉ
Apa yang terjadi dengan kehidupan Ayu?
Kenapa Riska muncul dengan tiba-tiba?
Apa mereka akan berpisah?
Bagaimana cara Samuel menemukan Ayu dan menyakinkan hatinya?
Yang penasaran dan ingin lanjoooooot....
Dukung cerita iniππ€Dengan cara like, vote dan share sebanyak-banyaknya πππ
Aku berjanji hanya Hiatus satu Minggu..
__ADS_1
Ingat untuk tetap favoritkan agar tidak ketinggalan update terbarunya π€
Terimakasih π₯°π₯°π₯°