Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Bersentuhan tanpa rasa


__ADS_3

Warning!!!


Part berisi adegan sensitif😁


Bagi yang tidak sepemikiran. Harap di skip tanpa meninggalkan jejak. Terimakasih.


Happy reading ❤️


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Ayu dan Samuel kembali masuk ke dalam kamar. Keduanya duduk di sofa seraya menikmati acara televisi dengan makanan dan minuman ringan yang terletak di atas meja.


"Kenapa di keluarkan semua Mas?" Protes Ayu menggeser tubuhnya untuk menjaga jarak.


"Untuk di makan."


"Ini banyak sekali."


"Hm. Agar stress mu menjadi ringan." Samuel mengambil satu kotak es krim dan berniat menyuapi Ayu.


"Aku kenyang, bukankah tadi sudah makan cake?"


"Coba dulu. Sisanya ku makan." Rajuk Samuel.


Ayu melahap satu sendok kecil es krim. Rasanya sangat dingin dan manis seakan otaknya terasa ikut sejuk. Samuel memandanginya, menikmati ekspresi yang Ayu perlihatkan.


"Enak?"


"Iya Mas." Samuel tersenyum lalu menegakkan posisi duduknya. Dia menyendok es krim dan melahapnya. Satu kali lagi tidak masalah. Ayu melirik gerakan tangan Samuel dan kotak es krim seakan tidak rela Samuel menghabiskannya. Lahap sekali. Mas Sam kelihatannya suka padahal dia kan lelaki.


Samuel terkekeh dalam hati, dia merasakan ketidakrelaan yang terpancar dari mimik wajah Ayu.


"Mas suka es krim."


"Iya. Mereka manis dan dingin." Manik Ayu kembali melirik dengan tarikan nafas panjang." Tidak apa kan kalau aku habiskan?" Imbuhnya sesekali bergumam, memuji-muji kelezatan es krim.


"Memangnya habis?" Rasanya tidak seperti es krim yang pernah ku beli. Susunya terasa sekali..


"Biasanya aku makan dua kotak besar."


"Mas tadi kan baru saja makan. Apa tidak kenyang?"


"Es krim tidak mengenyangkan." Ayu mengangguk-angguk walaupun rasanya dia tidak rela.


Sorot matanya masih sesekali melirik namun tidak berani untuk mencegah. Salivanya tertelan kasar lagi dan lagi sampai akhirnya dia merasa tidak tahan.


"Sisakan untuk ku sedikit Mas." Dengan sengaja Samuel mempercepat cara makannya.


"Nah sudah habis." Jawabnya menunjukkan kotak kosong." Kamu telat Babe. Besok kita beli lagi ya." Nafas Ayu terbuang kasar. Dia kembali duduk tegak seraya mengumpat dalam hati.


Belum apa-apa saja tidak mau mengalah! Katanya cemilannya untukku. Tapi dia memakan itu sampai habis! Itu kan kotak besar!


"Maaf ya."


"Hm." Jawab Ayu singkat.


"Sepertinya kamu marah."


"Tidak."


"Tadi kamu telat bicaranya."


"Mas Sam saja yang telat mendengar! Aku tadi sudah bilang tapi Mas malah melahap itu semuanya. Mas sengaja kan? Agar aku tidak minta?" Samuel terkekeh geli menatap lirikan malas dari Ayu." Aku menyesal sudah mencicipi nya." Imbuhnya ketus.


"Katanya tadi kenyang. Aku sudah menawarkan."


"Iya. Aku yang salah."


"Aku yang salah karena sudah menggoda." Samuel beranjak dari tempat duduknya. Dia tidak sampai hati jika harus menggoda terlalu lama. Samuel meletakkan kotak es krim ke dalam sampah lalu mengambil satu kotak lagi dari dalam kulkas." Maaf." Samuel kembali duduk seraya membuka kotak es krim lalu menyodorkannya pada Ayu.


"Aku hanya minta sisakan sedikit." Tolak Ayu lagi.

__ADS_1


"Hanya ada dua kotak. Terima ini atau ku habiskan." Cepat-cepat Ayu mengambil kontak es dari tangan Samuel.


"Aku tidak pernah memakan yang seperti ini." Gumam Ayu lirih.


"Aku juga tidak. Aku membeli itu untukmu." Ayu menoleh cepat.


"Kamu tadi memakannya." Celetuk Ayu kembali melirik malas.


"Aku baru tahu kalau rasanya enak padahal tadi niatnya menggoda malah keterusan hehe. Maaf."


"Tidak perlu minta maaf, membelinya juga pakai uangmu."


"Uangku, uangmu juga. Apalagi setelah nantinya kita sudah menjadi Suami Istri."


"Sekarang belum." Samuel menoleh seraya tersenyum." Ini sudah jam sembilan malam." Imbuhnya lirih.


"Iya aku tahu. Lalu?"


"Aku atau kamu yang tidur di kamar lain Mas."


Seharusnya sudah sejak tadi Ayu ingin menanyakannya. Tapi dia terlalu sungkan untuk melontarkan sebab Samuel adalah si pemilik rumah.


"Tidak ada yang tidur di kamar lain." Sontak Ayu menoleh cepat dengan wajah menegang. Dia takut jika khilaf yang pernah terjadi di Cafe akan terulang lagi.


"Walaupun kita akan menikah tapi masih satu Minggu lagi Mas. Itu berarti kita tidak boleh tidur di satu ruangan."


"Sudah terlanjur berbuat dosa."


"Aku saja yang tidur di kamar lain."


"Hm keluarlah kalau memang kamu bisa. Kamar ini khusus untukku. Area pribadi yang hanya bisa ku masuki. Debu bahkan tidak bisa menembus ruangan ini. Kamu satu-satunya orang yang ku izinkan masuk setelah penghianatan itu."


Ayu membuang nafas kasar sebab dia sudah pernah mencoba untuk membuka pintu kokoh yang entah terbuat dari apa. Tangannya bahkan terasa nyeri ketika dia mencoba menggedor-gedor.


"Aku tidak mau kau menyentuhku sebelum menikah Mas."


"Aku tidak sadar."


"Sadar atau tidak. Kita menikmati nya." Haha.. Ayo keluarkan semua protesan yang bersarang di fikiran mu..


Ini adalah salah satu alasan Samuel begitu tertarik dengan karakter Ayu. Dia menganggap jika Ayu memiliki 100 macam penolakan ketika ada seseorang mengajaknya berbuat tidak baik atau tidak sesuai dengan keinginannya.


"Mas Sam tidak takut kita di gerebek warga. Walaupun rumah Mas Sam jauh dari permukiman, tapi pasti ada ketua RT nya kan." Samuel manggut-manggut seraya tersenyum." Aku tidak mau ya Mas, menikah dengan cara tidak hormat." Ayu berharap kalau Samuel merasa takut lalu tidur di ruangan lain.


"Dimas sudah mengurusnya."


"Ke Pak RT?"


"Iya Babe. Kamu tenang saja. Aku terkenal sebagai lelaki yang sopan di sini." Ayu meletakan kontak es krim yang kosong.


"Kalau sopan. Kamu tidak akan berbuat ini Mas. Seharusnya kita tidur di ruangan terpisah."


"Aku tidak mau. Aku takut kamu kabur."


"Mana mungkin."


"Itu peraturannya."


"Aku tidak mau tidur kalau seperti itu."


"Hm ya sudah."


"Jadi Mas Sam pindah."


"Tetap tidak. Aku ingin kamu cepat terbiasa."


"Lakukan setelah menikah Mas. Kita belum syah." Protes Ayu meninggikan suaranya.


"Jangan membuang tenaga hanya untuk berteriak. Aku akan tidur di sofa."

__ADS_1


"Aku tetap tidak mau. Aku tidak mau tidur."


"Hahaha.. Kita akan bergadang malam ini. Oke." Ayu menggeser tubuhnya menjauh dengan raut wajah kesal.


Aku tidak boleh lengah. Jika dia menyentuhku lagi bagaimana? Aku akan benar-benar hamil anak haram!


Kejadian buruk yang terjadi di Cafe masih menjadi bayangan buruk bagi Ayu. Dia takut hamil dan harus mengandung anak di luar hubungan pernikahan. Sehingga dia mengukuhkan niatnya untuk tidak tidur agar kejadian itu tidak terulang lagi.


.


.


Satu jam kemudian, rasa kantuk mulai terasa karena hari ini sangat melelahkan bagi Ayu meskipun dia sempat tidur tadi sore.


.


.


Dua jam kemudian, tepat pukul 11. Ayu masih bertahan agar matanya tidak tertutup. Samuel menarik nafas panjang seraya melirik ke arah Ayu.


"Sebaiknya kamu tidur." Pinta Samuel mulai merasa kasihan.


"Kamu saja yang tidur Mas." Jawab Ayu ketus.


"Kita tidak akan tidur satu ranjang."


"Aku tidak mau tidur." Ahhh aku lelah sekali. Kenapa Mas Sam tidak tidur duluan saja..


Pemenangnya sudah bisa di tentukan..


Samuel tidak tega sehingga dia memutuskan untuk berpura-pura tidur. Meski hanya sekedar tebakan namun apa yang di lakukan Samuel sontak membuat Ayu bernafas lega.


"Mas." Panggil Ayu perlahan mendekat. Kepalanya di miringkan untuk memeriksa kelopak mata Samuel yang sudah tertutup rapat." Akhirnya.." Imbuhnya seraya berdiri lalu berjalan ke arah lemari. Gaun semua? Aku takut tersingkap..


Kenapa dia tidak juga tidur..


Ayu menutup lemari pelan lalu kembali ke sofa dan berdiri di hadapan Samuel.


"Bagaimana jika Mas Samuel bangun?" Gumamnya lirih." Lalu dia pindah ke ranjang dan kejadian itu terulang." Tanpa Ayu sadari, Samuel tersenyum mendengar kekhawatiran yang terlontar.


Ayu duduk lemah di sofa seraya memikirkan cara agar dia bisa mengetahui kalau nantinya Samuel bangun.


"Terpaksa." Ayu meraih remote lalu mematikan televisi. Dia mengambil selimut yang terlipat di ranjang dan malah kembali berjalan di sofa.


Kalau aku tidur di pangkuannya. Aku akan tahu saat dia bangun.


Perlahan Ayu berbaring dengan kepala bertumpu pada paha kiri Samuel. Dia menutupi bagian bawah tubuhnya dengan selimut karena takut gaun yang di pakai tersingkap.


Kenapa rasanya nyaman? Apa karena aku sudah lama tidak mendapatkan perhatian dan Mas Samuel sudah memberikanku perhatian beberapa hari ini...


Ayu menguap sambil memposisikan kepalanya dengan sangat hati-hati.


Aku harap malam cepat berlalu..


Mata Ayu mulai terpejam di sertai dengkuran halus yang keluar dari rongga hidung. Samuel membuka sedikit matanya untuk memeriksa. Setelah memastikan mata Ayu benar-benar tertutup. Kini tangannya beralih menepuk pipi Ayu seraya memanggilnya lirih.


"Babe.. Kamu sudah tidur."


Tidak ada respon selain bunyi dengkuran yang kian keras. Samuel tersenyum seraya menarik nafas panjang. Dengan hati-hati dia menggeser tumpuan kepala Ayu.


Setelah berhasil, kini Samuel berdiri lalu mengangkat tubuh Ayu dan membaringkannya di atas ranjang. Dia meraih remote pendingin ruangan dan menambahkan suhunya seraya tersenyum.


Percayalah.. Aku lelaki baik-baik walaupun tidak sepenuhnya baik. Kamu berhasil membangunkan perasaan ku yang telah lama mati. Aku berjanji akan menghangatkan mu saja, tidak lebih...


Samuel berbaring di samping Ayu lalu menyelusup kedalam leher belakang dan mendekap tubuhnya erat. Suhu yang semakin dingin, tentu membuat respon Ayu sesuai dengan keinginan Samuel.


Tanpa sadar, dia merapatkan tubuhnya lagi dan lagi. Samuel membalasnya dengan senang hati bahkan langsung ikut terlelap.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2