
Hangat. Ouch apa aku sedang bermimpi? Mas Dika kembali memelukku seperti dulu.
Kesadaran Ayu belum kembali sehingga dirinya tidak mengingat kegilaan yang terjadi semalam. Seharusnya dia bisa membedakan karena tubuh yang di miliki Samuel sangat berbeda.
Namun karena keinginannya untuk bisa kembali hidup harmonis, membuat Ayu malah mendekatkan tubuhnya yang masih berbalut selimut.
Aku akan menikmatinya, walaupun ini hanya mimpi.
Samuel sendiri sengaja berbaring di samping Ayu karena ingin memanfaaatkan kejadian semalam sebagai senjata ampuh untuk menjerat Ayu. Dia tahu jika obat perangsang itu, akan menghilangkan ingatan atas ketidaksadaran Ayu semalam. Sehingga Samuel ingin mengatakan sebuah kebohongan gila agar Ayu bisa di miliki.
Sejak kapan Mas Dika ganti parfum. Batinnya seraya menghirup kuat aroma tubuh asing yang berbaring di samping. Mas Dika tidak pernah ganti parfum. Dia selalu menggunakan parfum yang sama.
Walaupun kedua mata Ayu masih terasa berat, dia mencoba membukanya dan melihat pemandangan tidak biasa.
Pantas saja. Itu Mas Samuel. Dengan bodohnya dia mengucapkan itu dalam hati.
Ayu kembali memejamkan matanya dan menganggap jika dirinya hanya bermimpi.
Kenapa aku bisa memimpikan Mas Samuel? Ah dia memang tampan sekali. Aku yakin setelah ini tidak ada siapapun di sampingku.
Kembali, Ayu membuka matanya dan baru menyadari jika sosok di hadapannya adalah nyata.
"Ma Mas Samuel!!!! Aaaaaaaaaaaa." Kaki kanan Ayu terayun ke depan dan menendang keras tubuh Samuel hingga terjungkal ke bawah.
Duaaaak!!
Bruuuuuuukkkkk!!!
"Apa ini!!" Ayu bergegas berdiri sehingga selimut yang menutupi tubuhnya terlepas ke bawah.
"Ahhh sakit sekali. Kenapa kamu menendang ku seperti itu." Eluh Samuel berdiri. Pandangannya langsung tertuju pada tubuh polos Ayu yang belum menyadari jika dirinya tidak mengenakan sehelai benangpun.
"Apa yang Mas Sam lakukan di kamar saya?"
"Ini kamarku. Tepatnya kamar kontrakan ku." Ayu mengedarkan pandangannya dengan raut wajah bingung. Ketika dia melihat baju miliknya berserakan di lantai, Ayu baru menyadari jika dirinya tidak mengenakan baju.
"Tidak!" Dengan gerakan cepat, Ayu menyambar selimut untuk menutupi tubuhnya. Dia memeluk erat selimut itu seraya membereskan baju miliknya." Apa yang sudah Mas Sam lakukan!" Sesuai tebakan, Ayu akan sedikit melupakan memori kejadian semalam.
"Aku membantumu sebab kamu memintaku melakukan itu." Tidak dapat di pungkiri jika jantung Ayu berdebar-debar saat terlihat jelas bagaimana indahnya tubuh berotot milik Samuel.
"Mana mungkin begitu Mas. Saya tidak akan melakukan itu! Saya itu masih memiliki Suami!!"
"Aku juga tidak mungkin berbohong. Coba di ingat-ingat lagi." Ayu duduk lemah dengan selimut yang masih di pegang erat. Dia tengah mengingat-ingat kejadian semalam.
Sial untuknya dan keberuntungan bagi Samuel sebab Ayu hanya mengingat ketika dirinya memohon pada Samuel untuk membantunya menuntaskan hasrat.
"Farel memberi mu obat perangsang. Apa semalam dia memberikan minuman atau makanan." Ayu menoleh sejenak dengan raut wajah menyesal.
"Iya." Jawabnya singkat. Bagaimana ini? Memalukan sekali!!
__ADS_1
"Untung aku datang dan menolong mu."
"Cih! Serius menolong!" Jawab Ayu ketus. Sam tersenyum simpul, dia menyukai ada sosok yang menyibukkan paginya.
"Serius. Aku selalu serius melakukan apapun."
"Katakan! Apa Mas Sam melakukan itu?"
"Melakukan apa?"
"Itu.." Pertanyaan Ayu tertahan. Dia setengah mati merasa malu ketika akan mempertanyakan sebuah tebakan yang bersarang di otaknya. Aku mohon jangan Tuhan.
"Kamu memaksa dan mana mungkin aku menolak. Apa yang terjadi semalam begitu indah juga singkat. Sampai-sampai aku tidak bisa tidur." Ayu melebarkan dengan mata mulai berkaca-kaca. Samuel yang melihat itu cukup merasa kasihan meski dia tidak berniat mengatakan yang sesungguhnya terjadi. Aku tidak akan memasuki sesuatu yang belum menjadi milik ku. Maafkan kebohongan ku Ayu. Ini untuk kebaikan hubungan kita selanjutnya.
"Seharusnya Mas Sam menolak! Huaaaaaaaaaaaa... Aku buruk sekali. Bagaimana jika Mas Dika tahu. Dia akan menyebutku macam-macam." Ingin rasanya Samuel terkekeh ketika Ayu menangis sejadi-jadinya. Itu terlihat konyol, sebab untuk pertama kalinya, Samuel melihat sosok Ayu yang sebelumnya terlihat sebagai sosok wanita yang kuat dan tegar.
"Aku lelaki normal. Mana mungkin aku menolak."
"Mas Sam sadar! Aku masih Istri syah.."
"Sadar." Sahutnya cepat." Kalau kamu hamil, otomatis kalian berpisah." Imbuh Samuel malah melontarkan kegilaan dan membuat tangisan Ayu semakin keras. Hehehehe. Apa aku berdosa melakukan ini? Ampuni aku ya Tuhan. Aku berniat baik dan ingin membebaskan dia dari lelaki itu. Aku berjanji akan membahagiakan dia. Tapi, aku mohon. Percepat perpisahan mereka.
Kewarasan Samuel terbabat habis. Bertahun-tahun malam dingin dia lalui dengan kesendirian. Tapi semalam, dia sangat menikmati kebersamaan yang terjadi akibat ketidaksengajaan.
Samuel bahkan mendekap tubuh Ayu semalaman. Mulai memikirkan bagaimana indahnya jika itu bisa terjadi sepanjang waktu.
"Hamil? Se sejauh itu? Apa Mas Sam mengeluarkan itu di dalam!!!" Tanya Ayu panik.
"Aku berniat mengeluarkan itu di luar. Tapi semalam terasa sangat panas sehingga aku terbawa hasrat dan benih itu keluar begitu saja."
"Aku akan bertanggung jawab, Babe."
"Ba Babe? Apa itu! Kau memanggil Istri orang lain dengan sebutan itu!!" Menunjuk kasar ke arah Samuel.
"Terserah Babe. Sejak semalam aku sudah menganggap kamu milikku."
Ayu berdiri seraya membawa baju juga selimut untuk menutupi tubuhnya. Tanpa meminta izin, dia masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti baju.
Walaupun hubungan kami tidak harmonis. Seharusnya engkau melindungi ku dari petaka ini Tuhan. Bagaimana jika aku hamil! Mas Sam bagaimana sih!!
Lima menit kemudian, Ayu keluar dengan baju lengkap. Dia melipat selimut lalu meletakkannya sembarangan di atas ranjang.
"Aku berjanji akan segera melunasi hutang orang tuaku." Ayu menoleh dengan sorot mata tajam. Sejak awal dia memang tidak memikirkan masalah tersebut sementara Samuel masih sangat penasaran tentang pendapat Ayu.
"Kamu sadar sudah bicara apa Mas?"
"Kalau aku pingsan, mana mungkin aku bisa bicara."
"Aku tidak sedang bercanda. Aku masih Istri syah Suamiku tapi kenapa kau melakukan hal keji itu padaku!"
"Kamu memintanya Babe. Aku tidak mungkin menolak Ikan segar." Ayu tidak bergeming. Dia mengambil ponsel miliknya seraya memutar tubuhnya untuk mencari tas.
"Mana tasku?"
__ADS_1
"Di meja sebelah sana." Menunjuk ke kiri." Sebaiknya jangan keluar dulu. Lebih baik kamu datang sedikit terlambat." Ujar Samuel mengingatkan.
"Jangan mengaturku!"
"Hm oke."
Samuel duduk seraya memperhatikan Ayu yang tengah melangkahkan kakinya ke arah pintu. Namun sesuai tebakan, setelah pintu di buka, Ayu kembali menutupnya dengan kasar.
Braaaakkkkk!!
Ramai sekali. Ayu mendongak dan melihat jam dinding menunjukkan pukul 8 pagi. Ini gila. Aku tidak pernah bangun sesiang ini.
Sudah berbulan-bulan Ayu tidak pernah merasakan kenyamanan saat tidur. Sikap dingin Dika menjadi pemicu hal itu terjadi.
Dika yang biasanya selalu mendekapnya ketika tidur, kini memunggunginya bahkan terkadang keduanya tidur di kamar berbeda.
Sangat wajar jika tadi Ayu menganggap dirinya tengah bermimpi. Sebab kehangatan Dika hanya mampu dia rasakan dalam mimpi saja hingga terkadang dia enggan bangun agar mimpi itu terus berlanjut.
"Sudah tahu alasan dari larangan ku?"
"Ya." Ayu meraih kaos milik Samuel dan melemparkannya." Setidaknya pakai baju!" Imbuhnya duduk pada salah satu kursi tanpa melirik sedikitpun.
"Baik. Aku pakai." Samuel membuka lemarinya untuk mengambil salah satu baju yang tergantung di dalam." Sebaiknya hari ini kamu tidak perlu berkerja. Aku akan mengurus masalah kemarin agar Farel jera." Samuel meraih ponselnya lalu memesan makanan untuk sarapan.
"Tidak bisa Mas. Saya akan mengurus sendiri dan membuat perhitungan dengan Mas Farel!"
"Farel manusia licik." Samuel duduk lalu menuang air putih dan menyodorkan pada Ayu." Minum dulu agar stamina mu kembali pulih." Ayu menyambar gelas lalu meneguknya habis.
"Ini rahasia. Mas Samuel jangan bercerita pada siapapun."
"Iya, beres. Tapi setelah kamu bercerai. Kita harus menikah."
"Itu tidak adil Mas. Kejadian kemarin hanya kecelakaan!"
"Aku tidak mau menjaga rahasia kalau kamu tidak menuruti permintaan ku." Jawab Samuel sengaja menggoda.
"Ku fikir Mas Sam adalah orang yang berwibawa."
"Niatku baik. Aku hanya ingin membahagiakan mu. Aku tidak perduli dengan penilaian mu Babe. Aku suka dan aku harus bisa mendapatkan sesuatu yang ku sukai."
"Aku bahkan belum bercerai! Masalah ku begitu banyak tapi kenapa Mas Sam malah mengancam ku seperti ini?"
"Jangan bertahan jika terasa sakit. Aku hanya ingin kamu sadar kalau masih banyak rumah yang bisa di tempati dengan nyaman."
"Egois! Mas Sam mengatakan itu karena belum pernah merasakan berada di posisi ku!!" Samuel menoleh seraya tersenyum simpul. Dia menelan bulat-bulat kemarahan Ayu seraya menarik nafas panjang.
"Bukan hanya kamu yang mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Sangat banyak orang yang merasakan kesakitan hanya demi bertahan pada satu nama. Termasuk aku."
Sam sangat malas membahas masa lalunya. Dia sudah berhasil mengubur perasaan itu dalam agar tidak lagi merasakan kekecewaan.
Namun melihat sikap Ayu sekarang, membuat Samuel ingin Ayu segera sadar jika sebuah takdir juga pernah salah.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jadikan like untuk uang parkir 😁 Terimakasih 🥰