Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Menutup mata hati


__ADS_3

Maaf updatenya tidak stabil 🙏🤧


Kesehatan ku sedang terganggu..


Happy reading ❤️


Samuel tersenyum, menatap cara Ayu merawat Daniel meskipun Keano hadir di tengah mereka. Dia sangat kagum pada sifat keibuan yang kerapkali Ayu perlihatkan.


Walaupun Samuel sudah melontarkan penolakan. Tapi ada keuntungan dari hadirnya Keano. Hal itu membuat hatinya semakin yakin dengan pendamping pilihannya kali ini.


Dengan gelak tawa, Ayu menyuapi Daniel dan Keano secara bergantian. Dia sampai belum menyentuh makan siangnya sehingga Samuel tidak tinggal diam dan menyuapinya.


"Nanti saja Bee." Tolak Ayu merasa malu pada Keano yang sejak tadi memperhatikan mereka dan memperlihatkan senyum polosnya.


"Ini sudah hampir sore. Kamu suapi mereka dan aku menyuapi mu."


"Kamu saja belum makan."


"Itu masalah gampang Babe. Ayolah." Rajuk Samuel lagi. Ayu membuka mulutnya dengan rona merah di wajah.


"Kean mau nambah?" Tanya Ayu ketika melihat piring yang di tangannya kosong.


"Tidak Bu. Kean sudah kenyang. Sekarang giliran Ibu yang makan." Ayu meletakkan piring kosong lalu menggeser piringnya sendiri.


"Kamu makan Bee."


"Sepertinya kita harus menambah anak lagi." Sontak Ayu menoleh cepat.


"Tidak pantas mengatakan itu Bee. Ada Keano dan kita sedang makan." Ayu melihat ke arah Keano yang sedang menggoda Daniel.


"Hehe. Sikap Keibuan mu membuat ku ingin memiliki banyak anak. Ayah Ibuku pasti akan bahagia karena rumahnya akhirnya ramai." Jawab Samuel menggoda. Namun dia serius soal memiliki banyak anak.


"Daniel masih kecil Bee."


"Apa gunanya aku? Astaga Babe. Aku hanya seorang pengangguran. Kita rawat anak kita bersama-sama."


"Buktinya belum di beri." Jawabnya pelan. Kehadiran Riska tentu membuatnya kehilangan selera untuk kembali memiliki anak.


"Itu tandanya kita harus berkerja lebih keras lagi." Ayu tertawa kecil. Dia merasa jika perkataan Samuel hanyalah alasan untuk menambahkan jatah percintaannya.


"Semoga Tuhan cepat memberikannya lagi."

__ADS_1


"Hm Amin."


Obrolan menggelikan itu seketika terhenti ketika Ayu melihat Riska berdiri di ambang pintu ruang makan. Rasa tidak nyaman langsung menjalar, membuat selera makannya runtuh.


"Kamu seperti tidak ikhlas memberikan ATM untuk Keano." Ujar Riska tiba-tiba. Dia akan duduk di samping Samuel namun dengan cepat kaki Samuel menendang kursi tanpa perduli dengan Keano." Tega sekali kamu Sam." Protes Riska tidak terima.


Hal ini yang membuat Ayu memilih pergi. Samuel tidak sanggup menahan emosi begitupun Riska yang tidak berhenti untuk mendekat. Mereka sering memperlihatkan perseteruan di hadapan Keano dan Daniel.


"Dasar jallang." Umpat Samuel lirih. Ayu memegang lengannya lalu mengusap-usapnya lembut.


"Ada anak-anak Bee."


"Keluarkan titah mu Babe. Kamu harus paham betapa muak nya aku melihat wanita ini." Samuel berdiri seraya menunjuk kasar ke arah Riska.


Ayu mengambil langkah dengan memberikan isyarat pada Bik Ratih agar membawa Keano dan Daniel ke kamar bermain. Setelah kepergian mereka, Riska meletakkan kartu ATM di atas meja makan.


"Kaki kananmu meneriaki ku. Seharusnya dia tidak berbuat itu dan membuat ku malu." Protesnya atas perbuatan Mita dan Dimas.


"Apa maksudmu Kak?"


"Kalau memang ikhlas, seharusnya kalian tidak menceritakan soal ATM itu pada mereka." Samuel tersenyum kecut tanpa menatap ke arah Riska.


"Semua urusan memang tanggung jawab Dimas." Jawab Ayu lirih.


"Terserah saja mau ku gunakan untuk apa. Ini uang Kean dan dia adalah anak kita."


"Dia anakmu bersama lelaki itu. Anakku hanya Daniel."


"Jangan libatkan anak kita dalam dendam masa lalu Sam. Itu tidak adil untuknya."


"Anak Mas Sam atau bukan. Sebaiknya Kak Riska cepat pergi dari sini." Sontak perdebatan terhenti. Riska menatap tajam ke Ayu sementara Samuel memperlihatkan senyum simpul." Untuk masalah ATM, saya akan membicarakannya dengan Dimas." Imbuh Ayu berusaha menutup mata hatinya. Ada rasa tidak tega berucap. Tapi rasanya pertengkaran tidak akan berhenti jika Riska masih berada di sekitar mereka.


"Kean punya hak yang sama."


"Hm rumah kalian akan jauh lebih mewah daripada rumah ini." Wajah Riska seketika berubah. Dia tidak hanya menginginkan harta tapi simpatik Samuel juga.


"Dia juga butuh perhatian Samuel."


"Kean boleh tinggal tapi Kak Riska harus pergi!" Jawab Ayu tegas.


"Dia anakku. Mana mungkin kita di pisahkan?"

__ADS_1


"Pergi atau ku usir paksa. Dan saat paksaan itu terjadi. Saya pastikan ceritanya akan lain. Kak Riska tidak akan mendapatkan fasilitas apapun." Ujar Ayu mengancam meski sebenarnya, dia tidak suka menyalahgunakan kekuasaan untuk berbuat semena-mena.


"Sam tolong. Ini tidak adil." Samuel berjalan mundur untuk menghindari Riska yang hendak menyentuh lengannya.


Samuel mengambil ponsel di saku celananya lalu menghubungi Dimas. Dia menanyakan soal rumah yang di pesan tadi pagi.


"Jemputan akan datang setengah jam lagi. Silahkan pergunakan waktu itu untuk berkemas." Pinta Samuel seraya merangkul pundak Ayu dan menggiringnya keluar ruang makan. Sorot mata Riska terlihat tajam. Dia tidak sanggup menerima keputusan Ayu.


Setelah hampir enam bulan mereka tinggal. Riska mengetahui sifat Ayu yang tidak sampai hati mengusir. Tentu saja keadaan itu di manfaatkan untuk bisa bertahan di rumah yang memang ingin di kuasai.


Tapi hari ini, Riska mengetahui fakta baru jika Ayu tidak sebodoh kelihatannya. Sehingga rencana tambahan mulai Riska susuk hanya demi hidup bergelimang harta.


Persetan. Jika Samuel tidak dapat ku kuasai. Lebih baik aku memanfaatkan kesempatan ini untuk menguras harta mereka lewat Keano. Enak saja! Aku tidak akan menyerah dan membuat rencana ku gagal...


🌹🌹🌹


Sambil menunggu anaknya yang sedang bermain. Tania mengutak-atik ponsel miliknya. Dia sedang memasang promosi untuk toko perlengkapan bayinya agar semakin ramai.


Walaupun tidak bisa hidup bermewah-mewah seperti dulu. Namun hasil dari penjualan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk keperluan Bu Erna.


Mata Tania membulat ketika dia melihat sebuah postingan yang berasal dari luar negeri. Terpampang foto Keano dengan tulisan missing children.


Bukankah ini anak wanita itu? Apa dulu anak itu pernah hilang?


Tentu saja Tania merasa bertanya-tanya sebab foto Keano tidak hanya sendiri. Dia sedang di apit Riska dan Stefan sementara wajah wanita yang mengaku sebagai Riska mirip dengan yang di foto.


Ini postingan lama. Ku rasa anak itu pernah hilang dulu. Tapi kenapa postingannya tidak di hapus?


"Mama." Celoteh Abyan, anak Tania. Sapaan itu membuat Tania tidak sengaja menyentuh tombol keluar sehingga postingan soal Keano menghilang." Ayo Ma." Ajak Abyan menarik lengan Tania.


"Iya sayang tunggu." Sebaiknya ku cari lagi nanti malam.


Tania berdiri lalu mengikuti Abyan kemana membawanya pergi sambil terus memikirkan postingan yang terasa mengganjal di hati.


🌹🌹🌹


Siapa Riska palsu yang sesungguhnya?


Kalian bisa tebak tidak?


Mungkin untuk season kedua konflik nya hanya ini.

__ADS_1


Karena masa lalu Ayu dan Samuel sudah terselesaikan.


Terimakasih dukungannya 🥰


__ADS_2