
Ayu menjauhkan diri untuk menolak uluran tangan Samuel yang berusaha memaksanya makan. Belum lagi tatapan sekitar yang jelas memperhatikannya, membuat Ayu berniat akan beranjak pergi.
Greeepppp
Tangan kanan Samuel meraih lengan Ayu dan menahannya pergi. Sehingga Ayu terpaksa kembali duduk seraya mencoba melepaskan diri.
"Lepas Mas." Pinta Ayu lirih." Kamu tidak malu. Apa kata orang tentang mu nanti. Aku masih Istri orang lain." Imbuhnya berbisik.
"Sudah ku bilang. Aku tidak perduli." Samuel menyodorkan satu sendok makanan. Ayu memalingkan wajah seraya menggelengkan kepalanya.
"Tidak Mas. Astaga! Aku tidak mau."
"Ayolah Babe. Kau jangan memaksaku melakukan hal ekstrim." Rajuk Samuel tanpa memperhatikan tatapan para pegawai lain.
"Aku terbiasa tidak sarapan pagi. Aku juga sedang tidak berselera."
"Aku tidak perduli. Aku memaksa mu." Ayu melirik malas seraya mendengus." Kamu fikir aku bercanda." Samuel membalas tatapan tidak suka Ayu dengan hangat. Dia menikmatinya, bahkan sudah tidak perduli bagaimana keburukan wanita di hadapannya. Asal cintamu nanti hanya untukku. Aku akan berusaha membahagiakan mu bagaimana pun caranya.
Samuel menggeser tubuhnya mendekat lalu merangkul kedua pundak Ayu dan merapatkan tubuhnya. Tangannya menekan lembut leher belakang Ayu dan mencoba memasukkan satu suap makanan.
"Emmmmm oke. Aku makan!" Teriak Ayu menolak dengan merapatkan bibirnya.
"Hm habiskan." Samuel meletakkan kotak makan ke pangkuan Ayu lalu menyerahkan sendoknya.
"Aku sudah terbiasa tidak sarapan."
"Kebiasaan buruk harus di buang." Meskipun ragu, Ayu menyendok makanan yang terasa menggoyang lidah.
Ahh.. Sudah lama aku tidak memakan sajian berbumbu dan penuh lemak..
Ayu manggut-manggut seraya mengunyah olahan daging rendang. Entah kapan terakhir kali dia memakannya hingga menimbulkan rasa lapar yang seakan merongrong.
Makanan ini sudah lama ku hindari. Aku pastikan berat badanku akan bertambah setelah ini.
Walaupun khawatir, nyatanya Ayu terus saja menguyah. Stres pada otaknya terasa lebih ringan karena perutnya terisi. Dengusan lembut berhasil lolos ketika Ayu menyadari nasi di dalam kotak sudah habis.
Rasanya cepat sekali. Apa boleh aku...
Seakan bisa membaca fikiran, Samuel menyodorkan sebungkus nasi tambahan.
"Tambah lagi." Pinta Samuel memperlihatkan gigi ratanya.
"Tidak Mas. Aku sudah kenyang." Jawab Ayu menolak.
Sejak dulu, Ayu selalu menghabiskan banyak nasi ketika dia merasa cocok dengan lauknya. Kebiasaan itu terhenti sejak dia menyadari kalau Dika begitu mengidolakan seorang bintang Korea dengan tubuh bak boneka Barbie.
__ADS_1
Ayu yang sudah mengabdikan hidupnya pada Dika. Berusaha menjaga pola makannya dan melupakan kebiasaan lamanya.
Namun bentuk tubuhnya berubah drastis ketika dia di nyatakan hamil. Naffsu makan Ayu bertambah sehingga porsi makannya tidak terkontrol.
Sampai kejadian buruk itu datang. Entah apa yang salah dari segelas susu yang di sajikan pembantunya di pagi hari. Hingga menimbulkan rasa sakit dan kontraksi hebat pada janinnya. Faktanya, sampai saat ini, Ayu belum mengetahui niat busuk terselubung dari kegugurannya kala itu.
"Dia pasti malu Mas." Sahut Mita mengambil tambahan nasi lalu membuka bungkusnya dan meletakkannya pada kontak makanan Ayu. Kekurangan Mas Samuel hanya banyak hutang. Selebihnya, aku percaya dia lelaki yang baik dan bertanggung jawab.
Niat Mita menentang ketertarikan Samuel luntur ketika dia melihat sendiri bagaimana Samuel memperlakukan Ayu. Sudah enam bulan lamanya Mita mengenal Samuel. Tidak pernah sekalipun dirinya melihat Samuel memberikan perhatian seperti apa yang di lakukan sekarang.
"Aku sudah kenyang." Apa yang di katakan tidak sesuai dengan isi hatinya sehingga suara yang di hasilkan begitu lirih.
"Mas Sam bisa kau bohongi, tapi aku tidak. Aku masih ingat ketika kau membawa satu piring nasi penuh dengan lauk di puncaknya hahahaha." Ayu tersenyum aneh menatap Mita yang terkekeh.
"Itu dulu Mit."
"Tidak baik menolak rejeki. Kamu butuh banyak nutrisi untuk memulihkan kondisi hatimu."
"Aku akan pergi. Mungkin dia malu." Samuel berdiri seraya mengambil kunci motornya yang tergantung." Aku ada urusan. Kalau siang ini kamu mau pulang. Sudah ku berikan izin tapi, ajaklah dia." Menunjuk ke arah Mita.
"Sore saja Mas."
"Lebih cepat lebih baik. Kebetulan wanita yang tinggal di samping kost-an ku pindah. Aku sudah bicara pada pemiliknya agar kamu bisa tinggal di sana."
"Uangnya Mas. Aku tidak punya uang untuk itu."
"Itu urusanku. Aku pergi." Samuel menepuk pundak Ayu lembut kemudian berjalan keluar dengan langkah tenang.
"Hutang Mas Sam akan bertambah." Ayu menoleh lalu mulai kembali makan.
"Aku akan membayarnya setelah gajian tapi aku belum bisa mengembalikan uangmu."
"Huft tidak apa. Itu bukan hutang, aku memberikannya cuma-cuma. Urus gugatan perceraian lebih dulu. Aku sudah muak melihat tingkah Dika!" Ayu menelan makanannya pelan seraya menarik nafas panjang.
"Serius?!" Gumamnya seakan berbicara pada diri sendiri.
"Serius apa?"
"Pernikahan ini akan hancur? Aku tidak pernah membayangkan ini Mit."
"Jodohmu dengan Dika sampai di sini saja. Kalau dia hanya menyuruh mu berdiet itu masih wajar. Tapi kalau dia sudah berani bermain api! Itu kebiasaan buruk yang sulit di rubah."
"Lalu, untuk apa kita di pertemukan?"
"Itu rahasia Tuhan."
Pembicaraan kali ini sontak membuat Ayu kehilangan selera makan. Dia menutup kotak makanannya lalu meletakkannya di atas meja.
__ADS_1
Sungguh tidak pernah terbayangkan jika hubungan yang sudah terjalin begitu lama akan kandas di tengah jalan. Keduanya di pertemukan atas pilihannya sendiri. Tidak ada perjodohan ataupun pemaksaan.
Kala itu Ayu masih duduk di bangku sekolah menengah ke atas. Sementara Dika masih berkerja sebagai staf biasanya.
Pertemuan keduanya terjadi ketika Ayu terlibat masalah dengan teman lelakinya. Dika datang menolong sebagai penengah dan detik itu juga, Ayu menganggap jika Dika adalah lelaki yang paling dewasa.
Apa itu cinta monyet? Tidak. Sebab perasaan keduanya semakin membesar meskipun sempat terpisah beberapa tahun untuk urusan perkerjaan.
Hari-hari berat tentu di lalui saat itu. Bukan hanya berat untuk menahan rindu, tapi Ayu mati-matian harus menjaga hati agar dirinya tidak jatuh cinta dengan yang lain.
Sehingga wajar, ketika saat janji suci di ucapkan. Ayu yakin jika hubungan pernikahan mereka akan baik-baik saja hingga maut memisahkan.
Kenapa aku bisa salah? Aku yakin Mas Dika orang yang tepat tapi kenapa akhirnya seperti ini?
"Sudahlah Ay." Mita mengusap punggung Ayu lembut." Mana bisa kita melawan takdir." Imbuhnya menyemangati.
"Aku tidak ingin melawan."
"Habiskan makanan mu. Lalu ku antarkan mengambil baju."
"Hm." Ayu tersenyum getir. Ingin menangis namun dia terlalu angkuh untuk memperlihatkan rasa lemahnya. Dia terlatih untuk berdiri tegar di sekeliling kesakitan, sejak kedua orang tuanya meninggalkan dirinya sebatang kara.
🌹🌹🌹🌹
Samuel memarkirkan motornya di bahu jalan tepat di belakang sebuah mobil mewah. Hari ini ada pertemuan penting sehingga mau tidak mau, dia harus datang ke perusahaan sebentar.
Seorang lelaki keluar dari mobil tersebut lalu berjalan menghampiri Samuel. Dia menyerahkan kunci mobil sementara Samuel memberikan kunci motornya.
"Jasnya sudah saya siapkan di dalam Tuan."
"Hm." Jawab Samuel segera masuk ke dalam mobil.
Tubuhnya di miringkan untuk mengambil jas yang sudah tersedia di jog belakang. Dia mengganti baju sederhananya dengan setelan jas lalu mulai melajukan mobilnya.
Setibanya di perusahaan, kedatangannya di sambut oleh Dimas yang sejak tadi sudah menunggu.
"Para tamu sudah berada di ruang pertemuan Tuan."
Samuel berubah menjadi sosok yang berbeda. Seorang Tuan muda dengan mimik wajah tegas dan cenderung dingin. Prestasinya dalam mengelola perusahaan sudah tidak di ragukan lagi.
Perusahaan kecil peninggalan orang tuanya, kini sudah berubah menjadi perusahaan besar bahkan menembus pasar internasional.
Siapa yang menyangka jika keseharian Samuel di habiskan untuk hidup sederhana hanya untuk mencari ketulusan. Dia yang sudah merasakan getirnya kehidupan tidak merasa kesulitan ketika dirinya berubah menjadi Samuel yang penuh dengan hutang.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Cerita baru di mulai dari sini!!!
Jangan lupa, like parkir nya ya teman-teman 🌹 Terimakasih 🥰