Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Tantangan untuk menjerat


__ADS_3

Sejak Dika berubah menjadi menyebalkan. Ayu sangat hafal dengan sifat tidak ingin di salahkan yang melekat pada Dika begitupun Bu Erna.


Itu juga yang menjadi pemicu, kenapa sampai detik ini Ayu tidak bisa akrab pada mertuanya. dia bahkan memanggilnya dengan sebutan BU ERNA yang seharusnya sudah berganti menjadi MAMA.


Bu Erna seakan menghindar, menyelesaikan masalah dengan keegoisan yang selalu menyudutkan posisi Ayu. Bagaimana mungkin Ayu bisa nyaman? Dia sangat ingin menganggap Bu Erna sebagai Ibu kandung. Tapi rasanya sangat sulit apalagi keduanya kini tinggal terpisah.


"Dia selingkuhan saya." Kebingungan yang bergejolak di dalam hati membuat Ayu memutuskan untuk melontarkan kebohongan. Tidak ada gunanya melontarkan pembelaan. Jika tidak di akhiri, ini akan berbuntut panjang.


Ayu merasa tersudut namun tidak sanggup mengelak. Dia sadar akan keahlian Suami dan mertuanya yang hobi menyalahkan orang lain atas kesalahan mereka. Jalan apalagi yang bisa di tempuh kecuali membuat hina dirinya sendiri dengan sebuah keyakinan jika Tuhan akan mengungkap keburukan yang sesungguhnya suatu hari nanti.


Bu Broto dan Bu Erna juga dua tetangga lain melongok ke arah Samuel.



Terang saja, selingkuhannya tampan sekali. Tapi aku tidak yakin jika ini benar..


Apa ini adalah lelaki yang di sebutkan Dika.


Ah Babe. Apa kau sedang memberiku tantangan untuk merebut mu.


Semoga saja Mas Samuel bisa di ajak berkerja sama.


"Sudah cukup keributannya. Kalian sudah tahu jawabannya jika Suami dan mertua saya tidak bersalah. Saya satu-satunya orang yang bersalah di sini." Selain muak, Ayu juga merasa sungkan karena keributan yang di timbulkan berulang kali terjadi akibat ulahnya.


Dika berjalan mendekat lalu menyeret tubuh Ayu yang menempel pada Samuel. Dia cemburu, merasa tidak rela saat ada seseorang yang lebih sempurna darinya berdekatan dengan Ayu.


"Kau masih Istri syah ku. Apa pantas melakukan ini." Protes Dika sedikit menyesal dengan kebodohan dan kebohongan yang masih di kalahkan oleh egoisnya.


"Aku tidak memikirkan pantas atau tidak. Otakku rasanya tidak kuat ketika kau melakukan itu Mas." Jawab Ayu berbisik.


"Aku tidak akan melepaskanmu. Ayo kita pulang. Kau tidak perlu lagi berkerja di sini." Seperti sebuah senjata makan tuan. Dika kembali terjebak atas jebakan yang di buatnya sendiri.


"Kita bicara nanti. Aku tidak mau lagi merepotkan mu." Dada Ayu seketika sesak ketika dia melontarkan hal tersebut.


Sejak ikrar janji suci terucap, sebuah bakti untuk menyerahkan hidupnya sudah Ayu mantapkan untuk Dika. Dia sengaja berdiam di rumah karena tidak ingin berdekatan dengan lelaki lain meski sebagai rekan kerja.


Ayu masih ingat jika dulunya sangat banyak lelaki dan orang tua yang menginginkan Ayu menjadi Istri juga menantu bagi mereka. Itu sebabnya dia memilih menghindar daripada harus di repotkan dengan hal yang menurutnya tidak penting.


"Kamu jangan seperti ini Ayu."

__ADS_1


"Lalu seperti apa?" Ayu mati-matian menahan air mata yang semakin mendorong ketika panggilan untuknya sudah berganti. Dia membandingkan ketika Dika menyebut Tania dengan panggilan sayang dan bergerak bebas di atasnya.


Tiba-tiba Samuel kembali merebut ayu seraya mendorong dada Dika.


"Ceraikan dia segera." Sahut Samuel menantang. Sandiwara kali ini membuatnya tidak bisa menahan diri lagi apalagi dengan jelas dia melihat manik Ayu yang mulai berkaca-kaca." Biar aku yang membahagiakan dia jika kau keberatan melakukannya." Mita tersenyum aneh, sebab ucapan itu terdengar seperti seonggok bualan.


Haha aku sedang menonton drama kolosal. Mas Sam percaya diri sekali berkata itu. Mita menunduk seraya menahan tawa. Dia tengah menertawakan perkataan Samuel yang di anggapnya lelaki penuh hutang.


"Dia masih Istri ku!" Dika berusaha meraih lengan Ayu tapi Samuel menampis kasarnya kasar.


"Apa kau pantas di sebut Suami." Tanya Samuel tersenyum tipis. Bu Erna, Bu Broto dan tetangga yang lain malah melihat adegan di hadapannya tanpa melontarkan pembelaan.


"Kau tahu apa hah!"


"Pergilah sebelum ku panggilkan polisi untuk mengusir kalian. Ini wilayahku." Jawab Samuel mengancam.


"Kau yang harusnya ku laporkan karena sudah merebut Istriku."


"Silahkan laporkan. Habiskan hartamu untuk menuntut. Aku pastikan kau yang membusuk di penjara." Wajah Dika berubah pucat


lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ayu yang tengah menahan gemuruh pada hatinya.


"Ayo kita pulang Ay." Rajuk Dika memohon.


"Apa kau memilih lelaki ini?" Menunjuk ke arah Samuel." Kau tidak akan bahagia bersama pegawai Cafe ini!!" Ayu menghela nafas panjang seraya mendengus kesal.


Padahal aku sedang berusaha menutupi keburukannya. Tapi kenapa dia mendesak ku mengatakannya.


"Berkacalah Mas. Apa kau bisa membuatku bahagia dengan uang itu?" Bu Erna merasa tidak terima, kakinya melangkah maju untuk melontarkan pembelaan.


"Dasar wanita tidak tahu di untung." Sahut Bu Erna mulai berceloteh lagi." Anakku sudah mengangkat derajatmu dan memberikan hidup yang layak tapi kau tidak tahu terimakasih dan malah berselingkuh dengan lelaki ini." Samuel membuang nafas kasar. Ingin rasanya dia menampar pipi Bu Erna yang terlihat memuakkan.


Ugh! Sakit sekali. Baktiku benar-benar tidak di hargai. Apa Bu Erna lupa, jika aku sudah menemani anaknya dari saat dia menjadi staf biasa. Tapi kenapa dia berkata seperti itu seakan aku wanita yang hobi menghabiskan uang!


Ingin rasanya Ayu berteriak nyaring dan menguak kebenaran. Tapi dia masih menghormati Bu Erna sebagai orang tua untuknya.


"Saya minta maaf Bu. Mungkin saya tidak bisa menjadi Istri yang baik. Tolong suruh anak Ibu untuk melayangkan gugatan cerai. Saya tidak ingin menjadi beban."


"Tidak Ayu. Aku tidak akan melakukannya!!" Sahut Dika masih tidak menyadari kesalahan fatalnya.

__ADS_1


"Cukup Mas. Aku akan mengambil baju bersama Mita nanti sore. Setelah aku pergi, silahkan melakukan semua yang kamu sukai di sana. Itu rumahmu kan, jadi aku tidak berhak tinggal di sana." Ayu melepaskan tangan Samuel lalu melangkah masuk ke dalam Cafe dengan tatapan sekitar yang terfokus padanya.


"Mama kenapa berkata itu?" Dika menatap lemah ke arah Ayu yang terlihat tengah berjalan sambil menangis.


"Buang saja Istri tidak berguna itu! Mama sudah bilang untuk bercerai saja!"


"Aku tidak mau. Dia cinta pertama ku Ma."


"Jika kau tidak mau. Akan ku urus semuanya. Kau tinggal menunggu panggilan pengadilan saja." Sahut Samuel tersenyum simpul kemudian ikut melangkah masuk.


"Dasar pembinor!!"


"Terserah." Samuel menoleh sejenak seakan tengah meledek Dika habis-habisan." Asal Ayu menjadi milikku. Aku tidak perduli jika dunia memandangku buruk. Tunggu surat gugatan itu datang. Oke." Mita tersenyum aneh menatap kepergian Samuel. Baru kali ini dia melihat senyum yang begitu indah. Sebab meskipun ramah, Samuel jarang menunjukkan senyum mengembangnya.


Sial sekali. Terlepas dari cengkraman singa dan masuk jebakan raja hutang. Duh Ayu, kenapa Mas Samuel malah menyukaimu!!


"Tolong aku Mit." Mita menarik tangannya kasar ketika Dika menyentuhnya. Dia ikut merasa jijik dan tidak ingin bersentuhan dengan lelaki buruk seperti Dika.


"Tolong apa Mas."


"Bujuk Ayu."


"Saya mendukung perceraian kalian. Sahabatku terlalu buruk untuk Mas Dika. Jadi lepaskan saja dia daripada Mas Dika terus menyakiti nya. Jangan meminta tolong. Berkacalah Mas. Kenapa ini semua bisa terjadi. Permisi." Mita pergi dengan wajah masam. Ada kelegaan namun ada juga kekhawatiran. Mita takut jika nantinya Ayu benar-benar memilih Samuel sebagai tambatan hati.


"Ibu Broto lihat kan bagaimana Ayu sekarang!"


"Saya lebih lama mengenal Ayu daripada Bu Erna. Tidak mungkin dia bersikap seperti itu tanpa ada alasan. Cukup sampai di sini ya Bu. Kalau Ibu tidak menginginkan Ayu lagi, memang jalan terbaik adalah berpisah agar Ibu bisa mendapatkan menantu yang sempurna. Saya permisi."


"Saya juga Bu."


Bu Erna malah melengos seraya menatap kesal ke arah Dika. Dia merasa jika pembuktian kali ini tidak berjalan baik.


"Bagaimana kamu Dik. Kenapa kamu lemah seperti itu?"


"Bagaimana jika Ayu benar-benar menurut cerai Ma."


"Bagus itu! Cari menantu yang baik untuk Mama! Jangan seperti Ayu yang pembangkang!! Mama juga sudah muak melihat dia!! Ayo pulang!!"


Bu Erna menyerat tubuh Dika yang sebenarnya masih tidak ingin beranjak. Dia sedang memikirkan cara agar bisa kembali merajuk Ayu.

__ADS_1


Aku tidak mau kehilangan Ayu! Aku tidak mau bercerai! Aku masih mencintainya!! Bantu aku Tuhan..


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2