Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Merusak rencana sendiri


__ADS_3

Ayu mendorong keras tubuh Samuel yang tengah menghimpitnya. Namun tubuh berotot itu tidak bergeser dan malah mendekatkan wajahnya tepat di hadapan Ayu yang tengah menegang.


"Jangan Mas." Pinta Ayu berusaha menghindari serangan hasrat Samuel.


"Apa yang salah dari ini semua?"


"Ini salah. Tolong Mas, saya sudah bersuami." Ayu mulai terisak dan merapatkan bibirnya agar Samuel tidak melancarkan aksinya.


"Kenapa kamu meninggalkan ku? Aku hanya ingin memberikan sedikit hukuman tapi tentu saja aku tidak tahan Babe." Mata Ayu membulat dengan pandangan di tegakkan. Dia menatap nanar Samuel dengan mata berkaca-kaca.


"Be..."


Langsung saja Samuel melummat bibirnya. Mencoba memberitahu lewat sentuhan sensitif yang pasti Ayu kenali.


"Hmmmmpppppttttt... Tunggu!!!" Teriaknya mendorong dada Samuel.


"Apa yang harus di tunggu? Kamu membuatku kesal Babe."


"Mas Sam? Bee?" Tanyanya terbata.


"Lantas siapa lagi? Aku Suamimu."


Ayu bernafas lega, dugaannya selama ini terbukti. Perasaannya memang tidak pernah salah. Dia sudah bisa merasakan sejak awal Samuel memarkir motornya.


Kedua tangan yang awalnya menolak, dengan cepat melingkar erat ke perut. Kepalanya di sandarkan lemah di ikuti suara isakan. Ayu merasa lega sebab ternyata Samuel tidak bersama Riska.


"Kenapa menangis? Bukankah ini keputusan mu." Ujar Samuel lirih. Membalas pelukan Ayu seraya mengusap punggungnya lembut.


Aku sadar kalau tidak bisa hidup tanpanya.


"Tega sekali kamu merencanakan itu. Meninggalkan ku diam-diam." Imbuh Samuel lagi.


"Aku ingin kamu menyelesaikan masa lalu mu terlebih dahulu."


"Aku berniat mengusirnya. Tapi kamu tidak memperbolehkan ku."


"Kasihan Keano Bee." Masih saja Ayu memikirkan Keano yang sudah di anggap sebagai anak tirinya.


"Anakku hanya Daniel."


"Jangan begitu Bee. Kamu berdosa kalau menelantarkan anak kandung mu."


"Aku tidak berniat menelantarkannya. Aku akan memberikan fasilitas lengkap dan menanggung semua biaya hidup Keano tapi untuk mengakuinya sebagai anak... Dia bukan anakku." Jawab Samuel tegas." Jangan terlalu bodoh untuk percaya dengan jebakan wanita siluman itu Babe." Ayu menegakkan tubuhnya.

__ADS_1


"Aku hanya kasihan dengan Keano." Jawabnya lirih.


"Lalu demi anak itu kamu harus pergi dari rumah dan meninggalkan ku?"


"Aku memberikan mu waktu untuk menyelesaikan masa lalu." Jawabnya lagi.


"Bukan begitu caranya Babe. Ini tidak adil untukku. Kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan ku?" Ayu terdiam sebab membenarkan ucapan Samuel. Keputusannya untuk pergi terasa salah." Kita hadapi bersama kalau memang kamu merasa kasihan pada Keano. Jangan mencoba kabur karena aku akan menemukan mu meski kamu berada di ujung dunia." Imbuhnya sedikit meninggikan suaranya.


"Maaf Bee." Jawab Ayu pelan.


"Kamu kasihan pada Keano tapi tidak memikirkan anak kita. Bagaimana jadinya jika aku tidak membelikan dia susu malam itu. Bukankah kita sudah berjanji untuk memberikan yang terbaik untuk Daniel?"


"Iya aku tahu. Aku minta maaf."


Samuel menghela nafas panjang. Dia mengendalikan emosinya agar tidak sampai berkata kasar dan melukai perasaan Ayu.


"Tapi aku tetap tidak mau pulang." Imbuhnya tetap pada pendiriannya.


"Hm. Kita kembali setelah menemukan bukti kalau Keano bukan anakku." Samuel memahami posisi Ayu yang pasti merasa cemburu namun tidak tega bersikap egois karena adanya Keano.


"Apa yang terjadi dengan kulitmu Bee?" Samuel melipat lengan baju panjangnya dan memperlihatkan kulit aslinya.


"Ini hanya pewarna."


"Aku kesal Babe. Ketika aku membuka mata, kau tidak ada dan membawa pergi anak kita. Aku ingin memberikan sedikit pelajaran agar kamu sadar. Kamu tidak bisa hidup tanpaku dan keputusan mu kemarin salah."


"Ku fikir kamu bersamanya."


"Mana mungkin. Aku mencintaimu."


Samuel melummat bibir Ayu, tapi kali ini Ayu membalas. Tidak dapat di pungkiri jika dirinya sangat merindukan kehangatan cinta Samuel yang selalu membuatnya nyaman.


"Mungkin aku akan membiarkan rumah itu di kuasai." Samuel mulai melontarkan ucapan yang bertujuan agar Ayu mau kembali pulang.


Samuel tidak akan memaksa, sebab hanya akan membuat hati Ayu kesal. Tapi di sisi lain, rumah yang di tempati Riska penuh dengan kenangan masa kecil. Tentu saja Samuel tidak ingin Riska menguasainya apalagi tinggal dengan damai di dalamnya.


Tujuan Samuel membeli beberapa lahan yang mengelilingi rumah. Karena dia ingin membangun keluarga kecil di sana. Sesuai dengan permintaan kedua orang tuanya.


"Kalau lelah, dia akan pergi."


"Mustahil Babe. Dia berniat menguasai semuanya." Jawabnya melontarkan kekhawatiran.


"Itu juga hal yang mustahil karena rumah itu Istana kita."

__ADS_1


"Ratunya sudah tidak ada dan kabur membawa putera mahkota." Sontak Ayu menoleh cepat. Membulatkan matanya seraya menelan salivanya lembut.


"Aku hanya memberikan waktu." Ujarnya lirih.


"Jangan menyebutnya dengan Istana kita."


"Aku memang salah."


"Kamu tidak salah Babe. Aku yang bersalah karena tidak mampu menolak keinginan mu. Harusnya aku menyeret wanita itu keluar." Sejak menikah, permintaan Ayu menjadi kelemahan satu-satunya. Samuel sudah tidak pernah memikirkan keinginannya dan selalu menuruti apapun permintaan Ayu." Aku ingin membesarkan Daniel di dalam sana. Rumah itu peninggalan orang tuaku dan mereka berpesan untuk menjaganya. Tapi ya sudah. Aku akan menyuruh Dimas menyiapkan rumah baru untuk kita." Dengan sedikit keyakinan, Samuel terpaksa melontarkannya. Dia ingin Ayu terpancing agar mereka bisa pulang.


"Kamu marah Bee?" Tanya Ayu lirih. Menyadari kekecewaan terpatri pada mimik wajah Samuel.


"Aku tidak bisa marah padamu. Setelah mendapatkan rumah, aku akan ke makam kedua orang tua ku untuk meminta maaf karena sudah mengabaikan pesannya."


"Jangan begitu Bee. Kita akan kembali ke sana kalau memang rumah itu menjadi hak kita."


"Tanpa usaha, apa bisa itu terjadi? Lupakan, itu bukan lagi Istana kita. Aku bisa membelikan rumah lebih bagus dari itu."


Ayu terdiam, mengingat banyaknya foto yang terpajang. Dari saat Samuel kecil sampai mencapai kesuksesan. Rumah yang menurut Ayu terasa hangat karena mungkin kedua orang tua Samuel mengisinya dengan cinta dan kasih sayang.


"Aku yakin kamu bisa Bee. Rumah itu masih standard untuk pengusaha sukses seperti mu." Harapan Samuel seakan runtuh, sebab Ayu tidak juga termakan ucapannya dan malah mengukuhkan niatnya untuk pergi dari rumah.


"Ya. Rumah itu memang terlihat kuno." Jawabnya lemah.


"Tapi di sana sangat hangat dan nyaman. Itu hal yang tidak bisa di beli dengan uang."


"Apa keputusan mu Babe?" Tanya Samuel seraya tersenyum teduh. Dia menebak jika Ayu terpancing dengan motivasinya.


"Kita pulang saja." Sepertinya aku harus mempertahankan gelar ratu ku.


"Thanks Babe. I love you so much." Samuel memeluk Ayu dengan erat.


"I love you to Bee."


"Oke. Kita jemput Keano dan kembali ke rumah."


"Hm. Suruh Dimas mencari hunian yang layak untuk Keano dan Kak Riska."


"Jadi kamu mengizinkan ku mengusir mereka?"


"Bukan mengusir. Lakukan dengan baik. Aku tidak ingin mental Keano terganggu karena perdebatan orang dewasa." Ayu melingkarkan tangan kanannya ke pinggang Samuel.


"Tentu saja." Akhirnya.. Selalu butuh waktu panjang untuk merajuknya. Kamu harus sadar Babe, kamu ratu di Istana kita. Sudah sewajarnya kamu harus tetap bertahan dan lebih kuat lagi untuk menyingkirkan benalu itu..

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2