Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Kegilaan Tania


__ADS_3

Sejak tadi pagi, Dika di buat kesal atas sikap Tania yang seakan ingin terus menempel padanya. Meski beberapa kali dia mencoba menghindar, namun ancaman yang di lontarkan Tania membuat Dika tidak bisa berkutik.


Dika tidak ingin jabatannya sebagai Direktur pemasaran harus lengser dalam waktu sekejap. Sehingga mau atau tidak, dia harus menuruti apapun kemauan Tania.


"Bisakah kamu tidak berlebihan?" Protes Dika untuk kesekian kali. Tatapannya terlihat geram memperhatikan Tania yang tengah duduk santai di sofa ruangannya.


"Tidak bisa. Aku mencintaimu."


Aku merasa jika Tania sedikit tidak waras! Kenapa aku bisa terjebak dengan wanita seperti dia!!


"Jika pihak pusat melihat sikap mu tadi. Tidak akan ada bedanya kau menyembunyikan video kemarin." Walaupun Dika sangat tertarik pada Tania. Tapi untuk hubungan serius, dia sama sekali tidak memikirkannya.


"Tentu ada bedanya. Aku berjanji tidak akan membuatmu turun jabatan." Tania beranjak dari tempatnya lalu duduk di paha kanan Dika. Kedua tangannya terulur dan menggalung lembut pada leher Dika yang terlihat tengah membuang muka." Aku ingin makan siang di luar. Aku bosan makanan kantin." Pinta Tania dengan nada manja.


"Aku malas keluar. Kita makan siang di kantin saja."


"Bukan begitu aturannya Dika!" Jawab Tania menggertak.


Dika mendongak lalu menatap Tania dengan sorot mata tajam. Sejak kemarin malam dia sudah mengetahui satu keburukan soal Tania yang sebenarnya seorang wanita yang bertutur kata kasar.


"Lalu bagaimana?!" Tanya Dika tidak ingin kalah.


"Aku mencintaimu dan kau juga harus mencintaiku!! Kalau aku meminta sesuatu! Kau wajib menurutinya!!"


"Kita hanya sekedar berpacaran.."


"Tidak!!" Sahut Tania cepat." Kamu milikku sekarang. Makan siang di luar atau aku akan membongkar hubungan kita pada Direktur utama!!" Ancam Tania lagi.


Dika menghela nafas panjang. Dia terpaksa berdiri untuk menuruti permintaan Tania meski rasanya dia ingin meninggalkan Tania detik ini juga.


Sementara saja. Setelah ku temukan cara untuk menghindar, aku akan membuang wanita gila ini.


Dika belum juga menyadari ketidakwajaran sikap Tania dalam mencintai. Dia belum memahami jika wanita yang duduk di sampingnya berusaha mengalungkan belenggu yang perlahan akan mencekiknya.


"Ke Cafe Delima ya sayang." Pinta Tania tersenyum. Sontak Dika menoleh, dia mengingat jika Ayu berkerja di sana.


"Cari tempat lain." Jawab Dika menolak cepat.


"Aku ingin makan di sana." Hahahaha, akan ku buat Istrimu sakit hati melihat kemesraan kita.


Tanpa sepengetahuan Dika, Tania menyuruh seseorang untuk mengikuti apapun kegiatan yang di lakukan Ayu. Niatnya untuk merebut Dika bukan lagi main-main. Tania berusaha mencari kelemahan agar hubungan keduanya bisa hancur.


"Jangan seperti anak kecil Tania!! Kita cari tempat lain!!" Jawab Dika berusaha menolak.


"Baru saja aku menyebutnya, tapi kau sudah melanggar itu!" Dika mendengus dan mencoba mengatur emosi atas sikap Tania hari ini.


"Tolong! Pilih selain tempat itu." Jawab Dika meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Apa kau wajib tahu alasannya!!" Teriak Dika geram.


"Ya sayang. Katakan." Tania tersenyum tipis menunggu jawaban yang akan di lontarkan Dika.


"Aku menghukum Istri ku! Dia sedang berkerja di sana dan aku memintamu untuk memilih tempat lain." Dika berharap Tania bisa mengurungkan niatnya setelah dia mengatakan fakta sebenarnya.


"Aku sudah tahu." Dika menoleh sebentar dengan wajah terkejut." Itu kenapa aku memilih tempat tersebut." Nafas Dika terbuang kasar. Dugaan akan kegilaan Tania semakin menguat. Terbesit sebuah penyesalan yang sudah terlambat untuk di utarakan.


"Aku mohon Tania. Dia Istriku."


"Aku ingin ke sana atau jabatanmu akan hilang!!!" Dika terpaksa memacu mobilnya membelah hiruk pikuk kota siang itu menuju Cafe Delima.


Aku yakin hal ini tidak akan membuat Ayu mengurungkan niatnya merubah penampilan. Aku akan berusaha menjaga jarak dan berkata jika kami hanya sekedar makan siang saja.


Dengan raut wajah gelisah, Dika terus melajukan mobilnya masuk ke area parkir. Sambil sesekali memperhatikan ke arah dalam Cafe, Dika mematikan mesin lalu menombol kunci otomatis pada mobilnya.


"Tunggu." Cegah Dika ketika melihat Tania akan turun.


"Ada apa sayang?"


"Aku memintamu menjaga sikap."


"Jangan mengatur ku!" Tania tidak ingin perduli dan langsung turun di ikuti oleh Dika.


"Dia masih Istri syah ku." Dika menyingkirkan tangan Tania dari lengannya.


Mita yang melihat pemandangan tersebut langsung melongok dengan bibir menganggah. Dia benar-benar tidak habis fikir kenapa Dika bisa tega melakukan sesuatu yang pasti akan menyakiti hati Ayu.


Untung saja Ayu sudah pindah bagian. Batinnya bergegas menghampiri meja Dika.


"Ma Mas Dika." Sapa Mita melihat ke arah Tania.


"Dia.. Seker.."


"Aku pacarnya." Dengan wajah berseri-seri Tania mengatakan seakan dia merasa bangga akan status sebagai pacar Suami orang.


"Dia sekertaris ku."


Gila sekali!! Dasar Dika sialan!!!


"Mau pesan apa Mas. Ini menunya." Mita tidak ingin banyak bicara. Dia menyodorkan buku menu tepat di tengah meja.


"Aku ingin Ayunda yang melayani." Dika kembali di buat tercengang akan keinginan gila Tania. Sementara Sam sendiri hanya mampu melihat dari tempatnya berdiri seraya sesekali melirik ke arah dapur. Terlihat jelas, Ayu tengah sibuk di dalam bersama Chef Riko.


"Dia bukan waiters Nona."

__ADS_1


"Apa tidak bisa jika aku menginginkan itu? Biasanya di tempat lain bisa. Panggil owner nya!!" Pinta Tania berteriak.


"Owner nya sedang tidak ada di tempat."


"Pokoknya aku ingin Ayunda yang melayani kami!"


"Hentikan kegilaan ini Tania!"


"Aku ingin itu dan kau wajib menurutinya." Sengaja sekali Sam diam dan tidak ingin ikut campur. Dia ingin menyadarkan Ayu jika lelaki yang di sebutnya Suami hanya seoggok sampah yang seharusnya di buang.


Aku tidak ingin menghancurkan hubungan kalian. Tapi apalah daya jika Tuhan menginginkan itu terjadi. Bukankah aku yang akan beruntung nantinya.


Ketertarikan pada sosok Ayu yang sulit di hentikan, membuat Sam menginginkan perpisahan terjadi meski untuk melakukan hal ekstrim dia tidak berniat melakukannya. Sam masih mengandalkan campur tangan Tuhan sebab dia sangat menghormati kesakralan hubungan pernikahan.


"Panggil Ayunda atau aku akan mencoreng nama baik Cafe ini!!!" Mita memasang wajah bingung. Dia sempat menoleh ke arah Sam yang seakan tidak perduli.


Bagaimana ini? Kasihan Ayu..


"Ada apa ini?" Tiba-tiba saja Farel sudah berdiri di samping Mita.


Aku mohon jangan lakukan Mas Farel. Untuk kali ini saja, tolonglah posisi Ayu.


"Aku ingin Ayunda yang melayani kami." Pinta Tania tersenyum. Dika tidak dapat bergeming dan lebih memilih melindungi jabatannya daripada harus menjaga perasaan Istrinya.


"Kenapa begitu?" Mita mendekatkan wajahnya lalu membisikkan fakta sebenarnya.


"Aku mohon Mas Farel. Jangan turuti kemauan wanita ini. Lelaki ini adalah Suami Ayunda. Dia akan sakit hati nantinya." Bukannya merasa kaget. Farel malah memperlihatkan senyuman jahat.


Oh astaga.. Jadi Suami Ayu sedang berusaha menyakiti hatinya. Kenyataan yang menguntungkan. Wanita yang sakit hati akan mudah di dekati..


Sungguh gila sebab sejak pagi tadi, Farel mengintai bahkan memperhatikan setiap perkerjaan yang Ayu kerjakan di dalam dapur.


Keringat akibat suhu dapur yang panas. Semakin memicu ketertarikan Farel pada sosok Ayu yang memiliki tubuh sesuai dengan seleranya.


"Pembeli adalah raja." Jawab Tania tersenyum tipis.


Aku mohon jangan di turuti. Batin Dika tidak menginginkan Ayu mengetahui kebersamaannya bersama Tania.


"Ayu berkerja di bagian dapur." Mita tersenyum, dia sedikit bernafas lega dan berfikir jika Farel menuruti permintaannya." Tapi kami tidak bisa menolak keinginan pengunjung. Saya akan panggil Ayu untuk melayani kalian." Senyum Mita seketika berubah menjadi mimik wajah panik. Dia bergegas mengikuti langkah Farel dan berusaha menghentikannya.


"Aku mohon Mas. Kasihan Ayu." Rasa takut pada sosok Farel seketika menghilang. Lebih baik Mita kehilangan perkerjaannya daripada harus melihat sahabat satu-satunya sakit hati.


"Pembeli adalah raja." Farel mempercepat langkahnya. Mita berbelok arah ke Sam dan berusaha meminta bantuan.


"Mas tolong Ayu. Dia akan sakit hati melihat Suami nya seperti itu." Menunjuk ke meja Dika.


"Sebuah bangkai tidak bisa di tutupi terus menerus. Biarkan Ayu melihat kenyataan bagaimana keburukan Suaminya." Untuk pertama kalinya, Mita di buat kesal atas sikap Samuel.

__ADS_1


"Tega sekali kamu Mas!!" Mita melirik malas lalu berjalan masuk ke dapur untuk mencegah Ayu keluar.


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2