Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Rencana rahasia Tania


__ADS_3

Ayu dengan sopan mempersilahkan Tania dan Dika untuk bergabung. Keduanya tidak mendapatkan tempat dan harus menunggu sekitar satu jam. Namun ketika Tania menyadari keberadaan Ayu, dia langsung menyerbu masuk dan menyebut Ayu sebagai saudaranya.


"Astaga, makanannya sudah hampir habis." Ayu mencuci tangan di baskom lalu mengeringkannya.


"Biar kami pesan sendiri Ay. Daniel sudah besar ya."


Saat pertemuan terjadi seperti sekarang. Dika lebih banyak diam daripada ikut berkomentar. Sungguh dia masih menganggap jika Ayu wanita spesial di hati meski dia sudah ikhlas melepas semuanya.


"Sudah pintar apa sekarang."


"Hanya mengucap beberapa kata saja."


"Wah. Pintar sekali." Puji Tania mengangkat tubuh Abyan dan mendudukkannya tepat di hadapan Daniel." Aku kemarin sempat ke rumahmu. Hanya ada wanita asing itu dan.. Aku sedikit khawatir tapi syukurlah kalian baik-baik saja." Tania meraih jemari Ayu dan menggenggamnya hangat.


"Hanya pergi sebentar dan Mas Sam berhasil menemukan ku."


Hadirnya Riska cukup menguras emosi dan otak Ayu. Bukan hanya Samuel yang merasakan kecemburuan berat ketika ada seorang lelaki datang mendekat. Ayu juga merasakan hal yang sama karena perasaan cintanya jauh lebih besar dari hubungan pernikahannya dulu.


"Seharusnya dia yang pergi bukan kamu."


"Dia tidak bisa mendengar." Sahut Samuel cepat.


"Aku kasihan pada Keano." Tania menjadi ingat tentang postingan yang di lihatnya tadi sore ketika dirinya menjaga Abyan bermain.


"Em apa Keano pernah hilang?" Tanyanya dengan wajah serius.


"Hilang bagaimana?"


"Aku tadi tidak sengaja melihat postingan anak hilang yang berasal dari Amsterdam. Tapi itu postingan lama sekitar satu tahun yang lalu mungkin lebih."


"Aku tidak tahu Niah."


"Di mana kamu menemukan itu?" Tanya Samuel merasa penasaran.


"Aplikasi ini." Tania mengambil ponselnya lalu menunjukkan sebuah aplikasi yang tidak di miliki Samuel maupun Ayu.


"Coba tunjukkan." Ujar Samuel lagi.


"Sebentar ya."


Beruntung, sebab Tania menemukan postingan tersebut dan menunjukkan pada Samuel. Segera saja Samuel mengambil ponsel Tania untuk melihat begitupun Ayu.


"Ini laki-laki itu." Gumam Samuel mengingat wajah Stefan Hansson.


"Apa dia Suaminya?"


"Ya."


"Mungkin itu postingan lama Bee."


"Tidak mungkin masih mengudara jika memang si anak sudah di temukan." Sahut Dika ikut antusias. Dia merasa kasihan dengan permasalahan yang membelit keluarga Ayu. Seharusnya Ayu sudah bisa hidup tenang dan damai seperti dirinya.


"Memangnya begitu Mas?" Tanya Ayu ramah.


"Hm. Kalau sudah di temukan, biasanya postingan akan di hapus. Tidak ada orang tua yang ingin menjadikan keburukan itu sebagai kenangan."

__ADS_1


Samuel mengangguk, dia membenarkan itu tapi tidak bisa menjangkau jika Riska yang ada bersama Kean adalah palsu.


"Tapi ini foto Kak Riska. Mungkin dia lupa menghapusnya." Gumam Ayu lirih.


"Coba tanyakan pada Keano. Apa dia pernah menghilang atau di culik." Samuel meletakkan ponsel di hadapan Tania. Dia terdiam sesaat dan memikirkan ucapan dari Dika.


"Mereka sudah tinggal terpisah dengan kami."


"Kunjungi saja Ay. Agar semuanya jelas."


"Mungkin postingan lama. Kak Riska memang Ibunya."


"Hm tanyakan jika bertemu saja. Jangan memicu kecurigaannya." Jiwa psikopat Tania mampu mencium aroma keanehan sebab dirinya pintar memanipulasi keadaan. Dia mengetahui tanda-tanda keganjilan dalam sebuah permasalahan.


"Dia Ibunya Niah." Sahut Dika.


"Lakukan sesuai perintah ku." Aku harus tahu lokasi rumahnya sekarang. Tidak akan ku biarkan dia menari-nari di atas tekanan sahabatku.


"Hm baik. Akan ku tanyakan kalau Keano berkunjung."


"Bolehkan aku tahu alamat rumah mereka?"


"Untuk apa Niah?" Sahut Dika lagi. Dia tidak ingin Tania berbuat ekstrim seperti dulu.


"Hanya ingin tahu."


"Mana mungkin begitu." Tentu saja Dika menaruh curiga sebab sudah memahami kegilaan Tania.


"Aku tahu kamu Niah. Fikirkan soal anak kita."


.


.


.


.


.


Sepulangnya dari makan malam, hati Ayu semakin di liputi kerisauan. Dia khawatir dengan Kean dan takut terjadi sesuatu dengannya.


Dia Ibunya. Tidak mungkin menyakiti nya.


Batin Ayu berusaha menyakinkan hati namun gagal. Postingan yang di perlihatkan Tania seakan membuat dirinya menaruh kecurigaan.


"Menurutmu bagaimana Bee?"


"Jangan terlalu memikirkannya. Mungkin saja itu postingan lama." Jawab Samuel pelan. Sebenarnya dia juga menaruh kecurigaan yang sama. Hanya saja dia tidak ingin membuat Ayu terbebani.


"Entahlah Bee. Kenapa aku terus memikirkan itu."


"Jangan menambahkan beban fikiran. Riska itu Ibunya."


"Ya Ibunya. Tapi dia kasar sekali."

__ADS_1


"Biarkan saja. Itu anak kandungnya sendiri." Kenapa aku juga terus memikirkan itu. Sebaiknya aku menyuruh Dimas memantau rumahnya. Sikap kasar Riska pada Keano memang terlihat ganjil. Aku tahu dia memang kasar, tapi seharusnya dia bisa bersikap lembut pada buah hatinya sendiri.


Samuel meraih ponselnya lalu mengirimkan pesan singkat untuk Dimas.


💌Tolong intai rumah Riska.


💌Kenapa Tuan.


Samuel mengirimkan foto screen shot dari Tania yang menunjukkan postingan lama.


💌Cari tahu tentang postingan itu.


💌Baik Tuan siap.


Setelah mengirimkan pesan, Samuel kembali meletakkan ponselnya. Dia meraih jemari Ayu dan menggenggamnya.


"Kenapa tadi tidak membungkus?" Tanyanya mengganti topik pembicaraan.


"Sudah kenyang Bee. Daniel juga sepertinya kelelahan." Ayu menunduk, menatap Daniel yang tengah terlelap tidur setelah puas bermain dengan Abyan.


"Aku sudah menyuruh Dimas memantau rumahnya. Jangan terlalu di fikirkan. Bukankah aku sudah menjamin keselamatan Keano."


"Mungkin aku hanya terlalu khawatir Bee."


"Hm ya."


Setelah pembicaraan itu, Ayu dan Samuel sama-sama diam dengan tangan bergenggaman. Sambil fokus menyetir, Samuel menyadari kehadiran sebuah motor yang tepat berada di belakangnya. Samuel yakin jika itu motor yang terparkir di samping pos penjagaan restoran.


Apa dia sedang mengikuti ku. Kita lihat saja..


Sengaja Samuel mengambil jalan lain sehingga membuat Ayu binggung.


"Kenapa lewat sini Bee?"


"Ingin saja. Mungkin ada pedagang makanan yang kamu sukai." Jawab Samuel beralasan. Dia ikut?


"Aku sudah makan banyak Bee."


"Kamu masih sangat cantik walaupun sudah makan banyak. Tubuhmu semakin segar dan menggemaskan." Puji Samuel sambil sesekali memperhatikan spion samping.


"Seperti ikan segar."


"Yub Babe. Bukan fisik yang membuatmu tidak berarti. Tapi sikap pasangan masing-masing. Aku bisa menerima semua keadaan mu jadi.. Jangan coba-coba untuk berdiet sampai-sampai kamu harus tersiksa menahan lapar." Samuel melepaskan genggaman tangan lalu membelai rambut Ayu dan turun ke pipinya sejenak.


"Ada yang aneh Bee. Aku merasa tubuhku tidak berubah padahal aku makan banyak."


"Itu karena hatimu damai. Och lihatlah, ada penjual kesukaan mu di sana." Menunjuk ke salah satu arah yang memperlihatkan pedagang bakso bakar.


"Iya Bee. Kenapa sampai malam Bapak itu masih berjualan."


"Mungkin sedang sepi hari ini." Ayu tertawa kecil. Dia kerapkali menyuruh Samuel memborong dagangan sampai-sampai para pedagang mengenal mereka karena kebiasaan tersebut.


"Beli sisa dagangannya Bee. Biar Bapak itu bisa pulang dan bertemu dengan keluarganya." Samuel tersenyum. Memarkirkan mobilnya di bahu jalan untuk menuruti permintaan Ayu.


Orang suruhan siapa lagi ini..

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2