Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Perkerjaan di atas segalanya


__ADS_3

Selama setengah jam lamanya pertemuan berlangsung. Para tamu investor terlihat pergi satu persatu untuk meninggalkan ruangan.


Hanya ada Samuel, Dimas dan seorang lelaki yang tidak lain orang kepercayaan Dimas yang menjabat sebagai Direktur utama di perusahaan tersebut.


"Lalu bagaimana soal yang ku bicarakan tempo hari." Dimas mempersilahkan Direktur utama untuk pergi sebab ini adalah pembicaraan pribadi.


Setelah menutup pintu, Dimas mengambil amplop coklat lalu menyerahkannya pada Samuel.


"Apa ini?"


"Silahkan di lihat Tuan." Samuel mengambil amplop tersebut lalu mengeluarkan berkas milik Dika dari sana." Saya baru ingat jika Suami dari wanita itu adalah Direktur pemasaran salah satu cabang perusahaan." Samuel mengangguk-angguk lalu meletakkan berkasnya kembali.


"Bagaimana kinerjanya?"


"Standar saja Tuan. Dia tidak terlalu menonjol tapi cukup baik dalam berkerja. Em lalu? Apa saya harus memecatnya agar keinginan Tuan bisa terwujud?"


"Biarkan saja. Aku tidak akan mencampuradukkan urusan perkerjaan dengan masalah pribadiku."


"Baik Tuan."


"Lalu permintaan ku bagaimana?"


"Sudah saya dapatkan."


"Urus semuanya lalu kirim gugatan itu kepadanya."


Kenyataan Dika berkerja di perusahaan, memberikan jalan mudah untuk Samuel melayangkan gugatan cerai. Semua data tentang Dika dan Ayu bisa di dapatkan tanpa perlawanan.


Dengan pintarnya Dimas meminta itu untuk alasan pendataan. Padahal Samuel tengah mempersiapkan kejutan besar untuk Dika.


🌹🌹🌹


"Nyonya dari mana saja." Tanya Bibik seraya tersenyum lega ketika melihat Ayu datang siang ini bersama Mita.


"Saya hanya mengambil baju Bik." Jawab Ayu tidak mengerti jika hari ini Dika tidak berkerja.


"Duh Gusti. Kok begitu Nyah."


"Ini bukan rumah saya lagi."


"Jangan menyerah Nyah. Sabar dan selesaikan dengan cara dingin."


"Bukankah Bibik tahu kenyataannya? Tuan sudah sering memasukkan wanita itu ke rumah yang seharusnya menjadi Istana kami." Bibik tertunduk. Dia tidak menyalahkan keputusan Ayu walaupun dia masih tidak rela jika majikan kesayangannya harus pergi.


"Sudahlah Ay. Cepat. Nanti keburu Dika datang."

__ADS_1


Baru saja kekhawatiran Mita terlontar. Sebuah koper di geser dengan gerakan kasar tepat di samping Ayu.


"Pergi dengan pilihan mu. Aku sudah membereskan semua baju juga barang-barang pribadimu." Sontak Ayu dan Mita menoleh ke arah Dika yang sudah berdiri di samping keduanya.


Bukan hanya tersayat, hati Ayu hancur menjadi kepingan kecil ketika melihat kenyataan jika Dika sudah berani mengusirnya.


Maaf Ayu. Aku membenarkan ucapan Mama. Wanita cantik bisa di cari tapi kesempatan untuk memikat wanita sesempurna Tania, tidak datang dua kali.


Dika sudah benar-benar membuang niat awalnya dan lebih memilih hidup bersama wanita asing daripada Ayu yang sudah lama menemaninya.


Ayu sendiri merasakan kekecewaan yang tidak sanggup di utarakan dengan kata-kata. Dia terdiam sesaat untuk menegakkan pandangannya agar dirinya tidak terlihat lemah menerima keputusan Dika.


"Keputusan yang tepat Mas. Kamu melepaskan Ratu mu." Ayu meraih gagang koper lalu menyeretnya seraya memperlihatkan senyuman getir.


"Sudahlah. Tidak perlu banyak bicara. Bukankah kau sendiri yang memilih pegawai Cafe itu."


"Hm ya. Tapi jangan katakan jika ini pilihanku." Tangan kanan Mita terangkat lalu merangkul kedua pundak Ayu lembut untuk memberikan sedikit kekuatan." Apa kamu ingat jika sejak kita menikah aku sudah tidak di perkenankan untuk memilih? Aku berusaha menyukai apa yang kamu suka dan menghindari apa yang kamu benci. Tidak ada pilihan yang bisa ku utarakan selain menuruti apapun keinginanmu." Dika menddesah lembut. Setitik rasa yang masih ada di dalam hatinya masih tidak merelakan jika hubungan pernikahan dengan Ayu harus kandas.


"Tidak apapun. Kau tidak sesuai dengan seleraku. Serius kau berkata jika kau berusaha menuruti keinginan ku? Sudah hampir 10 bulan Ayu! Aku memintamu untuk berdiet tapi kau tidak pernah melakukannya!!"


"Aku melakukannya!" Ayu merogoh tas kecilnya lalu melemparkannya botol obat pemberian Bu Erna sampai isinya berhamburan keluar." Apa kau lupa jika aku membenci jus! Apa kau ingat ketika aku mengatakan jika jus itu menjijikan selayaknya kotoran? Apa kau ingat itu Mas?!" Meski Ayu meninggikan suaranya. Maniknya tidak memperlihatkan air mata sedikitpun.


"Aku meminum itu pagi dan siang. Lalu kau anggap itu bukan pengorbanan?! Hahaha konyol. Sejak kapan kau berubah menjadi bocah berumur belasan tahun yang hanya melihat sesuatu dari luarnya saja. Aku terima keputusan ini! Saya pamit Bik." Ayu tersenyum sejenak ke arah pembantunya lalu berjalan beriringan bersama Mita.


Dengan mengunakan motor matic butut milik Ayu, keduanya pergi meninggalkan kediaman Dika. Sepanjang perjalanan Ayu hanya diam sementara sejak tadi Mita berusaha mengajaknya mengobrol.


"Ay! Hei! Kau baik?" Teriak Mita memastikan. Dia melihat wajah Ayu dari spion motor.


"Mustahil aku baik Mit." Tes.....


Satu titik air mata berhasil lolos. Keputusan perpisahan yang Dika pilih menghantam kuat perasaannya.


"Ini yang terbaik. Dia sudah memilih wanita itu. Apa yang kau harapkan?"


"Tidak ada. Hiks.. Sakit sekali. Hatiku rasanya nyeri dan sesak." Ayu mulai sesegukan sesekali mengusap kasar kedua sudut matanya dengan posisi tertunduk.


"Kamu harus kuat."


"Sudah ku lakukan." Mita menghembuskan nafas berat. Tentu saja dia merasa kasihan namun yakin jika Ayu bisa melewati masa berat ini.


"Di mana letak kontrakan nya."


"Sebelah sana." Menunjuk ke salah satu arah.


Mita memarkirkan motornya di depan banyaknya kontrakan yang berjajar. Keduanya turun lalu mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


"Menangis nanti malam saja. Jangan permalukan dirimu."


"Hm." Ayu menyeka sisa air matanya bersamaan dengan keluarnya seseorang dari kontrakan yang terletak tepat di samping tempat Samuel tinggal.


"Kamarnya sudah penuh Non." Ujarnya setengah berteriak.


"Tunggu Pak." Mita berlari kecil ke arah lelaki tersebut." Bapak pemilik tempat kontrakan ini?" Tanyanya ramah.


"Iya."


"Kami temannya Mas Samuel."


"Oh Samuel? Astaga maaf. Katanya datang sore." Jawabnya seraya menyerahkan sebuah kunci." Kamarnya baru Bapak bersihkan." Menunjuk ke kamar di mana Bapak itu keluar.


"Berapa satu bulannya Pak?"


"Sudah di bayar Mas Samuel. Kalian langsung masuk saja. Bapak banyak perkerjaan. Permisi." Mita berjalan menghampiri Ayu lalu menyerahkan kunci.


"Kita masukkan koper dulu lalu kita kembali berkerja. Nanti akan ku bantu menata barang saat sudah pulang." Mita menyeret koper besar di hadapannya di ikuti oleh Ayu dengan langkah lemah.


Setelah koper di letakkan, Ayu kembali menguncinya dan berjalan menuju Cafe yang hanya berjarak 100 meter. Maniknya melirik ke arah motor Samuel yang ternyata sudah datang.


"Ingat! Harus kuat! Tidak boleh menangis dulu. Nanti malam, kita menangis bersama." Ujar Mita menyemangati. Meski dia harus melihat sahabatnya bersedih. Namun tidak dapat di pungkiri jika Mita merasa lega karena Ayu bisa terlepas dari lelaki yang menurutnya hanya memberikan kesakitan.


"Hm ya. Aku harus berterimakasih dengan Mas Sam." Ayu melepaskan pegangan tangannya lalu berjalan menghampiri Samuel yang tengah sibuk dengan perkerjaan." Terimakasih Mas." Samuel menoleh dan memperlihatkan senyum.


"Sama-sama. Sudah kamu lihat tempatnya?"


"Aku sudah meletakkan koperku di sana. Em uangnya akan ku ganti setelah menerima gaji."


"Kamu bicara apa Babe. Aku tidak butuh di ganti. Sudah selayaknya aku melakukan itu." Ayu kembali memperlihatkan wajah masam dengan lirikan mata tajam.


"Hentikan panggilan gila mu Mas. Mereka akan berfikir kita memiliki hubungan. Apa kau tidak takut kehilangan perkerjaan?"


"Aku hanya takut kehilanganmu sekarang." Jawab Samuel lirih. Tangannya terangkat dan mengusap sebentar puncak kepala Ayu lalu beranjak pergi untuk menerima pesanan.


Aku sekarang tahu! Kalau rayuan dan gombalan itu rasanya memuakkan!! Mas Samuel memang baik tapi sikapnya menyebalkan!! Ah wajar saja. Aku berharap ini hanya mimpi buruk. Semalam aku tidur dengan orang asing lalu pagi harinya, Suamiku menceraikan ku. Dosa apa yang ku perbuat Tuhan!!


🌹🌹🌹


Tinggalkan like untuk uang parkir ya..


Kalau viewer nya banyak. Aku janji update 2 kali sehari..


Terimakasih dukungannya 🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2