Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Dugaan buruk soal Radit


__ADS_3

Tidak biasanya Ayu pulang dengan tergesa-gesa. Dia memarkir motornya lalu cepat-cepat menyuruh Bik Ratih masuk dan menutup pintu. Tentu saja Bik Ratih di buat bingung dengan sikap Ayu.


"Ada apa Nyah?" Tanyanya setengah berbisik.


"Tetangga sebelah Bik. Dia satu kerjaan dengan saya." Terlihat Bik Ratih tersenyum sambil melihat ke arah Daniel yang tengah sibuk bermain.


"Terus kenapa Nyah?"


"Saya merasa aneh Bik dengan sikapnya."


"Aneh bagaimana?" Cepat-cepat Ayu mengunci pintu ketika terdengar suara motor Samuel terparkir. Dia tidak ingin mengulang momen pertemuannya dengan Samuel dulu ketika Dika menyakiti nya.


"Sok perhatian dan sok kenal Bik." Jawabnya berbisik.


"Mungkin dia suka sama Nyonya." Mata Ayu seketika membulat, menoleh ke arah Bik Ratih.


"Bibik sadar sudah bicara apa?"


"Sadar Nyah."


"Saya masih Istri syah Mas Sam."


"Kalau Istri syah kenapa Nyonya kabur?"


"Bibik tidak memihak ku?"


"Maaf. Bibik pernah dengar kalau Tuan mau melewati semuanya bersama-sama." Ayu terdiam sejenak. Perkataan Bik Ratih memang benar adanya.


"Perdebatan itu tidak baik untuk psikologi anak Bik. Kasihan Keano dan Daniel kalau harus berada di lingkungan tidak sehat. Kalau saya pergi otomatis perdebatan tidak akan terjadi."


Meskipun Keano bukanlah anak kandungnya, namun Ayu tidak ingin Keano terganggu psikologi nya hanya karena keegoisan orang tuanya.


"Nyonya Riska memang kasar kok. Meski tidak ada Nyonya, mungkin Keano masih terus di omeli." Tebak Bik Ratih yang melihat dengan kepalanya sendiri bagaimana kasarnya perilaku Riska pada Keano.


"Paling tidak, saya sedikit mencegahnya."


"Tapi jangan menyesal kalau Tuan Samuel tergoda." Manik Ayu kembali membulat.


"Bibik bilang itu terus." Jawabnya merengek sehingga Bik Ratih tersenyum simpul.


"Kalau Nyonya sudah berani melangkah sejauh ini, harus berani menerima resiko seburuk apapun."


"Saya sudah siap Bik." Jawabnya pelan. Nafasnya berhembus lembut, seakan dirinya menyesal. Kalau jodoh tidak akan kemana.


"Ya sudah, sebaiknya Nyonya mandi terus makan."


"Hm Bik." Ayu berjalan lemah masuk ke kamar setelah menyapa Daniel dengan kecupan pada keningnya.


Hatinya kembali berada pada kebimbangan atas keputusannya. Ayu mengingat jika sikap Samuel tidak berubah meskipun Riska berada di sana.


Samuel bahkan kerapkali mengumbar kemesraan mereka di depan Riska seakan menganggap wanita itu tidak ada.

__ADS_1


Apa aku kembali saja?


Ayu mengusap tubuhnya dengan sabun. Gerakkannya terlihat pelan sambil sesekali menghela nafas panjang.


Tidak. Kalau ucapan Kak Riska benar bagaimana? Mas Sam sudah tergoda olehnya dan.... Kalau itu terjadi! Berarti semua lelaki sama saja!!


Gerakan Ayu di percepat, untuk mengekspresikan kekesalannya. Rasa cemburu terasa membara meski untuk kembali, Ayu tidak ingin melakukannya.


.


.


.


.


Baru saja Ayu masuk ke dalam kamar. Terdengar suara ketukan pintu di ikuti dengan suara sapaan Samuel. Kontrakan yang berukuran kecil, membuat Ayu bisa leluasa mengintip dari sela pintu kamarnya.


Mas Radit? Kenapa suara mereka sama.


Ayu masih saja tidak bisa mengenali, jika Radit merupakan Samuel. Itu karena fisik Radit jauh berbeda dari Samuel yang memiliki kulit lebih terang tanpa kumis tipis.


Apa niat lelaki itu sebenarnya!!!


Ayu mengikat rambutnya sembarangan. Dia berjalan keluar dan berniat mengusir Samuel namun pemandangan di hadapannya membuatnya mengurungkan niatnya.


Samuel dengan akrab memangku Daniel bahkan memberikan roti kesukaannya. Ayu berdiri terpaku, membuang muka tapi pemandangan di hadapannya mampu menyentuh hati.


Apa aku semurah ini? Hatiku selalu gampang tersentuh ketika aku menghadapi masalah.


"Aem Ma." Ayu tersadar dari lamunan. Dia menghela nafas lembut lalu duduk.


"Maaf aku lancang. Anakku suka roti ini." Ujar Samuel menjelaskan.


"Dia anak saya Mas bukan anak mu."


"Iya. Tapi Daniel mengingat ku padanya. Em jangan terlalu kaku kalau sedang mengobrol di luar area kerja."


"Saya sedang menghormati kamu. Jadi seharusnya kamu juga menghormati saya."


"Em memangnya aku pernah melakukan hal yang tidak sopan?" Ayu melirik malas karena merasa muak. Walaupun Samuel kemungkinan meninggalkan nya, tapi hatinya masih terpaut kuat.


"Ingat pada batasan."


"Aku ingat Nona."


"Jangan mendekati anakku dengan berlebihan."


"Daniel membutuhkan figur seorang Ayah." Mata Ayu seketika membulat.


"Ayah kandungnya bukan anda!" Tanpa sadar Ayu meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Papa." Seakan ingin menunjukkan pada Ayu. Daniel tiba-tiba berkata demikian sambil menepuk-nepuk dada Samuel.


"Dia bukan Papamu Daniel." Ayu bergegas berdiri lalu merebut Daniel dari pangkuan Samuel namun Daniel malah menangis sejadi-jadinya.


Aku papanya Babe. Anakmu saja peka, kenapa kamu tidak mengenali ku.


"Cup sayang. Ini Mama. Daniel tidak boleh begitu, nanti Om Radit marah."


"Aku tidak marah Daniel." Ayu kembali memperlihatkan tatapan menusuk ke arah Samuel.


"Sebaiknya Mas pulang!" Tangisan Daniel semakin kencang sehingga mau tidak mau Samuel berdiri lalu merebut Daniel dari dekapan Ayu.


Daniel kembali diam bahkan berceloteh dengan gelak tawa. Momen seperti ini mengingatkannya pada Samuel yang lebih pintar menenangkan Daniel daripada dirinya.


Mas Sam sedang bersama Riska. Jika dia sudah menemukan ku. Dia akan segera menjemput ku.


Fikiran Ayu tidak sanggup menjangkau kalau Samuel melakukan penyamaran. Dia sampai rela membeli pewarna tubuh yang hanya bisa di hilang oleh cairan penghapus makeup. Selain ingin menunggu sampai penyelidikan soal Keano terungkap, Samuel juga ingin melihat sepekan apa perasaan Ayu padanya.


"Apa kamu sudah makan Nona?" Tanya Samuel pelan.


"Sudah saya katakan jangan terlalu over perhatian. Saya tidak nyaman." Jawabnya ketus.


"Mungkin Daniel ingin jalan-jalan. Ada depot yang baru saja buka di dekat sini." Samuel tidak juga berhenti menggoda, meskipun Ayu memasang wajah muak.


"Entahlah! Saya merasa kamu sedikit aneh Mas." Samuel terkekeh di ikuti oleh gelak tawa yang keluar dari bibir Daniel seolah-olah keduanya sedang menertawakannya.


"Aneh bagaimana? Buktinya Daniel nyaman bersama ku. Em.. Daniel mau jalan-jalan sama Om Radit." Tanya Samuel lembut.


"Au Pa."


"Dia bukan Papamu Daniel."


"Sudahlah Nyah tidak apa. Kasihan Daniel kalau terus-terusan berada di rumah." Ayu menoleh ke arah Bik Ratih.


"Bibik tidak merasa aneh dengannya." Menunjuk ke arah Samuel." Dia itu sudah beristri Bik dan saya sudah bersuami. Apa pantas melakukan itu? Pergi berdua sementara kita punya pasangan masing-masing." Imbuh Ayu menolak serta merta tawaran Samuel.


"Kalau berjalan-jalan saja tidak masalah Nyah." Ayu tidak tahu jika Bik Ratih sudah menjadi bagian dari scenario. Dia tahu kalau Radit merupakan Samuel.


"Tidak. Ayo Daniel ikut Mama." Ayu merentangkan kedua tangannya tapi Daniel malah menyembunyikan wajahnya pada pundak Samuel. Daniel hanya nyaman dengan Mas Samuel. Terus kenapa dia bersikap seperti ini? Apa dia menganggap Radit itu Mas Sam karena suara dan tinggi badannya yang sama?


"Itut Papa." Rengek Daniel mengeratkan kalungan tangannya pada leher Samuel.


"Kalau kamu tidak mau. Biar Radit ku bawa berjalan-jalan sendiri." Mana mungkin Ayu tega melakukan itu. Daniel satu-satunya harta berharga yang dia miliki.


"Lain kali jangan datang ke sini Mas. Kau hanya membuat rusuh saja." Samuel tersenyum simpul menatap Ayu yang berjalan masuk ke dalam kamar untuk merapikan rambutnya dan membawa gendongan.


"Mungkin Daniel rindu pada Ayahnya." Jawaban dari Samuel masih bisa di dengar oleh Ayu.


"Aku hanya mau dia terbiasa dengan Ayah kandungnya bukan kamu!" Nafas berat berhembus, ketika Ayu keluar dengan rambut terurai. Masih saja Samuel menganggap jika Ayu wanita paling cantik meski bentuk tubuhnya jauh dari kata sempurna.


Aku merindukan mu Babe..

__ADS_1


"Setelah Ayahnya kembali, aku berjanji akan pergi." Ayu melirik malas lalu merebut Daniel yang langsung mau sebab persetujuan sudah Ayu lontarkan." Aku hanya ingin membantu." Ayu memakai masker untuk menutupi wajahnya. Dia tidak ingin kepergok dan membuat masalah rumah tangganya semakin runyam.


🌹🌹🌹


__ADS_2