Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
Balasan ucapan cinta


__ADS_3

Warning!!!


Bagi yang tidak menyukai adegan fulgar mohon di skip😁🙏


Happy reading ❤️


Orang suruhan Tania meletakkan sebuah amplop coklat di atas meja. Segera saja Tania mengambil amplop tersebut untuk memeriksa beberapa lembar foto yang ada di dalam.


"Bagaimana dengan pegawai apartemen? Apa sudah kamu urus?" Tanya Tania memasukkan kembali foto editan yang dia pesan.


"Saya tidak bisa masuk ke dalam Non. Bukankah sebaiknya Non urus sendiri. Saya takut salah melangkah."


"Hm oke." Tania beranjak lalu menaiki anak tangga untuk mengambil tas. Beruntung sekali, kartu kunci yang di pinjam dari Pak Wira belum di kembalikan sehingga dia memiliki akses untuk masuk ke apartemen elit tersebut.


Setibanya di sana, Tania segera meminta resepsionis untuk mempertemukannya dengan petugas CCTV. Awalnya keinginan itu di tolak, tapi ketika si resepsionis di iming-imingi uang cukup tebal. Dia dengan senang hati mengantarkan Tania ke ruangan di mana pegawai CCTV memantau semua kegiatan.


"Darimana Nona mendapatkan foto-foto ini?" Tanyanya seraya memeriksa hasil editan yang begitu detail.


"Saya mengeditnya karena terpaksa. Bagaimana tidak. Saya sedang mengandung tapi Suami saya harus di penjara. Mereka asal menuduh padahal saya yang tahu bagaimana sifat Suami saya." Si pegawai menghela nafas panjang. Dia tidak ingin terlibat dengan kasus itu bahkan sudah menganggap kasus itu selesai.


"Lantas? Untuk apa anda menemui saya?" Mengembalikan amplop berisi foto pada Tania.


"Agar anda memberikan kesaksian jika nantinya polisi datang ke sini dan menanyai tentang hal ini."


"Saya malas berhubungan lagi dengan polisi."


"Anda tidak akan bermalas-malasan. Anda hanya cukup bersaksi dan mengakui kalau foto ini adalah tangkapan dari layar CCTV lalu anda bisa menerima uang ini." Tania menyodorkan amplop sangat tebal." Ada lima puluh juta untuk uang tutup mulut." Imbuhnya setengah berbisik.


"Hanya bersaksi satu kali lalu selesai."


"Och tentu saja."


"Baik Nona. Kalau ada pihak berwajib ke sini. Saya akan mengatakan hal tersebut." Dengan mudahnya si pegawai menerima uang sogokan sehingga membuat Tania tidak perlu bersusah payah mengancam.


Berani berurusan denganku berarti berani cari mati. Kita lihat setelah ini siapa yang akan mendekam di penjara..


🌹🌹🌹


Pagi yang kembali terlihat indah. Ayu memutuskan untuk tetap berbaring sembari menikmati hangatnya tubuh yang tengah mendekapnya. Sesekali bibirnya menempel pada dagu Samuel yang terlihat masih memejamkan mata namun tangannya terlihat semakin mengeratkan pelukannya.


"Ini sudah sangat siang Bee." Ujarnya berbisik.


"Mau bagaimana lagi kalau kamu masih nyaman seperti ini."


"Entahlah. Aku berubah menjadi pemalas karena kamu terlalu memanjakan ku. Seharusnya kamu mengomel ketika aku bangun kesiangan agar tidak menjadi kebiasaan buruk."

__ADS_1


"Hal ini tidak akan berlanjut kalau kita sudah memiliki anak. Dia akan jadi alarm yang siap menyibukkan hari-hari mu." Ayu tersenyum begitupun Samuel. Sungguh keduanya menginginkan itu segera terjadi.


"Ya Tuhan, aku ingin sekali. Di rumah tanpa ada kegiatan juga membosankan."


"Berarti selama ini kamu bosan padaku." Ayu menghela nafas panjang karena kembali mengingat hidup kelam yang tersuguh di masa lalunya.


"Maaf Bee. Maksudku bukan sekarang, tapi.. Dulu, saat aku bersama.."


"Aku paham. Sementara ini, biar aku yang menyibukkan mu." Samuel menunduk lalu memberikan kecupan pada sekitar wajah dan berakhir pada lummatan bibir. Dia berusaha menghempas sedikit memori masa lalu buruk Ayu dengan selalu memanjakan dan memberikan sentuhan melenakan." Kamu ingin segera memiliki nya bukan." Ucap Samuel dengan suara parau. Percintaan panas yang terjadi semalam tidak juga membuatnya merasa lelah.


"Aku tahu maksudmu Bee."


"Kita lakukan seperti biasanya."


"Bisakah di percepat durasinya. Aku sedikit lelah saat aku sudah mencapai pelepasan berkali-kali tapi kamu tidak juga berhenti bergerak." Samuel tertawa kecil. Mana mungkin dia sanggup melakukan itu.


"Bicara padanya agar dia cepat keluar. Aku juga ingin segera mencapai itu ketika melihat tubuhmu sudah lelah."


"Bagaimana caranya berbicara?"


"Aku tidak tahu Babe. Em kalau kamu tidak ingin, sebaiknya kita bangun saja."


"Lalu kamu?" Tanya Ayu balik. Dia sudah merasakan kerasnya benda panjang milik Samuel yang ada di bawah.


Sangat tidak mungkin Ayu sanggup menolak. Kepatuhannya untuk Samuel sudah menguat. Tentu saja dia tidak ingin Samuel merasa kecewa akibat perbuatannya. Selelah apapun raganya, keinginan Samuel harus bisa Ayu penuhi karena dia menganggap itu bentuk rasa patuhnya.


"Lakukan dengan cepat Bee. Setelah ini kita mandi dan sarapan."


"Maaf Babe. Sebaiknya kita langsung mandi. Kamu terlihat lelah." Tolak Samuel tidak sampai hati menuruti hasrat tanpa melihat keadaan Ayu.


"Aku ingin anak laki-laki. Ini juga sudah sangat basah." Jawab Ayu dengan suara lembut nan manja. Di iringi dengan dessahan lirih yang sengaja di keluarkan untuk memicu hasrat Samuel.


Sekuat apapun Samuel ingin menolak namun naluri lelakinya tidak akan sanggup menahan godaan yang selalu mampu mengobrak-abrik kewarasannya.


Ayu kembali di masuki dengan berbagai gaya dengan harapan pelepasan cepat di dapatkan. Tapi kenyataannya, durasi yang di dapatkan semakin meningkat seakan milik Samuel tidak ingin terlepas dari kenyamanan yang di suguhkan Ayu melalui miliknya.


Dessahan apapun Ayu lontarkan untuk membantu Samuel mendapatkan kepuasan. Namun itu semua tidak juga berhasil dan setelah satu jam kemudian, erangan yang terdengar menandakan pelepasan berhasil Samuel dapatkan.


"Hah Hah Hah.. Emmm..." Ayu menarik oksigen sebanyak-banyaknya seraya mengendalikan nafasnya yang memburu.


Kalungan tangannya bahkan terlepas namun beruntung sebab Samuel sudah menopang bagian bawah tubuhnya. Ayu melirik wajah berseri-seri itu sebentar dan tidak habis fikir dengan stamina yang di miliki Samuel. Hampir dua puluh menit dia menopang tubuh beratnya, tapi wajah itu tetap terlihat bugar.


"Biarkan aku turun Bee." Pinta Ayu ketika keduanya memasuki kamar mandi. Samuel tidak bergeming, dia memutar keran air untuk mengisi bak mandi lalu turun ke dalamnya dengan masih membawa tubuh Ayu ikut serta." Apa kakimu tidak pernah merasa nyeri?" Celoteh Ayu meringis saat milik Samuel baru saja di tarik keluar.


"Rasa nikmatnya melebihi rasa nyeri di kaki. Terimakasih ya." Jawabnya seraya mengecup kening Ayu sejenak.

__ADS_1


"Itu kewajiban tidak perlu berterimakasih."


"Ucapan itu bentuk rasa hormat ku padamu. Bukankah hatimu berbunga-bunga ketika aku mengatakan nya? Itu juga bertujuan agar rasa nyerinya hilang." Ayu tersenyum dan membenarkan ucapan Samuel. Tidak ada yang lebih indah daripada rasa saling menghargai satu sama lain.


"Sama-sama Bee." Ayu mengusap lembut rambut tebal Samuel seraya memandanginya. Sementara Samuel mengambil sabun lalu mulai mengusap bagian pundak milik Ayu." Kamu tampan sekali Bee." Akhirnya untuk pertama kalinya Ayu berani mengungkapkan kekagumannya pada Samuel yang sebenarnya sudah terbesit sejak awal bertemu.


"Kamu juga cantik."


"Aku biasa saja." Celoteh Ayu belum merasa percaya diri.


"Hatimu.. Maksudku hatimu yang cantik." Seketika wajah Ayu berubah masam karena merasa malu dengan jawabannya.


"Ya. Hanya hatiku yang cantik. Aku memang tidak menarik untuk di lihat dari bentuk fisik." Samuel terkekeh namun kedua tangannya masih meratakan sabun pada tubuh Ayu.


"Kamu selalu saja tidak percaya kalau aku mengatakan kamu cantik."


"Jangan lupa untuk menambahkan hatinya." Samuel semakin terkekeh-kekeh. Hiburan seperti sekarang kerapkali di dapatkan semenjak Ayu ada di kehidupannya.


"Aku mendapatkan bonus dari Tuhan. Selain hatinya, bentuk fisikmu juga sangat cantik. Aku ingin selalu menyentuh mu sepanjang hidupku."


"Cih, mulai menggombal."


"Oke baik Babe. Lebih baik aku diam saja daripada kamu salah faham dengan pujian ku." Sekarang Ayu yang tertawa kecil melihat wajah kekanak-kanakan yang Samuel suguhkan.


"Ayo katakan kalau aku sangat menyebalkan." Tanya Ayu berusaha menggoda.


"Tidak Babe."


"Jangan di sembunyikan Bee?"


"Aku berbohong satu kali dalam seumur hidup. Itu kulakukan ketika aku menyamar menjadi lelaki miskin penuh hutang. Setelah itu ku akhiri, semua perkataan yang ku ucapkan adalah apa yang ada di dalam hati."


"Kita hentikan Bee. Biar aku yang membantu mu sekarang." Kini tiba giliran Ayu untuk memberikan sabun pada seluruh tubuh berotot yang ada di hadapannya.


"Aku tidak menggombal."


"Iya, aku tahu." Jawab Ayu seakan menikmati ketika telapak tangannya mengusap lembut tubuh Samuel.


"I love you Babe." Seketika gerakan Ayu berhenti. Dia membalas tatapan manik Samuel yang mampu membuat jantungnya berdebar-debar.


Aku tidak ingin kehilangan nya dan itu berarti..


"I love you to Bee." Samuel meremas lembut rambutnya sendiri lalu merengkuh tubuh Ayu erat. Dia sangat senang mendengar pernyataan cinta yang akhirnya bisa terbalaskan tanpa adanya paksaan walaupun semua di awali dengan ancaman.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2