Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)

Akibat Hasrat Terlarang (Suami untuk Ayunda)
End/Tamat


__ADS_3

Di tengah acara makan siang. Terdengar suara bel pintu berbunyi. Bik Ratih bergegas berjalan menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang.


Cepat-cepat Bik Ratih kembali masuk ketika melihat Tania berada di balik pintu bersama Riska palsu. Dia merasa takut melihat noda darah yang ada pada sekitar gaun Riska palsu.


"Siapa Bik?" Tanya Samuel.


"Itu Tuan. Temannya Nyonya Ayu tapi dia bersama wanita yang mirip dengan Nyonya." Menunjuk ke arah Riska.


Makan siang itu seketika terhenti. Ayu bahkan menyuruh Bik Ratih untuk membawa Daniel dan Keano masuk ke dalam. Setelah itu, dia berjalan menyusul Samuel, Riska dan Stefan yang lebih dulu pergi ke ruang tamu.


Samuel menghela nafas panjang. Dia masih berusaha menyelidiki Riska palsu dengan caranya namun Tania malah menyeret paksa si peniru.


"Penyelidikan itu terlalu lama Sam. Aku tidak sabar ingin menyingkirkan wanita ini segera." Ujar Tania memegang erat lengan Riska palsu yang tertunduk.


"Suami mu mengizinkan?"


"Aku pergi diam-diam."


"Apa dia mau mengaku?"


"Akan ku paksa." Tania kembali mengambil sebilah pisau dan menyodorkan ke leher Riska palsu.


"Tidak Niah." Sahut Ayu cepat.


"Dengan kekuasaan Samuel pembunuhan ini akan bisa di tutupi Ay." Riska menghela nafas panjang. Sejak tadi dia diam dan hanya memperhatikan si peniru. Riska berharap bisa menebak siapa si wanita yang memiliki wajah mirip dengannya.


"Hm itu masalah gampang." Mata Ayu membulat. Dia sedikit percaya karena beberapa kali Samuel merencanakan sebuah pembunuhan.


"Tidak boleh begitu Bee."


"Jika dia mau jujur. Mungkin ceritanya akan lain." Jawab Samuel tersenyum simpul." Katakan. Siapa kamu dan tujuanmu apa melakukan ini semua." Imbuhnya bertanya.


"Aku berjanji akan pergi. Tolong lepaskan aku."


"Bukan itu jawaban yang kami mau!!" Tania semakin menekan pisau sehingga membuat Ayu, Stefan juga Riska ikut berhenti bernafas.


"Jangan Niah." Ujar Ayu tidak ingin terjadi pertumpahan darah.


"Ba baik aku mengaku."


"Cepat!! Atau ku sayat leher mu!!" Ancam Tania merasa tidak sabar.


"Aku... Ines."


"Ines?" Gumam Ayu terbata.


"Aku merubah wajahku hanya untuknya." Menunjuk ke arah Samuel.


"Astaga.. Ternyata kau wanita gila itu." Tania yang tidak mengetahui soal sosok Ines memilih diam mendengarkan.


"Kau sudah tahu siapa aku sebenarnya. Sekarang tolong lepaskan aku." Ujar Ines memohon.


"Kau wanita yang bertemu kami satu tahun yang lalu?" Tanya Stefan menimpali. Dia mengingat sosok Ines karena dia satu-satunya orang Indonesia yang di temui dalam satu tahun terakhir.


"Hm ya."


"Kau sudah hampir merusak keluarga kami!!" Teriak Riska histeris. Dia sangat membenci Ines. Akibat ulahnya dia hampir kehilangan anak. Stefan memegang tubuh Riska erat. Dia tidak ingin Riska melukai Ines akibat tekanan batin.


"Maaf. Tolong lepaskan aku." Masih saja Ines ingin lari dari tanggung jawab bersamaan dengan datangnya Dimas.


"Hubungi pihak berwajib. Dia harus melewati proses hukum." Pinta Samuel menatap ke arah Dimas.


"Baik Tuan." Dimas bergegas mengambil ponselnya untuk menghubungi pihak berwajib sementara Ines meronta-ronta menginginkan sebuah permintaan maaf.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Satu bulan setelah insiden...


Kehidupan kembali normal. Hari ini, Riska dan keluarga memutuskan kembali ke Amsterdam.


Ada banyak hikmah yang bisa di ambil dari kejadian penculikan walaupun harus melewati satu tahun yang berat. Silaturahmi dengan Samuel kini terjalin begitu hangat seakan kejadian masa lalu terlupakan.


Apalagi Ayu menyuguhkan sikap hangat selama keluarga Riska berada di rumahnya. Dia menjamu para tamu dengan sangat baik sampai-sampai mereka merasa nyaman tinggal di dalamnya.


"Apa Adik Daniel tidak bisa ikut dengan kita Mom." Ucap Keano lirih. Dia sudah sangat menyanyangi Daniel seperti Adil kandungnya sendiri.


"Tidak bisa sayang."


"Kapan-kapan Ibu akan berkunjung ke sana."


"Kean tunggu kedatangan Ibu." Ayu menunduk dan memberikan kecupan hangat dan pelukan begitu erat pada Kean." Kean akan datang waktu liburan musim panas." Imbuhnya tidak juga melepaskan pelukan Ayu.


"Hm ya. Ibu juga menunggu kedatangan Kean."


Kini pelukan Kean terlepas. Dia mendongak ke arah Samuel yang masih saja memperlihatkan wajah datar.


"Terimakasih sudah menjaga Keano selama ini." Ujar Keano berusaha melunakkan hati Samuel.


"Hm ya. Terimakasih juga sudah menjaga Daniel."


"Dia Adikku Om. Jadi sudah sewajarnya ku jaga."


"Kean hanya ingin cepat akrab." Jawab Kean pelan.


"Jangan terlalu jauh berharap."


"Bee. Dia hanya anak kecil." Protes Ayu menimpali.


"Kean memang seperti itu Sam. Rasa ingin tahunya sangat besar."


"Hm ya sudah. Sebaiknya kalian pergi sekarang. Satu jam lagi pesawat akan lepas landas."


Mungkin Samuel sudah terlanjur kesal atau Kean memang sengaja membuatnya kesal. Namun sejauh ini dia tidak pernah memperlihatkan wajah ramah pada Kean walaupun anak berumur 6 tahun itu berusaha keras.


"Om tidak ingin memberikan pelukan perpisahan untuk Kean." Samuel menghembuskan nafas berat seraya berpaling.


"Aku tidak terbiasa."


"Bee, astaga."


"Aku malas Babe."


"Satu kali saja Bee. Setelah ini kita tidak akan bertemu dengan Kean untuk waktu yang lama."


Dengan gerakan kaku, Samuel duduk berjongkok lalu memeluk Kean.


Cup..


Satu kecupan berhasil Kean hadiahkan pada pipi kiri Samuel. Membuat pemiliknya bergegas berdiri sambil mengusap pipinya kasar.


"Itu kenapa aku malas." Ujarnya menunjuk ke Kean yang tengah menatapnya dengan senyuman polos.


Semua tertawa kecil melihat adegan konyol yang Samuel dan Kean perlihatkan. Setelah bersalaman dan mengucapkan kata-kata perpisahan, Kean dan kedua orang tuanya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Kean sempat melambai ke arah Samuel yang masih saja berpaling walaupun maniknya sesekali melirik. Dia mengakui jika Kean anak yang penurut dan baik namun tetap saja dia benci ketika melihat Kean bersikap berlebihan padanya.


"Syukurlah anak itu pulang."


"Kamu akan merindukannya Bee."


"Tidak mungkin. Dia menyebalkan."


"Dia anak yang pintar dan tampan."


"Hm ya."


"Aku akan melihat Daniel." Ayu akan beranjak pergi namun tangan Samuel menahannya." Ada apa Bee?" Tanya Ayu pelan.


"Ada sebuah janji yang harus kita ambil setelah semua kekacauan yang terjadi."


"Katakan, jangan berbelit-belit."


"Di larang untuk saling meninggalkan apapun yang terjadi."


"Termasuk kematian?"


"Itu sudah lain cerita Babe. Kematian di luar kuasa kita. Maksudku, jangan lagi meninggalkan rumah seperti yang kamu lakukan dulu." Ayu menghela nafas panjang. Dia baru tahu kalau Samuel belum melupakan kejadian tersebut.


"Aku terdesak."


"Sama saja kamu merelakan ku dengannya."


"Tidak mungkin Bee. Sudahlah, lupakan soal itu."


"Aku tidak mau itu terulang. Berjanjilah, sebesar apapun masalah yang ada, kita harus tetap bersama."


"Ya aku berjanji."


"Jika kamu melangkahkan kaki keluar rumah tanpa persetujuan dariku. Sebuah kecelakaan naas akan merenggut nyawaku." Sontak manik Ayu membulat, dia meraih jemari kanan Samuel lalu menggenggam dengan kedua tangan.


"Terbalik Bee. Bukankah seharusnya aku yang mengalami kecelakaan naas."


"Tidak. Kau meninggalkanku sama saja kau membunuhku." Meski ucapan Samuel terdengar mengerikan tapi Ayu merasa sangat bahagia melihat ketakutan yang tergambar jelas pada mimik wajah Samuel.


"Aku sudah minta Bee."


"Itu sebuah janji yang akan terjadi ketika kamu melanggarnya."


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu." Ayu menyandarkan kepalanya yang langsung di sambut oleh dekapan hangat.


"Begitupun aku."


Perdebatan manis seperti sekarang kerapkali terjadi. Samuel begitu takut kehilangan rasa setia dan bakti seorang Ayu. Itu kenapa fisik yang kurang sempurna tidak tampak di matanya. Sebab sejak awal dia melihat Ayu dari sudut pandang lain.


Tamat.


Novel ini jauh dari kata sempurna. Tapi aku berterimakasih untuk para pembaca yang sudah berkenan mampir.


Masih banyak yang perlu di bahas pada kehidupan Ayu dan Samuel selanjutnya. Tapi sengaja ku tamatkan karena konflik memang sudah tidak ada. Kalau ku tuliskan kehidupan manis mereka terlalu lama. Aku takut kalian bosan sebab cerita tanpa konflik itu kurang menantang 😆😆


Untuk pengganti novel ini. Aku sudah membuat cerita baru berjudul BENIH TITIPAN TUAN MAFIA.


Kalau ingin tahu bagaimana ceritanya. Silahkan mampir ya..


Tinggal klik akun ku dan kalian sudah bisa membaca cerita di atas👆


Terimakasih dukungannya ❤️❤️


Bye bye🥰❤️

__ADS_1


__ADS_2